Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 40. Kemana Ardiaz?


__ADS_3

Saat istirahat, Aileen mendatangi ruangan Ardiaz untuk menemui kekasihnya itu. Namun, yang dia dapati disana hanyalah kekosongan tanpa ada siapapun di dalam.


Aileen sontak bingung, kemana Ardiaz pergi saat ini sampai ruangannya kosong begitu? Aileen pun menaruh curiga pada pria itu, ia berpikir mungkin saja Ardiaz kini tengah bersama Laura.


"Kemana ya pak Diaz? Apa lagi sama Bu Laura? Tapi masa sih? Kan dia udah janji buat gak deketin Bu Laura lagi," gumam Aileen.


Akhirnya Aileen memutuskan keluar dari ruangan tersebut, ia mulai mencari keberadaan Ardiaz dengan mengelilingi sekolah. Meskipun dia belum tahu kemana Ardiaz saat ini.


"Aileen!" bukannya Ardiaz yang dia temui, justru Shanum lah yang memanggilnya kini.


"Eh Shanum, kenapa?" tanya Aileen.


"Lu kok balik lagi sih? Bukannya tadi katanya mau ajak pak Ardiaz makan bareng?" ucap Shanum.


"Iya itu dia yang aku bingungin Shanum, pak Ardiaz gak ada di ruangannya. Ini aku baru mau cari dia, ya tapi aku gak tahu sih dia dimana," ucap Aileen.


"Hah? Waduh jangan-jangan pak Ardiaz lagi sama bu Laura!" tebak Shanum.


"Ih Shanum, kok kamu malah nakut-nakutin aku sih? Jangan sampai lah pak Ardiaz sama Bu Laura! Aku gak bakal kuat lihatnya," ucap Aileen.


"Hehe, iya Aileen sorry! Gue kan tadi cuma nebak, belum tentu tebakan gue bener. Udah lu jangan panik dulu Aileen!" ucap Shanum.


"Gimana aku gak panik? Kamu sih bikin aku cemas!" ucap Aileen.


"Iya iya, yaudah yuk sekarang kita cari pak Ardiaz! Barangkali pak Ardiaz ada di sekitar sini, mungkin dia lagi ke toilet atau kemana gitu," ajak Shanum.


"Kamu mau temenin aku?" tanya Aileen.


"Iyalah Aileen, sebagai sahabat yang baik gue bakal selalu temenin lu. Kali aja tebakan gue bener, jadi gue harus siaga takutnya lu kenapa-napa nanti," jawab Shanum.


"Tuh kan Shanum, kamu mah selalu bikin aku takut! Jangan gitu dong Shanum ah! Aku lagi panik, jangan dibikin tambah panik!" geram Aileen.


"Maaf Aileen! Tapi, yang namanya waspada kan boleh-boleh aja. Yuk ah kita cari pak Ardiaz bareng-bareng!" ucap Shanum.


Aileen mengangguk, kemudian pergi bersama Shanum untuk mencari Ardiaz di sekitar sekolah.


Mereka terus melangkah mengelilingi area SMA, tetapi tak kunjung menemukan keberadaan Ardiaz.


"Pak Ardiaz kemana ya? Ini kita udah muter-muter tapi gak ketemu juga, apa dia ada di tempat SMP?" ujar Aileen kebingungan.


"Gak tahu juga, coba aja kita kesana!" usul Shanum.


"Yuk!" Aileen setuju dengan usul Shanum, mereka akhirnya sama-sama pergi menuju wilayah SMP demi menemukan Ardiaz.


Namun, hasilnya tetap nihil karena disana mereka juga tidak menemukan orang yang mereka cari. Aileen pun semakin bingung dibuatnya.


"Duh, ini gak ketemu juga pak Ardiaz nya! Kemana ya dia?" heran Aileen.


"Sabar Aileen! Berarti pak Ardiaz emang gak ada disini, coba deh lu hubungin nomornya siapa tahu diangkat!" ucap Shanum.


"Oh iya, oke deh!" ucap Aileen setuju.

__ADS_1


Aileen mengambil ponselnya dan coba menghubungi nomor Ardiaz untuk bertanya dimana pria itu saat ini.


Tut Tut Tut...


"Gimana?" tanya Shanum penasaran.


"Gak diangkat," jawab Aileen sambil menggeleng.


"Yah terus gimana dong?" tanya Shanum.


"Mana aku tahu," jawab Aileen singkat.


"Ish, lu jangan sedih gitu dong Aileen! Gue jadi ikutan sedih tau lihatnya," pinta Shanum.


"Gapapa, yuk balik ke SMA!" ajak Aileen.


"Ayo!" Shanum mengangguk setuju.


Kedua gadis itu pun kembali ke wilayah SMA setelah gagal mendapatkan apa-apa.




Sementara itu, Ardiaz baru sampai di sekolah dengan mobilnya. Memang sebelum ini ia sempat keluar dan pergi mengurus urusannya.


Begitu sampai disana, ia langsung dihampiri oleh sang satpam yang bertugas di sekolah itu dengan senyum renyahnya.


"Ah iya pak, ada apa?" tanya Ardiaz.


"Anu pak, tadi neng Aileen sama temannya datang kesini. Mereka tanya sama saya soal bapak, tapi saya jawab kagak tahu. Kayaknya neng Aileen kangen deh sama bapak," jawab sang satpam.


"Oh ya? Terus kemana Aileen sekarang pak?" tanya Ardiaz penasaran.


"Waduh, kalo itu saya gak tahu pak. Mungkin neng Aileen masih muter-muter nyari bapak di dalam," jawab satpam itu.


"Oh begitu, baik pak kalo gitu saya mohon izin ke dalam dulu ya?" ucap Ardiaz.


"Iya pak, silahkan!" ucap sang satpam.


Ardiaz pun bergerak memasuki sekolah untuk mencari Aileen, sejujurnya dia juga tidak sabar ingin bertemu gadis itu lagi.


Tak lama kemudian, Ardiaz akhirnya menemukan Aileen dan Shanum yang sedang berjalan di lorong dengan wajah cemberut.


Ia dapat menyimpulkan bahwa gadis itu bersedih karena tidak berhasil menemukannya, ia pun tersenyum lalu menghampiri mereka.


"Aileen!" teriak Ardiaz cukup keras.


Sontak Aileen menoleh ke asal suara, begitupun dengan Shanum.


"Eh Len, itu pak Ardiaz!" ujar Shanum.

__ADS_1


"Iya aku tahu, kan aku juga punya mata," ucap Aileen ketus.


"Hehe, biasa aja dong Aileen!" kekeh Shanum.


"Aileen, kamu kok gak jawab panggilan saya sih? Kamu kenapa sayang? Lagi kesel ya? Ada masalah?" tanya Ardiaz curiga.


"Tau ah aku sebel sama bapak!" cibir Aileen.


"Hah? Kenapa lagi sayang? Saya salah apa sama kamu?" tanya Ardiaz bingung.


Ardiaz berniat menyentuh wajah gadisnya, tetapi ditepis dengan cepat oleh Aileen yang membuat Ardiaz makin gemas melihatnya.


"Jangan sentuh-sentuh aku! Aku lagi gak mau disentuh kamu!" ketus Aileen.


"Hahaha, kamu lucu banget deh sayang kalo lagi marah-marah gini!" kekeh Ardiaz.


"Bisa-bisanya ya bapak malah ketawa pas aku lagi kesel, ih dasar nyebelin!" ucap Aileen.


Aileen hendak berbalik dan pergi, namun Ardiaz menahan lengannya memberikan cengkraman kuat pada gadis itu.


"Mau kemana sih sayang? Tadi kamu nyariin saya kan? Giliran saya datang, kok malah mau pergi?" tanya Ardiaz.


"Ih lepasin! Siapa juga yang cariin kamu? Ge'er banget sih!" ujar Aileen.


"Bisa gak jujur aja sama saya? Saya tahu kok kamu daritadi nyariin saya, ayo ngaku aja sayang!" pinta Ardiaz sambil tersenyum renyah.


"Apaan sih pak? Lepasin ah!" geram Aileen.


"Kalau saya gak mau gimana? Kamu mau apa?" tanya Ardiaz.


"Aku teriak, terus aku bilang kalau bapak nyakitin aku. Biar nanti banyak orang-orang yang datang dan ngira bapak itu jahat," jawab Aileen.


"Apa? Silahkan aja teriak Aileen! Kamu pikir siapa yang berani tentang saya disini?" ujar Ardiaz.


Aileen terdiam dan melirik ke kanan serta kiri, benar juga yang dibilang Ardiaz kalau tidak akan ada yang berani melawan pria itu disana.


"Kenapa diam?" tanya Ardiaz lagi.


"Aku udah males ngomong sama bapak, abisnya bapak gak mau dengerin aku!" jawab Aileen.


"Yaudah, ikut saya!" pinta Ardiaz.


Aileen tak menjawab, justru ia membuang muka dan membuat Ardiaz menggeleng.


"Shanum, kamu pergi aja! Biar Aileen saya yang urus, terimakasih ya kamu udah temani dia selagi saya gak ada!" ucap Ardiaz.


"Iya pak," singkat Shanum.


Ardiaz pun membawa Aileen pergi, gadis itu mau tidak mau terpaksa mengikuti langkah kekasihnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2