Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 120. Hampir celaka


__ADS_3

Aileen dan Ardiaz kini tengah berada di sebuah taman dekat rumah mereka, keduanya turut membawa Ileana dalam rangka mengenalkan bayi itu pada dunia. Aileen juga tak mau putrinya hanya berdiam diri di rumah, sebab memang setiap bayi membutuhkan pancaran sinar matahari.


Mereka sengaja hanya pergi bertiga, meskipun tadi Mita sempat meminta untuk ikut dengan mereka. Namun, Ardiaz dengan berat hati melarangnya karena ia ingin menghabiskan waktu bersama istri dan anaknya saja. Mita pun menurut, walau ada sedikit rasa kecewa di hatinya.


"Mas, ramai ya ternyata disini? Padahal masih pagi loh sekarang," ucap Aileen menyipitkan matanya akibat sinar matahari yang menyorot ke arahnya.


"Iya nih, kebanyakan mereka juga pada bawa anak. Mungkin tujuannya sama kayak kita," ucap Ardiaz.


"Yaudah, kita mau main kemana nih mas? Ileana kayaknya juga suka deh diajak jalan-jalan kayak gini, tuh dia senyum terus daritadi," ucap Aileen.


"Iya benar, kalau senyum dia jadi makin kelihatan cantiknya. Aku sampai bingung nih pilih Ileana atau ibunya," kekeh Ardiaz.


"Aih, kamu tuh ya gak dimana-mana gombal terus. Jangan sampai loh anak kamu sendiri kamu embat juga!" sarkas Aileen.


"Ya gak bakal lah, masa iya aku begitu? Aku tetap setia sama ibunya aja dong, lagian ibunya juga gak kalah cantik," ucap Ardiaz.


"Kamu ngeledek ya? Tubuh aku aja makin melar nih abis ngelahirin Ileana, kamu gausah bilang aku cantik deh," ucap Aileen.


"Kata siapa melar? Kamu tuh seksi sayang, aku suka kok sama kamu. Jangan mikir kalo kamu tuh jelek sayang!" ucap Ardiaz.


"Iya iya, sekarang kita fokus aja bikin Ileana senang mas. Kamu jangan bahas yang lain dulu!" ucap Aileen.


"Sebenarnya Ileana tuh ada di dekat aku aja udah senang dia, soalnya aku ini kan pria yang lucu dan gemesin. Benar kan?" ujar Ardiaz.


"Bisa banget ya kamu pedenya? Udah lah kamu mah gausah ngada-ngada deh!" ucap Aileen.


Ardiaz merasa gemas dan mencubit pipi istrinya, wanita itu membalas cubitan sang suami sampai tanpa sadar tangannya terlepas dari pegangan stroller bayi milik Ileana. Akibatnya, stroller itu pun melaju dengan sendirinya menjauhi Aileen serta Ardiaz.


"Hah Ileana??" Aileen sontak panik melihat stroller nya lepas dari pegangannya.


"Duh, kamu gimana sih Aileen? Udah biar saya yang kejar!" geram Ardiaz.


Baru saja Ardiaz hendak berlari, sudah ada seorang pria yang lebih dulu menahan stroller itu dan menatap ke arah mereka. Pria itu ialah Aksal, ia tersenyum saat menyadari keberadaan Aileen di depannya. Sedangkan Aileen serta Ardiaz langsung menghampiri Ileana dan juga Aksal disana.


"Huh syukurlah! Ileana sayang!" teriak Aileen sembari melangkah, Ardiaz spontan menggandeng tangannya untuk memastikan Aileen tidak kenapa-kenapa.


Aksal kini beralih menatap bayi di dalam stroller itu, ia tersenyum mencoba menenangkan Ileana yang sedang menangis deras.


"Hey, cantik jangan nangis ya! Kamu udah aman kok, disini ada paman yang jaga kamu. Sekarang kamu bisa berhenti nangis, ada paman kok disini cantik!" ucap Aksal pelan.


"Aksal?" lirih Aileen begitu menyadari Aksal lah yang tadi menyelamatkan putrinya.




Disisi lain, Alana masih tampak sedih sebab ia belum juga diberi keturunan. Gabino yang melihatnya langsung menghampiri sang istri untuk coba menghibur wanita itu, ia tidak ingin Alana terus bersedih karena tak kunjung diberi keturunan setelah sekian lama mereka menikah.


Bahkan, mereka kalah dari Aileen yang sudah langsung memiliki anak di pernikahan yang baru berlangsung. Meskipun Gabino tak mempermasalahkan itu, tapi lain dengan Alana yang selalu saja berharap untuk memiliki anak agar pernikahan mereka lebih sempurna.


"Sayang, kamu pasti masih sedih ya karena kamu belum hamil juga?" tanya Gabino pelan.

__ADS_1


"Eh mas," Alana terkejut dan reflek menghapus air matanya sembari berbalik menatap sang suami.


"Udah gausah ngelak, aku udah lihat air mata kamu kok tadi. Kamu gak perlu lah tutupi kesedihan kamu dari aku sayang," ucap Gabino.


"I-i-iya mas, aku emang sedih sekaligus iri sama Aileen dan Ardiaz," jawab Alana.


"Karena mereka sudah dikaruniai anak? Sayang ayolah, rezeki orang kan beda-beda! Kamu gak boleh iri kayak gitu sama mereka, mungkin aja rezeki mereka lebih bagus dibanding kita. Jadi udah ya, jangan sedih lagi!" bujuk Gabino.


"Sulit mas, setiap kali aku lihat Aileen gendong Ileana, itu rasanya aku selalu nyesek banget. Aku kepikiran hubungan kita yang masih belum dikaruniai anak," ucap Alana.


"Huh, kamu mau usaha lagi? Yuk lah mumpung aku lagi kepengen nih sayang!" ajak Gabino.


"Mas, kamu mikir gak sih? Udah berapa kali kita usaha coba? Tapi, sampai sekarang kita masih belum dikasih keturunan. Aku rasa ada yang salah deh dari kita," ucap Alana.


"Maksud kamu apa? Kamu nuduh aku mandul gitu?" kesal Gabino.


"Gak ada aku bilang gitu, aku kan cuma bilang kalau bisa aja salah satu dari kita punya masalah. Mungkin ada baiknya kita cek dulu?" ucap Alana.


"Gausah, aku yakin kita gak punya masalah. Udah yuk kita usaha lagi aja!" ucap Gabino.


"Kamu tuh mesum banget sih mas, aku lagi sedih malah diajak begituan!" kesal Alana.


"Justru biar gak tambah sedih sayang, makanya lebih baik kita tuh buat anak. Yuk ah sayang biar bisa banyak ronde!" bujuk Gabino.


"Aku gak mau mas, kamu ajak guling aja sana!" ketus Alana.


Wanita itu terlihat kesal dan berniat pergi, namun dengan cekatan Gabino menahan lengan sang istri dan mencegahnya untuk tidak pergi. Alana pun emosi, ia berontak coba melepaskan diri dari pegangan Gabino tetapi gagal.


"Kalau aku gak mau gimana? Pokoknya kamu disini aja sama aku!" tegas Gabino.


"Kamu tuh kenapa sih mas?" heran Alana.


"Aku kenapa? Ya aku mau ajak kamu berjuang buat anak yang banyak, katanya pengen punya anak," ucap Gabino sambil nyengir.


"Aku udah males mas, abisnya kita masih gak dikasih anak juga sampe sekarang. Mending aku keluar aja, lepasin mas!" kesal Alana.


"Enggak sayang, kamu mau keluar kemana sih? Ketemu Aileen sama Ardiaz? Nanti yang ada kamu malah makin itu sama mereka," ucap Gabino.


"Bukan ketemu sama mereka kok mas, aku cuma mau cari udara segar aja. Daripada di rumah terus malah bikin aku sedih," ucap Alana.


"Okay, tapi sana aku ya jalannya? Jangan pergi sendiri sayang!" ucap Gabino.


Alana mengangguk, lalu disaat mereka hendak pergi tiba-tiba saja wanita itu merasa mual dan ingin muntah. Alana pun langsung bergegas menuju kamar mandi, sedangkan Gabino merasa bingung dan memilih menunggu di luar.


"Waduh, Alana kenapa ya? Apa dia masuk angin karena keseringan begadang? Udah dibilangin ngeyel sih!" gumam Gabino.


Pria itu tampak sangat panik dan terus menggigit jarinya, tak ada kepikiran sama sekali di dalam kepalanya bahwa Alana saat ini tengah mengalami gejala awal kehamilan.



__ADS_1


Ardiaz merasa gemas dan mencubit pipi istrinya, wanita itu membalas cubitan sang suami sampai tanpa sadar tangannya terlepas dari pegangan stroller bayi milik Ileana. Akibatnya, stroller itu pun melaju dengan sendirinya menjauhi Aileen serta Ardiaz.


"Hah Ileana??" Aileen sontak panik melihat stroller nya lepas dari pegangannya.


"Duh, kamu gimana sih Aileen? Udah biar saya yang kejar!" geram Ardiaz.


Baru saja Ardiaz hendak berlari, sudah ada seorang pria yang lebih dulu menahan stroller itu dan menatap ke arah mereka. Pria itu ialah Aksal, ia tersenyum saat menyadari keberadaan Aileen di depannya. Sedangkan Aileen serta Ardiaz langsung menghampiri Ileana dan juga Aksal disana.


"Huh syukurlah! Ileana sayang!" teriak Aileen sembari melangkah, Ardiaz spontan menggandeng tangannya untuk memastikan Aileen tidak kenapa-kenapa.


Aksal kini beralih menatap bayi di dalam stroller itu, ia tersenyum mencoba menenangkan Ileana yang sedang menangis deras.


"Hey, cantik jangan nangis ya! Kamu udah aman kok, disini ada paman yang jaga kamu. Sekarang kamu bisa berhenti nangis, ada paman kok disini cantik!" ucap Aksal pelan.


"Aksal?" lirih Aileen begitu menyadari Aksal lah yang tadi menyelamatkan putrinya.


Aksal tersenyum ketika Aileen serta Ardiaz sudah berada di hadapannya, ia kembali berdiri setelah berhasil membuat Ileana tenang dan tidak menangis lagi. Aileen pun cukup bingung, sebab biasanya Ileana sangat sulit untuk ditenangkan jika sedang menangis seperti tadi.


"Makasih ya Aksal, kalau gak ada kamu aku gak tahu lagi deh bakal gimana," ucap Aileen.


"Sama-sama Aileen, kebetulan aja tadi aku lihat ada stroller jalan sendiri, makanya aku langsung buru-buru buat selamatin," ucap Aksal.


Aileen tersenyum, kemudian beralih menatap putrinya dan tampak sangat khawatir. Ia menyesal karena sudah lalai menjaga putrinya itu, masih untung kali ini ada Aksal yang bisa menyelematkan Ileana sehingga tidak terjadi apa-apa.


"Sayang, mama minta maaf ya! Mama janji gak akan ulangi itu lagi, kamu yang tenang ya sayang!" ucap Aileen pada Ileana.


Sementara Ardiaz kini menatap Aksal dan berbicara, "Makasih ya Aksal, kamu udah selamatin anak saya dan Aileen!" ucapnya sambil tersenyum.


"Iya pak, sama-sama. Omong-omong anak bapak sama Aileen ini namanya siapa?" tanya Aksal.


"Ohh, namanya Ileana. Kamu mau lihat dia lagi atau bicara sama dia?" jawab Ardiaz.


"Boleh pak, soalnya anak bapak lucu banget. Begitu lihat pertama kali, saya langsung kagum dan reflek bilang cantik. Pantas sih dikasih nama Ileana," ucap Aksal.


"Hahaha, bisa aja kamu. Yaudah, karena kamu udah selamatin anak saya, kamu boleh minta apapun yang kamu mau," ucap Ardiaz.


Aksal terdiam, ucapan Ardiaz barusan sungguh membuatnya merasa ingin meminta Aileen dari lelaki itu. Ia sangat mencintai Aileen, dan jika Ardiaz mau memberikan wanita itu padanya maka ia akan sangat bahagia.


"Enggak pak, saya gak butuh apa-apa. Saya ikhlas kok tolong Ileana tadi," ucap Aksal.


"Yakin nih? Ayo mumpung saya masih belum berubah pikiran!" ucap Ardiaz.


"Benar pak, masa nolongin orang minta imbalan sih?" ucap Aksal.


"Baiklah, sekali lagi terimakasih ya Aksal! Kalo gitu kamu boleh deh main sama Ileana," ucap Ardiaz.


Aksal tertawa kecil, akhirnya ia kembali bermain dengan Ileana tapi tentunya dengan tatapan yang terus mengarah pada Aileen.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2