
Aileen bersama Ardiaz masuk ke dalam rumah, mereka menghampiri Mita yang sudah bersiap dan menunggu di ruang tamu seorang diri.
Mereka pun tersenyum lebar melihat Mita yang berdiri begitu keduanya sampai, Mita juga terlihat senang dengan kehadiran mereka disana.
"Aileen!" teriak Mita.
"Mama Mita?" Aileen juga sama senangnya dengan Mita, ia melepaskan diri dari dekapan Ardiaz dan berjalan mendekat ke arah Mita meninggalkan pria itu begitu saja.
"Hey Aileen, tunggu!" ucap Ardiaz yang tidak didengar oleh gadis itu.
"Aileen, ya ampun mama kangen banget loh sama kamu! Udah lama kita gak ketemu ya?" ujar Mita.
"Iya ma benar, aku juga kangen sama mama!" balas Aileen yang berada dalam pelukan Mita.
"Kamu apa kabar sayang? Baik-baik kan? Ardiaz ada nyakitin kamu apa enggak?" tanya Mita.
"Mama kok nanyanya begitu sih? Emang kapan aku nyakitin Aileen?" sentak Ardiaz.
"Ya siapa tau aja kan? Makanya mama mau mastiin dan tanya langsung ke Aileen," ujar Mita.
"Gak pernah kok ma, pak Ardiaz itu baik dan perhatian sama aku. Dia gak pernah nyakitin aku, ya walau kadang nyebelin juga," ucap Aileen.
"Nah kan, pokoknya kalau Ardiaz apa-apain kamu bilang aja ke mama ya sayang!" ucap Mita.
"Tenang aja ma! Aku pasti kasih tahu mama kok soal itu," ucap Aileen.
"Bagus! Mama soalnya gak terima kalau kamu disakitin sama Ardiaz, mama kan udah anggap kamu seperti anak kandung mama," ucap Mita.
"Yah jangan dong ma! Kalo gitu nanti aku gak bisa nikahin Aileen," ucap Ardiaz.
"Cuma seperti Ardiaz, bukan beneran. Kamu itu ngerti istilah gak sih? Katanya kepala sekolah, masa begitu aja gak ngerti?" ujar Mita.
"Hehe, aku bercanda ma biar gak tegang. Lagian mama lebay banget sih!" ucap Ardiaz.
"Siapa yang lebay? Mama tuh cuma jaga-jaga, siapa tau aja Aileen disakitin sama kamu kan!" ucap Mita.
"Gak mungkin lah ma, aku kan cinta dan sayang banget sama Aileen," ucap Ardiaz.
"Halah omong kosong kamu mah! Buktinya Aileen masih sering merasa kamu nyebelin, itu artinya kamu bukan pria yang baik!" ucap Mita.
"Iya iya, aku minta maaf!" ucap Ardiaz pelan.
"Jangan ke mama dong Ardiaz! Kamu minta maaf tuh ke Aileen sana!" ucap Mita.
"Yaudah, mama lepas dulu pelukannya! Gimana aku bisa samperin Aileen coba?" ucap Ardiaz.
__ADS_1
"Huh udah nanti aja! Mama masih pengen peluk Aileen, mama kangen banget tau sama Aileen!" ucap Mita mengeratkan pelukan.
"Hadeh, mama gimana sih?!" heran Ardiaz.
Aileen hanya tersenyum saja membiarkan Mita memeluknya sampai puas, meskipun ia merasa agak risih karena terlalu erat Mita memeluknya.
"Ma, udah ma lepasin Aileen! Kasihan itu pacar aku sesak nafas gara-gara dipeluk mama terus! Emang mama gak puas-puas apa meluk tubuh Aileen?" ucap Ardiaz pada mamanya.
"Iya iya Ardiaz, maafin mama ya Aileen udah bikin kamu sesak!" ucap Mita langsung melepaskan pelukannya dari Aileen, kemudian menangkup wajah gadis itu.
"Gapapa ma, kalau mama yang peluk mah aku gak masalah kok," ucap Aileen.
"Terimakasih ya sayang, kamu udah baik banget sama mama!" ucap Mita tersenyum lebar.
"Mama apaan sih? Buat apa mama bilang makasih ke aku? Aku justru senang diperhatiin sama mama kayak gini, soalnya kan mama aku jauh di luar negeri," ucap Aileen.
"Udah udah, kamu gausah sedih ya Aileen! Kan ada mama disini yang sayang sama kamu, jangan sedih ya sayang!" ucap Mita.
Aileen mengangguk pelan.
•
•
Sementara itu, Gabino baru terbangun dari tidurnya. Ia cukup kaget melihat Silvi ada di sampingnya dan tengah tertidur pulas.
"Apa-apaan ini? Kenapa saya bisa tidur satu ranjang sama Silvi disini?" ujar Gabino terheran-heran.
Gabino memegangi keningnya, berusaha mengingat kembali apa yang terjadi pada mereka semalam.
"Oh iya saya ingat, semalam itu kan saya merasa pusing dan ngantuk tiba-tiba abis makan makanan di hotel ini. Kenapa ya saya bisa begitu? Apa yang ditaruh di makanan itu?" gumam Gabino.
Tak lama kemudian, Silvi ikut terbangun setelah mendengar suara dan gerakan dari Gabino. Ia duduk di samping Gabino sambil menatapnya.
"Pak, ada apa ya?" tanya Silvi pura-pura polos.
"Harusnya saya yang tanya ke kamu Silvi, kamu kan yang semalam bawa saya ke kamar ini?" ucap Gabino tegas.
"I-i-iya pak, soalnya semalam itu kan bapak tiba-tiba pusing terus gak sadarkan diri," ucap Silvi.
"Terus kenapa kamu malah ikut tidur disini? Kamu lupa status kamu itu apa?" tanya Gabino.
"Maafin saya pak! Semalam juga saya ikut ngerasa pusing dan ngantuk banget, makanya saya gak tahan terus ketiduran disini. Tolong jangan pecat saya ya pak!" jelas Silvi.
"Kamu gak bohong kan Silvi?" tanya Gabino.
__ADS_1
"Buat apa saya bohong apa? Semuanya bener kok, saya juga ngerasa pusing," jawab Silvi.
"Yasudah, kamu saya maafkan. Kalo gitu sekarang kamu keluar dari kamar saya!" titah Gabino.
"Eee apa bapak masih pusing? Mau saya bantu bersih-bersih nya pak?" tanya Silvi.
"Maksud kamu bicara begitu apa? Kamu pikir saya mau dibantu sama kamu?" kesal Gabino.
"Sabar dulu pak! Saya cuma mau niat bantu kok, saya gak ada niatan jahat," ucap Silvi.
"Kamu keluar Silvi, jangan bikin saya emosi!" sentak Gabino.
"Ba-baik pak!" lirih Silvi.
Gadis itu langsung menyibak selimut dan turun dari ranjang, ia berjalan pelan menuju pintu keluar sembari memegangi dahinya.
"Huft, ada-ada aja sih! Kenapa coba saya bisa tidur sama Silvi disini?" gumam Gabino.
Silvi mendengar ucapan Gabino itu, ia menyeringai dan memiliki rencana lain untuk menjebak Gabino. Ia pun berpura-pura kembali merasa pusing.
"Awhh sshh.." Silvi meringis dan berpura-pura sempoyongan serta hampir terjatuh.
"Eh Silvi?" Gabino bergerak cepat menghampiri asistennya, menangkap tubuh gadis itu dan menahannya agar tidak terjatuh.
"Kamu gapapa Silvi?" tanya Gabino cemas.
"Pak, maafin saya ya! Saya tiba-tiba ngerasa pusing lagi nih," jawab Silvi berbohong.
"Kalau kamu masih pusing, yaudah ayo saya antar kamu ke kamar!" ujar Gabino.
"Jangan pak! Saya gak enak sama bapak, lagian saya bisa jalan sendiri kok," tolak Silvi.
"Kamu yakin? Ini aja kamu hampir jatuh, apalagi di luar nanti. Bahaya tau Silvi!" ucap Gabino.
"Saya baik-baik aja kok pak, saya gak mau repotin bapak. Bukannya bapak juga pusing ya? Mending bapak istirahat aja, saya gak kenapa-napa kok!" ucap Silvi.
"Enggak, biarin saya antar kamu ke kamar. Sekalian abis itu saya mau cek ke bagian restoran, saya mau tanya kenapa setelah mengkonsumsi makanan disana kita langsung jadi pusing dan mengantuk semalam," ucap Gabino.
"Bapak yakin penyebabnya itu makanan dari restoran? Bukan minuman dari tempat lain gitu?" tanya Silvi.
"Saya akan selidiki semuanya, tapi sekarang ayo kamu antar dulu kamu ke kamar! Kamu istirahat aja ya!" ucap Gabino.
"I-i-iya pak," lirih Silvi.
Silvi merasa senang karena rencananya berhasil, ia pun diantar Gabino menuju kamar hotelnya dengan merangkul pundaknya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...