Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 75. Jatuh cinta?


__ADS_3

Aileen dan Ardiaz baru keluar dari ruang kepala sekolah setelah berbincang cukup lama, mereka juga terpaksa pergi karena Aileen merasa lapar.


Disaat mereka hendak melangkah, tiba-tiba seseorang memanggil nama Aileen dan membuat keduanya menoleh secara bersamaan.


"Aileen!" sapa seseorang di belakang sana.


Ya pria yang menyapanya adalah Sean, tentu pria itu hendak menanyakan mengenai kabar pernikahan Aileen dengan Ardiaz.


"Sean, ada apa kamu manggil aku sambil lari-larian begitu?" tanya Aileen heran.


"Haaahhh haaahhh..." Sean tampak ngos-ngosan setelah berlari dari kantin sampai kesana.


"Hey, kamu jangan pernah ganggu Aileen lagi ya! Dia itu pacar saya, dan kamu bukan siapa-siapa dia. Kalau kamu masih aja terus deketin dia, artinya kamu akan berurusan sama saya!" tegur Ardiaz.


"Pak, apa-apaan sih? Sean kan belum ngomong apa-apa tau," ucap Aileen.


"Saya tahu Aileen, saya kan cuma jaga-jaga sekaligus peringati dia," ucap Ardiaz.


"Eee tenang pak! Saya kesini bukan mau deketin Aileen kok, saya cuma—"


"Cuma apa? Cuma pengen ngobrol dan berduaan sama pacar saya, iya?" sela Ardiaz.


"Bu-bukan pak, saya cuma mau ucapin selamat buat Aileen. Sebentar lagi kan dia mau menikah sama bapak, bukan begitu?" ucap Sean.


Aileen tersentak kaget, begitupun Ardiaz.


"Darimana kamu tahu soal itu? Siapa yang kasih tahu kamu?" tanya Ardiaz keheranan.


"Tadi saya gak sengaja dengar percakapan Shanum sama Nizar di kantin pak, katanya abis kelulusan nanti bapak mau langsung nikahin Aileen," jawab Sean.


"Ya itu memang benar, toh kita sudah berstatus tunangan saat ini. Jadi, sah-sah saja kalau saya mau menikahi Aileen nantinya," ucap Ardiaz.


"Betul pak, kalo gitu selamat ya! Semoga lancar sampai hari h!" ucap Sean sambil tersenyum.


"Kamu ngucapin selamat ini cuma pura-pura kan? Padahal aslinya di dalam hati kamu, kamu itu gak senang dengan pernikahan kita," ujar Ardiaz.


"Bapak ih! Bisa gak sih bapak jangan nuduh Sean sembarangan!" tegur Aileen.


"Kok kamu jadi belain dia? Saya kan cuma nebak, kalau gak benar ya syukur. Tapi, saya yakin sih pasti benar," ucap Ardiaz.


"Tentu tidak pak, saya senang kok kalau pak Ardiaz sama Aileen mau menikah," elak Sean.


"Tuh, bapak dengar tuh ucapan Sean barusan! Dia senang kok kita nikah," ucap Aileen.


"Ah itu mah paling cuma akting, saya juga bisa kali kayak gitu," cibir Ardiaz.


"Pak, udah dong jangan kayak anak kecil terus! Kasihan Sean gak salah apa-apa dimarahin terus!" pinta Aileen.


"Gak salah gimana? Jelas-jelas dia salah, karena dia udah deketin kamu!" tegas Ardiaz.


"Yang lalu biarlah berlalu pak, buktinya sekarang ini kan Sean udah enggak deketin aku lagi. Bapak tenang aja kali!" ucap Aileen.


"Yasudah, itu saja kan yang mau kamu sampaikan Sean? Saya sama Aileen sudah mau pergi," ucap Ardiaz.


"Eee sebenarnya ada lagi sih pak, tapi saya mau bicaranya cuma berdua sama Aileen. Apa boleh pak?" ucap Sean meminta izin.


"Hah? Sembarangan aja kamu, ya jelas gak boleh lah! Udah Aileen, ayo kita pergi!" kesal Ardiaz.


"Ih pak, tunggu dulu dong pak! Bapak gak bisa main bawa aku pergi gitu aja, kan Sean masih mau bicara sama aku," ucap Aileen.


"Kenapa Aileen? Kamu mau ikut sama dia? Oke, terserah kamu!" ucap Ardiaz.


Aileen terkejut melihat ekspresi Ardiaz saat ini, pria itu benar-benar tidak terlihat seperti seorang pria dewasa di hadapannya kini.




Setelah gagal mendapat izin dari Ardiaz, akhirnya Sean terpaksa pergi meninggalkan Aileen dan memasuki sebuah taman bunga di dekat sekolah.


Ia duduk disana, menunduk sembari memegangi wajahnya dan memperlihatkan ekspresi sedihnya. Ia tak bisa lagi menahan kesedihan itu.


"Huft, gue kok gini ya? Apa iya gue suka sama Aileen dan gak pengen dia nikah sama pak Ardiaz? Tapi, itu kan gak mungkin terjadi. Mereka aja udah mau nikah sebentar lagi," gumam Sean.


"Sean!!" panggil seorang wanita dari belakangnya, yang sontak membuat Sean terkejut.


Pria itu membalikkan tubuhnya, melihat siapa yang datang dan memanggilnya tadi. Itu adalah Anna, wakil OSIS yang terbilang cantik.


"Gue cariin lu kemana-mana, ternyata lu disini. Lagi ngapain sih lu?" tanya Anna.


"Gak ada, gue cuma ngelamun aja. Ngapain lu ikutin gue kesini?" jawab Sean dingin.


"Lu lupa ya? Kita kan ada rapat hari ini, kita mau bahas soal kegiatan kelulusan nanti," ucap Anna.

__ADS_1


"Gue lagi gak mood, lu aja duluan sana kumpulin yang lain sekalian!" ucap Sean.


"Yang lain udah pada kumpul Sean, tinggal nunggu lu doang," ucap Anna.


"Lo bisa jangan ganggu gue dulu gak?! Gue tuh lagi gak mood, maksa amat dah!" ujar Sean emosi.


Anna terkejut dengan ucapan Sean, ia langsung duduk di sebelahnya menatap penuh penasaran karena ia tak mengerti apa yang terjadi padanya.


"Lo itu sebenarnya kenapa Sean? Kalau ada masalah, coba aja cerita ke gue!" ucap Anna.


"Dih malah duduk disini lagi, kan gue bilang jangan ganggu gue!" sentak Sean.


"Ya ampun Sean, lu kok galak amat sih?! Gue cuma mau bantu lu tau," ucap Anna.


"Bantu apa? Gue udah bilang gue gak kenapa-napa, aneh banget sih lu!" ucap Sean.


"Kalau lu gapapa, kenapa lu ngelamun disini? Udah jujur aja kali sama gue, pasti gue bakal dengerin cerita lu kok!" ucap Anna.


"Gue tuh lagi mikirin Aileen yang mau nikah sama pak Ardiaz, puas lo?!" ucap Sean tegas.


"Hah? Gila lu Sean, lu suka sama calon istri orang gitu maksudnya?" kaget Anna.


"Gue juga gak tahu gue ini kenapa, tapi kayaknya sih iya emang gue suka sama Aileen. Soalnya gue gak terima waktu dengar dia mau dinikahin sama pak Ardiaz setelah lulus sekolah," ucap Sean.


"Tuh kan, lu sih ngeyel udah gue bilangin jangan dekat-dekat sama Aileen lagi, eh malah tetap kekeuh! Sekarang jadinya kayak gini kan?" ucap Anna.


"Apa sih? Kenapa lu malah bilang begitu? Bukan salah gue dong kalo gue punya rasa sama Aileen, orang itu muncul sendiri di hati gue," ucap Sean.


"Iya iya, lu gak salah. Tapi, lu harus bisa lupain Aileen! Karena gak mungkin lu bisa milikin Aileen, secara dia udah mau dinikahin sama pak Ardiaz kan," ucap Anna.


"Justru itu Anna, gue disini ya karena gue lagi pengen usaha buat lupain si Aileen," ucap Sean.


"Yaudah, gue temenin lu ya disini? Gue bakal bantu lu buat lupain Aileen," ucap Anna.


"Gimana caranya? Emang lu bisa?" tanya Sean.


"Barangkali lu butuh seseorang buat nemenin lu ngobrol, supaya lu gak kepikiran Aileen terus. Gue siap kok Sean," jawab Anna.


"Thanks ya!" lirih Sean.


Akhirnya Sean mau terbuka dan berbicara dengan Anna mengenai perasaannya pada Aileen.




Ardiaz sangat bingung harus bagaimana, sudah berbagai macam cara ia lakukan tapi tidak berhasil membuat gadisnya itu tersenyum.


"Sayang, udah dong ngambeknya!" pinta Ardiaz.


Ardiaz menggerakkan tangannya untuk menyentuh wajah Aileen, namun gadis itu reflek menghindar tanda tak mau disentuh olehnya.


"Gausah sentuh-sentuh aku deh! Aku lagi marah sama pak Ardiaz!" sentak Aileen.


"Aileen cantik, manis, saya minta maaf ya! Saya tadi emang salah karena saya udah marahin Sean tanpa alasan, tapi itu kan supaya Sean gak deketin kamu lagi!" bujuk Ardiaz.


"Huft, tetap aja bapak nyebelin! Harusnya bapak gak kayak gitu di depan Sean!" ucap Aileen.


"Sekali lagi saya minta maaf, tolong dong kamu maafin saya cantik!" ucap Ardiaz.


"Kalau aku gak mau gimana? Aku masih marah sama bapak!" ucap Aileen.


"Udahan dong marahnya sayang! Gimana kalau saya traktir makan bakso?" usul Ardiaz.


"Enggak ah, aku lagi gak pengen makan bakso. Udah deh bapak jangan coba-coba bujuk aku biar gak marah sama bapak!" ucap Aileen.


"Kok kamu gitu sih cantik? Saya udah berusaha baik loh, jangan sampai saya emosi dan paksa kamu buat marahin saya!" ancam Ardiaz.


"Hah? Ohh, sekarang bapak malah ngancam saya? Bikin tambah kesel aja aku sama bapak, emang dasar bapak emosian!" ucap Aileen.


"Hey, saya gak gitu loh. Saya cuma pengen kamu maafin saya, itu aja kok!" ucap Ardiaz.


"Ya ada cara lain kan yang lebih baik, dibanding bapak ngancam saya? Justru kalau begitu, aku malah jadi tambah emosi," ucap Aileen.


"Tadi saya bercanda kok sayang, iya deh saya gak akan begitu lagi. Kamu mau kan maafin saya?" ucap Ardiaz terus membujuk gadisnya.


"Aku bilang gak mau ya gak mau bapak, jangan paksa aku dong!" kesal Aileen.


"Kamu kok jadi gini sih? Masa sampai semarah ini sama saya cuma gara-gara saya marahin Sean tadi? Kamu suka ya sama dia?" tanya Ardiaz.


"Ngaco aja deh bapak! Masa iya aku suka sama Sean? Ya enggak lah," elak Aileen.


"Terus kenapa kamu marah banget kayak gini sama saya sekarang?" tanya Ardiaz lagi.

__ADS_1


"Karena aku gak suka aja bapak kayak gitu, aku maunya bapak tuh bersikap dewasa bukan malah kayak anak kecil," jawab Aileen.


"Kamu sendiri juga marah-marah kan sama Laura kalau dia dekati saya? Masa saya gak boleh marahin Sean?" ujar Ardiaz.


"Lah itu mah beda urusannya pak, kalau Bu Laura kan udah jelas pengen deketin bapak. Sedangkan Sean itu cuma mau ucapin selamat ke kita," ucap Aileen.


"Udah saya bilang berkali-kali, Sean itu cuma pura-pura. Dia gak mau ngaku aja di depan kamu kalau sebenarnya dia suka sama kamu dan dia maunya kamu sama dia," ucap Ardiaz.


"Bapak apa sih? Aku bingung deh, kenapa jadi kemana-mana gitu ngomongnya?" ucap Aileen.


"Yeh ini fakta sayang, Sean emang suka sama kamu. Percaya deh sama saya!" ucap Ardiaz.


"Bapak tahu darimana? Emang bapak dukun?" tanya Aileen.


"Bukan sih, tapi saya tau seperti apa kalau lelaki sedang jatuh cinta. Dan itu yang saya lihat dari Sean," jawab Ardiaz.


"Iya aja deh," singkat Aileen.


Kemudian, gadis itu pun kembali membuang muka dan membuat Ardiaz bingung.




Aileen tiba di rumahnya, ia langsung turun begitu saja dari mobil dan meninggalkan Ardiaz karena masih kesal dengannya.


Sontak Ardiaz bergegas menyusul gadis itu, tentu ia tak mau Aileen terlalu lama marah padanya karena itu adalah suatu hal yang mengerikan.


"Aileen, tunggu Aileen!" teriak Ardiaz.


Akhirnya ia berhasil menyusul Aileen, ia mencekal lengan gadis itu dari belakang hingga membuat Aileen pasrah lalu berbalik menatapnya.


"Ada apa sih pak? Aku kan udah suruh bapak pulang, ngapain malah kesini?" ketus Aileen.


"Kamu gitu banget sih sama saya, padahal saya ini calon suami kamu loh sayang," ucap Ardiaz.


"Ya aku ngerti, tapi aku begini juga ada alasannya. Suruh siapa bapak begitu tadi?" ucap Aileen.


"Saya kan udah minta maaf sama kamu Aileen, kenapa kamu masih ngambek?" ujar Ardiaz.


"Karena aku belum mau maafin bapak, jadinya aku minta sekarang bapak pergi deh!" ucap Aileen.


"Sembarangan aja kamu, saya gak mau pergi sebelum kamu maafin saya!" tegas Ardiaz.


"Ih bapak kok maksa banget sih?! Aku bilang gak mau ya gak mau!" ujar Aileen.


"Suka suka saya dong, pokoknya saya akan tetap disini sampai kamu maafin saya," ucap Ardiaz.


"Yaudah, bapak diem aja disini ya sampe besok! Aku mau ke dalam dulu," ucap Aileen.


"Eh eh eh, kamu masa tega sih ninggalin saya kayak gitu?" ucap Ardiaz.


"Kenapa pak? Bapak takut sendirian disini? Kan ada satpam sama pak supir," ucap Aileen.


"Bukan itu Aileen sayangku cintaku, saya ini maunya kamu maafin saya dulu. Abis itu baru deh terserah kamu kalau kamu mau masuk," ucap Ardiaz memohon.


"Apa keuntungan buat aku kalau aku maafin bapak?" tanya Aileen.


"Apapun yang kamu minta, bakal saya turutin. Saya janji sama kamu Aileen!" jawab Ardiaz.


"Bener ya pak?" tanya Aileen memastikan.


"Iya sayang, emang saya pernah bohong sama kamu sebelumnya?" jawab Ardiaz.


"Bagus deh! Kalo gitu aku minta bapak temuin Sean terus minta maaf sama dia secara langsung sekarang!" ucap Aileen.


"Hah apa? Yakali saya minta maaf sama bocah kayak dia, gak mau ah saya ogah!" tolak Ardiaz.


"Bapak jadi gak mau minta maaf nih? Oke, kalo gitu aku juga gak mau maafin bapak dan aku bakal terus ngambek sama bapak," ucap Aileen.


"Jangan begitu dong Aileen! Iya deh, saya akan cari Sean sekarang dan minta maaf ke dia secara langsung. Demi kamu nih saya rela lakuin ini," ucap Ardiaz pasrah.


"Baguslah, tapi jangan lupa direkam supaya aku bisa tau kalau bapak beneran minta maaf ke Sean!" ucap Aileen.


"Ya ya, yaudah saya pergi dulu ya? Nanti abis minta maaf sama Sean, saya kesini lagi buat temuin kamu," ucap Ardiaz.


Aileen mengangguk setuju.


Cup!


Ardiaz menarik tengkuk Aileen dan mengecup pipinya sekilas, lalu berbalik badan untuk kembali ke mobilnya.


Sementara Aileen hanya tersenyum, kemudian melanjutkan langkahnya memasuki rumah dengan tampang bahagia.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2