Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 119. Namanya Ileana


__ADS_3

Malika menghampiri putrinya dan mengusap kening wanita itu dengan lembut, "Gimana kondisi kamu sekarang Aileen? Udah baikan?" tanyanya.


"Iya ma, aku baik-baik aja kok. Walau tadi pas mau melahirkan itu rasanya sakit banget, udah kayak aku mau meninggal gitu. Maafin aku ya ma, kalau selama ini aku sering bentak mama!" jawab Aileen.


"Hus, kamu jangan bilang gitu ah! Jangan bawa-bawa meninggal, mama jadi ngeri!" tegur Malika.


"Iya Aileen, itu gak baik tau. Kalau nanti didengar sama malaikat gimana hayo?" timpal Axel.


"Maaf pa, ma. Abisnya emang itu yang aku rasain tadi, aku gak nyangka kalau melahirkan tuh rasanya sakit banget. Pasti mama juga begitu kan dulu waktu lahirin aku?" ucap Aileen.


"Ya iya sayang, setiap perempuan yang melahirkan dengan normal pasti pernah ngerasain itu. Udah ya yang penting sekarang kamu baik-baik aja," ucap Malika.


"Kamu gausah sedih Aileen, sekarang gimana kalau kita mulai lagi cari nama buat anak kalian? Masih belum ketemu kan daritadi?" ujar Mita.


"Nah iya tuh, aku setuju sama mama. Aku belum tau harus namain anak kita apa sayang, makanya aku bawa mama papa kesini buat diskusi sekalian sama kamu," ucap Ardiaz.


"Ohh, pantas aja kalian semua pada masuk. Aku kira udah ada yang nemu namanya," ucap Aileen.


"Belum sayang, abisnya susah banget sih. Siapa tahu kamu ada saran gitu," ucap Ardiaz.


"Aku juga bingung mas, kamu mikir dong coba sekali-sekali gitu mas jangan aku terus yang disuruh mikir! Aku lagi sakit disuruh mikir tuh rasanya susah banget," ucap Aileen.


"Eee ya masalahnya aku kan juga bingung sayang," ucap Ardiaz menggaruk kepalanya.


"Udah gausah pada bingung, kita kan disini mau mikirin nama bareng-bareng. Kalau ada yang punya saran, bilang aja!" ucap Mita.


"Iya tuh, tapi sarannya jangan yang aneh-aneh kayak papa tadi!" cibir Malika.


"Masih aja dibahas, padahal nama Sania itu kan gak melulu soal minyak goreng," kesal Axel.


Aileen terkekeh dibuatnya, dan lalu mereka semua pun mulai berpikir keras untuk memberi nama putri cantik yang baru dilahirkan Aileen itu.


"Eee gimana kalau Ileana Jolie mas? Artinya tuh matahari yang cantik," usul Aileen.


Ardiaz berpikir sejenak dan sedetik kemudian tersenyum, "Wah boleh tuh bagus namanya, aku setuju sama saran kamu!" ujarnya.


"Iya, mama juga setuju sayang. Emang saran kamu itu selalu bagus-bagus," ucap Malika.

__ADS_1


"Tapi lebih bagus lagi kalau ditambah Bramantyo di belakangnya, jadi biar semua orang tua kalau Ileana itu anak aku," ucap Ardiaz.


"Terserah kamu aja mas, kamu atur baiknya gimana. Tapi, ini semua udah pada setuju sama nama usulan aku?" ucap Aileen.


"Setuju kok sayang, Ileana itu nama yang bagus banget," jawab Mita.


"Iya benar, papa juga setuju seratus persen sama nama itu. Udah deh Diaz, langsung aja kamu kasih nama anak kamu itu Ileana!" ucap Axel.


"Siap pa! Kita tunggu dulu sampai Ileana nya selesai dibersihin," ucap Ardiaz.


"Wah iya, mama jadi gak sabar banget pengen ketemu dan gendong Ileana!" ucap Malika.


"Sabar dulu dong mama! Nanti kalau Ileana nya datang, aku dulu yang gendong baru mama," ucap Aileen sambil tersenyum.


"Iya sayang iya, kamu itu panik banget. Ya pasti setiap bayi yang baru lahir digendong duluan sama ibunya buat dikasih susu," ucap Malika.


"Hehe, gak panik ma aku cuma mau ingetin mama," ujar Aileen sambil nyengir.


Malika menggeleng saja dibuatnya.




Aileen mengernyit saat Ardiaz tersenyum ke arahnya, ia tahu betul apa maksud Ardiaz seperti itu. Aileen yang kesal pun memukul bahu Ardiaz karena kemesuman pria itu, namun Ardiaz justru terkekeh sembari mengusap wajah istrinya dengan pandangan menuju gundukan Aileen.


"Ish mas, kamu tuh mesum banget sih! Kamu keluar aja sana, aku mau tidurin Ileana dulu mas!" sentak Aileen.


"Yaudah, jangan berisik dong kalo gitu! Nanti Ileana nya gak bisa tidur kalo kamu berisik, fokus aja kasih susunya!" ujar Ardiaz.


"Gimana aku bisa fokus kalau kamu tatap aku kayak gitu terus? Aku risih tau, sana mending kamu keluar deh mas!" kesal Aileen.


"Kalau aku gak mau gimana? Aku suka disini sayang lihatin kamu kasih susu ke Ileana, jadi tambah seksi," ucap Ardiaz.


"Dih emang dasar mesum! Malu dong mas ada anak kita disini, kamu itu ya mesum gak tahu tempat banget!" cibir Aileen.


"Apa salahnya? Ileana juga belum tahu apa-apa, dia kan baru lahir tadi siang," ujar Ardiaz.

__ADS_1


Aileen menggeleng seraya memutar bola matanya, akhirnya ia terpaksa membiarkan Ardiaz tetap disana dan melihatnya menyusui Ileana. Meskipun rasanya Aileen sangat kesal pada suaminya itu, tapi ia tidak memiliki cara lain untuk mengusirnya.


TOK TOK TOK...


"Eh mas, ada yang ketuk pintu tuh. Kamu bukan dulu dong mas!" ujar Aileen.


"Lah kok aku? Kenapa gak kamu aja yang buka pintunya?" protes Ardiaz.


"Kamu gak lihat apa mas? Aku kan lagi kasih minum anak kita, lagian apa susahnya sih tinggal buka pintu doang?" kesal Aileen.


Ardiaz tersenyum, "Iya iya biasa aja kali sayang, mulutnya gausah dimajuin gitu, bikin gemes tau!" ucapnya menggoda.


"Ish, udah sana buka pintunya!" sentak Aileen.


"Okay, aku kesana dulu ya buat buka pintu? Adek Ileana diam disini sama mama ya, jangan nakal!" ucap Ardiaz sambil mengusap kepala putrinya.


"Udah ah buruan sana mas, keburu kabur tuh orangnya!" ujar Aileen.


"Bawel ya kamu, lagian palingan yang di depan itu kalau gak mama ya papa, atau mungkin kak Lana," ucap Ardiaz.


"Ya tetap aja kamu harus buka pintunya, mas!" ucap Aileen.


Ardiaz kembali tersenyum dan mengecup kening sang istri, sebelum bangkit lalu melangkah menuju pintu dan membukanya. Ia sedikit kaget ketika melihat Gabino berdiri di depan kamarnya, rupanya memang pria itulah yang sedari tadi mengetuk pintu disana.


"Eh kak Gabi? Aku pikir papa atau mama tadi yang ketuk pintu," ujar Ardiaz.


"Iya, ini gue. Lu kok lama banget buka pintunya? Abis ngapain hayo? Ingat loh Diaz, di dalam kan ada anak lu juga, jangan macam-macam!" ucap Gabino.


"Hehe, gak macam-macam kok kak. Aku cuma nemenin Aileen yang lagi kasih susu buat anak kami. Eh ya, kak Gabi mau lihat dia gak? Kan daritadi kamu belum ketemu sama dia," ucap Ardiaz.


"Emang itu yang gue mau, makanya gue datang kesini. Tapi, nama anak lu tuh siapa sih? Gue jadi kepo nih," ucap Gabino.


"Ohh, namanya Ileana kak," jawab Ardiaz.


Gabino membulatkan matanya, membuat Ardiaz sedikit bingung melihat reaksi sang kakak ipar.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!...


__ADS_2