Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 22. Bikin cemburu


__ADS_3

Laura masuk ke ruang kelas dua belas IPA C, yang tak lain adalah kelas Aileen serta kawan-kawannya.


Saat itu juga kedua mata Aileen membulat melihat kehadiran Laura disana berpakaian seperti guru.


"Selamat pagi semua!" sapa Laura.


Mereka semua sontak terdiam dan saling pandang, tak ada yang mengerti mengapa Laura masuk ke kelas mereka.


"Eh eee kalian pasti pada belum kenal ya sama saya? Okay, saya akan kenalkan diri saya ke kalian semua disini." Laura menaruh tasnya di meja, lalu berjalan ke tengah.


"Nah, saya ini Laura. Kalian bisa panggil saya Bu Laura atau apapun terserah! Saya ini guru baru disini dan saya mengajar matematika," ucap Laura mengenalkan diri di hadapan murid-murid.


"Jadi Bu Laura yang cantik ini guru kita toh? Maaf ya Bu kita gak tahu tadi!" ucap Virgo.


"Hahaha, bisa aja kamu! Gapapa kok, tadi kan kalian semua belum tahu. Oh ya, ketua kelas disini siapa ya?" ucap Laura.


"Itu saya Bu, Virgo. Ketua kelas paling tampan di sekolah ini," jawab Virgo dengan bangga.


"Ohh, jadi kamu ketua kelasnya? Terus wakilnya siapa?" tanya Laura.


"Wakilnya itu cewek di belakang saya nih Bu, namanya Aileen dan dia juga perempuan paling cantik di sekolah," jawab Virgo sambil menunjuk ke arah Aileen.


Laura tersenyum menyadari keberadaan Aileen di kelas itu, dia sebelumnya tak menyangka jika harus mengajar di kelas Aileen berada.


"Hey, halo Aileen!" panggil Laura.


"Iya Bu, selamat bergabung di sekolah kami ya! Semoga ibu betah dan bisa sabar ngajarin kami semua!" ucap Aileen.


"Makasih Aileen, saya harap kalian juga bisa nyaman ya sama gaya mengajar saya!" ucap Laura.


"Ah pasti betah lah Bu, siapa yang gak betah diajar guru cantik kayak ibu? Ya gak semua?" ujar Virgo.


"Pastinya Go," sahut teman-temannya di kelas itu.


"Semoga aja deh ya! Eee kalian sebelumnya belajar udah sampai materi apa?" tanya Laura.


"Kita baru sampe statistika Bu," jawab Virgo.


"Iya Bu, tapi kalau boleh sih diulang lagi aja Bu. Ya biar kita semua bisa paham lebih gitu," sahut Zack.


"Itu sih udah tentu, saya akan mengulang lagi sampai kalian benar-benar paham. Tapi, kalian juga harus perhatikan dengan baik!" ucap Laura.


"Siap Bu! Kita pasti perhatiin dengan baik kok kalau ibu yang ngajar!" ucap Virgo.


"Yeh lo mah modus aja kak! Bu Laura itu guru loh, jangan dimodusin juga kali!" tegur Shanum sembari mendorong punggung Virgo dengan pulpen.

__ADS_1


"Siapa yang modus Shanum? Gue cuma mau bersikap baik tau sama Bu Laura, lu mah main nuduh aja jadi orang!" elak Virgo.


"Hilih!" cibir Shanum.


Laura tersenyum sembari menggelengkan kepala, sedangkan Aileen tampak membuang muka dengan satu tangan menopang wajahnya.


"Eh Aileen, lu kenapa kayak gak suka gitu lihat bu Laura?" tanya Shanum pada sohibnya.


"Kamu kan tau sendiri, aku tuh cemburu karena dia dekat banget sama pak Ardiaz. Aku gak mau aja kehadiran dia disini bikin mereka makin deket," jawab Aileen pelan.


"Sabar ya Aileen! Lo harus percaya sama pak Ardiaz! Lagian pak Ardiaz kan udah bilang sama lu kalau dia itu cinta banget sama lu, jadi gak mungkin lah dia berkhianat dari lu!" ujar Shanum.


"Iya iya, tapi tetap aja aku harus waspada dan selalu awasin mereka berdua!" ucap Aileen.


"Ya kalo itu sih gapapa," ucap Shanum.


Akhirnya mereka kembali fokus memperhatikan Laura mengajarkan matematika disana.




Saat jam istirahat, Ardiaz menghampiri Laura di ruang guru untuk mengajaknya makan bersama.


"Hai Laura!" sapa Ardiaz sambil tersenyum.


"Ah iya, hai pak! Ada apa ya?" tanya Laura heran.


"Saya cuma mau ajak kamu makan bareng, mumpung ini masih jam istirahat. Kamu pasti lapar kan abis ngajar beberapa jam tadi?" jawab Ardiaz.


"Iya sih, ini emang aku baru mau ke kantin pesan makan. Eh kamu ternyata datang kesini buat ajak aku makan bareng," ucap Laura.


"Saya khawatir aja kamu kan guru baru disini, takutnya nanti kamu gak ngerti atau masih malu-malu buat pesan makan. Makanya saya mau ajak kamu makan bareng," ucap Ardiaz.


"Tapi, apa nanti Aileen gak marah kalau lihat kita berdua makan bareng?" tanya Laura cemas.


"Justru itu yang saya mau, supaya Aileen bisa cemburu lagi sama saya," jawab Ardiaz.


"Hah kok gitu sih pak?" tanya Laura terkejut bukan main.


"Kamu ikut aja sama saya!" pinta Ardiaz.


"Umm, oke deh aku ikut! Tapi sebentar ya, aku harus beresin semua ini dulu!" ucap Laura.


"Oke!" Ardiaz mengangguk singkat.

__ADS_1


Laura pun membereskan sejenak barang-barangnya disana, sedangkan Ardiaz menunggu dengan sabar.


Seluruh guru yang ada disana menatap heran ke arah mereka berdua, ya pasalnya di seluruh sekolah itu sudah tersebar berita bahwa Ardiaz berpacaran dengan Aileen.


Namun, tatapan-tatapan itu mendadak hilang setelah Ardiaz berdehem pelan. Ardiaz tak suka jika diperhatikan seperti itu.


"Pak, udah beres nih. Yuk kita ke kantin sekarang!" ucap Laura beralih menatap Ardiaz.


"Oke ayo!" Ardiaz mengangguk disertai senyum tipisnya.


Ardiaz serta Laura pun melangkah pergi dari ruangan itu, pria itu berjalan lebih dulu dengan Laura mengikuti dari belakang.


"Kamu hari ini mau makan apa?" tanya Ardiaz pada Laura.


"Eee aku sih ngikut kamu aja, tergantung juga nanti di kantin ada makanan apa," jawab Laura.


"Ohh, saya jamin kamu pasti suka sama semua makanan di kantin! Soalnya makanan disana itu enak-enak semua, gak ada yang gak enak! Saya aja sampe ketagihan kok!" ucap Ardiaz.


"Oh ya? Wah aku jadi gak sabar buat nyobain makanan disana! Terus kalau kamu sendiri sukanya makan apa?" ucap Laura.


"Banyak sih, tapi yang paling sering itu bakso atau mie ayam. Ya soalnya Aileen suka sama makanan itu, jadi saya ngikut aja," ucap Ardiaz.


"Ahaha, ternyata kamu so sweet juga ya?" goda Laura.


"Demi nyenengin calon istri, apa sih yang enggak?" kekeh Ardiaz.


"Terus kenapa kamu pengen bikin Aileen cemburu? Bukannya itu bisa bikin hubungan kalian tambah riweh ya?" tanya Laura keheranan.


"Ya emang sih, tapi gak ada jalan lain selain bikin dia makin cemburu. Barangkali dengan begitu, Aileen jadi mau maafin saya, ya kan?" jawab Ardiaz.


"Kalau misal dia gak maafin kamu gimana?" tanya Laura.


"Jangan bilang gitu dong Lau!" pinta Ardiaz.


"Hahaha, iya iya.." Laura terkekeh kecil.


Ardiaz membuka pintu dan keluar bersama Laura, dia tak sadar bahwa sedari tadi gerak-gerik nya terus diperhatikan oleh Aileen.


Aileen bersama Shanum memang memantau mereka dari jauh, kedua gadis itu bersembunyi bermaksud untuk mencari tahu apa yang Ardiaz lakukan di dalam sana.


"Tuh kan bener, pak Ardiaz emang nyamperin Bu Laura!" kesal Aileen.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2