
"Hahaha, mulai sekarang stop dong panggil saya bapak! Kita kan mau nikah, masa kamu masih kayak gitu?" pinta Ardiaz.
"Mau gimana pak? Abisnya aku udah terbiasa panggil kamu bapak," ucap Aileen.
"Hadeh, ya ganti dong sayang! Gak enak tau didengarnya, serasa saya ini jadi kayak bapak kamu bukan suami kamu," ucap Ardiaz.
"Kan emang belum jadi suami aku," ucap Aileen.
"Ya iya, tapi kan sebentar lagi kita nikah. Ayolah, sebut saya yang lain!" ucap Ardiaz.
"Nanti aku pikirin deh panggilan yang cocok buat kamu," ucap Aileen.
"Nah gitu dong!" ucap Ardiaz senang.
"Gimana kalau om? Bagus kan? Om Ardiaz yang tampan misalnya," ucap Aileen.
"Yeh nanti orang-orang mikirnya saya om pedo yang demen sama anak kecil lagi," ujar Ardiaz.
"Ahaha, gapapa tau. Om itu bagus kok, malahan seru didengarnya," ucap Aileen.
"Gak mau! Cari yang lain!" pinta Ardiaz.
"Daddy gimana? Lebih enak kan dan pantas buat kamu?" tanya Aileen.
"Okay, saya jadi sugar daddy. Terus kamu jadi baby girl saya," jawab Ardiaz sambil mencolek pipi gadisnya yang tampak kebingungan itu.
Aileen berpikir keras, apa yang dimaksud Ardiaz? Kenapa dia bisa tidak mengerti?
"Sugar daddy sama baby girl apaan sih pak? Aku gak ngerti deh, jelasin dong!" ucap Aileen bertanya dengan polosnya.
Ardiaz hanya menggeleng pelan sembari mengusap wajahnya kasar.
"Kamu ini gimana sih sayang? Kamu yang usulin, tapi kamu juga nanya ke saya. Terus kamu tau panggilan daddy dari siapa?" heran Ardiaz.
"Ya daddy itu kan sama kayak ayah, makanya aku usul buat panggil kamu daddy. Eh kamu malah nambahin kata sugar di depannya," ucap Aileen.
"Ohh, jadi kamu gak ngerti apa itu sugar daddy dan baby girl?" ucap Ardiaz.
Aileen menggeleng yang membuat Ardiaz gemas dengannya, dikecupnya pipi gadis itu sampai memerah.
Cup!
"Apa sih pak? Jelasin ih bukan malah cium pipi aku sembarangan!" kesal Aileen.
"Biarin, abisnya saya gemas sama kamu. Kalo lagi kayak gini tuh kamu gemesin banget tau!" ucap Ardiaz sambil mencubit pipi gadisnya.
"Udah deh pak, nanti pipi aku makin melar!" ucap Aileen.
"Salahnya dimana? Pipi kamu melar malah saya suka, kamu jadi makin gemas dan enak buat dicubitin begini," ujar Ardiaz.
"Yaudah, terus sugar daddy itu apa? Ayahnya gula, atau gimana?" tanya Aileen bingung.
__ADS_1
"Ya bukan lah, masa ayahnya gula? Sugar daddy itu ibaratnya kayak ayah angkat, baby girl itu anaknya sayang," jawab Ardiaz.
"Berarti bapak mau angkat aku jadi anak? Kita gak jadi nikah dong?" tanya Aileen masih heran.
"Gak gitu juga sayang, udah ah kita jangan bahas begituan terus! Tadi katanya kamu capek mau istirahat, ayo saya gendong ke tempat istirahat!" ucap Ardiaz.
"Aku gak mau digendong kamu, aku bisa jalan sendiri kok. Udah kamu ikutin aja aku dari belakang," ucap Aileen menolak.
"Iya deh, yaudah jalan!" suruh Ardiaz.
Aileen mengangguk dan mulai berjalan menuju tenda istirahat yang mana disana terdapat Mita beserta keluarga Aileen.
"Kak, aku haus nih. Tolong ambilin minum dong!" pinta Aileen pada abangnya.
"Hah? Sembarangan aja lu nyuruh-nyuruh gue, ambil sendiri lah!" ketus Gabino.
"Hehe, sekali-sekali gapapa dong kak. Lagian kan aku lagi capek tau," ucap Aileen memelas.
"Lebay amat lu! Masa cuma foto aja capek? Dulu gue juga kayak gitu, tapi gak capek tuh. Dasar lemah!" cibir Gabino.
"Mas, kamu apaan sih? Udah Aileen, biar aku yang ambil airnya ya?" ucap Alana.
"Iya kak Lana, makasih!" ucap Aileen.
Aileen pun duduk di kursi, sedangkan Alana bangkit mengambilkan minum untuknya.
•
•
Ia naik ke panggung menerima penghargaan yang diberikan pihak sekolah karena dirinya lulus dengan nilai terbaik diantara yang lain.
Penghargaan itu diberikan langsung oleh Ardiaz, calon suaminya dan membuat Aileen merasa semakin bangga.
"Ini Aileen, selamat ya kamu lulus dengan nilai terbaik!" ucap Ardiaz.
"Makasih pak! Saya janji akan usaha lebih giat lagi supaya saya bisa mencapai apa yang saya inginkan! Terimakasih juga karena bapak udah mau ajarin saya selama ini!" ucap Aileen.
"Tentu Aileen, saya doakan kamu bisa sukses di universitas nanti!" ucap Ardiaz.
"Aamiin!" ucap Aileen mengaminkan.
Mereka pun berfoto sejenak dengan titel penghargaan yang ada di tangan Aileen, sorak-sorai bergemuruh di sekitar sana.
"Selamat ya Aileen!" ucap Laura sambil tersenyum.
"Eh Bu Laura, iya Bu makasih ya! Ini juga berkat ibu yang udah ajarin saya dengan baik," ucap Aileen.
"Bukan kok, hasil ini bisa kamu raih karena kegigihan kamu sendiri Aileen," ucap Laura.
"Iya Bu, yaudah kalo gitu saya permisi dulu ya pak, Bu?" ucap Aileen pamit.
__ADS_1
"Ya Aileen, semangat terus ya!" ucap mereka.
Aileen pun menuruni panggung, ia kembali pada sang kakak yang memang datang untuk menemaninya.
"Kak, lihat nih aku dapat penghargaan!" ucap Aileen memamerkan pencapaiannya.
"Iya iya, gue juga lihat kok. Selamat ya adek gue yang paling cantik!" ucap Gabino.
"Ahaha, makasih kak! Abis ini kakak jangan marahin aku lagi dong!" ucap Aileen.
"Gak bakal dong, kan lu udah berhasil lulus dengan nilai terbaik. Ya tapi lu juga jangan sombong dan merasa puas dengan hasil ini! Perjalanan lu masih panjang ke depannya," ucap Gabino.
"Iya kak, tapi kan Minggu depan aku udah nikah sama pak Ardiaz," ucap Aileen.
"Terus masalahnya dimana? Dia kan udah janji buat biarin lu lanjutin pendidikan lu sampai S3, lu harus semangat terus dong!" ucap Gabino.
"Semoga aja aku bisa kuat deh kak, soalnya aku kadang mulai malas-malasan gitu," ucap Aileen.
"Makanya jangan sampai malas! Gara-gara lulus dengan nilai terbaik, eh terus lu malah ngerasa puas dan malas belajar lagi," ucap Gabino.
"Kakak ajarin dong cara biar gak malas!" pinta Aileen.
"Gimana gue mau ngajarin lu? Gue aja malas, sana lu minta ajarin sama suami lu!" ucap Gabino.
"Ih masih calon kakak, belum sah jadi suami aku!" sentak Aileen.
"Sama aja, toh bentar lagi kalian bakal nikah. Udah sekarang lu harus mikirin mau lanjutin kuliah dimana!" ujar Gabino.
"Aku kan dapat undangan dari univ terkenal kak, apa aku ambil aja kali ya?" ucap Aileen.
"Bebas, kalau menurut lu universitas itu bagus, ya lu terima aja sayang!" ucap Gabino.
"Tapi, aku pengennya kuliah di Korea biar bisa ketemu sama Jungkook dan Taehyung," ucap Aileen sambil tersenyum renyah.
Gabino menggeleng tak percaya.
"Aileen!" suara sapaan seorang gadis itu membuyarkan lamunan Aileen.
"Eh Shanum, ada apa?" tanya Aileen pada sohibnya yang tadi menyapanya itu.
Shanum kini berhenti di hadapannya dan memasang senyum tipis.
"Selamat ya! Gue ikut senang lihat lu berhasil lulus dengan nilai terbaik!" ucap Shanum.
"Ohh, iya makasih Shanum. Kamu kenapa kelihatan sedih gitu sih? Ada masalah?" heran Aileen.
"Eee gue..."
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1