Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 21. Marah lagi


__ADS_3

Di sekolah, Shanum yang datang pagi-pagi sekali langsung menghampiri pacarnya alias Nizar seperti biasa sembari membawakan makanan kesukaan pria itu, yakni roti bakar.


Shanum memang bisa dibilang terlewat cinta, sehingga dia mau melakukan apapun yang diperintahkan Nizar, seperti salah satunya adalah membawakan sarapan setiap pagi untuknya.


Nizar sendiri memang sering datang awal ke sekolah, dia suka berdiri sendirian di rooftop sekolah sembari menikmati pemandangan indah dari atas sana.


"Ayang!" sapa Shanum saat melihat Nizar tengah berdiri di depannya dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana.


Nizar menoleh dan menatap dingin ke arahnya.


"Kamu udah sampe? Buru-buru amat sih sampe keringetan begini, pelan-pelan aja kali sayang!" ucap Nizar langsung menyeka keringat di dahi Shanum dengan tangannya.


"Eee aku cuma gak mau kamu nunggu lama, terus nanti kamu marah deh," ucap Shanum.


"Ahaha, ya enggak lah sayang. Buat apa aku marah sama kamu cuma karena kamu telat bawain sarapan?" kekeh Nizar.


"Ya kali aja kan gitu? Yaudah, nih aku udah siapin roti bakar sesuai pesanan kamu semalam!" ucap Shanum seraya menyodorkan kotak bekal berisi roti bakar untuk Nizar.


"Makasih ya sayangku!" ucap Nizar singkat.


Pria itu pun mengambil kotak bekal tersebut dari tangan Shanum, lalu membukanya. Dia mengambil satu buah roti dan memberikannya pada Shanum.


"Nih satu buat kamu!" ucap Nizar.


"Kok gitu? Bukannya biasanya kamu selalu makan dua roti ya?" tanya Shanum heran.


"Kali ini enggak, aku cuma mau makan satu. Satunya lagi buat kamu, biar gak mubazir. Lagian aku juga gak enak lah makan sendirian terus, aku pengen makan bareng kamu," jawab Nizar.


"Aw kamu bisa aja deh bikin aku klepek-klepek!" ucap Shanum tersipu malu.


"Yaudah, kita duduk yuk! Terus kita sama-sama nikmatin roti yang enak ini," ajak Nizar.


"Yuk!" ucap Shanum menurut.


Mereka pun duduk di kursi yang tersedia, Nizar mengambil satu roti lagi dan langsung melahapnya dengan rakus.


"Mmhh roti bawaan kamu emang paling mantap deh!" ucap Nizar dengan mulut penuh roti.


"Bisa aja kamu, itu kan cuma roti bakar biasa kayak punya abang-abang jualan. Gak ada bedanya kali," ujar Shanum.


"Eh yang ini beda tau sayang, ini rasanya lebih manis. Apa karena aku makannya sambil lihat muka kamu kali ya?" ucap Nizar.


"Gombal terus deh kamu! Udah ah, kita fokus aja makan rotinya jangan bicara mulu!" ujar Shanum.


"Iya iya, tapi aku suapin mau gak?" tawar Nizar.

__ADS_1


"Mau dong!" jawab Shanum antusias.


Nizar pun tersenyum, lalu menyodorkan roti ke mulut Shanum bermaksud menyuapi gadis itu.


"Buka dong mulutnya!" perintah Nizar.


Shanum mengangguk dan membuka mulutnya, merasakan roti bakar yang enak karena disuapi langsung oleh sang kekasih.


"Gimana? Tambah enak kan?" tanya Nizar.


"Iya, enak banget jadinya!" jawab Shanum sambil tersenyum.


"Hahaha.." Nizar tertawa senang.


"Sekarang giliran aku, sini buka mulut kamu!" pinta Shanum.


Nizar menurut saja dan melakukan apa yang diminta gadisnya, Shanum mulai menyuapi Nizar secara perlahan sambil sesekali mencubit hidung pria itu dengan iseng.


"Duh jahil ya kamu main cubit-cubit aja!" ujar Nizar.


"Hehe, gapapa dong abisnya kamu gemesin. Terus gimana rasa rotinya? Masih enak gak?" ucap Shanum.


"Oh jelas dong, bekas gigitan kamu jadi tambah manis dan gurih!" jawab Nizar sambil tersenyum lebar.


Mereka saling tertawa dan melanjutkan memakan roti itu sampai habis.




Aileen merasa Ardiaz mulai mengabaikannya karena tak mau menelponnya, akibatnya kini gadis itu kembali cemberut dan kesal saat berada di mobil bersama Ardiaz.


"Aileen, saya minta maaf soal semalam! Saya gak telpon kamu itu karena saya ketiduran, bukan karena gak perduli sama kamu!" ucap Ardiaz.


Namun, Aileen tetap kekeuh tak menjawabnya.


"Ayolah Aileen cantik! Baru kemarin kita baikan, masa hari ini udah marahan lagi?" ujar Ardiaz.


"Bodo!" cibir Aileen.


"Kok kamu gitu sih? Saya gak bisa dicuekin terus sama kamu begini, saya tuh butuh senyum kamu untuk menjalani hari-hari tau!" ucap Ardiaz.


"Aku gak perduli, suruh siapa kamu nyebelin banget jadi cowok!" kesal Aileen.


Ardiaz menggeleng seraya mengerutkan dahinya, tingkah Aileen makin hari memang semakin membuatnya pusing sendiri.

__ADS_1


Sesampainya di sekolah, gadis itu bahkan langsung turun dari mobil dan meninggalkan Ardiaz tanpa sepatah katapun.


"Hey Aileen!" Ardiaz berteriak dengan maksud agar gadis itu berhenti, tetapi niatnya tidak berhasil.


"Hadeh, susah lagi ini mah bujuknya! Kenapa sih Aileen gampang ngambek? Masa cuma gak ditelpon sehari aja langsung semarah itu? Padahal kan kemarin sorenya saya ajak dia keliling sampai jam delapan malam," gumam Ardiaz.


"Pak Diaz!" lelaki itu tersentak kaget saat suara halus menyebut namanya, ia menoleh dan mendapati Laura berdiri di depannya dengan pakaian khas para guru.


"Laura?" Ardiaz sempat tertegun melihat penampilan Laura saat ini.


"Cantik!" batinnya.


"Pak, halo pak!" Laura coba menyadarkan lelaki di hadapannya yang sedang melamun itu.


"Eh iya iya," kaget Ardiaz.


"Bapak kenapa diam aja? Lagi ngapain berdiri disini? Kok gak masuk?" tanya Laura penasaran.


"Kamu itu apa sih Laura? Gak usah terlalu formal kali sama saya, kan bisa panggil saya pake nama aja kayak biasa kita ini seumuran loh!" ujar Ardiaz.


"Mulai sekarang ini kan aku kerja disini Diaz, jadi ya aku harus panggil kamu bapak dong!" ucap Laura.


"Iya deh, terserah kamu aja. Kalo gitu ayo kita masuk ke dalam bareng-bareng! Sekalian nanti saya minta Bu Vira buat kasih tahu semuanya ke kamu," ucap Ardiaz.


"Oke! Eh tapi, apa pacar kamu gak cemburu kalau kita masuknya barengan?" tanya Laura.


"Dia aja tadi ninggalin saya kok, malah main masuk gitu aja ke dalam gak ngajak-ngajak saya. Udah, yuk kita masuk!" jawab Ardiaz.


"Oh yaudah," singkat Laura menurut saja.


Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam bersamaan, hal itu mengundang perhatian dari para murid yang ada di sekitar mereka.


Virgo serta teman-temannya pun terlihat heran ketika Ardiaz berjalan dengan seorang wanita cantik di sebelahnya.


"Eh Go, tuh pak Ardiaz sama siapa ya? Cakep amat tuh cewek," bisik Pandu di telinga Virgo.


"Gak tahu juga deh, bisa jadi itu guru baru di sekolah kita. Lihat aja pakaiannya!" ucap Virgo.


"Iya sih, tapi kenapa mereka kelihatannya deket banget? Jangan-jangan pak Ardiaz sama Aileen udah putus lagi," tebak Pandu.


"Hus! Kalo ngomong jangan sembarangan lu!" tegur Zack.


"Bukan gitu, gue kan cuma nebak. Abisnya tadi kan kalian lihat sendiri si Aileen jalan sendirian sambil cemberut, terus sekarang pak Ardiaz lewat bareng cewek lain," ucap Pandu.


"Iya ya.."

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2