
Ardiaz baru tiba di rumahnya, ia langsung memasuki rumah sembari melepas jaket kulit yang ia kenakan karena merasa gerah dan panas.
Mita yang kebetulan tengah menonton tv, tersenyum begitu melihat Ardiaz datang. Ia bangkit lalu menghampiri putranya di depan sana.
"Diaz, gimana hari ini? Lancar-lancar aja kan?" tanya Mita.
"Lancar kok ma, aku malah senang banget bisa bareng sama Aileen terus," jawab Ardiaz sambil mencium tangan mamanya.
"Oalah, pantas kamu senyum-senyum terus pas masuk tadi. Oh ya, kapan kamu bisa bawa Aileen kesini? Mama udah kangen banget pengen ketemu Aileen sayang," ucap Mita.
"Sabar ya ma! Kalau gak ada kendala, Aileen bisa aku bawa ke rumah ini lusa. Tadi aku juga udah bilang kok sama dia," ucap Ardiaz.
"Nah iya, bagus itu sayang! Buruan deh kamu ajak Aileen kesini ya! Mama kangen banget ngobrol sama Aileen, abisnya dia asyik sih diajak ngomong gak kayak kamu yang sibuk terus!" sindir Mita.
"Loh kok jadi aku ma? Perasaan aku asyik-asyik aja deh kalo mama mau mah," ucap Ardiaz.
"Yaudah, kamu mandi dulu gih sana! Nanti malam gak ada rencana jalan bareng Aileen lagi?" tanya Mita.
"Kayaknya enggak deh, soalnya Aileen tadi bilang dia capek banget. Mungkin aku cuma chatting atau telponan sama dia," jawab Ardiaz.
"Ah bagus deh! Kamu video call dia nanti ya, mama sekalian mau bicara sama dia!" ucap Mita.
"Iya mama, yaudah aku ke kamar dulu ya? Nanti aku balik lagi kesini abis mandi, biar mama gak kangen terus sama Aileen," ucap Ardiaz.
"Hehe.."
"Eh tapi ma, kalo mama udah kepengen banget bicara sama Aileen, mama bisa kan video call langsung ke dia sekarang!" ucap Ardiaz.
"Oh iya ya, tapi mama takut ganggu Aileen. Tadi kan kata kamu dia capek, nanti aja deh mama telponnya bareng sama kamu. Udah sana kamu mandi dulu, cepetan tapi ya!" ucap Mita.
"Iya ma, berarti mama tunggu sebentar ya gak lama kok!" ucap Ardiaz.
Mita manggut-manggut setuju, sedangkan Ardiaz mengusap bahu mamanya sejenak sebelum pergi menaiki tangga menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, pria itu langsung mengecek ponselnya. Ia menemukan pesan masuk dari sang kekasih beberapa waktu lalu.
"Waduh! Ini Aileen ngechat lagi, pasti dia marah nih karena saya telat balasnya," ucap Ardiaz pelan.
Aileen
Pak, bapak dimana? Udah sampe rumah belum? Kok gak ngabarin aku sih?
Tanpa menunggu lama, Ardiaz pun memutuskan mengetik balasan untuk gadis itu.
^^^Ardiaz^^^
__ADS_1
^^^Hai sayang! Maaf banget ya saya baru balas sekarang, tadi saya masih nyetir soalnya! Ini juga saya baru sampai di rumah, jangan marah ya cantik!^^^
Pria itu terus berharap-harap cemas menantikan balasan dari Aileen, ia khawatir Aileen marah dan tidak mau membalas pesannya.
"Aileen kemana sih? Apa dia marah sama saya karena saya telat balas?" gumam Ardiaz.
Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit, Ardiaz memutuskan meletakkan ponselnya di atas meja dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Ah lebih baik saya mandi dulu, siapa tahu begitu selesai mandi Aileen udah balas pesan saya. Semoga aja dia gak marah deh!" ucap Ardiaz.
Pria itu mengambil handuk dari lemari, lalu melangkah memasuki kamar mandi. Ia menyalakan shower membasuh kepala untuk menghilangkan rasa pusing di tubuhnya.
"Ahh segarnya! Jadi pengen mandi bareng Aileen," kekeh Ardiaz.
•
•
Disisi lain, Aileen masih terjebak dalam dekapan sang kakak yang tak kunjung mau keluar dari kamarnya.
Ya Gabino belum mau melepaskan Aileen dan juga menyimpan ponsel gadis itu, sehingga membuat Aileen makin kesal dibuatnya.
"Ish, kakak mau ngapain lagi sih disini? Aku tadi udah ceritain semuanya loh, udah sana keluar! Balikin juga hp aku, udah gak jaman tau main sita-sita hp orang begitu!" sentak Aileen.
"Ih punya hak darimana? Itu kan hp aku bukan hp kakak!" ucap Aileen.
"Hp itu belinya pake duit siapa hayo?" goda Gabino.
"Iya iya, emang itu kakak yang beliin. Tapi, kan sekarang udah jadi hak milik aku. Soalnya waktu itu kakak beliin buat aku," ucap Aileen.
"Ya iya sih, tapi tetap kakak punya hak buat sita hp ini kalau kamu bikin salah," ucap Gabino.
"Aku kan udah minta maaf, balikin dong hp aku kak! Please!!" mohon Aileen.
"Ada syaratnya sayang, dan kamu harus lakukan itu!" ucap Gabino.
"Syarat? Syarat apa kakak??" tanya Aileen penasaran.
Gabino tersenyum, lalu mengeratkan dekapan nya membuat Aileen kesulitan bergerak. Pria itu juga sengaja menahan kedua tangan Aileen agar tidak mampu melawannya.
"Kamu harus nurut terus sama kakak, gak boleh ngebantah apapun perintah kakak! Kalau kamu gak mau nurut sekali aja, kakak bakal langsung kasih hukuman ke kamu yang lebih parah daripada sita hp!" jawab Gabino.
"Hah? Perasaan sebelumnya aku juga sering nurut sama kakak, mana pernah ak—"
"Sssttt jangan bilang mana pernah kamu ngelawan kakak! Orang sering kok kamu gak mau nurut sama kakak," potong Gabino.
__ADS_1
"Eee hehe..."
Tling
Tiba-tiba ponsel Aileen berbunyi, gadis itu sontak terkejut lalu berniat mengambil ponselnya dari tangan Gabino.
"Kak, hp ku bunyi. Aku mau cek sebentar dong kak! Pasti itu pak Ardiaz yang sms aku," pinta Aileen.
"Kamu ngatur kakak? Gak bisa sayang, kakak gak akan berikan hp kamu ini!" tegas Gabino.
"Cuma mau cek doang kak, masa gak boleh sih? Sebentar aja kok, please ayolah kakakku yang tampan dan gagah!" bujuk Aileen.
"Gak mempan bujukan kamu itu buat kakak, mending kamu mandi sana!" ujar Gabino.
"Nanti aja kak, aku mau cek pesan dari pak Ardiaz dulu. Sini dong kak hp aku!" ucap Aileen.
"Belum tentu ini pesan dari Ardiaz, kamu jangan kege'eran dulu!" ucap Gabino.
"Yaudah, sini aku lihat dulu biar aku tau! Sebentar doang kok kak, please!!" ucap Aileen.
"Haish, kamu tuh kalo lagi maksa begini pasti selalu tunjukin muka sok imut kamu itu. Kakak kan jadi gak bisa nolaknya, yaudah deh nih hp nya kamu ambil!" ucap Gabino pasrah.
"Hehe makasih kak! Emang kakak paling baik deh!" puji Aileen.
Gabino menggeleng pelan sembari membuang muka, sedangkan Aileen langsung cepat membuka ponselnya untuk mengecek pesan yang masuk.
"Nah kan bener dari pacar aku!" ucap Aileen.
"Lebay kamu!" cibir Gabino.
"Yeh sirik aja kakak!" ketus Aileen.
"Ngapain sirik? Kakak mah udah sering dapet pesan dari kak Lana, malah sekarang sampai bisa nikah sama dia," ucap Gabino.
"Hilih sombong!" ucap Aileen.
"Biarin, udah cepetan baca tuh pesan, terus balas! Abis itu hp nya kasih kakak lagi!" perintah Gabino.
"Huh iya iya.."
Aileen terpaksa menurut dengan ucapan Gabino, ia tak mau membuat kakaknya itu emosi padanya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1