
Aileen masuk ke rumahnya dengan wajah ditekuk akibat masih mengingat kejadian saat di cafe tadi dimana Laura ternyata ada juga disana.
Alana yang melihatnya pun dibuat bingung, ia langsung menghampiri Aileen untuk bertanya pada gadis itu apa yang terjadi.
"Aileen, kamu kenapa?" tanya Alana curiga.
"Eh kak Lana, enggak kok aku gapapa. Udah ya aku mau masuk ke kamar dulu?" jawab Aileen.
"Serius kamu gapapa? Kalau ada masalah, cerita aja sama aku!" pinta Alana.
"Gak ada masalah kok kak, aku baik-baik aja. Aku cuma gerah nih mau mandi," ucap Aileen.
"Yaudah, kamu boleh ke atas. Tapi kalau misal nanti kamu berubah pikiran dan mau cerita, cerita aja ya gausah sungkan!" ucap Alana.
"Sip kak!" singkat Aileen.
Alana ikut tersenyum, kemudian Aileen pun pergi melewatinya untuk menuju kamar.
"Huft, anak itu kenapa ya?" gumam Alana.
Lalu, Gabino yang baru datang dari kamar mandi dibuat heran dengan tingkah istrinya yang sedang menatap ke tangga cukup lama.
"Alana!" panggil Gabino dan membuat Alana terkejut serta menoleh ke arahnya.
"Eh mas, ada apa sih? Kamu ngagetin aja deh!" ucap Alana sambil tersenyum.
"Ahaha, sorry sorry! Lagian kamu ngapain berdiri terus disini sambil ngeliatin ke atas? Ada apa?" tanya Gabino penasaran.
"Enggak mas, itu tadi aku bingung aja sama sikap Aileen. Dia pulang dengan muka ditekuk, kayaknya dia lagi ada masalah deh mas. Tapi begitu aku tanya, dia bilang gak ada apa-apa dan malah langsung naik ke atas," jelas Alana.
"Oalah, kamu kayak gak paham dia aja. Palingan dia begitu karena hubungannya sama pak Ardiaz, biarin ajalah nanti juga baikan sendiri," ucap Gabino.
"Tapi mas, kalau dia ada masalah berat gimana? Mending kamu temuin dia gih sana!" ujar Alana.
"Yaudah, aku ke kamar Aileen sekarang ya? Kamu tenang aja Alana!" ucap Gabino.
"Iya mas iya, kamu cek dia ya karena aku takut dia ada masalah besar yang gak mau diceritain ke aku tadi!" ucap Alana.
"Santai aja! Aileen gak mungkin bisa bohong sama aku, udah ya aku ke atas dulu?" ucap Gabino.
Alana hanya mengangguk membiarkan, lalu Gabino pun mulai melangkah menaiki tangga menuju kamar Aileen.
Barulah Alana sadar kalau sebelumnya Aileen pamit ingin mandi, tentu ia khawatir suaminya akan memergoki Aileen yang sedang mandi.
"Eh eh mas, tunggu!" Alana berteriak seraya mengejar suaminya menaiki tangga.
__ADS_1
"Apa sayang?" tanya Gabino yang langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Alana di depannya.
"Kamu kayaknya jangan samperin Aileen sekarang deh mas! Dia tadi bilang ke aku katanya mau mandi, jadi mungkin sekarang dia lagi mandi," jawab Alana.
"Ohh, gampang itu mah. Aileen gak mungkin langsung mandi, dia pasti tiduran dulu di ranjang sambil main hp," ucap Gabino.
"Kamu kok tahu banget sih mas?" tanya Alana.
"Ya iyalah, namanya juga adik-kakak. Apa yang biasa Aileen lakuin, aku udah paham dan hafal banget sayang. Begitupun sebaliknya, Aileen juga ngerti banget soal aku," jelas Gabino.
"Iya juga sih, kalo gitu kamu lanjutin aja temuin Aileen dan bicara sama dia!" ujar Alana.
"Iya sayang, yaudah aku pergi ya? Kamu jangan ngagetin aku lagi!" ucap Gabino.
"Hehe, iya enggak kok mas," ucap Alana sambil nyengir.
Gabino menggeleng singkat sebelum berbalik badan dan melanjutkan langkahnya menuju kamar Aileen.
Sementara Alana merasa lega dan turun ke bawah sesudah suaminya pergi.
•
•
Benar saja yang dikatakan Gabino, saat ini Aileen masih berbaring di atas ranjang king size nya sembari bermain ponsel dengan satu kaki ada di atas kaki lainnya.
"Huft, ini pak Ardiaz kemana sih? Masa sampe sekarang belum kasih kabar juga?" gumam Aileen.
Akhirnya Aileen memutuskan mengirim pesan lebih dulu ke nomor Ardiaz, ia memang paling tidak bisa menunggu kabar dari Ardiaz karena pikirannya selalu kemana-mana.
^^^Aileen^^^
^^^Pak, bapak dimana? Udah sampe rumah belum? Kok gak ngabarin aku sih?^^^
Begitulah isi pesannya, ia mengetuk-ngetuk layar ponsel berharap Ardiaz bisa segera membalas pesan darinya.
Namun, cukup lama ia menunggu dan belum ada juga balasan dari pria itu. Tentu saja hal itu membuat Aileen amat kesal.
"Aih pak Ardiaz lagi ngapain sih? Bisa-bisanya dia gak balas chat aku! Nyebelin!" geram Aileen.
TOK TOK TOK...
Suara ketukan pintu dari luar itu mengagetkan Aileen, ia sontak menatap pintu tersebut dengan bingung seraya berpikir siapa yang datang.
"Siapa?" tanya Aileen sedikit berteriak.
__ADS_1
"Ini kakakmu yang ganteng, buka pintunya sayang!" jawab Gabino dari luar.
"Hih ganteng darimana? Udah masuk aja kak gak dikunci kok pintunya!" ucap Aileen.
"Oke!" singkat Gabino.
Ceklek
Pria itu langsung membuka pintu dan masuk ke kamar sang adik, ia mengarahkan pandangannya menatap Aileen yang masih berbaring di ranjang.
"Kakak ngapain sih masuk kamar aku? Aku baru mau mandi," tanya Aileen tanpa melihat wajah kakaknya, ya dia masih asyik menatap layar ponsel menunggu balasan pesan Ardiaz.
"Heh! Kalo ngomong itu sambil ngeliat wajah orangnya, jangan malah fokus ke hp! Gak sopan banget sih kamu!" tegur Gabino yang langsung mengambil paksa ponsel itu dari tangan Aileen.
"Ih kak iya iya maaf! Sini balikin dong hp aku!" rengek Aileen spontan bangkit dari duduknya.
"Gak bakal, ini kakak simpan dan sita supaya kamu dapat pelajaran!" ujar Gabino.
"Hah? Kak jangan dong! Please kak, balikin hp aku!" Aileen terus memohon pada kakaknya.
"Diam kamu! Sekarang kakak mau bicara serius sama kamu, kamu jawab jujur ya jangan ada yang disembunyiin!" tegas Gabino.
"Bicara apa?" tanya Aileen penasaran sekaligus cemas.
"Kata Alana kamu tadi masuk ke rumah sambil cemberut, apa sebenarnya yang lagi kamu pikirin Aileen? Kamu ada masalah sama Ardiaz?" ujar Gabino seraya duduk di samping adiknya.
"Eee gak ada kok kak," bohong Aileen.
Gabino mengambil nafas, lalu merangkul pundak Aileen hingga merapat ke tubuhnya. Memandang wajah gadis itu dengan tajam.
"Ngapain sih kak? Aku belum mandi tau, jangan deket-deket!" ucap Aileen.
"Kamu ada masalah apa? Jangan bohong sama kakak!" sentak Gabino.
"Haish, iya iya aku lagi kesel sama pak Ardiaz karena dia belum kasih kabar ke aku. Eh sekarang hp aku malah diambil sama kakak," ucap Aileen.
"Cuma karena itu?" tanya Gabino lagi.
"Sebenarnya aku juga cemburu sama pak Ardiaz, soalnya tadi di restoran aku gak sengaja ketemu sama teman sekolahnya pak Ardiaz. Makanya aku masih terus kepikiran sampe sekarang," jawab Aileen.
"Cemburu? Hahaha Aileen Aileen, sampe kapan kamu mau cemburu terus kayak gini?" ledek Gabino.
Aileen makin kesal karena kakaknya itu menertawakan dirinya, ia menyingkirkan kedua tangan Gabino dari pundaknya lalu membuang muka.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...