Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 62. Bersedia


__ADS_3

Ardiaz dan Aileen kini berada di mobil dalam perjalanan pulang sesudah mereka puas menikmati waktu berdua di sekolah.


Aileen tampak masih tak percaya kalau satu hari ini ia harus bolos hanya karena menuruti kemauan kekasihnya, padahal sebentar lagi ia akan mengikuti ujian kelulusan dan hal ini bisa membuat Aileen kesulitan nantinya saat ujian berlangsung.


"Pak, lain kali bapak jangan ajak aku bolos lagi ya! Aku pengen belajar tau pak," ucap Aileen.


"Kamu lebih mentingin belajar nih daripada berdua sama saya?" tanya Ardiaz kecewa.


"Gak gitu, tapi kan pelajaran itu penting pak. Kalau aku gak belajar, nanti aku gak lulus-lulus sekolah. Terus kita juga makin lama nikahnya, emang bapak mau?" jawab Aileen.


"Saya gak perduli Aileen, pokoknya kamu lulus atau gak lulus saya akan tetap nikahi kamu nantinya!" ucap Ardiaz.


"Ih aku nya yang gak mau!" cibir Aileen.


"Loh kenapa? Bukannya dulu kamu yang paksa saya buat jadi pacar kamu, kenapa sekarang kamu gak mau nikah sama saya Aileen?" tanya Ardiaz.


"Bukan gak mau, tapi aku gak siap kalo nikah sama bapak di usia muda kayak sekarang. Aku takut aku ngecewain bapak dan aku gak bisa jadi istri yang baik buat bapak sayang," jelas Aileen.


"Kamu jangan mikir yang enggak-enggak dulu sayang! Kita jalani aja dulu, saya yakin kamu pasti bisa kok jadi istri yang baik!" ucap Ardiaz.


"Aku takut pak, nanti bapak kecewa dan malah marahin aku lagi. Lebih parahnya, aku juga takut kalau bapak talak aku," ucap Aileen menunduk.


"Hus! Kamu gak boleh bilang gitu Aileen! Saya gak mungkin lah kayak gitu ke kamu," tegas Ardiaz.


"Siapa yang tahu kan pak? Bisa aja bapak begitu sama aku, karena sikap aku yang masih kayak anak kecil dan gak bisa dewasa," ucap Aileen.


Ardiaz tersenyum menatap wajah gadisnya.


"Kamu tenang aja Aileen cantik! Saya bisa terima apapun kekurangan kamu kok, karena saya ini cinta sama kamu. Kamu gak perlu lah mikirin itu, kamu cukup bersedia dan nikah sama saya Minggu depan!" ucap Ardiaz.


"Hah? Bapak gak salah bicara? Yakali kita nikah secepat itu, aku gak mau ah!" ucap Aileen.


"Terus maunya kapan sayang? Kalau terlalu lama, saya takut perasaan kamu ke saya bisa hilang dan kita tidak jadi menikah. Lalu, saya akan kecewa lagi nantinya," ucap Ardiaz.


Aileen terdiam menunduk, satu tangannya bergerak meraih telapak tangan Ardiaz dan menggenggamnya erat.


"Aku gak akan kecewain bapak!" ucap Aileen lirih.


"Yasudah, kamu mau ya nikah sama saya setelah lulus nanti? Please Aileen!" ucap Ardiaz.


"Eee aku..."


"Aileen, katanya kamu gak mau kecewain saya. Terus kenapa kamu masih ragu buat nikah sama saya?" tanya Ardiaz.


"Bukannya ragu pak, seperti yang tadi aku bilang, aku tuh takut gak bisa jadi istri yang baik buat bapak," jawab Aileen.

__ADS_1


"Langsung ke intinya aja sayang, kamu mau atau enggak nikah sama saya!" pinta Ardiaz.


"Mau pak, iya deh aku nurut aja sama apa kata bapak!" ucap Aileen menunduk.


Ardiaz tersenyum dan menarik dagu Aileen.


"Berarti kamu bersedia menikah dengan saya setelah lulus nanti?" tanya Ardiaz memastikan.


"I-iya pak, aku bersedia," jawab Aileen pelan.


Ardiaz langsung berbahagia, ia memeluk erat Aileen seolah tak ingin melepasnya sembari mengusap punggung gadis itu.


"Akhirnya yang saya tunggu-tunggu tiba juga! Terimakasih ya Aileen!" ucap Ardiaz sangat gembira.




Singkat cerita, sepasang kekasih itu tiba di rumah Aileen. Ardiaz mengantarkan Aileen pulang agar gadis itu bisa siap-siap lebih dulu sebelum nanti malam pergi menemui mamanya.


Suasana masih terlihat ceria, Ardiaz amat senang mendengar jawaban Aileen yang mengatakan bahwa dia bersedia untuk menikah dengannya setelah lulus sekolah nanti.


"Pak, kalo gitu aku masuk dulu ya? Sampai ketemu lagi nanti malam!" ucap Aileen pamit.


"Iya sayang, saya juga mau langsung pulang ya? Nanti saya datang lagi buat jemput kamu sekalian minta izin ke kakak kamu," ucap Ardiaz.


"Pasti." Ardiaz tersenyum lebar seraya mengusap wajah manis gadisnya.


"Bye pak!" ucap Aileen melambaikan tangan.


"Bye sayang!" balas Ardiaz.


Setelahnya, Aileen pun membuka pintu dan turun dari mobil itu. Ia berhenti sejenak untuk melambaikan tangan kembali sambil memberi kiss bye kepada kekasihnya.


"Begitu sampai rumah, nanti saya telpon kamu. Diangkat ya cantik! Awas loh kalau sampai gak diangkat!" ucap Ardiaz.


"Iya bapak, bawel ih!" ujar Aileen.


"Saya pergi ya? Jangan lupa dandan yang cantik nanti malam!" ucap Ardiaz.


"Iya pak Ardiaz sayang," ucap Aileen lembut.


"Hahaha.." Ardiaz terkekeh kecil sebelum melajukan mobilnya pergi dari rumah itu.


Aileen baru ingat kalau Gabino sedang tidak ada di rumah, namun ia lupa memberitahu hal itu kepada Ardiaz tadi.

__ADS_1


"Duh, kak Gabino kan lagi keluar kota. Gimana dong soal izin nanti malam?" gumam Aileen.


"Ah biarin aja deh, aku kan bisa telpon dia nanti. Lagian ada kak Alana juga," sambungnya.


Akhirnya Aileen berbalik, lalu melangkah masuk ke dalam rumahnya setelah semua pikirannya tenang dan dirasa tidak ada masalah lagi.


Saat di dalam, kebetulan sekali Aileen bertemu dengan Alana yang baru saja muncul dari dapur membawa jus jeruk di tangannya.


"Eh Aileen, kamu udah pulang?" ucap Alana.


"Iya kak, selamat sore!" jawab Aileen sambil mencium punggung tangan kakak iparnya.


"Kamu pulang naik apa? Diantar Ardiaz?" tanya Alana penasaran.


"Loh kok kak Lana tau kalau pak Ardiaz udah balik?" heran Aileen.


"Iya, tadi kan pak supir kasih tahu kalau yang anterin kamu ke sekolah bukan dia tapi pak Ardiaz. Nah dari situ aku tau deh," jelas Alana.


"Oalah, iya kak aku tadi juga pulangnya bareng sama pak Ardiaz kok," ucap Aileen sambil tersenyum.


"Bagus deh! Jadi, kamu gak perlu sedih-sedih lagi gara-gara mikirin dia," ujar Alana.


"Hehe, perasaan aku juga biasa aja kok. Oh ya, nanti malam pak Ardiaz mau bawa aku ke rumahnya buat makan malam bareng mamanya. Boleh kan kak?" ucap Aileen.


"Aku sih boleh-boleh aja, tapi ada baiknya kamu minta izin juga sama kakak kamu. Biar gimanapun, dia wajib tau soal ini Aileen," ucap Alana.


"Iya kak, nanti abis mandi aku langsung telpon dia deh. Yaudah, aku ke kamar dulu ya kak?" ucap Aileen.


"Ah iya Aileen," singkat Alana.


Aileen pun melangkah menaiki tangga menuju kamarnya, sedangkan Alana duduk di sofa untuk menikmati jus jeruknya.


Tling


Tiba-tiba ponsel Alana berbunyi, dengan segera ia membuka pesan yang masuk ke hp nya tersebut.


"Nomor siapa ya ini?" gumamnya bingung.


Saat ia membuka isi pesan tersebut, matanya langsung terbelalak melihat foto suaminya yang tengah berbaring di ranjang sembari memeluk seorang wanita.


Praaangg


Seketika gelas di tangannya terjatuh dan pecah, air mata jatuh begitu saja membasahi wajahnya.


"Apa-apaan ini??"

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2