
Aileen mengangguk antusias, ia pun bergegas turun dari mobil bersama kekasihnya.
Mereka lalu bergandengan tangan dan memasuki warung soto Lamongan tersebut.
Di dalam, keduanya duduk pada tempat yang tersedia dan langsung memesan makanan.
"Mas, sotonya dua ya sama minumnya es jeruk dua!" ucap Ardiaz mengatakan pesanannya kepada sang pelayan.
"Baik pak, silahkan ditunggu!" ucap pelayan itu.
Setelah pelayan itu pergi, Ardiaz kembali merangkul Aileen dan mengecupi seluruh area wajah gadis itu tanpa rasa malu.
"Ih bapak malu tau! Bapak gak lihat ada banyak pelanggan disini?" protes Aileen.
"Sssttt biarin aja! Saya gak pernah perduli sama omongan orang lain sayang," ucap Ardiaz.
"Ya itu kan bapak, tapi aku enggak. Aku mah perduli, aku malu kalau diliatin sama orang-orang. Nanti mereka mikirnya bapak tuh pedofil tau," ucap Aileen merengut.
"Heh! Saya emang udah tua, tapi jiwa saya kan masih muda. Eh enggak sih usia saya juga gak terlalu tua, pas lah kalo buat jadi suami kamu. Udah ya kamu gausah malu!" ucap Ardiaz.
"Iya pak, tapi gausah rangkul-rangkul kayak gini lah! Lepasin dong pak!" pinta Aileen.
"Kalau saya gak mau gimana? Soalnya saya tuh pengen banget rangkul kamu terus begini, abisnya kamu enak sih buat dirangkul," ucap Ardiaz.
"Lebah bapak deh! Bapak tuh bau keringet, nanti aku jadi ketularan baunya," ucap Aileen.
"Enak aja, kalau saya bau berarti kamu juga bau," ucap Ardiaz.
"Lah kenapa gitu?" tanya Aileen heran.
"Karena kita kan sehati sayang, jadi satu bau yang lain ikut bau," jawab Ardiaz.
"Ada-ada aja bapak ah," ujar Aileen tersipu.
Ardiaz mengeratkan pelukannya, membelai rambut Aileen dan membuat para pelanggan di warung soto tersebut berbisik-bisik mengenai mereka.
"Tuh kan pak, masa bapak gak dengar gunjingan orang-orang disini?" ujar Aileen cemas.
"Udah biarin aja, mungkin mereka iri sama kita karena kita mesra banget," ucap Ardiaz.
"Ih mana ada? Yang ada mereka tuh jijik ngeliat kita pak," ucap Aileen.
"Kamu sendiri gimana? Jijik apa suka?" tanya Ardiaz.
"Eee aku..." Aileen kebingungan menjawabnya.
"Udah ngaku aja, pasti suka kan!" sela Ardiaz.
"Hehe, iya deh iya aku suka. Tapi, gak di tempat umum kayak gini juga pak," ucap Aileen.
"Salahnya dimana? Emang disini ada larangan gak boleh peluk-peluk pacar sendiri?" ujar Ardiaz.
__ADS_1
"Ya gak ada sih," ucap Aileen.
"Yaudah, beres kan? Hidup itu jangan dibuat pusing sayang! Santai aja!" ucap Ardiaz.
"Huh santai-santai biji matamu!" cibir Aileen.
"Hah? Apa sayang??" kaget Ardiaz.
Aileen sontak menutup mulutnya dan tak berani menatap wajah Ardiaz yang terlihat emosi.
"Coba kamu ulangi lagi tadi ngomong apa! Saya mau dengar deh sayang," ucap Ardiaz sambil tersenyum mencurigakan.
"Maaf pak, aku keceplosan tadi! Jangan marah ya pak!" ucap Aileen nyengir.
"Siapa sih yang ngajarin kamu ngomong kasar begitu? Saya gak suka ya mulut kamu bicara kasar, awas aja sekali lagi begitu langsung saya bungkam mulut kamu!" ucap Ardiaz.
"Ups, gak lagi-lagi kok pak. Aku tadi kebawa kesel aja bapak, udah ya jangan dibahas terus sampe anak cucu kita lahir!" ucap Aileen.
"Iya iya.." Ardiaz menurut saja pada gadisnya.
Tak lama kemudian, pesanan mereka pun sampai dan diantar oleh sang pelayan ke meja mereka.
"Silahkan dinikmati!" ucap pelayan itu.
"Terimakasih!" ucap Ardiaz singkat.
Pelayan itu pergi, barulah Aileen serta Ardiaz langsung menyantap hidangan tersebut dengan lahap sampai tak bersisa.
•
•
Ia memang sering curhat ke seluruh followers nya, seperti yang biasa dilakukan oleh para selebritis di luaran sana.
"Iya gitu guys, jadi aku sama pak Ardiaz tuh tadi abis datang ke makam mantan tunangannya dia. Kami kesana niatnya mau minta izin, karena kami kan sebentar lagi mau nikah," ucap Aileen di live nya.
Lalu, ada sebuah komentar dari salah seorang penonton live-nya yang membuat ia sedikit kaget.
"Kak, kok kayak ada yang ngeliatin kakak tuh di balik jendela." Aileen pun reflek menoleh ke arah jendela untuk memastikan yang dikatakan orang itu.
"Ah apa sih? Orang gak ada apa-apa kok, kamu jangan nakut-nakutin aku ya! Mentang-mentang aku abis dari kuburan, terus kamu pikir aku takut gitu? Enggak ya, wle!" ujar Aileen.
"Yaudah, sampe sini aja ya guys? Aku capek nih mau bobok dulu, kapan-kapan aku live lagi. Bye semua, makasih yang udah nonton!"
Akhirnya Aileen menyudahi aktivitasnya, ia mematikan live-nya dan membuka aplikasi chat untuk mengirim pesan pada calon suaminya.
Aileen
Malam pak, aku mau tidur nih. Bisa call-an sebentar aja gak?
Tiba-tiba saja, angin kencang muncul dan berhasil mengagetkan Aileen karena jendela kamarnya terbuka akibat angin tersebut.
__ADS_1
Gordennya bahkan sampai berterbangan dan membuat seisi kamarnya berantakan.
Aileen pun penasaran, ia coba bangkit lalu berjalan ke arah jendela untuk mengecek apa yang terjadi sampai angin datang begitu kencang.
"Ih malam-malam kok anginnya gede gini sih?" gumam Aileen.
"Tapi, kenapa aku jadi merinding gini ya? Apa mungkin karena anginnya kenceng?" ujarnya.
Aileen akhirnya berusaha menutup kembali jendela serta membenarkan gordennya, namun angin yang berhembus justru bertambah kencang.
"Ini sebenarnya angin apa sih? Udah dong jangan ada angin terus!" geram Aileen.
Setelah dipastikan aman, Aileen kembali menutup jendela itu dan kini berhasil karena angin juga sudah mereda.
"Huh syukur deh bisa!" ucap Aileen lega.
Disaat ia hendak berbalik badan, tiba-tiba lampu kamarnya padam membuat Aileen sontak berteriak keras karena takut.
"Aaaaa gelap!! Ini kenapa matinya lampu sendiri? Eh, kenapa lampunya mati sendiri?" teriaknya.
Braakkk
Suara benda terjatuh itu menambah ketakutan Aileen, ia tidak bisa melihat apa-apa karena seisi kamarnya sangat gelap.
"Apa itu? Duh, aku harus gimana supaya bisa keluar?" gumam Aileen.
Tling
Dan suara pesan masuk di ponselnya itu berhasil menimbulkan cahaya sehingga Aileen bisa melihat ponselnya berada.
"Nah, itu dia hp aku," ucap Aileen.
Aileen sontak melangkah mengambil ponsel miliknya dari atas ranjang.
"Pak Ardiaz nih, apa aku minta tolong dia aja ya?" ucap Aileen setelah melihat isi pesan yang masuk dari kekasihnya.
Gadis itu pun mengirim pesan yang berisi permintaan tolongnya kepada Ardiaz.
"Semoga aja pak Ardiaz bisa bantu aku! Eh tapi, jarak dari rumah dia ke rumahku kan jauh. Lama dong kalo nunggu bantuan pak Ardiaz," pikirnya.
Braakkk
"Aaaaa apa itu??!" Aileen kembali berteriak saat bingkai foto yang terpajang di dinding kamarnya terjatuh ke lantai.
Ia menyalakan lampu senter di ponselnya, lalu mengecek benda yang terjatuh tersebut.
"Hah? Ini kan bingkai fotoku sama pak Ardiaz, kok bisa jatuh sih? Padahal anginnya udah gak ada, heran banget deh," lirih Aileen.
TOK TOK TOK...
Aileen terkejut saat pintu kamarnya diketuk dari luar oleh seseorang.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...