Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 23. Tidak kuat


__ADS_3

Aileen serta Shanum tanpa sengaja melihat Ardiaz tengah berjalan menuju ruang guru, mereka pun berniat mengikuti pria itu dari jauh untuk memastikan apa yang hendak dilakukannya.


Dan saat Ardiaz masuk ke dalam sana, Aileen juga Shanum memilih menunggu di luar dengan bersembunyi dibalik dinding sekolah berjaga-jaga agar tidak diketahui oleh Ardiaz.


"Len, lu sebenarnya curiga apa sih sama pak Ardiaz? Orang dia cuma masuk ruang guru kok, salahnya dimana coba?" tanya Shanum heran.


"Salahnya tuh karena disana ada Bu Laura, kamu pikir aja kenapa aku curiga!" jawab Aileen tegas.


"Oh iya juga sih, kira-kira emang pak Ardiaz mau nyamperin Bu Laura ya di dalam sana? Dia ada bilang sama lu?" tanya Shanum lagi.


"Ya enggak lah aduh Shanum! Kalau pak Ardiaz bilang sama aku, ya pasti aku tambah marah sama dia!" jawab Aileen.


"Nah, berarti ini cuma dugaan lu doang kan? Belum tentu juga pak Ardiaz temuin Bu Laura," ujar Shanum.


"Ih udah pasti Shanum! Mau ngapain lagi coba pak Ardiaz kesana kalau gak nemuin Bu Laura?" ucap Aileen mantap.


"Lo kayaknya yakin banget, kepengen apa gimana pak Ardiaz temuin Bu Laura?" ujar Shanum.


"Udah deh kamu diem aja! Kalo kamu gak mau ikut nemenin aku disini, yaudah sana kamu pergi dan pacaran aja!" ucap Aileen mengusir Shanum.


"Eh jangan dong! Iya deh, gue diem dan gue nurut sama lu. Tapi, biarin gue temenin lu disini ya?" ucap Shanum.


"Oke bagus nurut!" ucap Aileen.


Shanum ikut tersenyum, sampai tak lama terdengar suara pintu terbuka dan keduanya pun kompak menoleh ke arah depan.


Ya benar, itu adalah suara pintu ruang guru yang dibuka dari dalam. Dan yang membukanya sudah tentu ialah Ardiaz, diikuti Laura dari belakang.


Seketika Aileen tersentak kaget, mulutnya terbuka lebar dengan perasaan dipenuhi kesedihan sekaligus rasa kecewa dan amarah.


"Tuh kan bener, pak Ardiaz emang nyamperin Bu Laura!" kesal Aileen.


"Sabar Aileen! Lo jangan ambil keputusan sepihak kayak gitu! Belum tentu pak Ardiaz selingkuh sama Bu Laura, bisa jadi mereka lagi mau bahas tentang sekolah. Secara kan Bu Laura itu guru di sekolah kita," ucap Shanum coba menenangkan Aileen.


"Gimana gue bisa mikir positif coba kalo kayak gini? Sekarang di depan mata gue, pak Ardiaz yang gue cintai lagi jalan berdua bareng Bu Laura!" ucap Aileen.


"Lu emosi banget ya Len? Sampe gaya bicara lu jadi berubah gitu," ucap Shanum agak terkejut.


"Emang kenapa? Masalah buat lo?" tanya Aileen.


"Enggak Aileen, udah lu sabar ya jangan emosi! Kita coba aja samperin mereka, terus tanya langsung mereka mau apa!" pinta Shanum.

__ADS_1


"Jangan deh! Aku takut pak Ardiaz malah marah sama aku, mending kita cabut aja!" ucap Aileen.


"Eh eh kok gitu sih Len? Terus lo mau biarin cowok lo berduaan sama cewek lain?" tanya Shanum.


"Sebenarnya enggak, tapi aku lagi males debat. Kalau aku samperin mereka sekarang, nanti yang ada pak Ardiaz marah-marah lagi sama aku dan urusannya bisa panjang," jawab Aileen.


"Ya terserah lu aja deh, lu yang punya keputusan disini. Gue sebagai sahabat cuma bisa dukung lu," ucap Shanum mengusap bahu sahabatnya.


"Thanks ya Num!" ucap Aileen.


Shanum manggut-manggut singkat, lalu mengajak Aileen pergi dari sana.


"Udah yuk kita pergi!" ajak Shanum.


"Iya," singkat Aileen.


Mereka pun pergi ke arah yang berlawanan dengan Ardiaz serta Laura.




Sementara itu, Ardiaz merasa bahwa Aileen ada di dekatnya saat ini. Ia coba menoleh ke belakang untuk memastikan apakah Aileen memang ada disana atau tidak.


"Ada apa pak?" tanya Laura penasaran.


"Eh enggak, saya tadi ngerasa Aileen ada disini. Tapi, ternyata saya salah mungkin itu cuma perasaan saya aja," jawab Ardiaz.


"Kayaknya kamu mending samperin Aileen deh, bujuk dia supaya gak marah lagi sama kamu!" usul Laura.


"Tapi Lau, percuma aja kalau saya bujuk dia sekarang. Saya yakin banget Aileen pasti susah buat dibujuk!" ucap Ardiaz.


"Gak ada yang susah jika kita mau berusaha, kamu coba aja dulu sana!" ucap Laura.


"Nanti aja deh, setelah kita selesai makan. Saya mau temenin kamu dulu makan di kantin, ini kan hari pertama kamu disini," ucap Ardiaz.


"Kamu yakin? Nanti kamu kepikiran terus loh sama Aileen?" tanya Laura.


"Yakin kok. Udah, kamu gausah mikirin soal itu!" ucap Ardiaz sambil tersenyum.


"Aku ngikut kamu aja, tapi ini bukan aku loh yang maksa kamu buat temenin aku," ucap Laura.

__ADS_1


"Tenang aja! Kalaupun Aileen lihat, saya yang akan jelaskan ke dia nantinya. Lagian memang itu sih yang saya mau sebenarnya, saya pengen bikin Aileen cemburu ke kamu supaya dia mikir buat enggak marah lagi sama saya," ucap Ardiaz.


"Rencana kamu itu aja-aja deh, kalau misal gak berhasil gimana?" tanya Laura.


"Masih ada rencana lainnya yang saya persiapkan, kamu doakan saja semoga Aileen mau maafin saya dan gak marah lagi sama saya!" jawab Ardiaz.


"Okay, aku pasti doain kamu kok supaya hubungan kalian berdua langgeng terus!" ucap Laura.


"Aamiin! Terimakasih ya Laura!" ucap Ardiaz.


Laura mengangguk sambil tersenyum, lalu masuk ke area kantin yang dipenuhi para siswa itu.


"Banyak banget ya murid-murid yang makan disini pas jam istirahat," ucap Laura.


"Iya dong, kan cuma ini tempat buat mereka istirahat sambil makan. Tapi kamu gausah cemas, kita bisa dapat makanan tanpa harus antri di belakang mereka kok," ucap Ardiaz.


"Hah kok gitu?" kaget Laura.


"Kita kan guru disini, ada tempat khusus buat para guru dan staf di sekolah untuk pesan makan. Jadi, kita gak perlu antri-antri sampai lama kayak gitu," jelas Ardiaz.


"Ohh, enak dong ya?" ucap Laura.


"Ya gitu deh, udah yuk kita cari tempat duduk yang kosong!" ajak Ardiaz.


Laura mengangguk setuju.


Mereka pun berjalan menuju tempat duduk yang masih tersedia disana, tatapan para murid terus mengarah ke mereka dengan bingung.


Virgo bersama teman-temannya yang melihat itu ikut dibuat heran, mereka tak menyangka Ardiaz akan pergi makan dengan Laura disana.


"Go, itu pak Ardiaz kok jadi makan bareng Bu Laura ya?" ujar Zack.


"Entahlah, mungkin mereka emang teman dekat atau pernah menjalin hubungan sebelumnya," tebak Virgo.


"Tetap aja gak etis sih pak Ardiaz begitu, secara dia kan udah punya pacar disini," ucap Pandu.


"Itu dia, kasihan si Aileen kalau sampai dia lihat semua ini!" ucap Virgo.


"Eh tapi si Aileen kemana ya? Tumben amat dia belum nongol di kantin, biasanya dia kan paling rajin kesini," tanya Lian.


"Oh iya, kemana ya dia??" ujar Virgo.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2