Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 85. Angin


__ADS_3

"Bapak kira-kira masih mikirin dia apa enggak sampai sekarang? Misalnya bapak gagal move-on gitu?" tanya Aileen.


"Kamu kenapa nanya begitu sih? Kamu mikir kalau saya belum bisa move on dari Vivi gitu? Mana mungkin sayang?" ujar Ardiaz.


"Kali aja kan, buktinya bapak masih keinget sama Vivi terus," ucap Aileen.


"Itu karena saya merasa perlu untuk meminta izin dari dia sebelum kita menikah sayang, tapi kalo kamu gak mau yaudah kita pulang aja yuk!" ucap Ardiaz mengurungkan niatnya.


"Eh jangan lah pak! Kita udah sampe disini, masa iya main pulang gitu aja?" ucap Aileen.


"Terus maunya gimana? Saya pusing deh ngadepin kamu Aileen," ujar Ardiaz.


"Ohh, jadi bapak gak suka sama aku karena aku gak jelas gitu?" ujar Aileen.


"Siapa bilang sih Aileen? Kamu gausah ngaco gitu dong sayang, udah terus kita gimana ini?!" ucap Ardiaz mulai kesal.


"Ya ayo kita ke makam Vivi! Masa udah sampe sini terus mau pulang lagi?" ucap Aileen.


"Oke, kalo gitu kamu jangan banyak omong! Saya pusing dengar omongan kamu yang ngalor ngidul kemana-mana itu," ucap Ardiaz.


Aileen cemberut dan menundukkan wajahnya.


"Udah gausah sedih! Ayo kita ke depan sana, makam Vivi udah deket tuh!" ajak Ardiaz.


Aileen mengangguk saja tanpa bicara.


"Kamu kenapa diam aja sayang? Marah sama saya?" tanya Ardiaz heran.


"Gak marah, aku cuma gak mau bikin bapak jadi tambah pusing gara-gara aku," jawab Aileen.


"Kamu baper karena saya bicara kayak tadi? Saya minta maaf sayang!" ucap Ardiaz.


"Iya pak, lagian kan aku yang salah bukan bapak," ucap Aileen.


Ardiaz tersenyum lebar, lalu mendekap tubuh Aileen dengan erat seraya mengusap punggungnya membuat gadis itu terkejut.


"Bapak ngapain sih peluk-peluk? Bilang dulu kali pak!" protes Aileen.


"Gapapa, saya mau rasain tubuh kamu yang enak buat dipeluk ini sayang," ucap Ardiaz.


"Hih bapak bilang aja mau mesum kan! Dasar otak mesum!" cibir Aileen.


"Apa sih? Mesum gimana? Ini kuburan loh, yakali saya mau berbuat kayak gitu disini," elak Ardiaz.


"Ah tapi udah terbesit kan di otak bapak buat mau mesum?" ujar Aileen.


"Gak ada ya saya kayak gitu, kamu jangan sok tahu deh!" ucap Ardiaz.


"Yaudah, sekarang bapak lepasin aku dong! Buruan kita ke makam Vivi sebelum malam!" ucap Aileen.


"Sebentar dulu, saya mau kamu gak ngambek lagi dan senyum buat saya!" pinta Ardiaz.


"Hadeh, bapak tuh banyak maunya ih. Aku senyum nih biar bapak puas," ucap Aileen menurut.

__ADS_1


Ardiaz pun menangkup wajah gadisnya yang sedang tersenyum itu, ia kecup kening serta kedua pipinya secara bergantian.


Cup!


"Nah gitu dong cantik, kamu kan jadi tambah cantik kalo senyum!" ucap Ardiaz.


"Bapak jangan begini terus dong! Kapan kita mau ke makam Vivi kalo gini?" ucap Aileen.


"Ah iya iya, saya sampai lupa sayang. Abisnya kamu lucu banget sih Aileen," ujar Ardiaz.


"Aku tau aku lucu, tapi udah dong aku jangan dipegangi gini terus!" pinta Aileen.


"Kamu gak suka ya saya pegang begini? Yaudah deh saya lepas," ucap Ardiaz kecewa.


Sontak Aileen menatap bingung ke arah Ardiaz yang baru melepaskan wajahnya itu, ia khawatir Ardiaz akan marah padanya.


"Eee bapak marah? Ja-jangan pak, iya deh aku minta maaf!" ucap Aileen gugup.


"Hahaha, santai aja kali! Saya gak marah kok, udah yuk kita pergi sekarang!" ucap Ardiaz.


Aileen tersenyum senang, lalu Ardiaz menggandeng tangan gadisnya dan mengajaknya pergi ke makam Vivi.




Sesampainya di makam sang mantan, Ardiaz pun tersenyum tipis tak lupa mengucap salam serta menyapa Vivi dengan lembut.


Aileen turut menatap makam itu, ia tiba-tiba merasa bersalah karena sudah sempat berpikir yang tidak-tidak tentang Vivi tadi.


"Oh ya, tujuan saya datang kesini buat kenalin kamu sama calon istri saya. Dia namanya Aileen, dan kami akan menikah sebentar lagi. Kamu mau kan kenalan sama dia?" sambungnya.


"Iya Vivi, halo aku Aileen! Aku senang bisa datang ke makam kamu deh," ucap Aileen tersenyum.


"Aileen, kamu kok tiba-tiba jadi ceria begini? Perasaan tadinya kamu sedih," heran Ardiaz.


"Bapak kenapa nanya begitu sekarang sih? Gak pas tau situasinya," ucap Aileen.


"Ya abisnya saya heran sayang, kamu sih bisa berubah-ubah begitu," ucap Ardiaz.


"Udah pak, sekarang kita fokus doain Vivi dulu biar tenang disana!" ucap Aileen.


"Kamu benar sayang, ayo kita sama-sama berdoa buat Vivi!" ajak Ardiaz.


"Iya pak," singkat Aileen.


Keduanya pun mulai mengangkat tangan dan berdoa di dalam hati, mendoakan ketenangan Vivi di alam sana.


"Gimana sayang? Doa kamu udah selesai kan?" tanya Aileen pada kekasihnya.


"Udah sayang, sekarang kita taburi bunga ini di atas makam Vivi ya!" ucap Ardiaz.


"Iya calon suamiku yang tampan," Aileen tersenyum lebar dan membantu kekasihnya menaburkan bunga di atas makam.

__ADS_1


"Yang tenang disana ya Vivi! Saya sama Aileen permisi dulu, terimakasih atas waktunya!" ucap Ardiaz pamitan.


Tak lama kemudian, muncul angin kencang yang menerpa tubuh mereka.


Daun-daun berjatuhan membuat keduanya bingung apa yang sedang terjadi disana.


"Kenapa ini pak? Kok tiba-tiba ada angin kencang begini? Aku takut pak, jangan-jangan ada arwah di sekitar kita!" panik Aileen.


"Hus, dijaga ucapannya!" tegur Ardiaz.


Aileen sangat takut, ia bersembunyi dibalik tubuh Ardiaz dan memeluknya erat.


"Ini gimana pak? Aku takut!" ucap Aileen.


"Tenang aja ya sayang, ada saya disini!" ucap Ardiaz menenangkan gadisnya.


"Tapi ini kenapa pak? Kok biasa ada angin kayak gini? Tuh daun-daun aja sampe pada jatuh, aku takut banget!" ucap Aileen.


"Mungkin aja ini pertanda dari Vivi, dia ada di sekitar kita," tebak Ardiaz.


"Hah? Ih apa sih pak? Bapak jangan nakut-nakutin aku kayak gitu deh!" ujar Aileen.


"Siapa yang nakut-nakutin? Saya kan bilang mungkin, soalnya biasanya kalo ada angin kencang begini di kuburan, itu ada yang lagi ngawasin kita sayang," ucap Ardiaz.


"Udah ah pak, kita cabut aja yuk! Aku udah gak tahan ada disini!" ucap Aileen.


"Iya, kamu pamit dulu dong sama Vivi!" suruh Ardiaz.


Aileen mengangguk dan berpamitan dengan Vivi untuk segera pergi dari tempat itu, ia sudah tidak tahan lagi dengan semua yang terjadi disana.


"Vivi, aku pergi dulu ya? Dadah!" ucap Aileen.


Disaat mereka hendak melangkah, tiba-tiba Aileen merasakan ada sebuah tangan menyentuh punggungnya dari belakang.


"Ih bapak, ngapain sih pake pegang-pegang punggung aku?!" protes Aileen.


Ardiaz mengernyitkan dahi tak mengerti apa yang dimaksud gadisnya.


"Maksud kamu apa? Tangan saya disini loh daritadi dua-duanya, ngaco aja kamu!" heran Ardiaz.


"Terus tadi siapa yang colek belakang aku coba?" tanya Aileen.


"Mana saya tahu, kamu cuma halu kali. Makanya Aileen jangan kebanyakan nonton film horor!" ucap Ardiaz.


"Gak gitu, emang beneran kok tadi ada yang colek aku. Bapak mah gak percaya banget sama aku, udah yuk kita pergi aja!" ucap Aileen ketakutan.


"Iya iya sayang.."


Ardiaz menuruti saja kemauan pacarnya itu, ia mendekap tubuh Aileen dan mulai melangkah meninggalkan kuburan itu.


Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2