Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 67. Berasa honeymoon


__ADS_3

Setelah beberapa hari bertugas di Malang, kini Gabino kembali ke Jakarta dan pulang ke rumah karena memang tugasnya sudah selesai.


Namun, ia cukup heran lantaran sikap Alana yang berbeda begitu melihatnya. Wanita itu tampak tak menyukai kedatangannya dan terus cemberut.


"Alana sayang, kamu kenapa jutek gitu sih sama aku? Kamu gak senang aku pulang?" tanya Gabino.


"Ngapain kamu pulang mas? Bukannya kamu senang ya lama-lama di Malang bareng perempuan cantik itu? Udah lah mending kamu disana aja gausah pulang sekalian!" ketus Alana.


"Kamu bicara apa sih? Perempuan cantik siapa? Kamu jangan ngaco deh!" ujar Gabino.


"Halah gausah pura-pura deh mas! Aku udah tahu semua kebusukan kamu!" sentak Alana.


"Maksud kamu? Emang aku ngelakuin apa sayang? Kamu jelasin dong yang jelas!" ucap Gabino.


"Aku dikirimin foto sama seseorang, dan di foto itu ada kamu sama cewek lagi tidur berdua. Mana pake peluk-peluk segala," ucap Alana.


"Foto apa? Mana coba aku mau lihat fotonya?" tanya Gabino penasaran.


"Nih!" Alana langsung menyerahkan ponsel berisi foto Gabino kepada suaminya itu.


Sontak Gabino terkejut bukan main melihat foto dirinya sendiri yang tengah tertidur sembari memeluk Silvi.


"Ka-kamu jangan salah paham dulu sayang! Ini aku dalam kondisi gak sadar," ucap Gabino.


"Ya aku tahu, disitu kan jelas kamu tidur. Aku juga gak permasalahin itu lagi," ucap Alana.


"Oh syukurlah! Terus, kenapa kamu masih jutek sama aku sayang?" tanya Gabino.


"Kamu pikir aja sendiri!" ketus Alana.


"Sayang, ada apa sih ini? Aku baru pulang loh, harusnya kamu sambut aku dan layani aku dengan baik, bukan malah kayak gini. Kamu tuh sebenarnya sayang gak sih sama aku?" ujar Gabino.


"Apa? Gak salah tuh pertanyaan kamu mas? Harusnya pertanyaan itu buat kamu, bukan malah sebaliknya," ucap Alana.


"Loh kok gitu? Aku mah sayang sama kamu, gak tahu tapi kamunya gimana," ucap Gabino.


"Hahaha, sayang? Apanya yang disebut sayang mas? Kamu aja udah bikin aku sakit hati, apa itu yang namanya sayang?" kekeh Alana.


"Aku gak ngerti maksud kamu sayang, coba jelasin semuanya dong!" pinta Gabino.


"Kamu selingkuh kan sama asisten kamu yang cantik dan seksi itu?" tanya Alana.


"Hah? Selingkuh? Darimana asalnya kamu tiba-tiba nuduh aku selingkuh sama Silvi? Ngaco aja deh kamu sayang!" elak Gabino.


"Ngaku aja mas! Perempuan yang tidur sama kamu di foto itu Silvi kan?" ucap Alana.


"Iya benar itu Silvi asisten aku, terus kenapa? Kan tadi aku udah jelasin, saat itu posisinya aku gak sadar karena aku lagi ngantuk berat dan pusing banget. Aku juga gak tahu kalau Silvi ikut tidur di samping aku, please deh kamu jangan salah paham sayang!" jelas Gabino.


"Terus, apa maksudnya kamu peluk-peluk Silvi sewaktu kamu di lobi hotel? Itu juga dalam keadaan gak sadar? Atau justru kamu sengaja karena kamu suka sama dia?" tanya Alana.


Deg!


Gabino benar-benar kaget dengan ucapan Alana barusan, ia tak mengerti bagaimana bisa istrinya tahu tentang hal itu?


"Kok kamu bisa tahu sih sayang? Siapa yang kasih tahu kamu? Apa ada seseorang yang kirim foto juga ke kamu kalau aku lagi peluk Silvi di lobi?" Gabino berbalik bertanya.


"Itu gak penting mas, kamu jawab aja dengan jujur sekarang semua itu!" ucap Alana.


"Okay, iya aku ngaku kalau itu benar! Aku emang peluk Silvi dan kamu gak salah!" tegas Gabino.


Seketika air mata lolos membasahi pipi Alana.




Disisi lain, Aileen dan Ardiaz masih berada di Malang meskipun misi mereka untuk memata-matai Gabino telah usai.

__ADS_1


Mereka ingin menikmati sejenak berlibur di kota tersebut sebelum nantinya kembali ke Jakarta, tentu itu atas dasar permintaan Aileen.


"Aileen, kita berasa lagi honeymoon ya disini? Enak banget suasananya," ujar Ardiaz.


"Apaan sih pak? Nikah aja belum udah mau honeymoon," kekeh Aileen.


"Ya kan saya bilang feeling-nya Aileen, suasananya gitu loh kayak pasangan lagi bulan madu. Tapi, kalau kamu mau anggap ini honeymoon beneran sih gapapa sayang," ujar Ardiaz.


"Ngaco aja ih bapak! Gimana caranya coba honeymoon sebelum nikah?" ucap Aileen.


"Bisa kok, seperti kita ini. Kamu mau kan?" ucap Ardiaz sambil tersenyum miring.


"Enggak ah! Aku tahu nih maksud bapak kalo udah senyum-senyum begitu," ucap Aileen.


"Dih, sok tahu kamu mah!" cibir Ardiaz.


"Emang bener, bapak itu kan mesumnya gak ketulungan! Makanya aku harus jaga diri disini," ucap Aileen.


"Buat apa kamu jaga diri dari saya? Toh saya gak mungkin apa-apain kamu," ucap Ardiaz.


"Iya, sekarang bapak bisa bilang begitu. Tapi, aku gak yakin nanti bapak tetap bisa pegang kata-kata bapak," ucap Aileen.


"Hey! Udah berapa lama kita disini? Lama kan? Terus apa saya pernah macam-macam sama kamu? Enggak kan?" ucap Ardiaz.


"Ya enggak sih," lirih Aileen.


"Yaudah, terus kenapa kamu masih takut sama saya?" tanya Ardiaz.


"Abisnya tiap hari bapak tuh bahas begituan mulu, aku kan jadi ngeri," jawab Aileen.


"Saya emang orangnya mesum, tapi saya gak akan apa-apain perempuan yang saya cinta," ucap Ardiaz.


"Kenapa gitu?" tanya Aileen.


"Ya karena saya gak mau merusak wanita yang saya cintai itu, contohnya kamu sayang," jawab Ardiaz sembari mencubit gemas pipi gadisnya.


"Hilih gombal! Aku gak mempan sama gombalan bapak!" sentak Aileen.


"Uhh so sweet nya pacarku ini... tapi, bapak jangan cium-cium aku sembarangan lagi ya!" ucap Aileen.


"Yah masa cuma cium aja gak boleh sih sayang?" tanya Ardiaz merengut.


"Iyalah gak boleh, kita kan belum nikah tau!" jawab Aileen tegas.


"Perasaan pasangan lain boleh-boleh aja tuh, masa kita gak boleh?" ujar Ardiaz.


"Pak Ardiaz sayang, boleh kok cium tapi di pipi atau kening aja. Cium bibir nanti aja pas kita udah nikah, ngerti?" ucap Aileen.


"Umm, leher gimana?" tanya Ardiaz.


"Ih apa lagi itu! Pokoknya cuma boleh di pipi sama kening aku, awas ya kalo bapak gak nurut! Aku bakal laporin ke orang tua aku atau bahkan polisi atas tuduhan pelecehan," ancam Aileen.


"Hey! Kamu apa-apaan sih? Masa pacarnya sendiri mau dilaporin ke polisi karena pelecehan? Jahat bener sih kamu!" ucap Ardiaz.


"Biarin, supaya bapak gak mesum terus dan bisa tahan diri!" ucap Aileen.


"Iya deh iya, saya mah nurut aja sama kamu. Asalkan kamu juga mau diajak nikah setelah lulus sekolah," ucap Ardiaz.


"Kan aku udah bilang mau, sekarang makanya bapak sabar aja tunggu sampai tahun depan!" ucap Aileen.


"Oke sayang! Eh aku mau ke toilet sebentar ya? Kamu terus aja ke kamar duluan!" ucap Ardiaz.


"Iya pak, tapi bapak jangan genit-genit loh!" ucap Aileen mengingatkan.


"Tenang aja cantik!" ucap Ardiaz tersenyum sembari mencubit pipi Aileen.


Pria itu pun pergi menuju toilet, sedangkan Aileen berjalan ke kamarnya lebih dulu. Ya mereka menginap di hotel dan menyewa dua kamar.

__ADS_1




Bruuukkk


Saat dalam perjalanan menuju kamar seorang diri, Aileen tanpa sengaja menabrak seseorang yang sedang berdiri di depannya.


Akibatnya, gelas yang tengah dipegang oleh pria itu terjatuh dan airnya tumpah mengenai jas serta kemeja yang dia kenakan.


"Hah? Ya ampun, duh maaf banget pak saya gak sengaja!" ucap Aileen terkejut.


Pria itu menoleh ke samping, menatap Aileen dengan tajam dan tangan terkepal. Sedangkan dua pria lainnya terlihat ketakutan.


"Kamu itu punya mata gak sih? Jalan tuh yang bener!" geram pria itu.


"Ma-maaf! Saya benar-benar gak sengaja, tolong maafin saya ya pak!" ucap Aileen menunduk.


"Gak sengaja lagi, enak aja kamu kalo ngomong! Gak lihat kamu baju saya basah banget kayak gini? Asalkan kamu tahu, sebentar lagi saya ada pertemuan dengan klien saya dan saya gak punya banyak waktu buat ganti pakaian!" sentak pria itu.


"Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya! Saya tadi gak sengaja dan saya juga gak ada niat buat bikin baju bapak basah kayak gini," ucap Aileen dengan tubuh gemetar.


"Maaf maaf aja bisanya kamu! Saya gak butuh maaf kamu!" ujar pria itu lantang.


Lalu, salah seorang dari pria di sebelahnya menghampiri pria itu bermaksud menenangkan dia agar tidak terlalu emosi.


"Eee mas Gilang, mohon bersabar ya! Gak enak didengar orang-orang!" bisik pria berkumis itu.


"Gimana saya bisa sabar? Gadis ini sudah bikin baju saya basah dan rusak!" ujar pria bernama Gilang yang sepertinya seorang bos besar.


"Soal pakaian kan bisa diurus lagi, sebaiknya mas Gilang jangan perpanjang urusan ini ya! Saya khawatir akan menjadi nilai buruk tentang mas Gilang di mata masyarakat," ucap si kumis.


"Ah saya gak perduli! Orang seperti dia harus dikasih pelajaran, supaya dia tahu dan sadar akan kesalahan yang udah dia perbuat!" ucap Gilang.


"Saya sadar dan tahu kok pak, makanya saya minta maaf!" sela Aileen.


"Kalau begitu, sekarang juga kamu bersihkan noda di baju saya sampai hilang semuanya tanpa terkecuali!" pinta Gilang.


"Apa? Saya gak mau lakuin itu, lagian saya juga gak bisa bersih-bersih," tolak Aileen.


"Ohh, lancang ya kamu? Sudah salah tapi gak mau dihukum, baiklah ayo ikut saya ke pos satpam supaya kamu bisa dibawa ke kantor polisi!" ucap Gilang langsung mencengkram lengan Aileen.


"Ih apaan sih? Lepasin aku, aku udah minta maaf jadi aku gak salah!" ujar Aileen meronta-ronta.


"Ah diam kamu!" bentak Gilang.


"Mas Gilang, cukup mas! Ini sudah kelewatan, nanti kita bisa dijadikan bahan perbincangan," cegah pria berkumis.


"Kamu jangan ikut campur Burhan! Biar saya yang mengurus semua ini, kamu pergi saja dan bilang ke mereka kalau saya agak terlambat!" ujar Gilang.


Burhan hanya menurut dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah Gilang, bosnya itu memang sulit dicegah jika sudah berkeinginan melakukan sesuatu.


Gilang semakin mencengkram kuat lengan Aileen, memaksa gadis itu untuk ikut dengannya.


"Ih lepasin aku! Aku gak salah, aku gak mau dibawa ke kantor polisi!" ucap Aileen.


"Masih berani kamu bilang kamu gak salah? Kamu lupa kalau kamu yang udah bikin baju saya jadi kayak gini, ha? Itu namanya gak salah?" ujar Gilang.


Gilang terus menarik paksa lengan Aileen.


"Ayo ikut saya! Kamu harus dihukum karena sudah bikin saya emosi!" geram Gilang.


"Ah lepasin!" teriak Aileen.


Untunglah Ardiaz datang tepat waktu, ia yang baru kembali dari toilet tak sengaja melihat gadisnya tengah ditarik-tarik oleh seseorang.


"Hey! Apa-apaan ini??" sentak Ardiaz.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2