
Pagi-pagi sekali, Aileen sudah tampak rapih dan bersiap pergi ke sekolah. Ia keluar setelah berpamitan dengan Alana di meja makan.
Namun, betapa terkejutnya gadis itu melihat sang kekasih yang ternyata sudah berdiri tepat di hadapannya saat ini sambil menatapnya dingin.
"Pak Ardiaz?" Aileen terbelalak tak percaya, ia maju perlahan mendekati pria itu.
Tak ada jawaban dari Ardiaz, pria itu masih diam mematung seolah tak menggubris panggilan Aileen tadi.
"Aku kangen banget sama bapak!" tanpa basa-basi, Aileen langsung memeluk erat kekasihnya.
"Bapak kemana aja sih? Harusnya bapak tuh kasih kabar lah sama aku kalau mau pergi, jangan malah ngilang gitu aja! Aku itu panik tau seharian cariin kamu!" sambungnya.
Tetap masih tidak ada reaksi dari Ardiaz, membuat Aileen kebingungan dan tak mengerti mengapa Ardiaz hanya diam saja.
"Pak, bapak kenapa diam aja?" tanya Aileen.
Lalu, tiba-tiba Ardiaz menggerakkan tangannya dan melepas pelukan itu. Ia mendorong tubuh Aileen menjauh darinya dengan perlahan.
"Ada apa? Bapak gak suka dipeluk sama aku?" tanya Aileen lagi, kali ini dengan raut kecewa.
"Maaf Aileen! Sepertinya kita udah gak bisa melanjutkan hubungan kita ini lagi," ucap Ardiaz.
"Maksud bapak? Kenapa bapak bilang begitu? Emangnya kenapa?" tanya Aileen tak mengerti.
"Saya sudah berulang kali mencoba sabar dan menahan diri, tapi untuk kali ini saya gak bisa tahan lagi Aileen," jawab Ardiaz.
"Tahan apa? Bapak tolong bicara yang jelas dong biar aku ngerti!" ucap Aileen.
"Saya ingin cepat-cepat menikah Aileen, tetapi kamu gak pernah mau mengerti itu. Kamu malah lebih memilih fokus ke pendidikan kamu daripada menikah dengan saya, disitu saya meragukan cinta kamu Aileen," jelas Ardiaz.
"Apa pak? Bapak lupa kalau aku yang selalu kejar-kejar bapak sebelum ini? Aku berjuang loh buat dapetin bapak, sekarang seenaknya bapak meragukan cinta aku?" kesal Aileen.
"Saya tahu betul itu, namun sepertinya cinta kamu ke saya hanya sebatas cinta monyet. Saya mewajarkan itu mengingat kamu memang masih ABG labil, tapi saya tidak bisa terus bertahan dalam hubungan tidak sehat ini," ucap Ardiaz.
"Kenapa bapak tega bilang begitu sama aku? Aku tulus cinta dan sayang sama bapak, ini bukan cinta monyet!" ucap Aileen.
"Kalau memang begitu, menikahlah dengan saya sekarang juga Aileen!" pinta Ardiaz.
Gadis itu berdiam di tempat, menundukkan kepala seraya berpikir mengenai ajakan Ardiaz untuk menikah.
"Kenapa diam? Kamu gak mau?" tanya Ardiaz.
__ADS_1
"Bukan gak mau, tapi aku—"
"Gak siap?" sela Ardiaz.
"Hah??" kaget Aileen.
"Selalu aja itu yang jadi alasan kamu Aileen, jujur saya bosan dan muak dengarnya! Maaf banget ya, tapi saya gak bisa terusin hubungan kita tanpa kepastian!" ucap Ardiaz.
"Pak, jangan begini dong! Aku gak mau putus dari bapak!!" ucap Aileen.
"Semuanya sudah terlambat Aileen, seharian kemarin saya merenungi hubungan kita dan saya rasa putus adalah jalan terbaik," ucap Ardiaz.
"Terbaik untuk bapak, tapi enggak buat aku. Aku gak mau putus dari bapak! Aku sayang sama bapak!" tegas Aileen.
"Kamu bohong Aileen! Kalau kamu sayang sama saya, kenapa kamu sulit sekali saya ajak nikah?" ucap Ardiaz.
"Aku mau nikah sama bapak, tapi gak sekarang!" ujar Aileen.
"Terus kapan? Tunggu saya semakin tua? Yang ada saya bisa mati duluan nantinya Aileen, saya gak mau meninggal dalam keadaan jomblo!" ucap Ardiaz.
Air mata tak dapat tertahan lagi, Aileen pun menangis detik itu juga. Ia benar-benar sedih karena Ardiaz ingin mengakhiri hubungan mereka.
•
•
"Aileen, bangun Aileen! Tuh alarm kamu udah bunyi, yuk bangun bangun!"
Mendengar itu, Aileen sontak membuka kedua matanya dan spontan duduk di atas ranjang dengan nafas terengah-engah.
"Haaahhh haaahhh haaahhh..."
"Ka-kamu kenapa Aileen?" tanya Alana bingung.
"Kak, aku abis mimpi buruk! Tapi aku senang banget sih itu cuma mimpi bukan kenyataan, tapi tetap aja aku gak bisa tenang sekarang kak!" ucap Aileen.
"Ada apa sih Aileen? Kamu mimpi apa emangnya? Kok bisa sampai ngos-ngosan gitu?" tanya Alana.
"Tadi aku mimpi ketemu pak Ardiaz kak, terus dia—"
"Eh tunggu tunggu, kayaknya aku tau nih arah mimpinya kemana. Dilihat dari nafas kamu yang kayak gitu, terus kamu juga keringetan. Ini jangan-jangan kamu mimpi begituan sama pak Ardiaz ya?" tebak Alana.
__ADS_1
"Hah? Kak Lana bicara apa sih? Ya bukan lah! Aku tuh mimpi diputusin sama pak Ardiaz, bukan anu-anu sama dia!" ucap Aileen dengan tegas.
"Serius kamu Aileen? Kok bisa kamu mimpi begitu? Emang apa alasan pak Ardiaz mutusin kamu di mimpi? Dia bosan sama kamu atau gimana?" tanya Alana penasaran.
"Eee dia sih bilangnya karena dia gak mau nunggu aku terlalu lama, soalnya kan aku selalu nolak tiap kali diajak nikah sama dia," jawab Aileen.
"Oalah, bisa jadi ini petunjuk buat kamu Aileen. Mungkin aja pak Ardiaz itu emang kesel karena kamu selalu tolak ajakan dia, jadi dia muncul deh di mimpi kamu," ucap Alana.
"Aku juga mikir begitu sih kak, terus menurut kakak aku harus apa?" tanya Aileen.
"Ya kamu mending buru-buru deh temuin Ardiaz dan bilang kalo kamu siap buat nikah sama dia!" jawab Alana.
"Ih gila kali ya, masa aku nikah muda sih kak? Aku belum siap tau," ujar Aileen.
"Berarti kamu harus siap kalau pak Ardiaz bakal putusin kamu sesuai di mimpi," ucap Alana.
"Masa gitu sih kak? Jangan sampe lah, aku gak mau putus dari pak Ardiaz tau!" ucap Aileen.
"Yaudah, kamu mending mandi dulu gih sana! Abis itu siap-siap sekolah terus sarapan bareng di meja makan!" ucap Alana.
"I-iya kak, tapi kak Lana bantu doa ya supaya hubungan aku sama pak Ardiaz langgeng!" ucap Aileen.
"Kamu gausah khawatir, aku bakal terus doain yang terbaik buat kamu!" ucap Alana.
"Makasih kak! Oh ya, kak Gabino ada ngabarin kak Lana gak dan tanya soal aku? Barangkali dia kangen gitu sama aku," tanya Aileen penuh harap.
"Hahaha, kamu kepedean banget sih Aileen. Mas Gabino belum telpon lagi pagi ini, terakhir ya semalam itu waktu kita video call bareng," jawab Alana.
"Ohh, terus kak Lana gak kangen gitu sama kak Gabino? Gak coba hubungin dia, misal telpon gitu?" tanya Aileen.
"Buat apa Aileen? Aku takut ganggu mas Gabino, siapa tau dia masih tidur atau justru dia udah berangkat kerja. Nanti aja aku tunggu sampai dia telpon duluan kesini," jawab Alana.
"Oh gitu, ya terserah kak Lana aja deh. Aku mau mandi dulu ya kak?" ucap Aileen.
"Di kamar mandi sini aja sayang, kalau harus ke atas lama lagi dong," ucap Alana.
"Iya sih, aku pinjam kamar mandinya ya kak?" ucap Aileen.
"Iya Aileen," singkat Alana.
Aileen pun bergegas masuk ke kamar mandi membawa handuk serta peralatan mandinya, sedangkan Alana keluar dari kamar itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...