
"Aileen!!" Ardiaz langsung masuk menghampiri Aileen yang masuk duduk di meja makan bersama kakaknya.
Seketika gadis itu terkejut, ia menoleh ke arah Ardiaz dengan mulut terbuka.
Begitupun dengan Gabino, melihat kehadiran Ardiaz di rumahnya membuat ia terkejut.
"Mas Diaz? Ngapain mas kesini?" tanya Aileen.
"Loh kok ngapain? Saya mau jenguk kamu Aileen, kata mbak Lana kamu lagi sakit. Kenapa kamu gak ngabarin saya sih Aileen?" jelas Ardiaz.
"Eee buat apa aku ngabarin kamu? Orang aku gak sakit apa-apa kok, kak Alana itu cuma salah paham aja," elak Aileen.
"Heh! Kamu itu sakit Aileen, masih aja ngebohong di depan pacar kamu! Emang kamu mau kena dosa karena berbohong?" tegur Gabino.
"Apa sih kak? Diem deh!" sentak Aileen.
Ctak
Gabino reflek menjitak kening Aileen hingga gadis itu menjerit sakit.
"Akh sakit kak!" protes Aileen.
"Mas, kamu kok gitu sama adik kamu? Kamu lupa tadi bilangnya mau sayang dan perhatian sama dia?" ujar Alana.
"Abisnya dia gak sopan sama aku, bisa-bisanya dia bentak aku!" kesal Gabino.
Ardiaz tersenyum saja, kemudian bergerak lebih dekat ke arah Aileen dan langsung mengusap kening gadis itu.
"Udah gapapa, makanya kamu jangan bandel Aileen!" ucap Ardiaz.
"Nah, pacar kamu aja sepaham sama kakak. Dasar bandel!" ujar Gabino.
"Iya iya kak, aku minta maaf! Terus sekarang kamu mau ngapain kesini mas Diaz?" ucap Aileen.
"Masih aja nanya gitu, kan udah dibilang saya mau jenguk kamu, sekalian saya mau bujuk kamu supaya kamu mau makan. Abis itu saya ikut ke rumah sakit antar kamu ya?" ujar Ardiaz.
"Aku gak mau ke rumah sakit, aku pengen istirahat di rumah aja. Sakit aku gak parah kok, jadi gak harus diperiksa di rumah sakit segala," tolak Aileen.
"Aileen, jangan mulai deh! Kamu itu harus dibawa ke rumah sakit buat diperiksa, saya gak mau kamu kenapa-napa!" ucap Ardiaz.
"Biarin aja Diaz, kalo dia gak mau dibawa ke rumah sakit, kamu putusin aja dia!" ucap Gabino.
"Kakak ngomong apa sih? Jangan pengaruhi mas Diaz yang enggak-enggak deh! Gak mungkin mas Diaz mau putusin aku, ya kan mas?" ujar Aileen.
"Iya, enggak kok. Tapi, kamu juga harus nurut dan mau dibawa ke rumah sakit!" ucap Ardiaz.
"Ya ya ya, aku mau deh asalkan ditemenin kamu," ucap Aileen dengan manja.
"Oh itu sih pasti, saya bakal temenin kamu nanti. Sekarang kamu makan dulu yang banyak, sampai makanannya habis!" ucap Ardiaz.
"Suapin dong mas!" pinta Aileen.
__ADS_1
Ardiaz melongok lebar melihat ekspresi menggemaskan Aileen, ia melirik Gabino sekilas seakan meminta persetujuan darinya.
"Yaudah, kamu suapin aja pacar kamu yang manja itu Diaz! Siapa tahu kalau sama kamu dia mau makan sampai habis," ucap Gabino.
"Eee iya bang," Ardiaz mengangguk singkat dan mengambil piring dari tangan Gabino.
"Nah, kamu sekarang harus makan yang banyak ya Aileen! Saya kan udah mau suapin kamu, jadi kamu harus nurut sama saya!" sambungnya.
"Iya mas, kalo kamu yang nyuapin mah aku pasti lahap kok makannya," ucap Aileen.
"Yeh dasar bucin!" cibir Gabino.
"Hahaha iri ya kak?" kekeh Aileen.
"Dih ngapain iri? Kakak bisa lebih romantis daripada kalian berdua, kakak sama kak Lana kan udah nikah. Kita berdua bebas ngapain aja, gak kayak kamu masih terbatas," ujar Gabino.
Aileen hanya membuang muka dan tersenyum ke arah Ardiaz.
•
•
Singkat cerita, Aileen sudah selesai diperiksa oleh dokter di rumah sakit. Kini ia bersama Ardiaz pun tengah mengantri untuk pengambilan obat.
Ardiaz tampak terus memeluk tubuh gadisnya, sikapnya benar-benar hangat dan lembut hingga membuat Aileen sangat nyaman.
"Kamu dengerin kata-kata dokter tadi, kamu itu gak boleh begadang terus!" ujar Ardiaz.
"Lagian emangnya kamu ngapain sih pake begadang segala? Nonton bola? Eh tapi kamu kan gak suka bola, masa iya kamu begadang gara-gara itu?" tanya Ardiaz keheranan.
"Eee aku..."
"Hayo kamu apa? Udah ngaku aja sama saya, kalo enggak nanti kamu saya cubit nih!" ancam Ardiaz.
"Jangan ah mas, sakit tau dicubit!" rengek Aileen.
"Ya makanya kamu jelasin yang sejujurnya sama saya, jangan berpikir buat bohong atau ngibulin saya!" tegas Ardiaz.
"Gak ada yang mau bohongin kamu kok mas, aku lagi mikir aja gimana bilangnya ke kamu," ucap Aileen.
"Yaudah, tinggal bilang aja yang sebenarnya sayang!" ucap Ardiaz dengan lembut.
"Aku tuh begadang karena gak bisa tidur, akhirnya aku ngelive deh di sosmed sembari curhat biar bisa tidur cepet," ucap Aileen.
"Astaga! Jadi, selama ini kamu suka ngelive malam-malam sampe pagi?" tanya Ardiaz.
"I-iya mas, abisnya mau gimana lagi? Aku gak bisa tidur dan daripada bosan, yaudah aku ngelive aja biar ada kegiatan. Lumayan juga hadiah yang aku dapat tau bisa buat beli skincare," jawab Aileen.
"Ya ampun! Sayang, kalau kamu mau skincare kan tinggal sama saya, kamu bisa minta apapun sama saya gausah ragu!" ucap Ardiaz.
"Aku ngerti mas, tapi kan aku emang susah tidur. Kayaknya aku insomnia deh mas, mungkin aku butuh pelatihan biar bisa cepat tidur dan gak begadang lagi," ucap Aileen.
__ADS_1
"Saya sebenarnya tau cara supaya kamu bisa cepat tidur," ucap Ardiaz sambil tersenyum.
"Hah? Gimana mas?" tanya Aileen.
"Kita nikah dulu biar saya bisa kasih tahu caranya," jawab Ardiaz dengan senyum tipisnya.
Aileen mendadak ketar-ketir melihat senyuman Ardiaz, ia seakan tahu perkataan pria itu mengarah kemana meski Ardiaz tak menjelaskannya.
"Ish bapak mesum!" ketus Aileen.
"Loh apa sih? Kok kamu bilang saya mesum? Emangnya kamu ngerti yang saya maksud? Berarti kamu dong yang mesum kalo kayak gitu?" ledek Ardiaz.
"Ah tau ah, kamu emang nyebelin!" kesal Aileen langsung membuang muka.
"Hey, saya bercanda sayang. Kamu kok ambekan banget sih jadi cewek?!" ujar Ardiaz.
"Diem! Dengerin tuh nanti kalau dipanggil sama apoteker nya!" ucap Aileen.
"Pasti kedengaran lah, saya gini-gini tuh masih bisa dengar tau. Emang kamu pikir saya budeg apa?" ucap Ardiaz.
"Ya ya ya," cibir Aileen.
"AILEEN BELVINA!"
Nama Aileen akhirnya disebut, sontak Ardiaz beranjak dari kursinya untuk mengambil obat gadisnya.
"Kamu tunggu sini!" perintah Ardiaz.
"Iya mas," singkat Aileen.
Setelahnya, Ardiaz pun bergegas pergi menuju tempat pengambilan obat.
Sementara Aileen menunggu disana sembari menyatukan jari-jarinya.
"Huh dingin banget disini!" keluhnya dalam hati.
Tak lama, Ardiaz kembali menemui Aileen sesudah selesai mengambil obat. Pria itu duduk di samping sang wanita dan tersenyum ke arahnya.
"Kamu kenapa? Dingin?" tanya Ardiaz lembut.
"Iya mas, kita langsung balik aja yuk!" jawab Aileen.
"Ohh, yaudah ayo kita pulang sekarang! Saya gendong mau?" ucap Ardiaz.
"Enggak, aku mau jalan aja," tolak Aileen.
"Ya okay!" Ardiaz menurut saja dengan kekasihnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1