Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 102. Bersihin bareng


__ADS_3

Aileen masih terlihat syok akibat teror yang terus-menerus datang kepadanya, ia sulit untuk tenang meski Malika berkali-kali menenangkannya.


Ini sudah yang kesekian kalinya terjadi, sebab itu Aileen tampak cemas dan khawatir jika akan ada teror lainnya dari Vivi.


"Ma, gimana kalau Vivi masih teror aku lagi nanti? Aku takut banget ma, aku takut!" ucap Aileen.


"Hey, udah ya sabar tenang! Kamu jangan mikir yang enggak-enggak dulu!" ucap Malika.


"Gimana aku gak mikir begitu ma? Orang teror itu datang terus buat aku," ucap Aileen.


"Kamu gak perlu khawatir sayang, kan ada mama yang bisa lindungi kamu disini!" ucap Malika.


"Aku tahu ma, tapi ini masalahnya kita berhadapan sama hantu. Sulit banget rasanya buat kita bisa menang lawan hantu, dia itu kan tak kasat mata alias gak kelihatan," ucap Aileen.


"Kita berdoa aja, semoga hantu Vivi gak gangguin kamu lagi sayang!" ucap Malika.


Aileen hanya bisa diam menganggukkan kepala, jantungnya masih berdetak kencang membayangkan kejadian yang terjadi tadi.


"Iya non, non Aileen yang sabar ya! Kalau non sedih begini, saya jadi ikut sedih," ucap bik Lesti.


"Tuh kan sayang, kamu dengar gak yang dibilang bik Lesti? Udah ya kamu jangan sedih dan jangan mikirin itu terus!" ucap Malika.


"Aku gak bisa ma," lirih Aileen.


"Kamu pasti bisa, gak ada yang gak bisa di dunia ini! Lagian mama sama yang lain juga bakal terus bantu kamu kok," ucap Malika menyemangati putrinya sembari menepuk bahunya.


"Iya ma, terus menurut mama aku harus gimana sekarang biar Vivi gak gangguin aku dan teror kau lagi ma?" tanya Aileen.


"Seperti yang tadi mama bilang, kita harus terus berdoa dan berdoa kepada Tuhan untuk minta pertolongan supaya Vivi berhenti teror kamu sayang!" jawab Malika.


"Iya non, bibik setuju sama nyonya!" ujar bik Lesti.


Aileen tersenyum tipis, membenamkan wajahnya di bahu Malika sambil terus berusaha menguatkan dirinya sendiri.


"Udah, kita lanjut masak aja yuk! Kamu masih mau bantu mama kan?" ucap Malika.


"Mau dong ma, masa iya aku gak mau bantu mama sih?" ucap Aileen bersemangat kembali.


"Nah gitu dong cantik, kalo kamu semangat begini kan mama jadi senang lihatnya," ucap Malika.


"Iya ma, aku gak mau bikin mama dan bik Lesti sedih. Makanya aku coba supaya aku bisa lupain semuanya walau sulit," ucap Aileen.


"Tenang non, kalau ada apa-apa lagi bibik siap bantu kok non!" ucap bik Lesti.


"Makasih ya bik, bibik emang selalu support aku," ucap Aileen.


Tak lama kemudian, datanglah Axel serta Alana ke dapur menemui Aileen dan yang lainnya dengan tampang panik.

__ADS_1


"Aileen, kamu gak kenapa-napa kan?" tanya Axel cemas.


"Eh papa, emangnya kenapa pa?" heran Aileen.


"Loh kamu gimana sih? Tadi kata Alana kamu hampir kejatuhan lampu di depan, itu benar apa enggak?" ucap Axel.


"Ohh, iya sih bener pa. Emang aku tadi hampir kena lampu yang jatuh, tapi aku gapapa kok pa," ucap Aileen sambil tersenyum.


"Iya pa, anak kita ini baik-baik aja. Udah kamu gausah cemas begitu!" sahut Malika.


"Syukurlah, papa udah khawatir banget tadi takut kamu kenapa-napa. Tapi untung aja kamu gak kenapa-napa sayang," ucap Axel.


"Papa gausah khawatir, kan papa bisa lihat sendiri aku gak kenapa-napa," ucap Aileen.


Axel tersenyum, kemudian menghampiri Aileen dan mengusap wajahnya lembut.


"Papa lihat kok sayang, terus sekarang kamu lagi ngapain disini?" ujar Axel.


"Bantuin mama masak," ucap Aileen.


"Hah? Masak?" Axel tersentak kaget.


Aileen manggut-manggut cepat sembari mengembangkan senyumnya.




Ya Ardiaz baru datang ke rumah gadisnya setelah mendapat undangan dari Malika sebelumnya.


"Eh Diaz, kamu datang kesini toh?" ujar Gabino.


"Bang, iya bang saya kesini atas undangan tante Lika. Katanya akan ada obrolan penting yang ingin dibahas," jawab Ardiaz.


"Oalah, iya sih soalnya mama sama Aileen lagi siapin makanan tuh di dapur," ucap Gabino.


"Oh ya? Aileen yang siapin makanannya bang?" kaget Ardiaz.


"Betul Diaz, kenapa? Kamu gak yakin ya sama masakan dia?" kekeh Gabino.


"Hehe ya gimana ya bang.." Ardiaz terkekeh kecil sembari menggaruk kepalanya.


"Tenang aja, kan ada mama juga yang bantu. Istri saya juga ikut masak kok," ucap Gabino.


"Ahaha, iya bang saya tahu kok," ucap Ardiaz.


"Kalo gitu kita langsung masuk aja yuk! Pas banget emang kamu datang kesini disaat saya lagi butuh bantuan," ucap Gabino tersenyum miring.

__ADS_1


"Hah? Emang bang Gabi butuh bantuan apa?" tanya Ardiaz penasaran.


"Saya lagi disuruh beresin bekas pecahan lampu di dalam, kamu bantuin saya ya!" jawab Gabino.


"Apa? Lampu di dalam pecah bang?" kaget Ardiaz.


"Iya Diaz, malah tadi hampir aja kena kepala Aileen," ucap Gabino.


Ardiaz sontak terkejut mendengar apa yang dikatakan Gabino barusan, ia langsung kepikiran dengan kondisi Aileen saat ini.


"Apa bang? Aileen hampir kena pecahan lampu? Terus sekarang dia gimana bang, baik-baik aja kan?" tanya Ardiaz khawatir.


"Lo gausah khawatir gitu kali Diaz, santai aja! Aileen gak kenapa-napa kok," jawab Gabino.


"Oh syukurlah, saya benar-benar cemas dengan kondisi Aileen bang. Eee apa boleh saya temui Aileen sekarang?" ucap Ardiaz.


"Eits, enak aja. Lo harus bantu gue dulu beresin pecahan lampu di dalam," ucap Gabino.


Ardiaz pun dilanda kebingungan saat ini, tentu ia tidak enak jika menolak perintah Gabino. Namun, ia juga ingin memastikan langsung kondisi Aileen.


"Udah gausah kebanyakan mikir, ayo langsung aja kita masuk dan lu bantu gue!" ujar Gabino.


"Iya bang iya, tapi abis itu boleh ya saya cek kondisi Aileen?" ucap Ardiaz.


"Ah lu yang ada di pikirannya Aileen terus, mau ngapain sih emang kebelet banget ketemu Aileen?" heran Gabino.


"Ya saya khawatir sama dia bang, gimanapun juga dia kan calon istri saya," ucap Ardiaz.


"Iya sih, tapi kan gue udah bilang tadi kalo Aileen baik-baik aja. Lu gak perlu khawatir gitu lagi lah, santai aja!" ucap Gabino.


"Iya deh bang, kalo gitu ayo saya bantu beresin pecahannya!" ucap Ardiaz pasrah.


"Nah gitu dong," ucap Gabino sambil tersenyum.


Lalu, dua pria itu pun melangkah memasuki rumah dan menuju ruang tamu yang mana disana terdapat pecahan lampu cukup banyak.


"Waduh banyak amat pecahan nya!" kaget Ardiaz.


"Makanya gue minta bantuan lu Diaz, karena gue gak sanggup beresin semuanya sendiri," ujar Gabino.


"Eee ini sih harus hati-hati bang, jangan sampai keinjak atau kegores!" ucap Ardiaz.


"Iyalah Diaz, itu mah anak kecil juga tau," ucap Gabino.


Mereka pun mulai membersihkan pecahan kaca tersebut secara hati-hati dengan bantuan sang supir juga.


"Eh pak Ardiaz udah datang?" ucap Aileen yang muncul dari dapur.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2