
Keesokannya, Ardiaz berniat mengantar Aileen sampai ke depan kelas untuk memastikan tidak ada yang berani menggoda gadisnya itu.
Aileen adalah miliknya seorang, ia tak mau ada orang lain yang berani menggoda miliknya itu. Apalagi ia tahu Aileen merupakan idola di sekolahnya dan juga seleb sosmed.
Meski sempat merasa malu, namun akhirnya Aileen senang karena sikap posesif Ardiaz mengartikan bahwa lelaki itu benar-benar sayang padanya.
"Kenapa kamu senyum-senyum begitu? Ada yang lucu?" tanya Ardiaz sembari menatap Aileen.
"Enggak, aku cuma senang aja karena sekarang bapak gak malu-malu lagi buat tunjukin rasa sayang bapak ke aku," jawab Aileen.
"Buat apa saya malu? Emangnya sejak kapan coba saya malu?" tanya Ardiaz.
"Ih bapak pake pura-pura lupa segala, padahal dulu bapak bilang gak sayang sama aku, bahkan bapak nyuruh aku berhenti deketin bapak. Padahal aku tahu bapak udah sayang sama aku dari dulu, ya kan?" goda Aileen.
"Kamu benar Aileen, saya emang sudah lama sayang sama kamu. Tapi, gak mungkin kan saya macarin anak SMP?" kekeh Ardiaz.
"Apa salahnya? Siswi SMP itu bukan anak-anak lagi kali pak, mereka tuh udah dewasa. Kecuali kalo bapak pacaran sama anak SD atau TK, baru deh gak boleh," ucap Aileen.
"Tetap aja gak bisa sayang," ucap Ardiaz.
Aileen tersenyum malu saat Ardiaz menyebut kata sayang untuknya, seketika ia salah tingkah dan memalingkan wajahnya.
Namun, Ardiaz menarik wajahnya dengan cepat sehingga Aileen tidak bisa membuang muka. Bahkan Ardiaz juga menangkup nya.
"Kamu gak boleh buang muka dari saya! Tunjukin aja senyum manis kamu ke saya, saya suka tau!" pinta Ardiaz.
"Iya pak iya, udah ah jangan kayak gini! Malu tau dilihatin orang-orang sini," ujar Aileen.
"Buat apa malu? Kan tadi kamu yang ajarin saya buat jangan malu-malu, kamu lupa sayang?" ucap Ardiaz dengan smirk nya.
"Eee..."
"Hahaha, kamu lucu deh kalo lagi begini! Saya makin gak sabar buat nikahin kamu," ucap Ardiaz.
"Apa sih pak? Bapak lupa yang kakak aku bilang semalam?" ucap Aileen.
"Saya ingat kok, kakak kamu bilang kalau saya gak bisa maksa kamu buat nikah selagi kamu belum siap," ucap Ardiaz.
"Nah itu bapak inget, harusnya bapak jangan maksa aku lagi dong!" ucap Aileen.
__ADS_1
"Siapa yang paksa kamu sih? Saya kan cuma bilang kalau saya gak sabar buat nikahin kamu, dimana letak maksanya sayang?" ujar Ardiaz.
"Yaudah, stop bahas pernikahan! Aku masih mau sekolah dan kuliah," ucap Aileen.
"Uh uh uh kamu selalu gemesin deh sayang, bisa gak sehari aja kamu gak gemesin kayak gini?" Ardiaz tak tahan dengan ekspresi menggemaskan Aileen, akibatnya ia pun menghujani wajah gadis itu dengan cubitan serta usapan.
"Mmhhh bapak udah!" kesal Aileen, saat ini wajahnya sudah dimainkan seperti squishy oleh Ardiaz.
"Gak bisa, abisnya kamu gemesin banget sih. Makanya besok-besok tuh jangan gemesin kayak gini, baru deh saya gak akan giniin kamu lagi!" kekeh Ardiaz.
"Ih bapak ini muka aku bukan squishy tau!" Aileen coba menyingkirkan kedua tangan Ardiaz, tetapi gagal karena tak cukup tenaga.
"Hahaha, imutnya pacarku ini!" gemas Ardiaz.
Lagi-lagi Aileen dibuat salah tingkah, entah sudah semerah apa wajahnya saat ini. Apalagi Ardiaz masih terus memainkan wajahnya di hadapan para murid yang berlalu lalang di sekitar sana.
"Aaaaa sumpah malu banget aku! Semoga gak ada yang ngomongin aku!" batin Aileen.
•
•
Ardiaz pun tersenyum dan kembali memutar tubuh Aileen menghadap ke arahnya, lalu tanpa aba-aba ia mengecup bibir Aileen sekilas hingga membuat gadis itu mematung tak percaya.
Cup!
Kedua mata Aileen terbelalak lebar mendapat kecupan dadakan seperti itu, tubuhnya serasa sangat kaku akibat itu.
"Udah sampe, kamu belajar yang rajin ya cantik!" ucap Ardiaz seraya membelai bibir gadisnya.
"Pak, lain kali jangan main cium-cium aja ya! Kalau ada yang lihat kan bahaya," ucap Aileen.
"Biarin aja, saya malah suka kalo ada yang lihat. Supaya kamu gak ada yang godain lagi," ujar Ardiaz.
"Haish, bapak jangan terlalu berlebihan juga dong! Aku kan jadi gak tenang kalo gini," ucap Aileen.
"Gak tenang gimana maksudnya? Emang kamu kenapa Aileen?" tanya Ardiaz.
"Eee ya aku malu aja pak, apalagi bapak cium bibir aku di sekolahan," jawab Aileen.
__ADS_1
"Salahnya dimana? Toh ini juga sekolahan punya saya, jadi suka-suka saya dong mau cium kamu disini atau di tengah lapangan," ujar Ardiaz.
"Huh iya deh terserah bapak! Susah emang bicara sama orang yang udah bucin!" cibir Aileen.
"Kamu ngatain saya bucin? Emang kamu sendiri gak bucin gitu?" kekeh Ardiaz.
"Enggak lah, aku mah biasa aja," elak Aileen.
"Halah alasan! Buktinya kemarin-kemarin kamu cemburu banget waktu saya dekat sama Laura, dasar bucin!" sarkas Ardiaz.
"Ih udah lah jangan dibahas lagi pak! Itu kan juga gara-gara bapak yang gampang banget dipegang sama cewek lain. Coba aja kalo aku yang digituin sama cowok, pasti bapak bakal marah besar dan hukum aku," ucap Aileen.
"Emang kamu ada niat buat pegangan tangan sama cowok lain?" tanya Ardiaz.
"Enggak, itu kan perumpamaan bapak. Cuma seandainya gitu loh, gausah serius gitu kali! Mukanya biasa aja hey!" kekeh Aileen sembari mengusap-usap wajah Ardiaz.
"Saya suka kamu sentuh wajah saya kayak gini, saya jadi merasa ganteng banget," ucap Ardiaz.
"Bapak emang ganteng kok," puji Aileen.
"Iya sih, buktinya kamu naksir sama saya dan lakuin berbagai macam cara supaya bisa jadi pacar saya. Padahal kamu itu seleb, terus banyak cowok yang suka sama kamu. Tapi dari sekian banyak itu, kamu malah pilih saya yang udah tua. Itu kan tandanya saya ganteng banget," ucap Ardiaz.
"Ih bapak sekarang jadi narsis ya? Aku gak nyangka loh, padahal dulu sebelum kita pacaran bapak tuh orangnya dingin dan cuek banget," ucap Aileen.
"Sedingin apapun manusia, pasti akan hangat saat bersama orang yang dicintainya. Begitu juga saya Aileen, saya selalu suka tiap kali di dekat kamu," ucap Ardiaz yang langsung memeluk gadisnya.
Tak hanya memeluk, Ardiaz juga kembali mengecup seluruh area wajah Aileen tanpa ada yang terlewati.
Momen itu disaksikan para teman-teman kelas Aileen, termasuk Shanum. Sehingga Aileen semakin tak kuasa menahan malunya.
"Pak, udah ya? Saya malu," rengek Aileen.
"Diam Aileen! Saya ini masih mau peluk kamu, wangi tubuh kamu itu susah buat dilupain," ujar Ardiaz.
"Ish bapak!" kesal Aileen.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1