Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 52. Mau ke Malang


__ADS_3

Aileen masih bersama Sean di depan ruang OSIS saat ini, ia sendiri tak mengerti mengapa Sean memintanya untuk menemaninya ke tempat itu.


Namun, karena Sean tadi sudah mau membantu Aileen membuka kotak pemberian adik kelas, akhirnya Aileen pun mau menurut dengannya.


"Nah Aileen, sekarang kamu juga temenin aku ke gudang ya!" pinta Sean.


"Hih apa-apaan? Aku tadi cuma minta satu hal sama kamu, kenapa kamu malah dua? Lagian aku lapar mau makan tau, kamu minta temenin wakil kamu aja sana!" tolak Aileen.


"Gak bisa dong, ini bukan tugas dia. Kamu aja yang temenin aku ya?" bujuk Sean.


"Ogah! Aku mau ke kantin aja, bye!" ucap Aileen.


"Eh jangan dong! Kamu temenin aku sebentar, abis itu baru kita makan di kantin bareng-bareng. Please ya Aileen, please!" ucap Sean.


"Kenapa kamu pengen banget aku temenin kamu? Apa alasannya coba?" tanya Aileen.


"Karena cuma kamu yang ada disini, jadi ayolah kamu temenin aku ya sebentar aja!" ucap Sean.


"Gak tuh, ada yang lain juga lalu-lalang tadi. Kamu jangan alasan deh! Pokoknya aku gak mau temenin kamu ke gudang," ucap Aileen.


"Kenapa sih gak mau?" tanya Sean kecewa.


"Di gudang itu kan kotor plus sepi, disana juga pasti ada banyak hewan-hewan nya yang bikin aku jijik. Aku gak berani kesana, kamu aja sendiri kan kamu laki-laki," jawab Aileen.


"Yah elah gausah takut Aileen, ada aku yang bakal jagain kamu! Yuk ah temenin aku! Apa kamu tega biarin aku pergi sendiri?" bujuk Sean.


"Tega, ngapain juga aku harus gak tega? Emang kamu siapa aku?" ucap Aileen.


"Eh buset nyelekit banget kalo ngomong, iya sih kita emang bukan siapa-siapa, tapi kan aku udah anggap kamu teman tau," ucap Sean.


"Ya terus kenapa? Kalau teman emang kenapa?" tanya Aileen.


"Sesama teman itu kan harus saling tolong menolong, tadi aja aku udah tolongin kamu, masa kamu gak mau nolong aku balik?" jawab Sean.


"Ohh, kamu perhitungan nih? Asal kamu tau ya, barusan kan aku juga udah temenin kamu kesini. Jadi, gak ada alasan lagi buat aku ikut kamu ke gudang. Sorry ya Sean!" ucap Aileen.


Disaat Aileen hendak pergi, Sean dengan cekatan menahan lengan Aileen agar tetap disana bersamanya.


"Tunggu Aileen!" ucap Sean menahan gadis itu.


"Ish lepasin tangan aku! Kamu jangan sembarangan ya main pegang-pegang aja!" sentak Aileen langsung menyingkirkan tangan Sean.


"Tenang Aileen tenang!" ucap Sean.


"Abisnya kamu main pegang-pegang aja, gak sopan tau!" kesal Aileen.


"Ya maaf!" ucap Sean pelan.


"Udah ah aku pengen ke kantin, aku lapar dan jangan halangi aku! Awas ya kalo kamu masih aja tahan aku buat pergi!" tegas Aileen.


"Eh eh eh, tunggu dulu dong Aileen! Gimana kalau aku temenin kamu makan, abis itu gantian kamu temenin aku ke gudang? Kamu setuju kan Aileen?" usul Sean.


"Gak bisa! Aku bisa makan sendiri dan gak perlu ditemenin siapa-siapa," ucap Aileen menolak.

__ADS_1


"Loh kok gitu sih Aileen? Sekedar nemenin gapapa kali, ya mau ya??" bujuk Sean.


"Eee aneh banget sih sikap kamu! Sebenarnya kamu takut atau kenapa dah? Emang di gudang ada apaan?" ujar Aileen.


"Takut? Yang benar aja, masa seorang Sean takut ke gudang sendirian? Enggak lah!" elak Sean.


"Terus kenapa kamu maksa-maksa aku buat temenin kamu?" tanya Aileen penasaran.


"Eee itu aku..." Sean kebingungan dan memikirkan alasan yang tepat, tentu saja ia ingin berdekatan terus dengan Aileen.




Gabino yang baru datang ke kantor, merasa terkejut melihat keberadaan Silvi sang asisten di dalam ruang pribadinya.


Wanita itu nampak tengah duduk di sofa menatap layar laptop di pangkuannya dengan serius hingga tak menyadari kehadiran Gabino.


"Ehem ehem.." Gabino berdehem pelan.


Seketika Silvi terkejut, ia langsung beralih menatap ke asal suara dan beranjak dari sofa untuk menyambut kedatangan sang bos.


"Eh pak bos, selamat datang pak! Ma-maaf saya gak lihat tadi!" ucap Silvi dengan gugup.


"Ya gapapa, kamu ngapain ada di ruangan saya? Kamu ingat kan ini tempat pribadi saya?" tanya Gabino ketus.


"Sa-saya tadi mau cari bapak, tapi ternyata bapak belum datang. Saya coba telpon tapi gak diangkat sama bapak, makanya saya milih buat tunggu disini aja," jawab Silvi.


"Eee begini pak, saya mau infokan soal proyek kita di Malang. Ada seorang investor yang berniat menggelontorkan dana sangat besar untuk proyek baru kita ini, tapi mereka minta penjelasan lebih lanjut sebelum memberikan dana itu dan mereka mau bertemu bapak secara langsung," jelas Silvi.


"Oh ya? Waw itu luar biasa! Baiklah, dimana mereka ingin bertemu dan kapan waktunya? Saya siap kok kalau soal itu," ucap Gabino.


"Mereka sudah tiba di Malang pak, jadi sepertinya bapak juga harus kesana menyusul mereka. Saya sudah coba meminta mereka datang ke Jakarta, tapi mereka tidak mau," ucap Silvi.


"Ohh, yasudah gapapa biar saya yang ke Malang. Kamu temani saya!" ucap Gabino.


"Baik pak, siap!" ucap Silvi dengan antusias.


"Kamu kenapa senang banget begitu?" tanya Gabino keheranan.


"Gapapa pak, saya cuma suka aja kalau kita pergi ke luar kota kayak gini. Saya kan jadi bisa sekalian jalan-jalan gitu," jawab Silvi sambil tersenyum.


"Ah kamu ini paling bisa, kita kan mau kerja bukan jalan-jalan Silvi!" ucap Gabino.


"Iya sih pak, tapi gak mungkin kan kita kerja seharian? Seenggaknya sewaktu kosong saya bisa pergi jalan-jalan di Malang," ucap Silvi.


"Suka-suka kamu aja Silvi, sekarang kamu siap-siap karena kita akan berangkat sore ini juga!" ucap Gabino.


"Apa pak? Sore ini??" kaget Silvi.


"Iya kenapa, kamu gak bisa?" tanya Gabino.


"Bi-bisa kok pak, bisa banget malah. Tapi, berarti saya harus pulang dulu dong sekarang? Baju-baju saya kan ada di rumah semua," ucap Silvi.

__ADS_1


"Iya, kamu pulang sana! Abis itu balik lagi kesini, kita ke bandara bareng!" ucap Gabino.


"I-iya pak, kalo gitu saya permisi dulu ya pak?" ucap Silvi pamit.


"Silahkan!" singkat Gabino memberi jalan bagi Silvi.


Silvi pun keluar dari ruangan itu dengan sangat antusias, hari ini mungkin akan menjadi hari yang paling membahagiakan baginya karena ia dan Gabino akan pergi berdua ke Malang.


"Semoga aja proyek di Malang bisa sukses dan ini adalah jalan menuju kesuksesan itu! Aamiin!" ucap Gabino menyemangati dirinya sendiri.


Setelahnya, Gabino memilih ikut pulang ke rumah untuk meminta izin pada istrinya.




"Apa mas? Kamu mau ke Malang sore ini juga? Kenapa mendadak banget sih mas? Ada urusan apa emangnya di Malang?" kaget Alana.


Ya saat ini Gabino telah tiba di rumah, ia sudah menyampaikan semuanya kepada Alana.


"Iya sayang, aku terpaksa pergi mendadak gini karena aku baru dapat info dari Silvi asisten aku kalau ada investor besar yang mau biayai proyek aku di Malang. Mereka udah sampai disana dan pengen ketemu langsung sama aku," jelas Gabino.


"Yah mas berarti aku bakal ditinggal sama kamu dong? Berapa lama kamu disana mas? Jangan lama-lama ya nanti aku kangen!" ucap Alana dengan manja.


"Enggak kok, paling lama lima hari aku udah disini lagi. Kamu tenang aja ya cantik, di rumah kan tetap ada Aileen! Jadi, kamu gak sendirian. Sekalian aku titip adik aku yang nakal itu ya? Bilang sama dia jangan pacaran terus!" ucap Gabino.


"Iya mas iya, kalo gitu aku bantu kamu beres-beres ya sebelum berangkat? Boleh kan mas?" ucap Alana menawarkan diri.


"Tentu aja boleh sayang," ucap Gabino.


Alana tersenyum lebar, kemudian membantu Gabino merapihkan baju-bajunya dan memasukkannya ke dalam koper.


"Nanti kamu hati-hati ya berangkatnya! Oh ya, kamu ke Malang naik apa? Mobil?" ucap Alana.


"Aku udah minta orang aku buat pesenin tiket pesawat, biar cepat nyampe sana," jawab Gabino.


"Oh gitu, terus udah dapat? Berangkatnya kapan?" tanya Alana.


"Belum ada kabar nih, tapi semoga aja dapat deh sayang!" jawab Gabino.


"Iya, aamiin! Terus kamu kesana nya sama siapa aja? Cuma sendiri atau ada yang lain?" tanya Alana lagi.


"Aku pergi sama asisten aku, terus ada juga beberapa karyawan yang lain. Kenapa? Kamu jangan cemburu gitu sayang!" jawab Gabino.


"Siapa yang cemburu? Aku cuma nanya," elak Alana.


"Iya iya, eh ya aku boleh minta jatah dulu gak sama kamu sayang? Sebelum aku berangkat ke bandara, kita main dulu gitu sebentar," ujar Gabino.


"Hah??" Alana terbelalak kaget.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2