Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 83. Galau


__ADS_3

Tatap matamu bagai busur panah,


Yang kau lepaskan ke jantung hatiku...


Meski kau simpan cintamu masih,


Tetap nafasmu wangi hiasi suasana...


Saat kukecup manis bibirmu...


TOK TOK TOK..


Ardiaz yang tengah asyik melamun sembari mendengarkan lagu pun terkejut mendengar suara ketukan itu.


Diliriknya ke arah pintu, sudah berdiri sang mama disana yang menatap wajahnya sambil tersenyum penuh arti.


"Mama, ngapain mama disitu? Mau bicara sama aku?" tanya Ardiaz bingung.


"Enggak kok, mama tadi gak sengaja dengar musik dari ruang kerja kamu ini. Yaudah, mama samperin aja. Eh ternyata benar kamu lagi dengerin musik itu, ketahuan banget ya tuanya kamu?" goda Mita.


"Ah mama bisa aja, aku gak tua-tua banget kali ma. Aku kan masih tiga puluh tahun," ucap Ardiaz.


"Iya, tapi anak jaman sekarang kan mana ada yang tau sama lagu itu?" kekeh Mita.


"Ya gitu deh ma, kan mama tau sendiri gimana dulu aku sering setel lagu ini kalau lagi sama Vivi, kenangan itu gak akan pernah bisa aku lupakan ma," ucap Ardiaz.


"Mama ngerti, tapi sekarang ini kan kamu udah punya Aileen. Kamu sebentar lagi juga mau nikah sama dia, jangan galau mikirin Vivi terus dong nak! Vivi juga udah tenang di alam sana," ucap Mita.


"Gak tahu ma, aku juga gak ngerti. Setiap lagi sendirian begini pasti yang muncul di kepala aku selalu ingatan tentang Vivi," ucap Ardiaz pelan.


"Kamu harus bisa belajar buat lupain dia! Kalau enggak, mama khawatir hubungan kamu dan Aileen akan berantakan sayang," ucap Mita.


Ardiaz terdiam sesaat memikirkan itu.


"Mama betul, aku gak boleh galau karena Vivi terus. Aku gak mau Aileen sedih dan malah batalin pernikahan ini," batin Ardiaz.


Mita pun mendekat dan mengusap bahu putranya, ia bermaksud menenangkan pria itu.


"Sudah ya, mama yakin kamu bisa melupakan Vivi dan fokus ke Aileen! Ikhlaskan dia sayang, jangan dipikirin terus!" ucap Mita.


"Apa aku harus ke makam Vivi ya ma? Barangkali aku begini karena dia gak rela aku mau nikah sama perempuan lain," ucap Ardiaz.


"Bisa jadi, yaudah abis ini kamu ke makam Vivi aja bareng sama Aileen sekalian!" ucap Mita.

__ADS_1


"Loh kok sama Aileen, ma? Buat apa?" tanya Ardiaz heran.


"Supaya kamu bisa sekalian kenalin Aileen ke Vivi, kan kamu mau minta izin sama Vivi buat nikah sama Aileen," jawab Mita.


"Iya sih ma, aku coba kirim pesan ke Aileen dulu deh. Takutnya dia ada kepentingan atau apa jadi gak bisa mendadak," ucap Ardiaz.


Ardiaz mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat ke nomor gadisnya yang berisi ajakan untuk ziarah ke makam Vivi, mantan kekasihnya yang meninggal karena kecelakaan itu.


"Udah ma, tapi ceklis satu. Kayaknya Aileen lagi gak pegang hp deh," ucap Ardiaz.


"Loh tumben, biasanya anak itu selalu pegang hp. Dia bukannya seleb kan?" ujar Mita heran.


"Iya ma, Aileen seleb sosmed gitu. Followers dia udah jutaan dan banyak fansnya, makanya aku gak nyangka dia bisa suka sama aku," ucap Ardiaz.


"Ya namanya cinta, itu bisa datang kapan aja dan ke siapa aja. Kamu harus banyak-banyak bersyukur Diaz!" ucap Mita.


"Iya ma, setiap hari aku mengucap syukur kok. Beruntung banget kan aku bisa dapetin Aileen," ucap Ardiaz tersenyum lebar.


"Yaudah, kamu gausah galau lagi! Keluar yuk cobain kue lapis buatan mama!" ajak Mita.


"Wah asyik tuh ma, boleh deh kebetulan aku lagi lapar!" ucap Ardiaz.


Ardiaz mematikan sejenak speaker musiknya, lalu beranjak keluar dari kamarnya bersama sang mama menuju meja makan.




Ya Gabino masih terbaring santai di atas ranjang Aileen sambil memejamkan mata, tampaknya pria itu tertidur pulas disana.


"Ish, kak Gabino tuh nyebelin banget sih! Ngapain coba dia tidur di kamar aku?" gerutu Aileen.


Gadis itu coba mendekat dan membangunkan kakaknya, tentu ia tak mungkin memakai baju disaat ada Gabino disana.


"Kak, ayo bangun kak aku mau pake baju!" ucap Aileen mencolek-colek tubuh kakaknya.


"Apa sih Aileen? Kamu bisa gak jangan ganggu tidur kakak sebentar aja!" geram Gabino.


"Gak bisa, ini kamar aku bukan kamar kakak. Kalau kakak mau tidur pulas, sana di kamar kakak sendiri dong! Aku kan pengen pake baju, gak enak kalo ada kakak disini tau! Bangun ah cepat!" ujar Aileen.


"Kamu tuh ya, kan bisa tinggal pake baju aja disitu. Kenapa harus bangunin kakak coba?" ujar Gabino.


"Aku takut kakak kebangun terus lihat aku lagi gak pake baju," ucap Aileen.

__ADS_1


"Ngapain takut? Lu khawatir gue bakal apa-apain lu? Yah elah lebay banget sih lu, gue juga milih-milih kali!" sentak Gabino.


"Ih jahat banget sih kak, emang aku seburuk itu apa sampai gak mau dipilih?!" ucap Aileen.


"Lah kok nangis? Lu berarti mau gitu gue pilih terus gue apa-apain?" heran Gabino.


"Enggak lah, tapi kata-kata kakak tadi tuh bikin aku sakit hati tau!" ucap Aileen cemberut.


"Iya, gue minta maaf deh. Udah lah lu gausah nangis gitu! Tadi Shanum chat ke nomor lu, dia bilang katanya gak bisa main sama lu," ucap Gabino.


"Hah? Apa kak? Shanum bilang begitu?" Aileen tersentak kaget mendengar ucapan kakaknya.


"Aduh pake keceplosan segala lagi! Ini mulut apaan sih?" Gabino merasa geram pada dirinya sendiri.


"Ohh, jadi kakak mau rahasiain ini dari aku? Kenapa gitu kak?" tanya Aileen.


"Gue cuma gak mau lu sedih tadinya, tapi gue malah keceplosan. Soalnya gue tau lu pasti kecewa kalau lihat chat Shanum tadi," jawab Gabino.


"Gak juga sih, kalau emang Shanum gak bisa sekarang kan masih bisa besok. Terus hp aku sekarang mana kak?" ucap Aileen.


"Tuh di meja," unjuk Gabino.


Aileen pun mengambil ponselnya, menyalakan data dan langsung muncul pesan masuk dari Ardiaz.


^^^Pak Ardiaz^^^


^^^^^^Cantik, nanti sekitar jam empat kamu ikut saya bisa gak? Kita ziarah ke makam Vivi mantan saya, mau kan?^^^^^^


Entah kenapa Aileen bingung saat membaca isi pesan itu, untuk apa ia harus ikut ziarah ke makam Vivi? Begitulah pikirnya.


"Kenapa dek? Kok diem?" tanya Gabino heran.


"Ah enggak, ini loh kak pak Ardiaz kirim chat kalo dia mau ajak aku ziarah ke makam mantannya. Menurut kakak, aku terima gak ajakannya?" jelas Aileen.


"Ya terserah kamu aja, kamu mau ikut atau enggak?" ucap Gabino.


"Sebenarnya gak mau, buat apa juga aku datang ke makam mantannya pak Ardiaz? Tapi, aku takut pak Ardiaz marah sama aku," ucap Aileen.


"Udah kamu ikut aja kalo gitu!" usul Gabino.


"Iya sih, yaudah deh," ucap Aileen.


Gabino menggeleng singkat, lalu bangkit dari ranjang dan mengusap puncak kepala adiknya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2