
Keesokan harinya, Aileen keluar dari kamar dengan pakaian seragam sekolahnya. Ia berjalan menuruni tangga sambil tersenyum renyah dan tak sabar ingin segera tiba di sekolah.
Sesampainya di meja makan, tampak Gabino serta Alana langsung dibuat terkejut dengan penampilan Aileen saat ini. Mereka tak menyangka jika Aileen sudah hendak pergi ke sekolah.
"Loh Aileen, kamu emangnya mau sekolah hari ini? Udah baikan tubuh kamu?" tanya Alana.
"Iya kak Lana, lagian aku bosen di rumah terus cuma rebahan sama makan. Enakan di sekolah aku bisa bebas ngapain aja," jawab Aileen.
Gabino mendekati Aileen lalu menyentuh dahi gadis itu dengan telapak tangannya.
"Ganti lagi baju kamu!" perintah Gabino.
"Apa sih kak? Aku tuh udah gak sakit, aku pengen sekolah. Kalau aku kelamaan di rumah gak sekolah, yang ada aku bisa ketinggalan pelajaran. Sebentar lagi kan aku mau ujian kelulusan," ucap Aileen.
"Cepet ganti baju atau kakak kunci kamu di kamar seharian!" tegas Gabino.
Aileen terbelalak mendengarnya.
"Kak, kenapa kakak jahat banget sih sama aku? Aku udah bilang kalau aku udah gak sakit lagi, aku mau sekolah. Apa salahnya sih kak?" ujar Aileen.
"Kamu masih panas Aileen, kakak gak bisa biarin kamu ke sekolah dalam keadaan kayak gini. Lagian siapa sih yang suruh kamu sekolah? Udah deh jangan bandel!" ucap Gabino.
"Gak ada yang suruh kak, emang aku kepengen sendiri. Aku bosen cuma diem di rumah gak ngapa-ngapain," ucap Aileen.
"Kamu baru boleh sekolah kalau kamu udah baikan, sekarang masuk lagi ke kamar dan ganti baju!" ujar Gabino.
"Kak—"
"Aileen jangan ngebantah!" sela Gabino.
Gadis itu reflek menutup mata dan menunduk saat Gabino membentak nya, sungguh dia amat takut mendengar suara kakaknya itu.
"Mas, udah lah kamu gak perlu kasar gitu sama Aileen!" tegur Alana.
"Aku cuma mau kasih tahu dia sayang, dia itu masih sakit belum boleh sekolah," ucap Gabino.
"Iya mas, tapi kamu gak mesti bentak dia juga dong. Kasihan Aileen jadi ketakutan!" ujar Alana.
"Ck! Masa cuma segitu aja takut? Yaudah, sekarang kamu temenin dia gih ke kamar buat ganti baju!" ucap Gabino.
"Gak perlu!" ucap Aileen dengan cepat.
"Maksudnya apa?" tanya Gabino.
"Aku bisa ganti baju sendiri, tapi nanti siang setelah aku pulang sekolah," jawab Aileen.
"Haish, kamu ini ya—"
__ADS_1
"Mas!" Alana dengan cepat mencekal lengan Gabino yang hendak menyentuh Aileen, ia khawatir pria itu akan menyakiti adiknya.
"Aku kesal sayang, dia keras kepala banget!" sentak Gabino.
"Sabar mas! Kalau kamu kasar terus, yang ada Aileen malah makin berontak. Kamu harus bisa ngertiin adik kamu dong mas!" ucap Alana.
"Kenapa harus aku terus yang ngertiin dia? Kapan dia mau coba ngertiin aku?" tanya Gabino.
"Buat apa aku harus ngertiin kakak?" celetuk Aileen dengan mencebikkan bibirnya.
"Tuh kan, yang kayak gini nih yang bikin orang emosi! Siapa yang gak kesel coba sama cewek begini? Gak ada hormat-hormat nya sama kakak," geram Gabino.
"Hilih emangnya kakak pahlawan apa yang harus dihormati?" ujar Aileen.
"Aileen, kamu gak boleh kayak gitu juga sama kakak kamu. Mas Gabino ini perduli loh sama kamu, dia cuma gak pengen kamu kenapa-napa. Udah ya kamu nurut aja!" ucap Alana.
"Aku gak mau kak, aku pengen sekolah!" tegas Aileen.
"Ya terserah kamu lah, kakak capek!" kesal Gabino.
Gabino pun kembali duduk sembari memegangi keningnya, sedangkan Aileen tetap berdiri dengan mere-mas seragamnya.
•
•
Ardiaz sengaja tidak mengabari Aileen lebih dulu, ia bermaksud ingin memberi kejutan padanya agar gadis itu senang.
"Semoga aja Aileen suka sama bubur ayam yang saya bawa!" ucap Ardiaz.
TOK TOK TOK...
Ardiaz mengetuk pintu, mengucap salam dan berharap seseorang bisa segera membuka pintu untuknya.
"Permisi, selamat pagi!" ucapnya.
Ceklek
Tak lama pintu terbuka, Aileen sendiri yang muncul membukanya dan membuat Ardiaz terkejut.
"Loh Aileen, kamu kok?" kaget Ardiaz.
"Kenapa pak? Bapak senang banget ya ngeliat aku? Sampe mangap begitu mulutnya," goda Aileen.
"Apa sih kamu?" Ardiaz tersenyum sembari mengusap wajah gadisnya, seketika ia menyadari bahwa tubuh Aileen masih panas.
"Hey, kamu kok udah pake baju sekolah sih? Padahal ini badan kamu masih panas loh, apa kamu gak takut kenapa-napa lagi?" ucap Ardiaz.
__ADS_1
"Enggak pak, aku udah baikan kok," ucap Aileen sambil tersenyum manis.
"Baikan darimana? Ini kamu masih panas tau, saya gak izinin kamu pergi sekolah. Sekarang mending kamu masuk lagi, terus kita sarapan bareng ya! Saya udah bawain bubur buat kamu," ucap Ardiaz.
"Ah gak mau, pokoknya aku mau sekolah! Aku bosen di rumah terus, aku pengen kumpul sama teman-teman aku di sekolah," rengek Aileen.
"Kamu jangan bandel deh Aileen! Saya yakin kakak kamu juga pasti gak setuju kan kamu sekolah sekarang?!" ucap Ardiaz.
"Sok tahu!" cibir Aileen.
"Haish, kamu kenapa nakal banget sih? Saya gak suka kamu begini, jadi perempuan itu harus baik dan nurut sama kata cowoknya!" ucap Ardiaz.
"Tapi pak, aku—"
"Sssttt udah udah jangan bantah terus! Ayo kita masuk ke dalam!" potong Ardiaz seraya menempelkan jarinya di bibir Aileen.
"Ish, bapak jangan paksa-paksa aku dong! Aku tuh mau berangkat sekolah, aku gak mau masuk ke dalam!" ucap Aileen.
"Kita masuk atau saya hukum kamu!" ancam Ardiaz.
"Hilih emangnya bapak mau kasih hukuman apa sih buat aku? Paling juga bapak gak tega ngehukum aku, secara aku kan cantik dan manis. Apalagi aku ini pacarnya bapak," ucap Aileen.
Ardiaz benar-benar dibuat gemas dengan tingkah Aileen yang seperti itu, jika tidak berada di rumah Aileen mungkin Ardiaz saat ini sudah meraup habis bibir mungil yang menjadi candu baginya itu sampai Aileen kehilangan nafas.
"Kenapa bapak diem? Bener kan yang aku bilang tadi?" tanya Aileen dengan menggoda.
"Enggak sih, saya berani hukum kamu apapun itu. Sekarang kamu mending nurut deh sama saya daripada nyesel," jawab Ardiaz.
"Iya iya, sama bapak mah aku nurut aja deh. Abisnya bapak serem sih kalo lagi marah, kadang aku suka takut banget," ucap Aileen.
"Hahaha, masa sih? Perasaan selama ini saya gak pernah marah sama kamu deh," ujar Ardiaz.
"Ih pura-pura gak tahu, padahal bapak sering tau marah-marah sama aku!" ucap Aileen dengan bibir cemberut.
"Hus jangan digituin bibirnya! Nanti saya gak tahan terus saya lahap kan repot, kamu mah sukanya mancing saya terus!" ujar Ardiaz.
Aileen spontan menutupi mulutnya.
"Hah?? Bapaknya aja yang baperan! Masa aku cuma begitu aja bapak kegoda sih?" ucap Aileen.
"Siapa yang gak tergoda sama bibir manis kamu itu sayang?" ujar Ardiaz.
"Ih dasar bapak cabul!" cibir Aileen.
Aileen langsung masuk begitu saja ke dalam rumahnya meninggalkan Ardiaz disana.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...