
Mereka melangkah maju dan membeli minuman untuk Alana yang sudah menunggu.
Setelahnya, mereka berniat kembali menemui Gabino dan Alana.
Namun, tiba-tiba saja Aileen justru merasa kebelet dan ingin buang air kecil.
"Mas, aku mau pipis dulu. Kamu tunggu disini ya!" ucap Aileen memegangi belahan roknya.
"Iya iya, kamu ke toilet aja sana!" ujar Ardiaz.
Aileen mengangguk, kemudian bergegas menuju toilet dengan tergesa-gesa.
"Hadeh, anak itu lucu banget emang!" ucap Ardiaz.
Ardiaz menggeleng seraya memundurkan langkahnya mendekati tempat untuk duduk, perlahan dia merendahkan posisinya tanpa tahu bahwa sudah ada orang yang lebih dulu duduk disana.
"Eh?" Ardiaz tersentak kaget saat tubuhnya bersentuhan dengan seorang wanita disana.
"Ma-maaf, saya gak lihat! Tadi soalnya kursi ini masih kosong, eh ternyata sekarang udah ada yang dudukin. Maafin saya ya!" ucap Ardiaz merasa tidak enak.
Wanita itu terdiam selama beberapa detik, Ardiaz mulai cemas dan khawatir jika masalah ini akan panjang.
"Kamu Ardiaz Bramantyo kan?" ucap si wanita.
Sesaat Ardiaz mengenali siapa wanita yang ada di dekatnya itu.
"Laura?" ucapnya lirih.
"Kamu masih ingat sama aku kan Ardiaz?" tanya wanita bernama lengkap Laura Moanze itu.
"Iya, saya ingat kok siapa kamu. Tadi saya gak sadar aja kalau ternyata kamu yang lagi duduk disini, maafin saya ya Laura!" jawab Ardiaz gugup.
"Gapapa Ar, yaudah duduk aja sini yuk!" ajak Laura seraya menarik tangan Ardiaz.
Ardiaz menurut saja dan ikut duduk di samping si wanita, sejujurnya dia masih tak menyangka jika ia akan bertemu dengan teman masa sekolahnya dahulu disana.
"Ar, kamu lagi apa disini? Liburan ya?" tanya Laura dengan senyum merekah di bibirnya.
"Eee iya, saya kesini buat liburan. Kamu sendiri ngapain disini?" jawab Ardiaz.
"Aku mau temuin nenek aku, dia kan tinggal disini. Ya sekalian aku juga pengen liburan sih," ucap Laura.
"Ohh, yaudah ya aku pergi dulu? Kayaknya aku udah ditungguin deh," ujar Ardiaz.
"Kamu kesini sama keluarga kamu? Aku kira kamu datang sendiri," tanya Laura.
"Bukan keluarga sih, tepatnya calon keluarga. Aku kesini bareng sama keluarga tunangan aku, kita liburan sekaligus mempererat tali silaturahmi karena aku sebentar lagi kan mau menikah sama anak dari keluarga itu," jelas Ardiaz.
Laura terhenyak mendengar pernyataan Ardiaz, pria yang dia sukai di waktu SMA itu ternyata sudah memiliki tunangan dan hendak menikah.
"Hah? Jadi, kamu udah punya tunangan? Terus, kamu kesini bareng sama keluarga tunangan kamu itu Ar?" tanya Laura tersentak kaget.
"Iya, saya rasa emang udah saatnya bagi saya untuk melepas keperjakaan saya. Usia saya kan udah gak muda lagi, dan saya juga mau punya keturunan," jawab Ardiaz.
__ADS_1
"Betul juga sih kata-kata kamu, emang gak enak juga rasanya kelamaan sendiri. Punya pasangan itu pasti asyik banget," ucap Laura.
"Oh ya, kamu sendiri gimana? Udah punya pacar atau malah suami gitu?" tanya Ardiaz.
"Eee aku..." Laura terdiam sesaat, memang hingga kini dia masih belum bisa melupakan perasaan cintanya pada Ardiaz.
"Kenapa? Kamu masih single?" tanya Ardiaz.
Laura menjawab dengan anggukan kecil.
"Hah? Masa sih kamu belum punya pasangan?" ujar Ardiaz tak menyangka.
"Iya Ar, begitu deh." jawab Laura lirih.
"Kenapa kamu belum punya pasangan? Kamu gak mau nikah emang?" tanya Ardiaz penasaran.
Laura terdiam dengan membuang muka.
"Itu karena kamu Ardiaz, aku belum bisa beralih ke lain hati karena cuma kamu yang aku cintai dan sayangi," batin Laura.
Ardiaz menatap heran ke wajah Laura, "Kamu kenapa?" tanyanya lagi.
"Eh eee gak kok gak ada, aku emang belum siap aja buat nikah. Lagipun, calonnya juga belum ada sampai sekarang," jawab Laura.
"Masa sih? Tapi, pasti yang deketin kamu banyak dong?" ujar Ardiaz.
"Ada sih, tapi belum ada yang bisa bikin aku jatuh hati," jawab Laura.
"Nah kan, kamu terlalu pilih-pilih sih. Emang kamu mau pria yang kayak gimana?" ujar Ardiaz.
Deg!
Jantung Ardiaz seperti berhenti berdetak mendengar jawaban Laura.
•
•
Sementara itu, Aileen baru keluar dari toilet setelah selesai buang air. Dia celingak-celinguk mencari keberadaan Ardiaz di sekitar sana, sampai dia menemukan pria itu tengah duduk dan berbincang bersama seorang wanita.
Aileen terlihat kesal dan tidak suka saat melihat kekasihnya bersama wanita lain, dia pun bergerak cepat menghampiri Ardiaz dengan ekspresi kesalnya.
"Mas!" tegur Aileen sembari menepuk pundak lelaki itu dari belakang.
"Hah? Eh Aileen?" Ardiaz terkejut dan spontan bangkit dari duduknya sambil menatap Aileen.
"Kamu udah selesai buang airnya?" tanya Ardiaz seraya membelai rambut Aileen.
"Dia siapa mas?" Aileen berbalik bertanya pada kekasihnya sembari menatap Laura dengan sinis.
"Oh, dia ini Laura teman sekolah saya dulu waktu masih SMA. Kamu kenalan gih sama dia!" jelas Ardiaz.
"Buat apa?" ketus Aileen.
__ADS_1
"Aileen, gak boleh gitu ah! Kamu harus bersikap sopan sama orang lain, jangan kayak gini!" ucap Ardiaz menegur kekasihnya.
Aileen malah membuang muka dan melipat kedua tangannya di depan.
"Ar, dia ini tunangan kamu?" tanya Laura pada Ardiaz.
"Ah iya, dia Aileen yang tadi aku ceritain ke kamu. Kita berdua sebentar lagi akan menikah, ya kan sayang?" jawab Ardiaz tersenyum dan merangkul pundak Aileen.
"Hai Aileen! Salam kenal ya, namaku Laura dan aku teman sekolahnya Ardiaz!" ucap Laura mengenalkan diri seraya menyodorkan tangan ke arah Aileen.
"Hm, iya salam kenal juga!" balas Aileen singkat.
"Aileen, jabat dong tangannya Laura!" pinta Ardiaz.
Aileen memutar bola matanya, sebelum terpaksa meraih tangan Laura dan berjabat tangan dengan wanita itu.
"Kamu beruntung bisa dapetin Ardiaz dan mau menikah dengan dia! Dulu itu, Ardiaz cowok yang dingin banget dan susah buat dideketin. Cuma ada satu orang yang berhasil, namanya Vivi Andrika. Selamat ya Aileen!" ucap Laura.
"Iya, terimakasih! Kayaknya cukup deh kenalannya, yuk mas kita pergi!" ujar Aileen.
"Eee iya iya Aileen... Laura, saya pergi dulu ya?" ucap Ardiaz.
"Santai! Have fun ya di Bali! Semoga kalian berdua langgeng terus!" ucap Laura.
"Aamiin!" ucap Ardiaz singkat.
Setelahnya, Aileen langsung menarik paksa tangan Ardiaz untuk pergi dari sana. Dia tak mau pacarnya terlalu lama berbincang dengan wanita lain.
"Aileen, hey stop!" sentak Ardiaz. Lelaki itu menahan lengan Aileen dan menghentikan langkahnya.
"Apa sih mas?! Ayo ah kita buruan balik ke kak Gabi sama kak Lana!" ujar Aileen.
"Bentar dulu, saya mau bicara sama kamu!" tegas Ardiaz, tangannya mencengkram kuat lengan Aileen.
"Ih lepas mas, sakit tau!" rintih Aileen.
"Makanya, kamu dengerin saya dulu!" pinta Ardiaz.
"Ish, iya iya ini aku dengerin kamu! Emang kamu mau bicara apa sih?" tanya Aileen.
"Aileen, kenapa sikap kamu kayak gitu tadi sama Laura? Dia teman lama saya loh, tapi saya lihat kamu gak menghargai dia sama sekali!" ujar Ardiaz.
"Buat apa aku harus menghargai dia mas? Yang wajib aku hargai itu cuma orang tua aku, kakak aku, sama suami aku nanti!" ucap Aileen.
"Tetap aja kamu gak boleh gitu sama orang lain! Lagian emangnya kenapa sih kamu begitu?!" ucap Ardiaz.
"Aku gak suka aja kamu dekat-dekat sama cewek lain, apalagi tadi kalian kelihatan akrab banget," jawab Aileen sedikit terisak.
Ardiaz menggeleng seraya mengusap wajahnya kasar.
"Haish, gini amat pacaran sama anak SMA. Untung aja saya cinta, jadi saya harus bisa sabar menghadapi sikap Aileen yang kekanak-kanakan ini!" batin Ardiaz.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...