Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 54. Bosan


__ADS_3

Flashback


Aileen akhirnya terpaksa menemani Sean ke gudang untuk menaruh barang, meskipun ia sudah berulang kali menolaknya tadi.


Pria itu tampak senang, ia terus tersenyum sembari memandangi wajah Aileen dari samping sambil terus berjalan menuju gudang.


"Kenapa kamu ngeliatin aku terus kayak gitu? Naksir?" tanya Aileen.


"Gak mungkin aku gak naksir sama kamu Aileen, kamu itu tipe cewek idola setiap lelaki. Tapi, itu cuma sekedar perasaan yang gak mungkin bisa aku ungkapin ke kamu," jawab Sean.


"Yah elah sok puitis banget sih kamu!" cibir Aileen.


"Ya emang gitu nyatanya Aileen, kan banyak cowok disini yang suka sama kamu," ucap Sean.


"Iya, tapi dari dulu sampe sekarang kan cuma kamu yang gak godain aku," ucap Aileen.


"Terus kamu pikir sekarang ini apa?" ucap Sean.


Seketika Aileen membulatkan matanya, ia berpikir kalau Sean memaksanya menemani pergi ke gudang adalah untuk menggodanya.


"Berarti kamu mau godain aku gitu sekarang?" tanya Aileen agak cemas.


"Mungkin, tapi kamu jangan khawatir Aileen! Aku bukan seperti laki-laki lain yang gak bisa kontrol diri saat ketemu kamu," jawab Sean.


"Ah bahasa kamu terlalu ribet tau gak! Bisa lebih jelas lagi?" ucap Aileen.


"Tentu bisa, apapun bisa aku lakukan buat kamu Aileen. Jadi maksud aku, aku gak akan menggoda kamu seperti laki-laki lain," ucap Sean.


"Lalu? Kamu bakal goda aku seperti apa?" tanya Aileen.


"Dengan minta kamu temenin aku aja itu kan udah termasuk menggoda, jadinya aku bisa berduaan sama kamu deh," jawab Sean.


"Iya sih, kenapa aku bodoh banget ya? Harusnya aku kan gak mau temenin kamu," ucap Aileen.


"Kamu gak bodoh Aileen, kamu pintar. Aku suka sama kamu!" ucap Sean.


"Sean cukup ya! Kamu tau kan aku udah punya pacar?" ucap Aileen.


"Siapa sih yang gak tahu? Tapi apa salahnya aku bilang kalau aku suka kamu?" ujar Sean.


"Gak salah, cuma aku takut aja kamu sakit hati karena berharap sama wanita yang udah jadi milik orang," ucap Aileen.


"Sakit hati mah udah biasa, aku cuma pengen kamu tau aja kalau aku suka sama kamu Aileen," ucap Sean.


"Setelah aku tahu, terus kamu mau apa?" tanya Aileen penasaran.


"Tidak ada, mungkin kita bisa jadi teman yang kesana-kemari selalu bersama," jawab Sean.


"Ya boleh sih, tapi kalau aku lagi gak bareng pak Ardiaz aja kayak sekarang. Kalau ada dia, jangan harap deh kamu bisa deketin aku!" ucap Aileen.

__ADS_1


"Iya, aku paham kok Aileen," ucap Sean.


Sesampainya di gudang, Sean langsung membuka pintu gudang tersebut dan masuk ke dalam membawa barang-barang di tangannya.


"Aileen, ayo masuk sini!" ajak Sean.


"Enggak ah, aku tunggu disini aja. Buruan kamu taruh barangnya terus balik!" ucap Aileen.


"Yah elah gausah takut gak ada apa-apa kok disini!" ucap Sean.


"Tetep aja aku gak mau, itu kotor tau!" ucap Aileen.


"Iya deh iya.."


Sean meletakkan barang-barang tersebut dengan rapih di dalam gudang itu, lalu kembali menemui Aileen yang masih setia menunggu di luar.


"Udah?" tanya Aileen.


"Iya, udah kok. Kamu sekarang boleh pergi Aileen, makasih ya udah nemenin aku!" jawab Sean.


"Sama-sama, aku permisi ya?" ucap Aileen.


Sean mengangguk pelan sambil tersenyum, sedangkan Aileen langsung melangkah begitu saja melewatinya dan pergi dari tempat itu.


"Aileen!!" Sean berteriak cukup keras.


"Ada apa?" tanya Aileen.


Aileen hanya membalasnya dengan senyuman, lalu berjalan pergi meninggalkan pria itu.


Flashback end




Kini Aileen berbaring di kamarnya, memegang ponsel sambil menantikan pesan balasan dari Ardiaz untuknya.


Gadis itu mengenakan baju tidur tipis kesukaannya tanpa underwear, itu memang kebiasaan Aileen saat hendak tidur malam.


"Pak Ardiaz kemana sih? Gak ketemu dia sehari aja rasanya aku bosan banget," gumam Aileen.


Tiba-tiba Aileen bangkit dari posisinya, ia terduduk di atas ranjang sambil sesekali menatap ke sekeliling kamarnya.


"Aku ke kamar kak Lana aja kali ya? Sumpah deh bosen banget! Bingung juga mau ngapain, pengen sleep call tapi yang ditunggu-tunggu malah gak balas chat," ucap Aileen.


"Ah iya deh, aku samperin kak Lana aja. Semoga dia belum tidur!" sambungnya.


Gadis itu pun turun dari ranjang, kemudian melangkah perlahan menuju kamar Alana yang terletak di lantai bawah.

__ADS_1


TOK TOK TOK...


Aileen mengetuk pintu kamar Alana, membuat wanita di dalam sana terkejut dan bergegas membuka pintu.


Ceklek


"Loh Aileen? Kamu ngapain kesini?" tanya Alana.


"Hehe, iya nih kak aku niatnya mau numpang tidur di kamar kak Lana. Boleh gak kak?" jawab Aileen.


"Hah? Emang kamar kamu kenapa? Ada kecoanya?" tanya Alana kebingungan.


"Bukan kak, aku cuma bosan aja sendirian di kamar gak ada yang nemenin. Aku coba chat dan telpon pak Ardiaz masih tetap no respon, makanya aku mutusin buat kesini. Mumpung kak Lana juga lagi sendiri kan?" jelas Aileen.


"Ya iya sih, yaudah deh kamu masuk aja yuk!" ucap Alana memberi izin pada Aileen.


"Beneran boleh nih kak?" tanya Aileen.


"Iya Aileen, bener juga kata kamu tadi, aku kan sendirian gak ada mas Gabino. Sebetulnya aku bosan juga daritadi cuma tidur-tiduran gak jelas," jawab Alana.


"Ahaha, tuh kan gak enak tau sendiri. Berarti boleh kan aku tidur di kamar kak Lana malam ini?" ucap Aileen coba memastikan.


"Boleh banget dong, malahan seru kayaknya kalo kita tidur berdua. Kita bisa nonton bareng, ngobrol bareng, dan yang lain-lainnya," ucap Alana.


"Betul tuh kak! Yaudah, aku ambil cemilan dulu ya di dapur? Paling enak tuh nonton drakor sambil ngemil kak," ucap Aileen.


"Wah boleh tuh! Ambil gih!" ujar Alana.


"Siap kak Lana! Bentar ya?" ucap Aileen.


Alana hanya mengangguk, membiarkan Aileen berbuat sesuka hatinya.


Di dapur, Aileen langsung mengambil cukup banyak cemilan dengan tangannya hingga membuat bik Lesti amat penasaran.


"Non, cemilan sebanyak itu mau buat apa non?" tanya bik Lesti.


"Bibik gimana sih? Ya buat dimakan lah, masa iya buat ditendang-tendang?" jawab Aileen.


"Oh iya ya non, tapi maksud bibik itu kenapa sebanyak ini non? Emang non Aileen kuat makan semua itu sendiri?" ujar bik Lesti.


"Ya enggak lah bik, ini bukan cuma buat aku, tapi buat kak Lana juga. Aku rencananya mau tidur di kamar dia malam ini, jadi kita butuh cemilan yang banyak deh," ucap Aileen.


"Oh gitu, iya deh non bibik paham," ucap bik Lesti.


"Yaudah, aku ke kamarnya kak Lana dulu ya bik? Malam bik!" ucap Aileen.


"Iya non, malam juga!" balas bik Lesti.


Aileen pun pergi dengan membawa cemilan yang banyak tersebut, ia kembali ke kamar Alana dan mereka pun mulai menikmati malam yang indah dengan menonton film bersama.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2