Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 108. Malam pertama


__ADS_3

Malam yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, ya apa lagi kalau bukan malam pertama antara Aileen dan Ardiaz yang kini telah resmi menjadi suami-istri.


Aileen keluar dari kamar mandi dengan bathrobe putih melekat di tubuhnya, ia kebingungan mencari-cari Ardiaz yang tidak ada disana.


"Loh mas Ardiaz kemana? Malam pertama kok malah ngilang?" gumam Aileen.


Tanpa diduga, seseorang menutup matanya dari belakang dan membuat gadis itu terperanjat kaget.


"Aaaaa siapa ini? Lepasin!" sentak Aileen.


"Hahaha, tenang baby ini saya suami kamu! Masa kamu gak ngenalin tangan suami kamu sendiri sih?" ucap Ardiaz sambil terkekeh.


"Mas Ardiaz? Ish, kamu ngapain sih pake tutup mata aku segala? Aku kan jadi kaget tau, udah ah lepasin ini gelap gak bisa lihat!" ujar Aileen.


"Emang sengaja, saya mau tutup mata kamu pakai kain ini sayang. Karena saya ada sesuatu untuk kamu," ucap Ardiaz.


"Hah? Apa itu mas?" tanya Aileen penasaran.


"Sabar dong, ditutup dulu matanya biar kamu gak bisa ngeliat!" ucap Ardiaz.


"Huft kamu mah," Aileen menghela nafasnya.


Ardiaz pun menutup mata sang istri menggunakan kain merah yang sudah ia sediakan, lalu dengan cepat ia putar tubuh gadis itu menghadap ke arahnya.


"Nah, kalo begini kamu jadi tambah mempesona tau sayang. Apalagi wangi tubuh kamu yang enak dihirup ini," ucap Ardiaz sensual.


"Mmhhh.." tanpa sadar Aileen melenguh ketika merasakan kulit pundaknya dikecup tipis oleh lelaki itu.


"Kamu apa-apaan sih mas? Katanya mau kasih kejutan, mana?" protes Aileen.


"Ini kejutannya lagi mau saya kasih ke kamu sayang, tunggu sebentar dong gak sabaran amat!" ucap Ardiaz.


"Ya abis kamu lama banget," ujar Aileen.


Ardiaz langsung mengambil sebuah kalung emas yang ia sudah persiapkan sejak lama itu dan memakaikannya di leher Aileen.


"Ih kamu pakein apa itu di leher aku mas? Jangan aneh-aneh ya!" ucap Aileen cemas.


"Nanti kamu juga tau sendiri sayang," ucap Ardiaz.


Setelah selesai, barulah kini Ardiaz menarik tubuh Aileen dan membawanya menuju dekat cermin.


"Uhh kamu cantik banget sayang!" puji Ardiaz.


"Emang apa bedanya?" tanya Aileen heran.


"Nih, kamu lihat sendiri deh!" jawab Ardiaz seraya melepas penutup kain itu dari mata istrinya.


Aileen mengerjap saat kain itu terlepas, ia menatap cermin dan amat syok melihat sebuah kalung bersarang di lehernya.


"I-ini hadiahnya mas? Waw indah banget!" ucap Aileen terperangah.


"Iya dong, saya mau genjot kamu sambil lihat kalung ini di leher kamu nanti," ucap Ardiaz.

__ADS_1


Aileen terkejut dan sontak mencubit pinggang pria itu.


"Aw kok saya dicubit sih?!" protes Ardiaz.


"Biarin aja, suruh siapa kamu mesum banget?!" kesal Aileen.


"Saya gak mesum, tapi kan emang malam ini kita mau melakukan itu sayang," ucap Ardiaz.


"Melakukan apa?" tanya Aileen cemberut.


"Kamu gausah pura-pura gitu deh, saya yakin kamu pasti tau apa yang suami-istri lakukan di malam pertama pernikahan mereka. Kamu udah siap belum sayang?" ucap Ardiaz tersenyum lebar.


"Apa sih mas? Kamu kalo kayak gitu makin mirip pedofil tau gak!" ujar Aileen.


"Yeh dia malah ngatain, ini saya lagi serius loh sayang. Kamu udah siap belum buat saya unboxing?" ucap Ardiaz.


"Unboxing? Emangnya aku barang apa?" heran Aileen.


"Hahaha.." Ardiaz tergelak mendengarnya.


Pria itu pun melingkarkan tangannya di pinggang ramping sang istri, lalu mengecup leher mulus Aileen dan meninggalkan bekas disana.


"Eenngghh pak.." Aileen reflek melenguh dibuatnya.


"It's time for us to make love baby," bisik Ardiaz.


Aileen meremang merasakan telinganya disentuh pria itu, ia sudah pasrah saat Ardiaz juga menarik tali bathrobe dari tubuhnya.


"Kamu seksi sayang, dan sepertinya tubuh kamu juga butuh sentuhan dari saya," ucap Ardiaz.


Tanpa banyak basa-basi, Ardiaz menggendong sang istri dan merebahkannya di atas ranjang yang sudah bertabur bunga itu.


"Pak, jangan buru-buru!" pinta Aileen.


"Gak kok, ini juga pengalaman pertama saya Aileen. Saya janji akan bikin kamu merasakan surga dunia dan penuh kepuasan di malam hari ini," ucap Ardiaz.


Aileen hanya mengangguk lemah, matanya terpejam saat Ardiaz dengan nakalnya menghisap bibir serta leher jenjangnya.


Aileen terus bergerak gelisah ketika dua tangan Ardiaz menyusuri bagian tubuhnya, ia juga merasa pria itu mulai melepaskan pakaiannya.


"Hah? Itu apa pak yang ngacung?" kaget Aileen.


"Ini Tio, kamu kenalan gih sama dia!" ucap Ardiaz menunjuk miliknya yang sudah berdiri.


"Ih gak mau ah jorok! Itu nanti yang masuk ke punya aku? Udah dicuci belum pak?" ujar Aileen.


Ardiaz melongok dibuatnya, gadisnya sungguh menggemaskan dan membuatnya tak tahan ingin segera memasukinya.




Akhirnya malam itu pun Ardiaz telah berhasil membobol gawang Aileen, meskipun sempat mendapat penolakan darinya akibat rasa sakit yang amat sangat saat pertama kali.

__ADS_1


Namun, lambat laun Aileen juga mulai menikmati permainan itu dan malah gadis itu juga beberapa kali memimpin permainan dengan lihai.


Kini hari sudah pagi, kedua pasangan itu masih terlelap di atas ranjang dengan selimut menutupi tubuh polos keduanya setelah aktivitas panjang mereka semalam.


Ya mereka memang bermain cukup lama, karena Ardiaz merasa tidak puas jika hanya satu atau dua ronde. Milik Aileen yang sangat enak jadi alasannya.


Kriiiinggg... ay, ay, ay i'm your little butterfly


Bunyi alarm mengagetkan Ardiaz, pria itu terbangun dan langsung mematikan alarm tersebut sambil melihat jam.


"Waduh, udah pagi aja nih!" kagetnya.


Ia pun menoleh dan melihat ke arah Aileen, ia tersenyum sebab istrinya masih tertidur pulas sehabis bermain semalaman dengannya.


"Kamu cantik banget sayang, saya gak bisa berhenti pandang kamu rasanya!" ujar Ardiaz.


Pria itu mendekat dan memeluk Aileen dari samping, tak lupa ia juga memberi banyak kecupan di wajah sang istri yang terlelap itu.


Cup Cup Cup


Sampai akhirnya Aileen pun terbangun, tentu ia merasa risih dengan perlakuan Ardiaz yang tidak tahu waktu itu.


"Ih kamu ngapain sih mas? Ini masih pagi tau, jangan ganggu aku dong!" kesal Aileen.


"Sssttt pagi darimana? Sekarang udah jam sembilan, yuk bangun kita sarapan!" ucap Ardiaz.


"Nanti ah mas, aku masih capek tau. Kamu lupa ya semalam kita main sampe jam berapa? Ini aja aku berapa jam tidur," ucap Aileen.


"Iya iya, saya tahu kamu capek karena abis layani saya semalam. Tapi, kamu harus bangun sayang! Kita sarapan dulu biar gak sakit," ucap Ardiaz.


"Aku gak mau mas," tolak Aileen.


Wanita itu malah berbalik memunggunginya dan lanjut tertidur, membuat Ardiaz menggeleng.


Drrttt


Drrttt


Lalu, ponsel Aileen berbunyi menandakan ada telpon yang masuk.


"Sayang, hp kamu tuh bunyi," ucap Ardiaz.


"Siapa yang telpon mas?" tanya Aileen malas.


Ardiaz melirik sekilas ke arah ponsel yang terletak di nakas itu.


"Eh mama kamu nih," jawab Ardiaz.


"Hah mama??" Aileen tersentak dan langsung bangkit mengangkat telpon itu, tanpa sadar bahwa kondisinya masih tanpa busana dan itu berhasil membuat milik Ardiaz mengeras kembali.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2