Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 24. Pegangan tangan


__ADS_3

Aileen masih terus merenung di taman sekolah ditemani oleh Shanum, terlihat jelas gadis itu tengah memikirkan Ardiaz yang saat ini berada di kantin bersama Laura.


Shanum pun menatap kasihan ke arah Aileen, dia tidak tega melihat sohibnya bersedih seperti itu karena merasa dikhianati oleh Ardiaz yang malah asyik berduaan dengan wanita lain.


"Len, jangan sedih-sedih terus dong! Nih lu cobain cilok punya gue deh," bujuk Shanum.


"Aku lagi gak suka cilok, aku juga gak naf-su makan. Udah kamu abisin aja cilok nya, terus jangan ganggu aku lagi!" ucap Aileen ketus.


"Kok gitu sih Aileen? Gue tuh pengen hibur lu tau, gue gak mau lu sedih terus!" ujar Shanum.


"Aku gak butuh dihibur, aku bisa hibur diri aku sendiri kok. Mungkin aku cuma butuh waktu supaya bisa lupain semuanya," ucap Aileen.


"Jangan dilupain lah Aileen! Menurut gue, harusnya lu samperin tuh pak Ardiaz dan tegur mereka biar gak makin menjadi-jadi!" usul Shanum.


"Saran kamu gak banget deh, kan aku udah bilang kalau aku gak mau ada keributan lagi," ucap Aileen.


"Ih gapapa kali Aileen, lu tuh harus tegas sama pak Ardiaz dan jangan biarin dia selingkuh sama cewek lain secara terang-terangan!" ucap Shanum.


"Aku udah sering ngelakuin itu, tapi akhirnya malah pak Ardiaz yang marah sama aku. Aku juga lagi malas ribut, jadi mending aku diem aja. Kalau emang pak Ardiaz tahu yang dia lakukan salah, harusnya dia minta maaf dong sama aku," ucap Aileen.


"Namanya laki-laki Aileen, mereka pasti gak akan sadar kalau dirinya salah. Lo coba deh samperin pak Ardiaz sekarang, sebelum semuanya terlambat!" ucap Shanum.


"Terlambat gimana maksudnya?" tanya Aileen.


"Kalau sampai pak Ardiaz kepincut sama Bu Laura terus mereka jadian, beuh lu bisa ditinggalin sama pak Ardiaz!" jawab Shanum.


"Kamu kenapa malah nakut-nakutin aku sih? Jangan bilang begitu lah Shanum!" ujar Aileen.


"Gak ada yang nakutin lu Aileen, gue cuma mau kasih tau ke lu supaya hati-hati aja gitu sama Bu Laura! Soalnya yang gue lihat nih ya, Bu Laura itu punya rasa sama pak Ardiaz," ucap Shanum.


"Ah sotoy kamu! Tau darimana coba?" cibir Aileen.


"Yeh itu kan feeling gue Len, bisa bener tapi bisa juga salah," ucap Shanum sambil melahap cilok miliknya.


"Huh kamu mah makan terus, bukannya hibur aku!" kesal Aileen.


"Loh lu gimana sih? Tadi kan lu sendiri yang gak mau gue hibur," heran Shanum.


"Aileen!" sebuah suara berat membuyarkan obrolan mereka, kedua gadis itu bergegas menoleh ke asal suara dan menemukan Virgo disana.


"Kak Virgo? Ada apa?" tanya Aileen penasaran.

__ADS_1


"Gue cariin lu kemana-mana, eh ternyata ada disini," ucap Virgo sambil duduk di samping Aileen.


Ya memang masih ada ruang di sebelah kiri gadis itu, sehingga Virgo bisa duduk disana dan kini posisi Aileen berada di tengah antara Virgo dan Shanum.


"Ngapain kamu nyariin aku?" tanya Aileen lagi.


"Gue tadi lihat pak Ardiaz lagi makan berdua sama Bu Laura di kantin, mereka kelihatan mesra banget. Apa lo tau soal itu?" jelas Virgo.


"Tuh kan Len, lu sih gak mau dengerin kata-kata gue!" sahut Shanum.


"Apaan sih Shanum? Kamu bisa diam gak? Aku lagi bicara nih sama kak Virgo," sentak Aileen.


Sontak Shanum terdiam dan memilih memakan cilok nya sampai habis, sedangkan Aileen beralih menatap Virgo.




Disisi lain, Ardiaz masih menikmati makanannya bersama Laura di kantin. Seperti kata Virgo, mereka memang cukup dekat saat ini.


Bahkan, Laura tak ragu untuk menyentuh tangan Virgo sambil sesekali mengelusnya perlahan, ia berani melakukannya karena tak mendapat penolakan dari sang lelaki.


"Kamu suka ya elus-elus tangan saya begitu?" tanya Ardiaz dengan nada menggoda.


"Bukan gak nyaman, saya kan cuma nanya. Lagian kenapa gaya bicara kamu jadi formal begitu sih? Udah dibilang biasa aja kalo sama saya," ujar Ardiaz.


"Gak bisa pak, disini kan rame sama murid dan guru-guru. Kalau saya biasa aja, nanti mereka pada curiga lagi," ucap Laura.


"Terus kenapa kamu pegang tangan saya kalau tau disini rame?" tanya Ardiaz.


Laura reflek menarik tangannya menjauh dari Ardiaz, ia tahu sebenarnya pria itu memang tak nyaman diperlakukan seperti itu.


"Maaf ya pak, saya lancang!" ucap Laura.


"Gak masalah, asalkan gak ada yang lihat dan lapor ke Aileen. Kalau sampai ada, mungkin saya bisa dihukum abis-abisan sama dia," ujar Ardiaz.


"Hahaha, sekali lagi saya minta maaf ya pak! Saya benar-benar lancang tadi, harusnya saya gak pegang tangan bapak!" ucap Laura.


"Sudahlah Laura, nikmati saja makanan kamu dan jangan bahas itu lagi!" perintah Ardiaz.


"Baik pak!" Laura menurut dan kembali fokus ke makanannya.

__ADS_1


Ardiaz hanya tersenyum tipis sembari menatap wajah Laura, yang dilakukan wanita itu tadi memang agak membuatnya was-was.


"Ehem ehem..."


Keduanya dibuat terkejut dengan suara deheman tersebut, Ardiaz sontak menoleh lalu terbelalak menyaksikan gadisnya muncul disana.


"Aileen??" kaget Ardiaz.


"Enak ya pak makan berdua sama Bu Laura? Sampe lupa ya sama aku?" cibir Aileen.


Ardiaz bangkit dari duduknya dan memegang tangan Aileen.


"Bicara apa sih kamu? Saya gak lupa sama kamu, saya ajak Bu Laura makan karena ini hari pertama dia kerja disini," ucap Ardiaz.


"Iya, aku tahu kok alasan bapak. Tapi, apa harus bapak sama Bu Laura pegangan tangan sewaktu makan?" ujar Aileen.


Deg!


Ardiaz benar-benar kaget, sesuatu yang tidak diinginkan akhirnya justru terjadi saat Aileen ternyata melihat semuanya.


"Gak ada yang pegangan tangan, saya sama Bu Laura cuma makan biasa," elak Ardiaz.


"Tadi aku lihat sendiri kok tangan bapak dipegang sama Bu Laura," ucap Aileen.


Ardiaz tersenyum dan memegang dua pundak gadisnya itu, ia tatap wajah Aileen dari jarak dekat hingga membuat gadis itu kesulitan untuk fokus.


"Apaan sih pak?!" Aileen coba berontak, namun Ardiaz justru menahan bahunya.


"Kamu bisa percaya sama saya, gak mungkin saya khianati kamu Aileen! Saya cuma pegang tangan kamu, gak ada yang lain. Kamu bisa tanya langsung ke Bu Laura apa yang terjadi tadi," ucap Ardiaz penuh penekanan.


"Buat apa? Mending aku pergi, aku gak mau ganggu kalian yang lagi asyik berduaan!" ujar Aileen.


Saat Aileen hendak pergi, Ardiaz dengan cekatan kembali menahannya untuk tetap disana.


"Kamu gak boleh pergi! Kamu ikut makan aja ya sama kita! Nanti saya traktir deh, anggap sebagai permintaan maaf saya!" bujuk Ardiaz.


"Ih tuh kan bapak mau minta maaf, berarti bapak ngaku kalau bapak abis melakukan kesalahan sama aku!" ucap Aileen.


Ardiaz menepuk jidatnya.


"Salah bicara nih saya," batinnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2