
Saat pulang sekolah, Aileen langsung dicegat oleh Ardiaz begitu turun dari tangga. Sepertinya pria itu sudah tahu kapan waktunya Aileen lewat sana.
Ardiaz pun tersenyum menatap Aileen, sedangkan gadis itu hanya diam membuang muka karena masih kesal dengan kepsek itu.
"Siang Aileen! Kamu kenapa pake jaket? Sakit?" ujar Ardiaz.
"Gak semua hal tentang aku bapak harus tau, udah deh bapak minggir dan jangan halangi aku! Aku mau pulang, terus istirahat biar gak capek terus!" ucap Aileen.
"Eh eh tunggu dong Aileen!" Ardiaz menahan gadisnya.
"Apaan sih pak? Bapak mau ngapain lagi? Aku capek pengen pulang tau!" ujar Aileen.
"Ya saya ngerti, makanya ini saya mau ajak kamu pulang bareng," ucap Ardiaz.
"Gak perlu! Aku bisa pulang sendiri kok," tolak Aileen.
"Jangan gitu dong Aileen! Kamu kenapa sih? Masih marah sama saya? Kan saya udah minta maaf tadi, saya juga udah jelasin ke kamu," ujar Ardiaz.
"Iya, tapi bapak gak mau dengerin aku. Bapak malah maksa bikin tanda di leher aku, sekarang aku jadi ribet sendiri buat nutupin tanda ini. Aku juga lagi bingung gimana kalau kak Gabino atau kak Alana tahu?" ucap Aileen.
"Oh soal itu, tenang aja sayang gausah panik! Kalaupun mereka tahu dan lihat, mereka pasti gak akan marahin kamu kok. Percaya deh sama saya Aileen!" ucap Ardiaz.
"Ih ngapain percaya sama bapak?" ujar Aileen.
"Ayolah Aileen, pulang bareng saya ya!" bujuk Ardiaz sambil mencengkram tangan Aileen.
"Bapak kenapa sih suka banget maksa aku?" tanya Aileen heran.
"Karena saya mau kamu selalu bareng saya, mengerti?" jawab Ardiaz tegas.
"Tapi aku gak mau," ucap Aileen.
"Kamu harus mau! Kalau enggak, saya bakal kasih hukuman buat kamu. Kamu mau saya hukum, ha?" ancam Ardiaz.
"Dih ngancem, emang bapak mau hukum aku apa sih? Paling cuma cium-cium," ejek Aileen.
"Yeh malah ngejek, nanti giliran saya cium bibir sama leher kamu, kamu nya berontak. Sekarang aja sok-sokan gak takut," cibir Ardiaz.
"Ish, bicaranya pelan-pelan dong pak! Aku gak mau ada yang dengar ucapan bapak, malu tau!" ucap Aileen.
"Biarin aja, biar kamu kapok dan gak nentang saya terus. Jadi pacar kok gak mau nurut," kesal Ardiaz.
"Iya iya pak Ardiaz sayang, yuk kita ke parkiran sekarang!" ucap Aileen sambil tersenyum manis.
Cup!
"Gitu dong Aileen cantik!" ucap Ardiaz sembari mengecup pipi gadisnya.
Aileen melongok lebar memegangi pipinya, ia benar-benar kaget Ardiaz berani menciumnya di tempat ramai itu.
__ADS_1
"Eee pak, bisa gak bapak tahan diri? Jangan main cium-cium aku dong kalo disini!" ucap Aileen.
"Gak bisa," Ardiaz tersenyum dan justru mengecup kembali kedua pipi Aileen secara bergantian.
Cup
Cup
Aileen menganga tak percaya, namun setelahnya Ardiaz langsung menarik tangan gadis itu membawanya pergi ke parkiran mobil.
"Saya ini udah berusaha buat nahan sayang, tapi sulit. Kamu selalu mengundang untuk dicium, jadi jangan salahin saya!" ucap Ardiaz di sela-sela langkahnya.
"Apaan sih pak? Bapak aja yang mesum banget! Malah nyalahin aku lagi," ucap Aileen tak terima.
"Mesum gini juga kamu suka, ya kan?" goda Ardiaz.
Wajah Aileen memerah seketika, ia tak bisa menyembunyikan itu dari Ardiaz karena sudah terlambat.
"Mau saya cium lagi?" tanya Ardiaz sensual.
"Ih gak mau!" sentak Aileen yang langsung membuang muka dan menjauh dari kekasihnya.
•
•
Singkat cerita, Aileen dan Ardiaz tiba di tempat parkir. Sebelum masuk ke dalam mobilnya, Ardiaz mendorong tubuh Aileen mepet dengan badan mobil dan mengunci kedua tangannya.
"Kamu wangi sayang, itu sebabnya saya suka cium kamu," ucap Ardiaz mengendus leher gadisnya.
"Eenngghh bapak jangan ahh!!" Aileen memejamkan mata begitu Ardiaz terus bermain di lehernya.
"Bisa diam gak sih kamu? Nikmati aja baby!" perintah Ardiaz.
"Gimana aku bisa nikmatin? Bapak begini gak tahu tempat!" kesal Aileen.
"Suka-suka saya dong, lagian gak masalah juga kalau ada yang lihat. Abisnya saya gak tahan sama wangi kamu Aileen," ucap Ardiaz.
"Pak, di dalam mobil aja ya? A-aku gak mau ada yang lihat kita," ucap Aileen.
"Ohh kamu maunya sembunyi-sembunyi ya? Okay, tapi kalo di dalam saya mau yang lebih," ucap Ardiaz.
Tatapan Ardiaz padanya amat membuat Aileen ketar-ketir.
"Yaudah, yuk kita masuk!" Ardiaz melepas tangan Aileen dan membuka pintu mengajak Aileen masuk ke dalam.
"Umm, kayaknya aku berubah pikiran deh. Aku juga gak mau di dalam, kita pulang aja pak!" pinta Aileen.
"Gak bisa gitu dong sayang, kamu tadi udah bicara dan harus ditepati!" ucap Ardiaz.
__ADS_1
"Ah bapak mah, aku laporin ke mama Mita nih kelakuan bapak sama aku!" ancam Aileen.
"Heh jangan dong! Eh tapi gapapa sih, biar kita bisa segera dinikahin. Saya gak tahan lagi mau nikah sama kamu Aileen," ucap Ardiaz.
"Ish, emang ya bapak itu mesum banget! Perasaan bapak dulu gak gini deh," heran Aileen.
"Ya saya kan udah pernah bilang, dulu itu saya tahan-tahan karena kita belum ada hubungan. Dan begitu kita pacaran, saya jadi gak bisa tahan lagi," ucap Ardiaz seraya membelai leher gadisnya.
"Udah udah pak, itu ada suara orang datang! Aku gak mau dipergoki ah!" ujar Aileen.
"Kamu kenapa takut banget sih? Saya ini kepala sekolah disini, udah kamu gausah takut!" ucap Ardiaz.
"Tetap aja gak elok pak diliatnya, bapak mah ngomong enak! Aku yang nanti jadi bahan gunjingan orang-orang disini," ucap Aileen.
"Siapa yang berani gituin kamu? Saya bakal skors mereka," ucap Ardiaz.
"Huh bapak ih nyebelin banget!" kesal Aileen.
Ardiaz tersenyum dan mengecup bibir Aileen sekilas, akhirnya dia menyudahi kegiatan panasnya dan membuat Aileen bernafas lega.
"Sekarang masuk!" perintah Ardiaz.
"Bapak gak bakal apa-apain aku kan di dalam?" tanya Aileen cemas.
"Enggak, udah kamu tenang aja cantik!" jawab Ardiaz.
"Oke deh!" Aileen tersenyum lega lalu masuk ke mobil lebih dulu.
Barulah Ardiaz menyusul masuk dan duduk di samping gadisnya, ia menatap Aileen sambil mengusap puncak kepalanya lembut.
"Kita mampir ke restoran dulu yuk! Saya lapar nih, kamu mau kan temenin saya makan?" ucap Ardiaz.
"Terserah bapak, kalaupun nolak pasti bapak juga maksa aku," ucap Aileen.
"Hahaha, tau aja kamu!" kekeh Ardiaz.
"Emang bapak belum makan dari siang?" tanya Aileen.
"Belum nih, makanya saya lapar," jawab Ardiaz.
"Loh kenapa?" tanya Aileen khawatir.
"Soalnya saya mau makan ditemenin sama kamu," jawab Ardiaz sambil tersenyum.
"Emhh dasar!" cibir Aileen.
Ardiaz terkekeh kecil lalu mulai melajukan mobilnya meninggalkan tempat parkir.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...