
"Sama aja, toh bentar lagi kalian bakal nikah. Udah sekarang lu harus mikirin mau lanjutin kuliah dimana!" ujar Gabino.
"Aku kan dapat undangan dari univ terkenal kak, apa aku ambil aja kali ya?" ucap Aileen.
"Bebas, kalau menurut lu universitas itu bagus, ya lu terima aja sayang!" ucap Gabino.
"Tapi, aku pengennya kuliah di Korea biar bisa ketemu sama Jungkook dan Taehyung," ucap Aileen sambil tersenyum renyah.
Gabino menggeleng tak percaya.
"Aileen!" suara sapaan seorang gadis itu membuyarkan lamunan Aileen.
"Eh Shanum, ada apa?" tanya Aileen pada sohibnya yang tadi menyapanya itu.
Shanum kini berhenti di hadapannya dan memasang senyum tipis.
"Selamat ya! Gue ikut senang lihat lu berhasil lulus dengan nilai terbaik!" ucap Shanum.
"Ohh, iya makasih Shanum. Kamu kenapa kelihatan sedih gitu sih? Ada masalah?" heran Aileen.
"Eee gue..."
Aileen semakin heran melihat ekspresi Shanum yang tiba-tiba menunduk dan menitikkan air mata, ia mendekati gadis itu lalu perlahan menyentuhnya.
"Shanum, kamu bisa cerita ke aku! Kamu ada masalah apa?" tanya Aileen.
"Kayaknya ini terakhir kalinya kita ketemu deh Len, kita gak bisa wujudin keinginan kita buat satu kampus bareng setelah ini," ucap Shanum.
"Maksud kamu? Emangnya kenapa?" tanya Aileen.
"Iya Len, bokap gue dipindahtugaskan ke Bergamo mulai Minggu depan Len. Kita pasti gak bakal bisa ketemu lagi," jawab Shanum sesenggukan.
"Apa? Bergamo itu dimana Shanum? Jauh ya dari Indonesia?" tanya Aileen bingung.
"Itu salah satu kota di Italia, Len. Jelas lah jauh dari sini, kesana nya harus naik pesawat. Hiks gue sedih banget bakal pisah sama lu Aileen!" ucap Shanum.
Aileen yang mendengar itu pun ikut bersedih, ia langsung mendekap Shanum dan menangis bersama gadis itu disana.
"Aaaaa jangan tinggalin aku Shanum! Kamu itu sohib terbaik aku, aku gak bisa kalau tanpa kamu. Aksal udah tinggalin kita duluan, masa kamu mau nyusul juga sih?!" ujar Aileen histeris.
"Maafin gue Aileen! Gue gak niat buat tinggalin lu, tapi gue juga bingung harus gimana," ujar Shanum.
"Udah kamu tetap disini aja, gausah ikut sama bokap kamu!" ucap Aileen.
"Gak bisa Len, gue disini tinggal sama siapa dong? Masa sendiri?" ucap Shanum.
__ADS_1
"Ih gapapa, atau enggak kamu bisa tinggal sama aku. Pokoknya jangan pergi Shanum!" ucap Aileen.
"Lo tenang aja Aileen! Meski kita berjauhan, tapi kita kan masih tetap bisa komunikasi lewat telpon atau chat," ucap Shanum.
"Rasanya beda Shanum, aku mau kamu tetap disini sama aku!" rengek Aileen.
"Maaf banget ya Aileen! Gue beneran gak bisa ikutin kemauan lu, gue harus ikut nyokap bokap gue Len," ucap Shanum bersedih.
Aileen lalu melepas pelukannya dan menyeka air mata di pipinya.
"Kamu jahat Shanum!" kesal Aileen.
"Aileen, jangan bilang begitu dong! Gue kan gak punya pilihan lain, gue terpaksa ikut sama orang tua gue ke Italia. Lo jangan marah ya sama gue!" ucap Shanum membujuk Aileen.
"Aku gak marah kok, aku cuma belum bisa terima semua ini aja kalau kamu bakal pergi tinggalin aku," ucap Aileen.
"Gapapa, wajar kok lu begitu. Gue juga sedih harus pergi jauh dari lu, kita kan sahabatan udah lama dan berpisah itu adalah jalan yang sangat sulit buat gue," ucap Shanum.
"Kamu bahagia ya disana Shanum! Jangan lupakan aku dan semua kenangan kita!" ucap Aileen.
"Iya Aileen, itu pasti. Mana mungkin gue bisa lupain semua itu," ucap Shanum.
Mereka pun kembali berpelukan dan mengundang hawa sedih di wajah Gabino saat menyaksikan adegan itu.
•
•
Gabino sang kakak pun merasa kasihan melihat adiknya terus bersedih seperti itu, ia coba mendekati dan membujuknya agar tak bersedih.
"Dek, udah dong jangan sedih-sedih terus!" ucap Gabino pelan.
"Gimana aku gak sedih kak? Sahabat aku satu-satunya yang paling setia mau tinggalin aku, terus nanti gimana kak aku di kampusnya? Siapa yang bisa jadi teman aku?" ucap Aileen.
"Lo kok bicaranya begitu sih? Pasti ada kok orang yang mau jadi temen lu," ucap Gabino.
"Iya kak, tapi gak semuanya bisa kayak Shanum. Dia itu istimewa buat aku," ucap Aileen.
"Yaudah, sekarang mending lu puas-puasin waktu bareng Shanum deh mumpung dia belum berangkat ke Italia!" saran Gabino.
"Oh iya kakak benar juga, bentar deh aku coba hubungin dia dulu," ucap Aileen.
"Nah gitu dong senyum, kan makin kelihatan cantiknya!" goda Gabino.
Aileen hanya tersenyum, kemudian mengambil ponselnya dan coba menghubungi Shanum untuk mengajak gadis itu pergi bersamanya.
__ADS_1
Setelahnya, Aileen kembali menaruh ponselnya di ranjang dan menatap kakaknya sambil tersenyum ceria.
"Gimana? Udah?" tanya Gabino penasaran.
"Udah kak, dia bilang mau kok," jawab Aileen.
"Baguslah, kalian manfaatkan waktu yang tersisa untuk kumpul berdua biar puas," ucap Gabino.
"Iya kak, tapi seminggu gak akan kerasa kalau bersama sahabat yang paling berarti di hidup aku," ucap Aileen.
"Udah lah sayang, jangan sedih lagi! Kayak tadi dong senyum, kan cantiknya makin nambah," ucap Gabino mencolek gemas pipi adiknya.
"Aku senyum deh buat kakak, tapi aku mau mandi dulu abis ini ya kak?" ucap Aileen tersenyum.
"Mandi aja, ngapain pake laporan segala? Emangnya lu mau dimandiin sama gue?" ujar Gabino.
"Ih gak gitu lah, maksud aku tuh kakak keluar dulu kan aku mau mandi," ucap Aileen.
"Ohh, bilang dong yang jelas! Nanti aja ah gue keluarnya, gue masih betah di kamar lu. Boleh ya gue rebahan dulu?" ucap Gabino.
"Terserah deh, tapi nanti begitu aku selesai mandi kakak harus keluar!" ucap Aileen.
"Kenapa emangnya?" tanya Gabino.
"Ya aku kan mau pake baju, emang kakak mau lihat?" tegas Aileen.
"Buat apa? Mendingan gue lihat punyanya Alana, punya lu kecil gak ada rasanya," cibir Gabino.
"Ish, wajar dong kecil kan aku masih remaja," ucap Aileen membela diri.
"Iya sih, nanti juga gede kalo kamu udah nikah. Kan dimainin sama Ardiaz," kekeh Gabino.
"Apa sih kak? Ngomongnya ngaco banget, dah ah aku mau mandi!" kesal Aileen.
"Silahkan," singkat Gabino.
Aileen bangkit dari duduknya, mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi meninggalkan Gabino yang berbaring di atas ranjang.
Tling
Tiba-tiba ponsel adiknya berbunyi, Gabino pun terkejut lalu mengambilnya untuk memeriksa siapa yang mengirim pesan.
"Hah? Si Shanum kirim pesan bilang kalo dia gak bisa pergi sama Aileen karena diajak ibunya pergi, waduh ini sih bisa bikin Aileen sedih lagi nih!" gumam Gabino saat membaca isi pesan itu.
Setelahnya, Gabino langsung menghapus pesan tersebut agar Aileen tidak sedih nantinya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...