Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 57. Punya mata-mata


__ADS_3

Aileen dibawa paksa ke dalam ruang pribadi Ardiaz oleh lelaki itu, Aileen tak memiliki pilihan lain selain menurut dan pasrah saja saat Ardiaz menarik lengannya setelah turun dari mobil.


Kini gadis itu duduk di sofa dengan Ardiaz berada di sampingnya, pria itu sudah melepas jas yang ia kenakan dan merangkul pundak Aileen seraya melepas satu persatu kancing kemejanya.


"Bapak mau ngapain sih? Kenapa pake buka baju segala? Jangan macam-macam ya!" ujar Aileen.


"Kamu kok panik gitu? Emang kamu pikir saya mau ngapain sayang? Saya cuma pengen tunjukin tubuh saya ke kamu kok," ucap Ardiaz santai.


"Hih biar apa sih pak? Aku gak perlu tau bentuk tubuh bapak!" ucap Aileen.


"Menurut saya perlu, supaya kamu gak berpaling ke lain hati. Barangkali aja nanti kamu ketemu cowok tampan lain kan," ucap Ardiaz.


"Gak kebalik ya pak? Harusnya aku yang khawatir bapak direbut wanita lain," ucap Aileen.


"Oh ya? Saya mah setia sama kamu, saya gak akan berpaling ke lain hati. Tapi, kamu yang gak bisa saya percaya Aileen," ucap Ardiaz.


"Lah kenapa jadi aku sih? Emang kapan aku dekat sama cowok lain coba?" tanya Aileen.


"Kemarin waktu saya gak ada disini, kamu dekat sama berapa cowok tuh? Kayaknya kamu juga jalan bareng sama ketua OSIS di sekolah ini, ya kan?" jawab Ardiaz.


Deg!


Aileen melotot lebar terkejut dengan perkataan Ardiaz, sedangkan pria itu sendiri tampak tersenyum merapatkan tubuhnya dengan Aileen.


"Kenapa? Kamu kaget ya karena saya bisa tau? Sudah saya bilang Aileen, saya punya banyak mata-mata disini yang bisa mantau kamu. Jadi, kamu jangan main-main sama saya!" ujar Ardiaz.


"Eee pak, tapi kemarin itu aku cuma nemenin Sean kok gak lebih," ucap Aileen menjelaskan.


"Siapa namanya? Sean? Bagus ya? Ganteng lagi orangnya, benar kan?" kekeh Ardiaz.


"Bapak kenapa sih? Cemburu sama Sean? Dia itu cuma teman aku pak, lagian kita gak ada hubungan apa-apa kok," ucap Aileen.


"Kamu aja gak percaya sama saya, gimana saya bisa percaya sama kamu sayang?" ucap Ardiaz.


"Ih bapak curang! Masa malah ikut-ikut cemburu, kalau aku mau cemburu wajar karena kelihatan Bu Laura itu suka sama bapak," ucap Aileen.


"Terus menurut kamu, cemburu saya gak wajar? Sean itu kelihatan banget suka sama kamu, saya bisa tahu dari tatapan matanya ke kamu!" ucap Ardiaz.

__ADS_1


"Emang bapak lihat waktu dia tatap mata aku? Bapak jangan sok tahu deh!" ucap Aileen mencebikkan bibirnya.


"Jelas saya lihat, apalagi waktu kalian lagi berdua di gudang. Pasti rasanya enak banget ya berduaan begitu sama cowok ganteng?" ucap Ardiaz.


"Hah? Bapak bicara apa sih? Aku sama Sean ke gedung itu cuma taruh barang, kita gak ada ngelakuin hal lain disana. Bapak jangan salah paham ya!" ucap Aileen.


"Iya, saya gak salah paham kok. Saya mengerti kalau kamu setia dan gak mungkin macam-macam sama cowok itu, tapi tetap aja saya harus waspada dan jagain kamu terus," ucap Ardiaz.


"Eee kalo gitu aku mau ke kelas ya pak? Bentar lagi bel tau, aku harus buru-buru kesana!" ucap Aileen.


"Kamu gak bisa pergi sebelum saya kasih izin, jadi kamu diam dulu disini dan jangan harap bisa kemana-mana!" tegas Ardiaz.


Aileen memutar bola mata, rutinitas ini akhirnya kembali ia alami setelah Ardiaz datang.


"Cantiknya pacarku satu ini!" setelah mengatakan itu, Ardiaz pun menyerang Aileen dengan memberikan kecupan bertubi-tubi.




Sesampainya di kelas, Aileen tampak sangat lemas selepas perbuatan Ardiaz tadi. Ia duduk di samping Shanum dan terus fokus menatap ke depan.


"Hey! Kamu kenapa sih Aileen? Kok cemberut gitu?" tegur Shanum.


"Ah kamu mah bikin kaget aja! Aku gapapa kok, aku lagi kesel aja sama pak Ardiaz. Dia tuh bener-bener ngeselin dan selalu bikin aku bete! Aku juga gak tahu kenapa dia begitu terus," ucap Aileen.


"Maksudnya? Emang pak Ardiaz kenapa? Dia belum kabarin lu juga?" tanya Shanum.


"Dia udah balik, malahan tadi dia datang ke rumah aku," jawab Aileen.


"Ya terus apa yang bikin lu sebel sama dia sampe kayak gini?" tanya Shanum tak mengerti.


"Dia tuh mata-matain aku selama di sekolah, dia bisa tahu apa yang aku lakuin disini. Contohnya kemarin waktu aku temenin Sean ke gudang," jelas Aileen.


"Apa? Gue aja yang kemarin ada di sekolah baru tau kalo lu nemenin Sean ke gudang, kok pak Ardiaz bisa tau sih?" kaget Shanum.


"Itu dia, katanya dia punya banyak mata disini. Jadi, aku gak boleh main-main sama dia. Padahal aku kan emang gak punya niat buat begitu, tapi malah diginiin kan bikin kesel," ucap Aileen.

__ADS_1


"Lagian lu sendiri ngapain coba pake acara temenin Sean segala? Mana ke gudang cuma berdua lagi, pasti marah lah pak Ardiaz!" ucap Shanum.


"Aku cuma balas budi, karena sebelumnya Sean udah bantu aku buka isi kotak pemberian adik kelas yang misterius," ucap Aileen.


"Tetap aja gak seharusnya lu berduaan sama dia Aileen, sekarang kan urusannya jadi ribet nih. Pak Ardiaz pasti marah banget sama lu dan susah buat maafin lu!" ucap Shanum.


"Ya itu dia Num, aku juga bingung gimana caranya supaya pak Ardiaz gak marah lagi sama aku. Kamu bantu aku dong Shanum!" ucap Aileen.


"Hah gimana caranya?" tanya Shanum bingung.


"Aku kan minta bantuan sama kamu, kenapa kamu malah tanya ke aku? Harusnya kamu bantu mikir dong Shanum!" pinta Aileen.


"Ya gimana ya Aileen? Gue juga gak tahu harus gimana, atau gak lu coba aja rayu-rayu pak Ardiaz!" ucap Shanum.


"Gak mau ah! Kalau aku rayu dia, yang ada dia bakal menjadi-jadi," ucap Aileen.


"Maksudnya? Menjadi-jadi gimana?" tanya Shanum.


"Iya, kamu tau sendiri kan pak Ardiaz tuh mesum banget orangnya. Kalau aku godain dia, beuh bisa abis aku sama dia. Cari cara yang lain aja ah!" jelas Aileen.


"Eee gue gak tahu lagi Len, cuma itu yang ada di pikiran gue. Nanti deh kalo ada yang lain baru gue kasih tau ke lu," ucap Shanum.


"Hadeh, kelamaan dong Shanum! Aku butuhnya sekarang tau, aku gak bisa dicuekin sama pak Ardiaz terus. Aku takut mimpi aku jadi kenyataan," ucap Aileen.


"Mimpi? Mimpi apa Aileen??" tanya Shanum.


"Eee..."


"Selamat pagi murid-murid semua!" Laura datang ke dalam kelas tersebut dan menyapa semua murid disana.


Sontak Aileen tidak jadi menceritakan mimpinya pada Shanum, mereka kompak menoleh ke depan.


"Pagi juga Bu!" balas mereka bersamaan.


"Eh Len, lu ceritain mimpi lu nanti ya pas istirahat?" bisik Shanum di telinga Aileen.


"Iya iya.." Aileen menurut saja.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2