
"Kalau begitu, sekarang juga kamu bersihkan noda di baju saya sampai hilang semuanya tanpa terkecuali!" pinta Gilang.
"Apa? Saya gak mau lakuin itu, lagian saya juga gak bisa bersih-bersih," tolak Aileen.
"Ohh, lancang ya kamu? Sudah salah tapi gak mau dihukum, baiklah ayo ikut saya ke pos satpam supaya kamu bisa dibawa ke kantor polisi!" ucap Gilang langsung mencengkram lengan Aileen.
"Ih apaan sih? Lepasin aku, aku udah minta maaf jadi aku gak salah!" ujar Aileen meronta-ronta.
"Ah diam kamu!" bentak Gilang.
"Mas Gilang, cukup mas! Ini sudah kelewatan, nanti kita bisa dijadikan bahan perbincangan," cegah pria berkumis.
"Kamu jangan ikut campur Burhan! Biar saya yang mengurus semua ini, kamu pergi saja dan bilang ke mereka kalau saya agak terlambat!" ujar Gilang.
Burhan hanya menurut dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah Gilang, bosnya itu memang sulit dicegah jika sudah berkeinginan melakukan sesuatu.
Gilang semakin mencengkram kuat lengan Aileen, memaksa gadis itu untuk ikut dengannya.
"Ih lepasin aku! Aku gak salah, aku gak mau dibawa ke kantor polisi!" ucap Aileen.
"Masih berani kamu bilang kamu gak salah? Kamu lupa kalau kamu yang udah bikin baju saya jadi kayak gini, ha? Itu namanya gak salah?" ujar Gilang.
Gilang terus menarik paksa lengan Aileen.
"Ayo ikut saya! Kamu harus dihukum karena sudah bikin saya emosi!" geram Gilang.
"Ah lepasin!" teriak Aileen.
Untunglah Ardiaz datang tepat waktu, ia yang baru kembali dari toilet tak sengaja melihat gadisnya tengah ditarik-tarik oleh seseorang.
"Hey! Apa-apaan ini??" sentak Ardiaz.
Sontak Gilang langsung menoleh ke asal suara, ia terkejut melihat Ardiaz berdiri menatapnya.
Sementara Aileen tampak tersenyum lega melihat kehadiran kekasihnya saat ini.
"Bapak? Tolongin aku pak!" pinta Aileen.
"Lepasin pacar saya! Lancang sekali kamu pegang-pegang tangan dia!" geram Ardiaz.
"Ohh, jadi ini pacar kamu? Kalo gitu kamu juga harus ikut saya ke pos satpam!" ucap Gilang.
"Untuk apa?" tanya Ardiaz.
"Karena pacar kamu ini sudah membuat saya kesal. Kamu lihat kan baju saya yang mahal ini? Dia sudah bikin baju saya seperti ini, jadi dia harus tanggung jawab!" jelas Gilang.
"Hadeh, masa cuma begitu aja kamu sampai semarah ini sih? Saya bisa ganti dan beliin kamu baju kayak gini sama pabriknya sekalian, sekarang lepasin pacar saya!" tegas Ardiaz.
__ADS_1
"Sembarangan aja kalo ngomong! Saya gak butuh duit kamu, yang saya mau cewek ini harus dikasih pelajaran!" ucap Gilang lantang.
"Dia pacar saya, biar saya yang tanggung jawab soal dia. Kamu gak berhak buat hukum pacar saya! Lepaskan dia atau kamu saya laporkan atas penganiayaan!" geram Ardiaz.
Gilang menatap tajam ke arah Ardiaz dan tak melepaskan tangan Aileen.
Namun, akhirnya Ardiaz bergerak mendekat lalu melepas paksa Aileen dari genggaman Gilang.
"Hey! Berani sekali kamu melawan saya! Kamu belum tahu siapa saya, ha? Saya ini anak pemilik hotel dan saya bisa usir kalian dari sini!" ujar Gilang.
"Saya gak takut, kamu juga belum tahu siapa saya. Jadi, sebaiknya kamu introspeksi diri dan jangan menilai buruk orang lain!" ucap Ardiaz tegas.
Ardiaz pun mendekap Aileen dan menatapnya.
"Ayo sayang, kita pergi aja dari sini! Ternyata anak pemilik hotel ini orang sombong, kita cari penginapan lain aja!" ucap Ardiaz.
Aileen mengangguk pelan mengikuti ucapan kekasihnya.
Mereka pun pergi begitu saja melewati Gilang tanpa perduli dengan apa yang dikatakannya.
•
•
Kini Aileen berada di kamarnya bersama Ardiaz yang membantu merapihkan barang-barang nya.
"Sayang, kamu beneran gapapa? Tangan kamu gak luka dicengkeram sama cowok tadi? Apa perlu saya carikan obat?" tanya Ardiaz cemas.
"Enggak pak, aku baik-baik aja kok," jawab Aileen.
"Benar? Saya cemas banget loh ini, kalau luka biar saya beli obatnya nanti. Cowok tadi kan cengkram kamu kuat banget," ucap Ardiaz.
"Tenang aja pak! Bapak lihat nih, tangan aku baik-baik aja kan?!" ucap Aileen.
"Ya iya sih, syukur deh kalau emang gak kenapa-napa! Sekarang juga kita pindah dari hotel ini, nanti saya akan kasih ulasan buruk tentang hotel ini supaya gak ada lagi yang mau nginep disini," ucap Ardiaz.
"Jangan dong pak! Kasihan para karyawan yang kerja disini, mereka kan gak salah tapi kena imbasnya nanti!" ucap Aileen mencegah Ardiaz.
"Saya gak perduli, biarin aja mereka mau apaan kek! Intinya saya gak terima sama perlakuan pria tadi ke kamu, dia udah bikin kamu hampir luka! Dia juga udah rendahin kamu tau," ucap Ardiaz.
"Pak, udah ya cukup jangan diperpanjang!" pinta Aileen memegang tangan Ardiaz.
"Maaf ya Aileen! Untuk kali ini saya gak mau nurut sama kamu, saya akan perpanjang masalah ini supaya dia ngerti kesalahannya!" ucap Ardiaz.
"Tapi pak—"
"Sssttt diam Aileen! Atau saya cium mulut kamu lagi nih?!" sela Ardiaz.
__ADS_1
Aileen terbelalak mendengarnya.
"Gak mau kan? Yaudah, kamu jangan halangi saya buat kasih pelajaran ke orang itu! Saya ini lagi kesal, jadi kamu diam aja!" tegas Ardiaz.
"Bapak ih serem amat sih! Bapak tuh harus bisa kontrol emosi, jangan sampai kelewat batas!" ucap Aileen mengingatkan.
"Saya gak lewat batas kok, menurut saya orang itu emang harus dikasih pelajaran," ucap Ardiaz.
"Terserah bapak deh, aku gak mau ikut campur. Kalau nanti ada masalah lagi, jangan bawa-bawa aku loh!" ucap Aileen.
"Iya, kamu gak akan kebawa-bawa kok. Lagian kamu itu berat Aileen," sarkas Ardiaz.
"Ish malah bercanda bapak mah!" kesal Aileen.
"Siapa yang bercanda? Emang bener kamu berat, makanya saya gak kuat gendong kamu," ucap Ardiaz.
"Huh bapak nyebelin banget sih! Aku gak berat tau!" cibir Aileen.
"Udah ah buruan beresin barang-barang kamu, gausah kebanyakan ngomong!" ujar Ardiaz.
"Dih padahal bapak yang ngomong terus daritadi, aku mah diem aja," ucap Aileen.
Ardiaz tersenyum sembari mendekati Aileen, ia mencubit dua pipi gadisnya dengan gemas sambil menciuminya lembut.
"Uhh gemesin banget pacar saya ini!" ucap Ardiaz.
"Pak, sakit ih! Lepasin ah!" kesal Aileen coba berontak.
Namun, Ardiaz justru mendekapnya erat.
"Kamu bisa kemana-mana Aileen, kamu itu cuma punya saya!" ucap Ardiaz posesif.
"Mmhhh bapak benar-benar ya nyebelin dasar!" ucap Aileen yang mulai merasa sesak.
"Kita nanti sewa satu kamar buat berdua aja gimana sayang?" tanya Ardiaz sensual.
"Hah? Ngaco aja ih bapak! Aku gak mau ya, nanti bapak mesum lagi!" tolak Aileen.
"Mesum sama pacar sendiri mah gapapa, gak ada salahnya kali," ujar Ardiaz.
"Gak mau bapak!" tegas Aileen.
"Iya iya, udah ah jangan berontak terus! Saya lagi mau peluk kamu tau," ucap Ardiaz.
Pria itu semakin mengeratkan pelukan, menaruh wajahnya di bahu sang kekasih dan sesekali mengecup leher mulusnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...