Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 114. Yang pertama tau


__ADS_3

Aileen sangat kesal, tapi justru membuat Ardiaz makin gemas dan reflek mencubit dua pipinya berkali-kali.


"Uhh gemes banget sih istri saya ini!" ujar Ardiaz.


"Mas, malu dilihatin orang ih! Kamu tuh gak tahu tempat banget sih," tegur Aileen yang langsung menjauh dari suaminya.


"Biarin aja, salah mereka pake ngeliatin kita. Lagian saya kan cuma mau mesra-mesraan sama istri saya yang cantik ini," ucap Ardiaz membela diri.


"Hadeh, mesra-mesraan juga tau tempat kali mas. Kan bisa nanti di hotel biar puas," ucap Aileen.


"Kode nih pasti, kamu minta di anu-anu lagi kan di hotel?" goda Ardiaz.


Aileen menggeleng heran, suaminya itu memang selalu saja mesum dimana pun mereka berada dan kapanpun itu.


"Udah ya mas? Kamu jangan bahas-bahas soal itu lagi untuk sekarang!" pinta Aileen.


"Kamu kenapa sih jutek banget sama saya? Saya ini suami kamu loh, giliran sama Aksal aja tadi kamu kelihatan ceria dan ramah banget," cibir Ardiaz.


"Umm, kamu cemburu ya mas? Cie cie, duh suamiku kalo lagi cemburu lucu banget deh!" ucap Aileen menggoda.


"Bisa diem gak? Saya gak cemburu, saya cuma bingung aja sama kamu Aileen," elak Ardiaz.


"Heleh ngeles aja kamu mah, ngaku aja kali kalo emang cemburu mah! Aku justru senang kok, itu tandanya kamu sayang sama aku mas," ucap Aileen tersenyum lebar.


"Iya iya, saya cemburu. Makanya jangan begitu lagi ya sama laki-laki lain!" ucap Ardiaz.


"Iya masku sayang," ucap Aileen sambil tersenyum dan membenamkan wajahnya di dada sang suami.


Mereka saling berpelukan, sampai telpon milik Aileen berdering dan mengganggu momen keduanya.


Drrttt


Drrttt


Aileen sontak melepas pelukannya, lalu mengambil ponselnya dari dalam tas dan mengecek siapa yang menelpon.


"Siapa yang telpon sayang?" tanya Ardiaz.


"Eee ini..."


"Hm?" Ardiaz menatap penasaran, Aileen pun mendongak lalu menjawabnya pelan.


"Shanum mas," jawab Aileen.


"Ohh, yaudah angkat aja kali! Kenapa kamu harus takut begitu sama saya?" ujar Ardiaz.

__ADS_1


"Gak tahu kenapa, aku malas aja sama dia mas. Kan dia udah pergi ninggalin aku, padahal dia kan sahabat aku yang paling setia," ucap Aileen.


"Hus gak boleh gitu! Kalau kamu emang anggap dia sahabat, ya diangkat dong telponnya!" ucap Ardiaz.


"Iya mas, tapi masalahnya aku kesel sama dia!" ucap Aileen cemberut.


"Jangan kesel dong! Udah kamu angkat aja ya, siapa tahu dia mau ngabarin kalau dia udah sampai di Italia!" ucap Ardiaz.


"Iya iya mas, ini aku angkat kok," ucap Aileen.


Akhirnya Aileen mengangkat telpon dari Shanum itu di hadapan Ardiaz dengan wajah sedikit kesal.


📞"Halo Shanum!" sapa Aileen pelan.


📞"Halo Aileen, sohib gue yang paling kece dan cantik! Gue udah di Italia nih, sorry ya gue baru sempat ngabarin sekarang soalnya kemarin tuh gue lagi ada kesibukan!" balas Shanum.


📞"Iya gapapa kok Shanum, aku tau kamu sibuk dan kamu gak mungkin sempat kasih kabar ke aku," ucap Aileen.


📞"Ih lu ngomongnya jangan begitu dong Len! Gue kan jadi merasa bersalah banget sama lu, maafin gue ya Aileen cantik!" bujuk Shanum.


📞"Ahaha, santai aja kali Shanum! Dengar kamu udah sampai disana dengan selamat aja udah bikin aku senang tau, kamu gak perlu ngerasa bersalah gitu lah!" ucap Aileen.


Ardiaz yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya, bisa-bisanya Aileen dengan mudahnya berubah ekspresi seperti sekarang.


•


•


Ya sebelumnya Aileen memang sudah melakukan tes kehamilan dengan alat tersebut, setelah ia merasa mual-mual dan ingin muntah.


Aileen sungguh tak menyangka, di hari pernikahannya yang ke dua puluh ia sudah langsung dikarunia seorang anak.


"Ini beneran aku hamil? Oh my God, pasti mas Diaz bakalan happy banget deh!" gumam Aileen.


Dengan bersemangat, wanita itu keluar dari kamar mandi membawa hasil testpack di tangannya lalu berjalan ke bawah mencari suaminya.


Namun, yang ia temui justru adalah Gabino alias sang kakak. Sebab Aileen memang tengah menginap di rumah kakaknya saat ini.


"Eh kak Gabi?" tegur Aileen.


"Aileen, kamu kenapa senang banget kayak gitu? Senyum-senyum aja udah kayak orang stress, pasti ada yang bikin kamu bahagia ya? Ceritain dong ke kakak!" tanya Gabino heran.


"Iya kak, aku emang lagi bahagia. Tapi, aku gak mau kasih tau kakak," jawab Aileen.


"Loh kok gitu? Ayolah, kasih tau dong biar kakak gak penasaran!" rengek Gabino.

__ADS_1


"Aku maunya yang pertama tau ini tuh mas Ardiaz, kak. Dia kan suami aku, jadi dia berhak dong tau pertama kali," ucap Aileen.


"Ya emang soal apa sih? Kakak jadi penasaran banget tau Aileen," heran Gabino.


"Ada deh, nanti kakak aku kasih tau setelah aku ngomong ke mas Ardiaz. Dia sekarang ada dimana kak?" ucap Aileen.


"Nah itu dia, Ardiaz lagi mancing sama papa. Emang kamu gak tahu apa?" ucap Gabino.


"Hah? Aku gak tahu apa-apa tuh, mas Ardiaz gak ada pamit sama aku. Kok bisa sih dia main pergi gitu aja gak pamit dulu?" geram Aileen.


"Mana kakak tahu, tapi sih katanya tadi dia udah pamit sama kamu. Mungkin kamu gak dengar kali pas dia ngomong mau pergi," ucap Gabino.


"Iya kali ya? Apa jangan-jangan mas Diaz pamit sewaktu aku lagi di kamar mandi?" ujar Aileen.


"Entahlah, intinya Ardiaz bilang begitu tadi. Makanya lain kali tuh orang ngomong didengerin Aileen!" ucap Gabino.


"Huh bawel, yaudah lah aku mau nunggu sampe mas Diaz balik aja. Bye kak!" ucap Aileen.


"Eh eh tunggu!" Gabino sontak mencekal lengan Aileen saat hendak pergi darinya.


"Apa sih kak? Kakak jangan mulai deh, bikin aku kesel aja!" ujar Aileen.


"Siapa yang mau bikin kamu kesel? Kakak cuma pengen tau apa yang tadi kamu mau kasih tau ke Ardiaz," ucap Gabino.


"Kakak tuh kepo banget ya? Ini gak bakalan aku kasih tau ke siapapun, sebelum mas Ardiaz tau," ucap Aileen.


"Hm, termasuk mama juga gak bakal kamu kasih tau gitu?" tanya Gabino.


"Iya dong kak, kan aku bilang tadi mas Diaz harus yang pertama kali tau tentang ini," jawab Aileen.


"Kamu tuh benar-benar aneh ya? Terserah kamu deh, udah sana kamu boleh pergi!" kesal Gabino melepas tangan adiknya.


Aileen menatap heran, kemudian tersenyum meledek dan membuat Gabino kesal.


"Gausah senyum-senyum gitu! Kamu mau kakak emosi terus lepas kontrol lagi sama kamu, ha?" geram Gabino.


"Hehe, iya kak maaf!" ucap Aileen pelan.


Setelahnya, Aileen pun pergi dengan langkah bahagianya menuju kamar.


Sekilas Gabino dapat melihat sebuah benda yang dipegang Aileen di belakang punggungnya.


"Loh i-itu kan..."


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2