
Sepanjang perjalanannya menuju kelas, Aileen selalu disapa oleh para lelaki di sekolahnya. Bahkan, beberapa dari mereka juga berani mencolek tubuhnya serta menggodanya.
Ya keberanian itu disebabkan karena tidak adanya Ardiaz di samping Aileen, sehingga Aileen pun tak mampu melindungi dirinya sendiri dari godaan para pria-pria mesum haus sentuhan itu.
Aileen tetap mencoba sabar dan tenang, ia tak mau terpancing emosi yang nantinya akan merepotkan dirinya sendiri. Meskipun saat ini suasana hatinya sangat panas.
"Aileen!" betapa senangnya ia begitu Shanum muncul dan menyapanya.
"Shanum!" Aileen membalas sapaan sohibnya, lalu bergerak menghampirinya.
"Lo kok dateng sambil cemberut gitu sih? Kenapa?" tanya Shanum keheranan.
"Iya, daritadi aku digodain terus sama tuh cowok-cowok," jawab Aileen.
"Hah kok bisa sih??" kaget Shanum.
"Gak tahu, mungkin karena aku datang sendiri gak sama pak Ardiaz. Jadinya mereka berani kayak gitu deh mumpung aku lagi sendirian," ucap Aileen.
"Loh emang pak Ardiaz kemana? Dia gak anterin lu ke sekolah?" tanya Shanum.
"Enggak Num, pak Ardiaz ada urusan penting katanya. Aku juga gak tahu sih urusannya apa, tapi sebagai pacar yang baik ya aku ngertiin aja," jawab Aileen.
"Oalah, yang sabar ya Len!" ucap Shanum.
"Daritadi aku udah coba sabar, tapi mereka malah makin menjadi-jadi tau," kesal Aileen.
"Tenang! Sekarang lu kan gak sendiri lagi, ada gue disini yang bakal bantu lu dan marahin siapapun yang berani godain lu!" ujar Shanum.
"Hahaha, kamu mah ada-ada aja. Eh tapi boleh deh, aku emang butuh pengawal kayaknya biar gak ada yang berani godain aku," ucap Aileen.
"Ya iyalah Aileen, emang harus begitu. Apalagi lu itu kan cantiknya gak ada obat, siapa sih laki-laki yang gak tertarik sama lu?" ucap Shanum.
"Halah mulai deh sok muji-muji! Abis ini pasti kamu minta ditraktir kan?" ucap Aileen.
"Hehe, jangan mikir negatif dulu dong Aileen! Gue gak butuh ditraktir kok, gue udah kenyang karena tadi gue abis makan bareng ayang Nizar di kantin," ucap Shanum mengusap perutnya.
"Ih enak banget bisa makan bareng pacar kamu! Aku mah boro-boro, paling seharian ini pak Ardiaz gak bisa temuin aku," ucap Aileen.
"Yeh cuma sehari kan? Biasanya juga lu nempel terus sama pak Ardiaz udah kayak truk gandeng," cibir Shanum.
__ADS_1
"Iya sih, ya justru karena itu aku jadi gak bisa jauh-jauh dari pak Ardiaz walau satu hari. Karena aku udah terbiasa dekat sama dia, kamu paham kan?" ucap Aileen.
"Paham kok paham, lu kan bucin banget sama pak Ardiaz. Jadinya wajar ajalah lu gak bisa lepas dari dia walau satu hari," ucap Shanum.
"Nah itu kamu tau Num," ucap Aileen singkat.
"Yaudah, sekarang gimana kalau kita baca buku di perpus sambil gue dengerin curhat lu?" usul Shanum.
"Hah? Kamu tumben banget ngajakin aku baca buku, biasanya juga gak pernah," heran Aileen.
"Ya gapapa Len, soalnya gue juga lagi pengen curhat sama lu soal kehidupan gue," ucap Shanum.
"Emang kamu kenapa Shanum? Lagi ada masalah?" tanya Aileen penasaran.
"Gitu deh, gue boleh kan curhat sama lu?" jawab Shanum.
"Boleh dong Shanum, kita saling curhat aja nanti. Tapi jangan di perpustakaan deh, mending di taman belakang aja biar enak ngobrolnya," ucap Aileen.
"Yaudah deh terserah lu aja, yang penting kita cabut sekarang yuk!" ucap Shanum.
"Yuk!" Aileen mengangguk setuju dan pergi bersama Shanum menuju taman sekolah.
•
•
Shanum tampak cemberut menatap lurus ke depan dengan menangkup wajahnya sendiri.
"Kamu lagi ada masalah apa Shanum? Cerita aja coba sini sama aku, siapa tahu aku bisa bantu!" tanya Aileen penasaran.
"Eee gu-gue..." Shanum terlihat bingung.
"Kamu kenapa? Cerita aja gausah sungkan! Kita ini kan temenan udah lama, jadi kalau kamu ada masalah ya cerita aja sama aku!" ucap Aileen.
"Iya Aileen, sebenarnya gue tuh lagi bingung gimana caranya buat bikin orang tua gue baikan. Mereka tuh berantem terus hampir setiap hari, bahkan tadi pagi-pagi mereka udah berantem," jelas Shanum.
"Duh, aku gak tahu kalau selama ini kamu jadi anak broken home. Abisnya kamu kalo di sekolah ceria banget sih kayak gak ada masalah. Yang sabar ya Shanum!" ucap Aileen.
"Gue pura-pura ceria supaya gak ada yang tahu kalau gue punya masalah, tapi ternyata itu susah karena hati gue makin lama makin sedih. Sekarang gue udah gak bisa tutupin masalah gue lagi," ucap Shanum.
__ADS_1
"Gapapa Shanum, emang sebaiknya kamu itu gausah nutupin masalah. Lebih enakan diceritain begini supaya lempeng kan?" ucap Aileen.
"Iya sih, gue salah emang coba nutupin masalah gue sendiri. Alhasil selama ini gue selalu nangis sendirian di kamar setiap malam, gue gak tahan lagi Len," ucap Shanum.
Aileen menatap penuh kasihan pada sahabatnya, ia mendekat kemudian merangkulnya.
"Kamu sabar ya Shanum! Semoga orang tua kamu bisa segera baikan dan enggak berantem lagi kayak tadi! Aku bakal bantu doain kok!" ucap Aileen menenangkan.
"Aamiin, gue berharap begitu dari kemarin-kemarin tapi belum terwujud sampai sekarang! Gue bingung harus gimana lagi," ucap Shanum.
"Kamu udah coba bicara sama salah satu dari mereka? Misal mama atau papa kamu," tanya Aileen.
"Udah Len, waktu itu gue coba ngomong sama mama dan papa soal ini. Tapi, mereka malah bilang jangan pikirin masalah mereka dan gue disuruh fokus sekolah," jawab Shanum.
"Eee kamu punya saudara atau apa gak gitu yang bisa dimintain pertolongan?" tanya Aileen.
"Banyak sih Len, ada paman sama tante gue misalnya. Ya tapi kayaknya gak mungkin juga mereka bisa bantu masalah gue," jawab Shanum.
"Kenapa?" tanya Aileen.
"Mereka aja jarang main ke rumah, pasti mereka juga sibuk sama urusan mereka sendiri. Huh gak tahu lagi deh gue harus kayak gimana," jawab Shanum.
"Kalo kayak gini, aku juga jadi bingung banget mau bantu gimana," ucap Aileen.
"Gapapa Aileen, lu cukup jadi support system buat gue itu udah makasih banget kok. Emang itu yang gue butuhin sekarang Len," ucap Shanum.
"Itu sih pasti, aku bakal selalu dukung kamu sampai kapanpun Shanum!" ucap Aileen.
"Thanks ya Len! Lo emang sohib gue yang paling cantik dan baik!" puji Shanum.
"Ahaha, udah ya jangan sedih-sedih lagi! Ini bukan Shanum yang aku kenal tau, kamu kan biasanya ceria dan suka ketawa," ucap Aileen.
"Iya iya.." Shanum mengangguk kemudian menyeka air matanya, ia pun tersenyum menatap Aileen dengan kebahagiaan kecilnya.
Mereka lanjut berpelukan selama beberapa menit disana dengan Aileen mengusap punggung Shanum.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1