
Setelah tragedi ciuman tadi, Ardiaz sedikit menyesal karena telah melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan kepada Aileen.
Ardiaz khawatir Aileen akan semakin marah padanya karena ia bertindak di luar batas, apalagi Aileen keluar dengan ekspresi dingin setelah mendapatkan ciuman pertamanya tadi.
Kini lelaki itu terus menyesali perbuatannya, ia berkali-kali membenturkan kepalanya ke dinding sambil mengacak-ngacak rambutnya.
"Aaarrgghh bodoh kamu Ardiaz, bodoh! Kenapa kamu malah cium Aileen tadi? Harusnya kamu bisa tahan rasa itu, sekarang Aileen pasti jadi tambah marah sama kamu! Gimana lagi caranya buat bujuk Aileen coba?" geram Ardiaz pada dirinya sendiri.
Ya saat ini Ardiaz masih berada di ruangannya, meski waktu sudah menunjukkan pukul lima sore dan hampir semuanya sudah pulang.
Ia memilih duduk kembali di kursinya, menundukkan kepala ke meja dan tak berani keluar dari ruangan itu.
"Sampai kapan saya dan Aileen harus bermusuhan seperti ini??" ujarnya.
TOK TOK TOK...
Disaat ia tengah sibuk merenung, tiba-tiba suara ketukan terdengar dan membuatnya mengangkat kepala lalu menatap ke arah pintu.
"Siapa?" tanya Ardiaz sedikit berteriak dengan kedua tangan terus mengusap air matanya.
Hening, tidak ada jawaban dari luar. Ardiaz semakin dibuat bingung siapa yang datang ke ruangannya sore-sore begini, apa mungkin itu hantu penunggu sekolah? Aku rasa tidak, karena ini cerita romantis bukan cerita horor.
Ceklek
Pintu lalu terbuka, Ardiaz sangat terkejut melihat sosok gadis cantik memasuki ruangannya sambil tersenyum menatapnya. Ya itulah Aileen.
"Aileen? Kamu??" Ardiaz amat kaget, ia reflek bangkit dari kursinya menatap Aileen dengan dua mata terbelalak.
Perlahan Aileen mendekat setelah menutup pintu, ia berhenti begitu sampai di depan Ardiaz tanpa menghentikan senyumnya.
"Ka-kamu bukannya marah sama saya karena saya cium bibir kamu tadi tanpa izin?" tanya Ardiaz.
"Bapak mikir apa sih? Buat apa aku marah coba?" ucap Aileen.
"Ya abisnya tadi ekspresi kamu kayak gak suka gitu pas saya cium kamu, saya minta maaf ya Aileen karena udah curi ciuman pertama kamu!" ucap Ardiaz.
Aileen justru tersenyum dan menggelengkan kepalanya, ia meraih satu tangan Ardiaz lalu mengusapnya lembut.
"Aku gak marah kok pak," ucap Aileen.
"Terus kenapa tadi kamu pergi gitu aja tanpa bicara apapun?" tanya Ardiaz curiga.
"Ohh, itu karena aku gak percaya aja bapak cium aku. Selama ini kan bapak belum pernah lakuin itu, paling cium kening atau pipi aja," jawab Aileen.
"Berarti kamu suka kan saya cium kamu kayak tadi?" tanya Ardiaz sedikit menggoda.
"Dih bapak ge'er! Aku emang gak marah bapak cium aku, tapi bukan berarti aku suka dicium kayak gitu sama bapak ya. Aku kesini cuma mau kasih tahu ke bapak kalau aku udah maafin bapak," jawab Aileen.
__ADS_1
"Syukurlah! Makasih ya Aileen karena kamu sudah mau memaafkan saya! Makasih juga karena kamu gak marah, padahal saya sudah bertindak lancang tadi!" ucap Ardiaz.
"Ah bapak terlalu lebay! Gapapa kali kalo bapak mau cium aku mah," ucap Aileen.
"Oh ya? Berarti saya boleh cium kamu lagi dong?" tanya Ardiaz.
"Gak gitu juga, udah ah kita pulang bareng yuk pak, ini udah sore loh!" ucap Aileen langsung mengalihkan topik.
"Hahaha, kenapa Aileen? Kalau emang kamu suka dicium saya, bilang aja kali gausah malu!" kekeh Ardiaz.
"Apa sih? Enggak ya aku gak suka," elak Aileen.
"Masa?"
"Iya!" kesal Aileen.
Ardiaz tersenyum dan kembali mencuri satu kecupan di bibir manis gadisnya saat gadis itu sedang membuang muka.
Cup
•
•
Kini keduanya tengah berada di dalam mobil, Aileen masih tersenyum lebar sambil memandangi wajah Ardiaz dari samping.
"Kamu ngapain sih sayang? Bisa gak jangan tatap saya kayak gitu?" tanya Ardiaz dengan malu.
"Kenapa sih pak? Bapak gak suka aku lihatin terus begini? Aku tuh terpesona tau sama bapak, soalnya bapak kalo lagi nyetir tuh gantengnya nambah," ujar Aileen.
"Bisa aja kamu, udah ah jangan kayak gitu terus! Saya bisa gak fokus nih kalo dilihatin kamu mulu, emang kamu mau kita nabrak?" ucap Ardiaz.
"Ih amit-amit, ya gak mau lah pak!" ujar Aileen.
"Yaudah, kamu stop lihatin saya begitu! Nanti saya gak tahan terus cium kamu lagi," ucap Ardiaz.
"Ya silahkan aja!" ucap Aileen.
Ciiitttt...
Ardiaz mengerem secara tiba-tiba, membuat tubuh Aileen terdorong ke depan dan hampir membentur dashboard mobilnya.
"Ish, bapak apaan sih? Aku hampir kejedot loh, kenapa bapak ngerem mendadak sih?" protes Aileen.
"Salah siapa kamu malah godain saya begitu? Kan saya udah bilang, saya gak bisa tahan diri kalau di dekat kamu. Dulu aja sebelum kita jadian, saya selalu mati-matian nahan sewaktu kamu godain saya," ujar Ardiaz.
"Cie cie, berarti bapak mengakui ya kalau bapak emang udah suka sama aku dari dulu? Tapi, bapak pura-pura gak suka sama aku kan?" goda Aileen.
__ADS_1
"Itu kamu tahu, sekarang kamu berhenti godain saya!" pinta Ardiaz.
"Gak mau ah! Aku suka tau godain pak Ardiaz, abisnya bapak ganteng sih," ujar Aileen.
Ardiaz menggeleng seraya mengusap wajahnya kasar, lalu Aileen dengan berani meraih satu tangan Ardiaz dan menaruhnya di pipi.
"Kamu ngapain sih?" tanya Ardiaz heran.
"Aku pengen diusap-usap bapak kayak gini," jawab Aileen.
"Lepas!" pinta Ardiaz.
"Udah lah pak, gausah malu-malu! Aku yakin bapak juga mau kan pegang pipi aku?" goda Aileen.
"Aileen, jangan salahin saya ya kalau saya lepas kontrol!" ujar Ardiaz.
"Emang kalo bapak lepas kontrol, bapak mau apa?" tanya Aileen.
"Cium kamu," jawab Ardiaz dengan tegas.
"Hah? Ih bapak bandel ya sekarang, bap—mmpphh!!" ucapan Aileen terpotong saat Ardiaz dengan cepat meraup bibirnya.
Lelaki itu melakukannya dengan paksa dan penuh gairah, membuat Aileen hanya bisa pasrah karena ia memang menginginkan itu lagi.
Ardiaz memperdalam ciumannya, menahan tengkuk Aileen agar gadis itu tak memberontak dan mau membalas ciuman itu.
Karena belum memiliki pengalaman, Aileen tidak mampu melakukan apa yang diinginkan Ardiaz, ia hanya diam menerima semua itu.
Ardiaz pun melepas tautannya dan menatap Aileen kecewa.
"Kenapa kamu gak balas ciuman saya? Kamu gak suka saya cium kayak tadi?" tanya Ardiaz dengan wajah kesal.
"Eee aku belum ngerti pak," jawab Aileen pelan.
"Yaudah, saya ajarin ya? Kamu ikutin aja pelan-pelan gerakan lidah saya!" ucap Ardiaz.
"Ih enggak ah, udah ayo kita lanjut jalan aja!" ucap Aileen.
"Kok gitu?" tanya Ardiaz kecewa.
"Aku capek pak, aku mau pulang abis itu tidur. Lagian bapak gak puas apa udah cium aku dua kali?" ucap Aileen.
"Enggak, soalnya bibir kamu candu buat saya," ucap Ardiaz sembari membelai bibir Aileen yang masih basah itu.
Seketika Aileen merona saat Ardiaz menyentuhnya, jujur dia memang ingin merasakan bibir pria itu lagi, namun ia masih malu-malu mengatakannya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...