
Ardiaz pun dilanda kebingungan saat ini, tentu ia tidak enak jika menolak perintah Gabino. Namun, ia juga ingin memastikan langsung kondisi Aileen.
"Udah gausah kebanyakan mikir, ayo langsung aja kita masuk dan lu bantu gue!" ujar Gabino.
"Iya bang iya, tapi abis itu boleh ya saya cek kondisi Aileen?" ucap Ardiaz.
"Ah lu yang ada di pikirannya Aileen terus, mau ngapain sih emang kebelet banget ketemu Aileen?" heran Gabino.
"Ya saya khawatir sama dia bang, gimanapun juga dia kan calon istri saya," ucap Ardiaz.
"Iya sih, tapi kan gue udah bilang tadi kalo Aileen baik-baik aja. Lu gak perlu khawatir gitu lagi lah, santai aja!" ucap Gabino.
"Iya deh bang, kalo gitu ayo saya bantu beresin pecahannya!" ucap Ardiaz pasrah.
"Nah gitu dong," ucap Gabino sambil tersenyum.
Lalu, dua pria itu pun melangkah memasuki rumah dan menuju ruang tamu yang mana disana terdapat pecahan lampu cukup banyak.
"Waduh banyak amat pecahan nya!" kaget Ardiaz.
"Makanya gue minta bantuan lu Diaz, karena gue gak sanggup beresin semuanya sendiri," ujar Gabino.
"Eee ini sih harus hati-hati bang, jangan sampai keinjak atau kegores!" ucap Ardiaz.
"Iyalah Diaz, itu mah anak kecil juga tau," ucap Gabino.
Mereka pun mulai membersihkan pecahan kaca tersebut secara hati-hati dengan bantuan sang supir juga.
"Eh pak Ardiaz udah datang?" ucap Aileen yang muncul dari dapur.
Ardiaz langsung menoleh dan tersenyum begitu melihat Aileen melangkah ke arahnya, sampai-sampai ia tidak fokus membereskan pecahan lampu tersebut.
"Aileen, kamu baik-baik aja kan? Ada yang luka gak?" tanya Ardiaz cemas.
"Tenang dulu pak, aku gak kenapa-napa kok! Aku baik-baik aja," jawab Aileen.
"Oh syukurlah, saya cemas banget sama kamu Aileen setelah dengar cerita bang Gabino tadi," ucap Ardiaz merasa lega.
"Iya pak, gausah cemas lagi ya!" ucap Aileen.
Gabino sontak menghampiri keduanya karena ia merasa Ardiaz malah tidak fokus membereskan pecahan lampu itu.
"Eh eh eh, lu kok malah ngobrol sama Aileen sih? Sini ayo bantu gue lagi!" tegur Gabino.
"Eee iya bang, sebentar saya mau bicara sama Aileen dulu," ucap Ardiaz.
"Ah alasan aja lu, kan bisa ngobrol sambil beresin semua ini," ucap Gabino.
"Kak, apaan sih kenapa pak Ardiaz disuruh bantu beresin beginian? Kalo nanti pak Ardiaz luka kena goresan kaca gimana?" ucap Aileen.
__ADS_1
"Lu gausah lebay deh dek, Ardiaz kan laki jadi dia harus terbiasa sama urusan kayak gini!" ucap Gabino.
"Ih tetep aja aku gak terima kalau pak Ardiaz luka, awas aja nanti aku bakal pukul kakak!" ucap Aileen.
Ardiaz terkekeh mendengar ucapan pacarnya, gadis itu memang sangat menggemaskan jika sudah menunjukkan ekspresi seperti itu.
"Udah udah, ayo Diaz beresin semuanya biar kamu juga bisa cepat kumpul sama yang lain!" ucap Gabino.
"Iya bang iya," singkat Ardiaz menurut saja.
"Aileen, lu ngapain masih disini? Sana balik ke dapur bantuin mama!" sentak Gabino.
"Apaan sih? Aku masih mau disini temenin pak Ardiaz," ucap Aileen.
"Jangan bantah!" tegas Gabino.
Aileen mencebikkan bibirnya, Ardiaz pun turut meminta Aileen pergi lantaran ia tak mau melihat kekasihnya terus berdebat dengan Gabino.
"Iya iya aku pergi deh," ucap Aileen pasrah.
Ardiaz tersenyum lebar seraya mengusap wajah gadisnya, sebelum akhirnya Aileen kembali ke dapur untuk membantu mamanya.
Sementara Ardiaz tetap disana bersama Gabino, mereka membereskan bekas pecahan lampu itu secara hati-hati dan perlahan.
•
•
Tampak Aileen terus tersenyum memandang wajah Ardiaz yang duduk di sebelahnya, sedari tadi ia tak henti-henti menatap pria itu.
"Pak, kok bapak bisa ganteng banget gitu sih? Aku heran deh," ucap Aileen menggoda.
Ardiaz terkejut bukan main mendengar ucapan Aileen, bukan karena apa hanya ia malu saja jika Aileen menggombal di depan keluarganya.
"Iya dong sayang, namanya juga cowok," ucap Ardiaz sambil tersenyum malu.
"Duh duh, kalian tuh bisa-bisanya ya kayak gitu di depan kami," ujar Malika.
"Kenapa ma? Kan mama juga bisa kayak gitu sama papa," ucap Aileen.
"Hadeh, bucin banget sih lu! Ingat loh kalian belum sah nikah, jadi harus tau batasan!" tegur Gabino.
"Loh aku kan cuma muji pak Ardiaz, emang salah ya kak?" ucap Aileen membela diri.
"Ga salah, cuma itu bikin orang yang dengar jijik dan pengen muntah," ucap Gabino.
"Ih mana ada? Itu mah kakak doang kali, bilang aja kakak iri pengen dipuji juga," cibir Aileen.
"Yeh dikasih tau malah kayak gitu, oke fine awas ya kamu Aileen!" geram Gabino.
__ADS_1
Aileen tak perduli, ia malah menjulurkan lidahnya ke arah Gabino seakan meledek pria itu dan membuat seisi meja makan tertawa.
"Hahaha, sudahlah kalian ini ribut terus sih! Ayo dimakan makanannya dong!" ucap Malika.
"Iya mas, ini masakan Aileen juga loh. Ardiaz, kamu cobain dong!" sahut Alana.
"Ah iya, saya juga gak sabar sih pengen nyicipin masakan calon istri. Ini pasti enak banget deh," ucap Ardiaz memuji masakan gadisnya.
"Iya cobain aja pak, pasti enak dong kan aku yang masak!" ucap Aileen dengan pede.
"Heleh boong banget, paling juga lu cuma bantuin dikit, ini mah namanya masakan mama bukan lu!" cibir Gabino.
"Ih sewot aja sih kakak, bilang aja kakak iri sama aku karena kakak gak bisa masak!" ujar Aileen.
"Ngapain gue iri? Masak itu tugas perempuan, dan istri gue udah jago masak kok. Nah, yang kasihan tuh Ardiaz karena dapat cewek kayak lu!" ucap Gabino sambil terkekeh.
"Jahat banget sih kakak, kakak macam apa yang ledekin adiknya sendiri?!" kesal Aileen.
"Heh! Mau sampai kapan kalian debat terus? Udah ayo dilanjut makannya!" tegur Axel.
"Kak Gabi tuh pa, dia ngeselin banget!" ucap Aileen.
"Lu yang lebay, masa digituin doang baper?" balas Gabino.
Alana coba menenangkan suaminya itu, ia sentuh dan usap punggung Gabino berharap agar pria itu berhenti menggoda adiknya.
"Mas, udah lah mas jangan kayak gitu sama Aileen ah!" ucap Alana.
"Hahaha, biarin aja sayang biar Aileen kapok dan gak bertingkah kayak anak kecil lagi," ucap Gabino.
"Cukup mas, kamu gak boleh gitu sama adik kamu sendiri tau!" ucap Alana.
"Iya iya, yaudah yuk kita fokus makan aja!" ucap Gabino mengalah.
Mereka pun mulai melanjutkan makan siang itu, tak lupa Gabino meminta Alana menyuapinya begitupun sebaliknya.
"Mmhhh enak nih," ujar Ardiaz.
"Iya kan pak? Siapa dulu yang masak, Aileen gitu loh!" ucap Aileen pede.
"Iya, kamu pintar Aileen!" puji Ardiaz.
Aileen tersenyum lebar mendengarnya, ia sangat senang dapat menghidangkan makanan untuk calon suaminya itu.
"Oh ya Diaz, kamu tahu kan soal isu hantu yang mengganggu Aileen?" tanya Malika tiba-tiba.
Deg!
Senyum di wajah Ardiaz seketika hilang mendengar pertanyaan calon mertuanya, begitu juga Aileen yang langsung menatap mamanya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...