Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 19. Baikan?


__ADS_3

Aileen dan Shanum baru selesai berganti pakaian, mereka keluar dari bilik kamar mandi lalu berniat menuju lapangan tempat latihan voli.


Saat di lapangan, Aileen masih saja melamun memikirkan Ardiaz yang justru membela Laura di depannya tadi.


"Pak Ardiaz sebenarnya sayang aku apa enggak sih? Kok dia malah belain Laura dan nyalahin aku sih tadi? Apa dia udah gak punya rasa lagi sama aku ya?" gumam Aileen dalam hati.


"Aileen?" Shanum mencoba menegur gadis itu, tetapi tidak digubris.


"Heh Aileen!" untuk yang kedua kalinya, barulah Aileen tersadar dari lamunannya.


"Astaga Shanum! Kamu kenapa sih hobi banget ngagetin aku?" protes Aileen.


"Yeh abisnya lu ditegur daritadi gak nyaut-nyaut, yaudah gue kagetin. Lu lagi mikirin apa sih emang sampe diem terus kayak gitu?" ujar Shanum.


"Eee aku..." Aileen tak mau menceritakannya pada Shanum, ia takut Shanum justru malah menggodanya.


"Apa? Ohh gue tahu nih, pasti ini soal lu sama pak Ardiaz kan?" tebak Shanum.


"Apa sih? Kenapa jadi nyambung kesana coba?" Aileen menyangkal dugaan Shanum.


"Halah pake ngelak segala lu! Ngaku aja kali, lu lagi mikirin pak Ardiaz kan?!" ujar Shanum.


"Enggak, udah deh gausah bahas soal itu! Kita kan kesini mau latihan voli," ucap Aileen.


"Ya gimana gak dibahas? Lo aja daritadi diem terus begitu kayak gak fokus," ucap Shanum.


"Dah dah cukup! Yuk kita latihan sekarang!" ucap Aileen mengalihkan pembicaraan.


Akhirnya kedua gadis itu mengikuti pemanasan bersama para anggota tim voli sekolah mereka yang lain dan juga sang pelatih.


Permainan pun dimulai, tim dibagi dua dengan Aileen dan Shanum menjadi kapten di tim masing-masing.


Karena melamun, Aileen pun tidak fokus dan terkena bola yang mengarah kepadanya. Membuat Aileen merasa pusing akibat kepalanya terbentur bola itu.


Bruuukkk


"Duh Aileen!" Shanum berteriak panik saat pukulannya malah mengenai kepala Aileen.


Shanum serta yang lainnya bergegas memegangi tubuh Aileen agar tidak pingsan di lapangan, sedangkan Aileen sendiri masih memegangi kepalanya yang terasa sakit.


Priiittt


Pelatih meniup peluit, permainan dihentikan sementara karena kondisi Aileen yang sedang sakit akibat terkena pukulan bola itu.


"Aileen, kamu gapapa?" tanya sang pelatih.


"Akh sakit pak! Kepala saya rasanya mau pecah, ini aja udah keleyengan banget. Tolong pegangin aku, kalau enggak aku bisa pingsan!" jawab Aileen.


"Duh, maafin gue ya Aileen! Gue gak sengaja dan gak ada niat buat bikin lu begini!" ucap Shanum.

__ADS_1


"Gak kok, ini bukan salah kamu. Emang aku aja yang gak fokus tadi," ucap Aileen.


"Kamu lagi mikirin apa sih Aileen sampai gak fokus gitu?" tanya sang pelatih.


"Eee..."


"Yasudah, kalian bantu bawa Aileen ke pinggir buat istirahat dulu! Abis itu baru latihannya dilanjut," perintah sang pelatih.


"Baik pak!" jawab mereka serentak.


Lalu, mereka pun membawa Aileen ke pinggir lapangan dan membantu gadis itu duduk.


"Dah Len, lu duduk aja dulu disini sampai kepala lu gak sakit lagi! Lu juga harus coba fokus, supaya ini gak kejadian lagi!" ujar Shanum.


"Iya Aileen, kalau lu gak fokus nanti permainan kita juga ikut berantakan tau!" timpal Fitri salah satu temannya di tim voli.


"Iya iya, sorry ya guys! Yaudah, kalian main dulu gih tanpa aku! Nanti paling sebentar lagi aku bakal nyusul kok," ucap Aileen.


"Oke! Lo jangan mikirin pak Ardiaz terus ye Len!" ucap Shanum sambil tersenyum.


"Apaan sih kamu?!" kesal Aileen.


Shanum terkekeh kemudian kembali ke lapangan bersama yang lain untuk melanjutkan latihan.




Karena penasaran, Ardiaz pun bergegas menghampiri gadisnya untuk bertanya secara langsung.


"Aileen!" tegur Ardiaz.


Sontak gadis itu menoleh saat namanya disebut, namun wajahnya seketika berubah mengetahui yang datang ialah Ardiaz.


"Bapak ngapain kesini?" tanya Aileen ketus.


"Pake nanya lagi kamu, ya mau lihat kamu latihan lah! Saya kan selalu suka setiap kali kamu main voli, soalnya kecantikan kamu itu nambah besar tau sayang!" jawab Ardiaz dengan menggodanya.


"Apa sih? Bapak gausah gombalin aku deh, aku tuh lagi kesel sama bapak!" ujar Aileen.


"Kesel kenapa sih Aileen sayang? Saya emang ada buat salah sama kamu?" tanya Ardiaz.


Entah mengapa kedua wajah Aileen seketika memerah mendengar Ardiaz menyebut namanya disertai kata sayang.


"Cari tau aja sendiri!" jawab Aileen.


"Oke, saya akan cari tau sendiri! Tapi kayaknya saya tau deh masalahnya. Pasti ini soal Laura kan?" tebak Ardiaz.


"Kalau tau kenapa nanya?" cibir Aileen.

__ADS_1


"Nah kan, kamu itu kenapa sih sayang? Kenapa kamu masih marah sama saya gara-gara Laura? Perasaan saya sama dia gak ada hubungan apa-apa, terus saya juga udah gak dekat lagi sama dia. Kenapa kamu marah coba?" ucap Ardiaz.


"Ya tadi bapak kenapa malah belain Laura dan marahin aku di depan dia? Aku kesel tau pak, itu artinya bapak gak sayang sama aku!" ujar Aileen.


"Kata siapa gak sayang? Saya sayang banget malah sama kamu Aileen," ucap Ardiaz seraya mendekap gadisnya dari samping.


"Ih gausah pegang-pegang ah aku males sama bapak!" pinta Aileen berusaha menjauhkan dirinya dari Ardiaz, tetapi gagal karena Ardiaz menahannya.


"Kamu gak mau saya pegang-pegang? Yaudah, saya cuma peluk kamu kok," ucap Ardiaz.


"Ish bapak, awas ah saya mau balik latihan!" kesal Aileen karena Ardiaz mendekapnya erat.


"Btw kamu kenapa malah duduk aja disini gak ikut latihan sama yang lain? Kamu sakit, hm?" tanya Ardiaz khawatir.


"Enggak," jawab Aileen menggeleng.


Ardiaz tak percaya begitu saja dengan jawaban gadisnya, ia pun menempelkan telapak tangannya di dahi sang kekasih guna memastikan.


"Gak kenapa-napa perasaan, kamu sebenarnya kenapa sih?" heran Ardiaz.


"Dibilang aku emang gapapa, aku itu cuma istirahat sebentar tadi. Udah deh, bapak lepasin aku!" ucap Aileen.


"Saya bakal lepasin kamu, kalau kamu mau maafin saya dan gak ngambek lagi kayak gini!" ujar Ardiaz.


"Kita bahas itu nanti pak, sekarang aku mau lanjut latihan!" tegas Aileen.


Bukannya menurut, Ardiaz justru semakin erat mendekap tubuh Aileen hingga gadis itu tak mampu menggerakkan tubuhnya sedikitpun.


"Ih bapak lepasin! Saya teriak nih kalo bapak gak mau lepasin!" ancam Aileen.


"Teriak aja, semua orang juga udah tau kalau kamu pacar saya. Mereka mana mungkin berani tegur saya Aileen?" kekeh Ardiaz.


"Haish, bapak nyebelin ih!" kesal Aileen.


"Kamu lucu banget kalo lagi ngambek gini, pipinya jadi makin chubby!" goda Ardiaz seraya mencubit kedua pipi Aileen.


Aileen yang diperlakukan seperti itu pun bertambah memerah, ia berusaha menyembunyikan wajah malunya dari pandangan Ardiaz saat ini.


Namun, Ardiaz menahan wajah Aileen sehingga Aileen semakin tak berkutik dibuatnya.


Sementara Shanum yang tengah latihan di lapangan, tersenyum melihat keakraban Aileen dan Ardiaz setelah sempat berkelahi sebelumnya.


"Syukurlah mereka udah baikan! Gue gak tega lihat Aileen sedih terus!" batin Shanum.


"SHANUM AWAS!" teriak Fitri memperingati Shanum untuk menghindar dari bola pukulannya.


"Hah??" Shanum reflek menoleh, dengan cekatan ia memukul bola yang datang padanya meski sempat mematung beberapa saat tadi.


"Huh selamat!" ujarnya lega.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2