Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 113. Sahabat lama


__ADS_3

Setelah selesai mandi, kini sepasang suami-istri itu pergi keluar hotel untuk mencari sarapan pagi yang di luar dari masakan hotel.


Lagi-lagi ini adalah permintaan Aileen yang hanya bisa dituruti oleh pria itu sebagai seorang suami.


"Kamu mau makan apa sayang? Nasi kuning, nasi uduk, ketoprak, lontong sayur, soto?" tanya Ardiaz menyebutkan berbagai macam makanan.


"Umm, aku mau gado-gado aja deh mas. Kayaknya enak tuh makan gado-gado sekarang," jawab Aileen sambil mengusap perutnya.


"Kamu ngidam sayang?" heran Ardiaz.


"Hus ngaco kamu! Masa iya baru nikah udah ngidam aja? Ya enggak lah, aku cuma kepengen aja mas," elak Aileen.


"Ohh, kirain aja gitu kan kamu udah hamil. Saya pasti langsung jingkrak-jingkrak deh kalau itu bener kejadian sayang," ucap Ardiaz.


"Kamu gimana sih mas? Kita baru nikah dua hari loh, mana mungkin aku hamil?" ujar Aileen.


"Ya bisa aja, benih saya kan subur sayang. Terus saya juga semprotin terus tiap malam sampe pagi ke rahim kamu," ucap Ardiaz.


"Haish, dasar suami mesum!" cibir Aileen.


"Hahaha.." Ardiaz tertawa terbahak-bahak.


Singkat cerita, mereka sampai di salah satu penjual gado-gado pinggir jalan sesuai permintaan Aileen.


Mereka pun mampir ke tempat itu, dan langsung duduk di tempat yang kosong setelah memesan makanan.


"Sayang, kamu yakin kita makan disini?" tanya Aileen sedikit ragu sambil menatap sekitar.


"Why? Saya yakin disini enak, lihat deh banyak banget kan yang beli!" ucap Ardiaz.


"Iya sih, tapi ini kan—"


"Gak higienis? Stop bilang gitu ya cantik, kamu cobain aja dulu nanti!" sela Ardiaz.


"Iya iya.." Aileen mengangguk menurut.


Tiba-tiba, Aileen tak sengaja melihat seseorang yang sepertinya tidak asing di matanya.


"Hah? Itu kan.."


"Iya benar, gak salah lagi. Itu emang Aksal, aku harus temuin dia sebelum dia pergi!"


Aileen hendak bangkit menghampiri sosok pria yang ia duga sebagai Aksal alias teman lamanya itu.


Namun, tangannya justru dicekal oleh Ardiaz yang terlihat heran saat Aileen terlihat panik dan ingin berdiri dari tempat duduknya.


"Kamu mau kemana sih?" tanya Ardiaz.


"Eee sebentar mas, aku harus kesana dulu. Kamu disini aja ya!" ucap Aileen.


"Sana mana? Mau ngapain?" tanya Ardiaz.


"Aduh, udah deh mas nanti aja aku ceritanya! Aku harus buru-buru kesana, sebentar ya mas!" ucap Aileen sambil menyingkirkan tangan Ardiaz.


Akhirnya Ardiaz melepas Aileen dan membiarkan wanita itu pergi menghampiri Aksal.


"Itu cewek sebenarnya kenapa sih? Kok dia tiba-tiba pergi dengan alasan gak jelas? Ada apa ya?" gumam Ardiaz.


Ardiaz penasaran dibuatnya, ia pun ikut bangkit lalu coba mengikuti kemana Aileen pergi.




"Ini uangnya ya pak,"


"Makasih."


"Tunggu!" laki-laki yang baru menyelesaikan pembayarannya, dibuat kaget saat seorang gadis memanggilnya dari belakang.


Ya gadis itu ialah Aileen, dia benar-benar syok ketika si pria menoleh dan ternyata dugaannya sedari tadi tidak salah, karena memang pria itu adalah Aksal alias teman lamanya.


"Aksal? Tuh kan, dugaan aku emang gak pernah salah," ucap Aileen terengah-engah.

__ADS_1


"I-ini mimpi bukan sih? Aileen, kok kamu bisa ada disini? Ini beneran kamu?" kaget Aksal.


Aileen mengangguk antusias, "Iya Sal, ini aku Aileen Belvina. Sahabat kamu waktu SMP dulu, masa kamu gak ingat sama aku?" ujarnya.


"Ahaha, waw gila sih udah lumayan lama juga ya kita gak ketemu? Kaget gue jir ketemu lu disini, lu lagi ngapain Aileen?" ujar Aksal sangat gembira.


"Iya Sal, aku tadi lagi cari sarapan. Terus kebetulan nemu tukang gado-gado disini, eh aku gak nyangka bakalan ada kamu juga disini," ucap Aileen.


"Oh ini tempat gado-gado langganan gue, gue tiap pagi sering kesini kali," ucap Aksal.


"Oh ya? Duh, tau gitu aku dari kemarin aja kesini nya biar bisa ketemu kamu," ucap Aileen menyesal.


"Hahaha, gapapa yang penting sekarang kan kita udah ketemu disini. Sumpah sih gue kangen banget sama lu! Boleh peluk gak?" ucap Aksal.


"Eee..." belum sempat Aileen menjawab, suaminya yang posesif sudah menyela terlebih dahulu.


"Gak boleh, enak aja kamu mau peluk-peluk istri orang sembarangan!" tegur Ardiaz.


Sontak Aksal serta Aileen langsung menoleh ke asal suara, Aksal terkejut mendengar penuturan Ardiaz barusan mengenai Aileen.


"Hah pak Ardiaz? Ini maksudnya apa nih? Kok bapak bilang Aileen istri bapak? Emangnya kalian udah.." Aksal sampai tak mampu melanjutkan kalimatnya sangking terkejutnya.


"Iya Sal, aku sama pak Ardiaz udah menikah," jawab Aileen sambil tersenyum bangga.


Aksal terperangah tak percaya, ia sangat kaget lantaran Aileen mengaku kalau dia sudah menikah dengan Ardiaz.


"Lo serius Len? Lo udah nikah sama pak Ardiaz? Kapan?" tanya Aksal.


"Baru aja kita nikah dua hari yang lalu, kamu sih ngilang jadinya aku gak bisa kasih undangan ke kamu deh. Padahal waktu itu banyak makanan enak tau," jawab Aileen.


"Waduh, yah nyesel banget deh gue gak sempat datang ke nikahan kalian. Tapi, selamat ya Aileen! Selamat juga pak Ardiaz, semoga kalian langgeng terus!" ucap Aksal.


"Aamiin, makasih ya Sal," ucap Aileen.


"Makasih Aksal, kamu juga semoga bisa cepat nyusul!" ujar Ardiaz.


"Ahaha, wah kalo itu sih saya kayaknya agak susah deh pak. Orang calonnya aja sampai sekarang saya belum nemu," kekeh Aksal.


"Ya gapapa, saya doakan supaya kamu bisa dapat jodoh dengan cepat!" ucap Ardiaz.


"Yah kok cabut sih? Kamu disini aja dulu dong, temenin aku gitu itung-itung reuni. Kita kan udah lama gak ketemu tau," ucap Aileen.


"Lain kali aja ya Aileen? Hari ini soalnya gue gak bisa, sorry banget kalo gue udah bikin lu kecewa!" ucap Aksal.


Aileen pun memasang wajah sedih, ia baru bertemu dengan sahabat lamanya itu dan kini mereka sudah harus berpisah kembali sebab Aksal mempunyai banyak kesibukan.


"Kalo gitu aku boleh minta nomor kamu gak? Biar kita bisa kontakan lagi gitu kayak dulu," pinta Aileen.


"Oh boleh, sebentar." Aksal mengeluarkan ponselnya dan memberikan nomornya kepada Aileen.


Gadis itu terlihat sangat senang, ia segera mencatat nomor Aksal di hp nya agar sewaktu-waktu ia bisa mengajak Aksal bertemu jika merindukannya.


"Nah, udah kan? Berarti gue udah boleh pergi dong?" ucap Aksal.


"Iya boleh, eh tapi kamu udah tahu belum soal Shanum yang pergi ke luar negeri?" tanya Aileen.


"Apa? Shanum ke luar negeri? Kapan? Kok dia gak ngabarin gue sih?" kaget Aksal.


"Hadeh, gimana mau ngabarin? Kamu aja pake ganti nomor segala, jadi kita susah lah ngabarin kamu," ujar Aileen.


"Hehe, maaf ya Aileen!" ujar Aksal sambil nyengir.


Aileen menggeleng, tak lama setelahnya Aksal pun pamit dan pergi meninggalkan sepasang suami-istri itu.




Setelah Aksal pergi, Aileen pun melanjutkan sarapan bersama Ardiaz di tempat gado-gado itu walau dengan wajah sedih.


Ardiaz menatap heran ke arah istrinya, ia bingung mengapa Aileen sampai begitu sedihnya ditinggal Aksal tadi.


"Aileen, kamu kenapa sedih banget kayak gitu sih pas Aksal pergi?" tanya Ardiaz heran.

__ADS_1


"Ya wajar aja dong kalo aku sedih, namanya juga udah lama aku sama Aksal gak ketemu. Eh dia malah langsung pergi ninggalin aku gitu aja," jawab Aileen cemberut.


"Tapi kan dia udah kasih nomornya ke kamu, jadi kamu bisa hubungi dia lagi nanti," ucap Ardiaz.


"Iya sih, ya cuma kan aku masih pengen ngobrol dulu sama Aksal mas," ucap Aileen.


"Ngobrol kan bisa nanti lagi, mungkin dia ada urusan penting kali yang gak bisa ditinggal. Ayolah jangan kayak anak kecil!" ucap Ardiaz.


"Emang aku kayak anak kecil apa pak? Perasaan enggak deh," tanya Aileen.


"Iya, kamu tuh kan gak pernah berubah sikapnya masih aja kayak gitu. Ingat loh kamu itu udah nikah sama saya!" jawab Ardiaz.


Aileen langsung memalingkan wajahnya sambil sedikit mendengus kesal akibat ucapan suaminya.


"Ngapain kamu kayak gitu? Kesel? Gak terima saya bilang kamu kayak anak kecil? Itu tandanya kamu emang masih anak kecil Aileen," ujar Ardiaz.


"Apa sih mas? Kamu tuh ngeselin banget tau gak?! Ih aku sebel deh sama kamu!" cibir Aileen.


"Oh ya? Kalo saya sih gemes banget sama kamu, pengen saya cubit aja rasanya tuh pipi terus saya remas remas kayak squishy," ucap Ardiaz.


"Ish, pipi aku bukan squishy ya mas. Udah ah aku mau fokus makan!" kesal Aileen.


Aileen sangat kesal, tapi justru membuat Ardiaz makin gemas dan reflek mencubit dua pipinya berkali-kali.


"Uhh gemes banget sih istri saya ini!" ujar Ardiaz.


"Mas, malu dilihatin orang ih! Kamu tuh gak tahu tempat banget sih," tegur Aileen yang langsung menjauh dari suaminya.


"Biarin aja, salah mereka pake ngeliatin kita. Lagian saya kan cuma mau mesra-mesraan sama istri saya yang cantik ini," ucap Ardiaz membela diri.


"Hadeh, mesra-mesraan juga tau tempat kali mas. Kan bisa nanti di hotel biar puas," ucap Aileen.


"Kode nih pasti, kamu minta di anu-anu lagi kan di hotel?" goda Ardiaz.


Aileen menggeleng heran, suaminya itu memang selalu saja mesum dimana pun mereka berada dan kapanpun itu.


"Udah ya mas? Kamu jangan bahas-bahas soal itu lagi untuk sekarang!" pinta Aileen.


"Kamu kenapa sih jutek banget sama saya? Saya ini suami kamu loh, giliran sama Aksal aja tadi kamu kelihatan ceria dan ramah banget," cibir Ardiaz.


"Umm, kamu cemburu ya mas? Cie cie, duh suamiku kalo lagi cemburu lucu banget deh!" ucap Aileen menggoda.


"Bisa diem gak? Saya gak cemburu, saya cuma bingung aja sama kamu Aileen," elak Ardiaz.


"Heleh ngeles aja kamu mah, ngaku aja kali kalo emang cemburu mah! Aku justru senang kok, itu tandanya kamu sayang sama aku mas," ucap Aileen tersenyum lebar.


"Iya iya, saya cemburu. Makanya jangan begitu lagi ya sama laki-laki lain!" ucap Ardiaz.


"Iya masku sayang," ucap Aileen sambil tersenyum dan membenamkan wajahnya di dada sang suami.


Mereka saling berpelukan, sampai telpon milik Aileen berdering dan mengganggu momen keduanya.


Drrttt


Drrttt


Aileen sontak melepas pelukannya, lalu mengambil ponselnya dari dalam tas dan mengecek siapa yang menelpon.


"Siapa yang telpon sayang?" tanya Ardiaz.


"Eee ini..."


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...•...


...•...



...Happy Chinese new year guys...

__ADS_1


...Salam sukses dari petrik yang tamvan...


...❤️...


__ADS_2