
Kriiiinggg kriiiinggg...
Waktu istirahat telah tiba, Aileen hendak turun ke kantin bersama Shanum sahabatnya dan menceritakan mengenai mimpinya tadi malam.
Namun, secara mendadak Ardiaz muncul disana lalu menghampiri Aileen di tempat duduknya. Sontak Aileen dan Shanum pun terkejut.
"Hai sayang!" sapa Ardiaz sembari tersenyum ke arah gadisnya.
"Pak Ardiaz ngapain kesini? Aku baru aja mau ke kantin sama Shanum," tanya Aileen.
"Saya gak nanya, saya maunya kamu sama saya Aileen. Ayo kita ke bawah bareng!" jawab Ardiaz.
"Ta-tapi pak, aku pengen bareng Shanum. Nanti aja ya bapak balik lagi pas istirahat kedua? Yuk Shanum kita ke kantin sekarang! Kamu mau dengar cerita aku kan?" ucap Aileen.
"Eee i-i-iya sih Len, tapi..." Shanum terlihat gugup dan bingung saat Aileen menggandengnya.
"Tunggu Aileen! Saya gak bolehin kamu pergi sama Shanum!" tegas Ardiaz mencegah Aileen.
"Apa sih pak? Bapak gak bisa larang-larang aku kayak gitu dong!" sentak Aileen.
"Salahnya dimana? Kamu itu pacar saya, jadi kamu harus nurut sama saya!" ujar Ardiaz.
"Tapi aku gak mau," ucap Aileen.
"Ohh, giliran sama laki-laki lain mau ya? Kamu itu pacarnya saya atau Sean sih Aileen?" ucap Ardiaz.
"Kenapa bapak bawa-bawa Sean?" tanya Aileen.
"Emang benar kan? Kalau sama Sean, kamu mau nurut dan temenin dia ke gudang berdua. Tapi, sama saya kamu kebanyakan nolaknya. Yang pacar kamu itu saya atau dia sih?" ujar Ardiaz.
"Bapak jangan bilang gitu dong! Iya iya, aku minta maaf ya pak kalau udah bikin bapak kesel! Aku mau deh ikut bapak," ucap Aileen.
"Yaudah, ayo sekarang kamu ikut saya dan jangan pernah kamu tolak saya lagi!" tegas Ardiaz.
"Iya pak iya, udah ya jangan marah-marah disini! Malu tau dilihatin orang-orang itu, apalagi di depan Shanum," ucap Aileen.
"Saya gak perduli, suruh siapa kamu bikin saya kesal terus?!" ucap Ardiaz.
"Aku kan udah minta maaf, cukup dong bapak jangan marah-marah terus!" ucap Aileen.
Ardiaz tersenyum, lalu menunduk dan mencengkram rahang Aileen dengan kuat di hadapan Shanum.
"Okay, saya gak akan marah lagi! Sekarang kamu ikut sama saya ya Aileen cantik!" lirih Ardiaz.
"I-iya pak, lepas dong sakit tau!" pinta Aileen dengan gugup.
Ardiaz pun melepaskan tangannya, mengulurkan tangan ke arah Aileen untuk membantu gadis itu bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Shanum, aku pergi dulu ya?" pamit Aileen.
"Iya Aileen, selamat bersenang-senang sama mas pacar ya! Have fun!" ucap Shanum.
Aileen hanya tersenyum dan meraih tangan Ardiaz yang terulur ke arahnya, ia bangkit lalu hendak pergi bersama pria itu.
"Saya pinjam Aileen nya dulu ya Shanum? Kamu gapapa kan sendiri?" ujar Ardiaz.
"Ah gapapa pak, santai aja! Lagian Aileen kan pacar bapak, jadi terserah bapak lah!" ucap Shanum.
"Bagus! Ayo Aileen kita pergi sekarang, saya gak sabar mau ajak kamu makan!" ucap Ardiaz.
"Iya pak," Aileen mengangguk singkat dan pergi bersama Ardiaz keluar dari kelas.
Sementara Shanum tetap disana sambil tersenyum senang, ia memang ikut bahagia melihat sohibnya itu bisa kembali mesra dengan kekasihnya.
"Eh Shanum," tiba-tiba Virgo datang menghampiri Shanum dan menegurnya.
"Lo lagi, kenapa dah?" tanya Shanum ketus.
"Si Aileen dipaksa pergi sama pak Ardiaz ya? Kok gitu sih? Harusnya kan pak Ardiaz gak boleh maksa Aileen kayak gitu," ucap Virgo.
"Berisik lu ah!" Shanum langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi begitu saja meninggalkan Virgo disana.
•
•
Ardiaz juga sudah memesankan makanan untuk mereka agar bisa menikmati sensasi makan berdua di ruangan itu.
"Pak, kenapa kita makan disini sih?" tanya Aileen.
"Sssttt gausah bawel! Saya sengaja ajak kamu kesini supaya kita bisa berduaan sayangku," jawab Ardiaz tersenyum.
"Gak enak tau makan disini, enakan makannya di kantin rame-rame bareng yang lain. Lagian kita kan udah sering berduaan," ucap Aileen.
"Kamu jangan banyak protes deh sayang! Saya gak suka ditolak dan kamu pasti tau itu, jadi kamu diam aja dan nikmati!" tegas Ardiaz.
"Nikmati apa maksudnya pak?" tanya Aileen sedikit cemas.
"Ya nikmati makanan dong sayang, kamu mikirnya apa coba? Yang aneh-aneh ya?" goda Ardiaz.
"Dih mana ada? Aku tuh cuma nanya, bapak gak jelas banget sih!" sentak Aileen.
"Iya iya, kita tunggu ya sampai makanannya datang! Abis itu saya suapin kamu Aileen cantik," ucap Ardiaz.
"Emangnya aku anak kecil apa pake disuapin segala, aku bisa makan sendiri pak!" ujar Aileen.
__ADS_1
"Kamu diam Aileen! Apa kamu gak dengar kata-kata saya tadi? Saya gak suka ditolak, kamu lebih baik diam dan nikmati semuanya!" ucap Ardiaz dengan tegas.
"Terus aku gak boleh ngomong juga dong pak? Kan bapak bilang aku diam aja," tanya Aileen.
"Gak gitu juga, ngomong mah boleh sayang. Kalau gak boleh, nanti saya ngomong sama siapa dong? Masa iya ngomong sendiri?" jawab Ardiaz.
"Yaudah, bapak ganteng jangan marah-marah terus ya!" ucap Aileen menggoda.
Ardiaz tidak tahan dengan itu, ia mendekat dan melahap bibir Aileen secara brutal. Gadis itu pun merasa panas dan kesulitan bernafas.
Aileen mulai memukul-mukul dada Ardiaz meminta pria itu melepas pagutannya, ia sudah amat sulit untuk meraih oksigen saat ini.
Akhirnya Ardiaz mau melepas ciumannya, ia tatap Aileen sekilas sebelum kembali membelai bibir basah milik gadisnya.
"Kamu nikmat sekali, saya selalu suka dengan bibir kamu ini!" puji Ardiaz.
"Pak, kenapa bapak selalu kayak gitu sih? Kalau bapak pengen cium aku, bapak bilang-bilang dong!" keluh Aileen dengan nafas terengah-engah.
"Hahaha, kamu sesak nafas ya sayang? Maaf ya!" ucap Ardiaz seraya menarik tengkuk Aileen dan mengecup keningnya lembut.
Cup!
"Lain kali saya gak begitu lagi deh, kamu mau kan maafin saya cantik?" sambungnya.
"I-iya pak," singkat Aileen gugup.
"Abisnya kamu cantik banget sih, gemesin juga. Saya gak bisa tahan diri kalau dekat sama kamu, cantiknya gak ada obat!" ucap Ardiaz sembari mengusap rambut gadisnya.
"Aku emang cantik, namanya juga perempuan. Kalau ganteng mah bapak, gimana sih?" ucap Aileen terkekeh pelan.
"Oh iya, kalau ganteng mah saya ya. Makanya kamu sampe tergila-gila sama saya dulu, karena saya ganteng banget kan?" goda Ardiaz.
"Apa sih ih pak?! Aku gak suka deh kalo bapak godain begitu terus," ucap Aileen tersipu.
Cup!
Ardiaz malah kembali mengecup kedua pipi Aileen, ia cengkram rahang gadis itu dan terus mengecupi setiap inci wajah Aileen termasuk bibirnya.
"Mmhhh udah pak cukup!!" Aileen meronta-ronta.
"Gak bisa, kamu terlalu nikmat baby. Maaf ya saya gak tahan!" ucap Ardiaz sensual.
"Huh!" Aileen mendengus kesal.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1