
Aileen terbangun dari tidurnya, namun betapa kagetnya ia saat melihat seisi kamarnya berantakan seperti habis terjadi sesuatu disana.
Barang-barang miliknya sudah bergeletakan di lantai dan bahkan ada beberapa yang pecah, seperti lagi-lagi foto dirinya bersama Ardiaz.
"Hah? Ini ada apa? Siapa yang bikin kamar aku jadi berantakan kayak gini coba?" heran Aileen.
Aileen bangkit dari tempat tidurnya, lalu berniat membereskan semua barang yang tergeletak di lantai tersebut.
"Ish, bikin kerjaan aja deh. Apa ini teror lagi dari si Vivi ya?" pikir Aileen.
"Kalau emang iya, berarti aku harus cepat-cepat minta pak Ardiaz buat bantu aku! Aku gak mau dong terus-terusan diteror kayak gini, mana gak jelas banget lagi motifnya apa," ucap Aileen.
TOK TOK TOK...
"Aileen, kamu udah bangun belum sayang? Ini kak Lana mau masuk," ucap Alana dari luar kamarnya.
"Iya kak, udah kok. Masuk aja kak kalo mau masuk mah!" balas Aileen.
"Okay!" singkat Alana.
Ceklek
Alana membuka pintu, dua bola matanya langsung terbelalak melihat kondisi kamar Aileen saat ini yang begitu berantakan.
"Ya ampun! Ini kenapa kamar kamu bisa jadi kayak gini Aileen?" kaget Alana.
"Gak tahu juga kak, dari aku bangun udah begini. Aku bingung kenapa semuanya bisa berantakan, padahal semalam pas aku tidur baik-baik aja. Aku mikirnya sih ini ulah si Vivi, dia kan gak suka sama aku," ucap Aileen.
"Vivi? Siapa Vivi sayang? Teman kamu?" tanya Alana terkejut terheran-heran.
"Bukan, dia mantan tunangannya pak Ardiaz yang udah meninggal," jawab Aileen.
"Hah? Ish, kamu mah nakut-nakutin aku aja sih Aileen!" ujar Alana.
"Gak gitu kak, emang beneran kok. Belakangan ini kejadian kayak gini sering terjadi, dan aku yakin Vivi yang bikin ulah," ucap Aileen.
"Udah ah, kamu jangan bawa-bawa orang yang udah meninggal ya, gak baik tau!" ucap Alana.
"Mau gimana lagi kak? Emang itu faktanya kok, kan sebelumnya aku baik-baik aja gak pernah kena teror kayak gini," ucap Aileen.
"Yaudah, kamu udah kasih tahu Ardiaz belum soal ini?" tanya Alana.
"Udah kak, kemarin aku kasih tau dia. Terus dia bilang juga mau cari tahu penyebab ini semua kok," jawab Aileen.
"Syukurlah, berarti ini yang dimaksud mas Gabino kemarin ya? Kamu tegang karena mikirin ini kan?" tebak Alana.
"I-i-iya kak, sebetulnya aku mau cerita ke kak Gabi, tapi aku takut dia makin khawatir," ucap Aileen.
__ADS_1
"Hadeh, justru kalo kamu kayak gini, dia tuh makin khawatir tau!" ucap Alana.
"Terus aku harus gimana dong kak?" tanya Aileen.
"Ya kamu ceritakan semuanya ke kakak kamu, jangan sembunyiin apa-apa dari dia!" jawab Alana.
"Iya kak, nanti abis ini aku cerita deh ke kak Gabi. Makasih ya kak usulnya!" ucap Aileen.
"Sama-sama, yaudah aku bantu beresin ya?" ucap Alana berinisiatif membantu adiknya itu.
"Gausah lah kak, aku bisa sendiri kok," tolak Aileen.
"Ih gapapa, kalo berdua kan lebih cepat. Lagian aku juga gak ada kerjaan kok," ucap Alana.
"Terserah kak Lana aja deh," ucap Aileen.
Alana akhirnya membantu Aileen membereskan kamarnya, ia sedikit terkejut ketika menyadari bingkai foto Aileen dan Ardiaz yang tampak pecah.
"Aileen, ini foto kamu sama Ardiaz kok bisa pecah gini sih?" tanya Alana heran.
"Ya itu gara-gara si Vivi paling kak, udah foto kedua tau ini yang pecah," jawab Aileen.
"Waduh, bahaya dong Aileen!" ucap Alana.
"Bahaya kenapa kak?" tanya Aileen cemas.
•
•
Setelah selesai membereskan kamar, Aileen pun turun ke bawah bersama Alana.
Ia kini telah menceritakan semua yang terjadi kepada Gabino, dan pria itu langsung terkejut.
"Kamu kenapa baru cerita sekarang sih? Kalau kamu ngalamin ini udah dari lama, harusnya kamu ceritanya udah lama juga dong. Kakak heran deh sama kamu Aileen, buat apa kamu sembunyiin masalah sebesar ini coba?" ucap Gabino.
"Maaf kak, aku cuma gak mau bikin kakak khawatir. Selama ini kan aku udah cukup ngerepotin kakak," ucap Aileen menunduk.
"Haish, mana ada sih yang begitu? Gue gak pernah ngerasa direpotin sama sekali kalo menyangkut lu, jadi lu jangan sungkan buat cerita apapun itu yang terjadi sama lu!" ucap Gabino.
"Iya kak, lain kali aku akan langsung cerita ke kakak kalau aku kenapa-napa. Sekali lagi aku minta maaf ya kak!" ucap Aileen.
"Yaudah gapapa," singkat Gabino pelan.
Aileen masih terus menunduk dan tampak bersedih, hingga membuat Gabino tidak tega lalu menghampiri gadis itu.
"Udah, kamu gak perlu sedih begitu! Kakak akan bantu kamu cari tau tentang ini," ucap Gabino.
__ADS_1
"Makasih ya kak, aku bodoh banget udah gak ceritain soal ini ke kakak dari kemarin. Aku pikir aku bisa hadapi semua ini sendirian, tapi nyatanya aku gagal," ucap Aileen.
"Yasudah, kita sarapan aja dulu yuk! Soal itu nanti kita bahas lagi," ajak Gabino.
Aileen mengangguk saja kemudian pergi ke meja makan bersama sang kakak, meski tentu saja perasaannya masih tidak tenang.
"Soal itu jangan terlalu dipikirin Aileen! Kamu tenang aja!" bujuk Alana.
"Iya Aileen, kamu percaya aja sama kakak kalau kamu gak akan kenapa-napa!" ucap Gabino.
"Aku tahu kak, aku juga percaya sama kakak kok," ucap Aileen tersenyum singkat.
"Eee terus Ardiaz kesini gak hari ini? Kali aja gitu dia bisa bantu hibur kamu," tanya Gabino.
"Belum tahu kak, pak Ardiaz belum kabarin aku soal itu. Tapi, kayaknya enggak deh kak. Mungkin dia lagi sibuk ngurus kerjaannya," jawab Aileen.
"Yaudah gapapa, kamu biar sama kita aja. Kita bakal bantu lupain semuanya," ucap Gabino.
"Iya benar, udah ya gausah sedih-sedih lagi Aileen! Ada kita berdua kan disini," sahut Alana.
"Makasih ya kak, aku beruntung bisa punya dua orang kakak yang baik-baik ini," ucap Aileen.
"Hahaha, kan emang udah seharusnya kita begitu," ucap Alana.
"Oh ya, papa mama tadi ngabarin katanya hari ini mereka mau ke Indonesia. Mungkin sore nanti mereka mendarat," ujar Gabino.
"Hah beneran kak? Mama papa mau kesini?" tanya Aileen terkejut.
"Iya sayang, kan sebentar lagi kamu mau nikah. Ya mereka pastinya gak mau kehilangan momen terbaik itu dong," jawab Gabino.
"Syukur deh, tadinya aku kira aku bakal nikah tanpa ditemenin mama sama papa," ucap Aileen.
"Ya enggak mungkin lah, setiap orang tua pasti mau melihat hari bahagia anaknya. Nanti sore ikut kakak ya jemput papa mama!" ucap Gabino.
"Siap kak, pasti aku mau ikut. Aku juga udah kangen banget sama mama dan papa," ucap Aileen.
"Aku diajak juga kan mas?" tanya Alana.
"Jelas dong sayang, masa iya aku tega tinggalin kamu sendirian?" jawab Gabino.
"Hehe.." Alana terkekeh kecil.
Mereka bertiga pun duduk di meja makan dan melaksanakan sarapan bersama.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1