Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 56. Kedatangan Ardiaz


__ADS_3

Aileen pamit dengan Alana dan langsung pergi keluar untuk berangkat sekolah, kebetulan pagi ini ia sudah meminta supirnya untuk mengantar karena Gabino sedang tidak ada di rumah.


Disaat Aileen membuka pintu dan hendak keluar, matanya dibuat terbelalak oleh sosok lelaki yang berdiri memunggunginya. Ia menatap laki-laki itu dengan bingung dan penasaran.


"Hey! Kamu siapa? Ngapain kamu berdiri disitu?" tanya Aileen padanya.


Sontak pria itu menoleh, menatap wajah Aileen sambil tersenyum lebar. Perlahan ia mendekati gadis itu lalu berhenti tepat di depannya, membuat Aileen membuka mulutnya.


"Hai Aileen! Apa kabar? Kamu makin cantik aja sih, saya kangen sama kamu!" ucap pria itu.


"Pak Ardiaz? Ba-bapak sejak kapan ada disini?" ucap Aileen gugup.


Ya pria yang di hadapannya adalah Ardiaz.


"Sejak tadi pagi, saya sudah tungguin kamu keluar sayang. Kamu cantik banget sih, saya benar-benar rindu sama kamu Aileen!" ucap Ardiaz.


"Halah gombal! Bapak aja gak pernah kirim aku pesan atau telpon aku, berarti bapak gak perduli sama aku. Sekarang bapak tahu-tahu datang terus bilang kangen, aku gak percaya sama bapak!" tegas Aileen.


"Saya begitu karena saya ingin fokus dengan kerjaan saya sayang, kalau saya hubungi kamu takutnya saya jadi sulit fokus dan kepikiran kamu terus," ucap Ardiaz meyakinkan.


"Ah aku gak percaya! Bapak emang gak sayang sama aku!" ucap Aileen cemberut.


Ardiaz semakin mendekat, tangannya perlahan bergerak mengusap wajah serta rambut gadisnya dan mengecup keningnya.


Cup!


"Dari kemarin aja saya selalu mikirin kamu, sebenarnya saya pengen banget telpon dan video call kamu sayang. Jangan ngambek ya! Saya janji akan tebus kesalahan saya!" ucap Ardiaz.


"Gimana caranya bapak mau tebus kesalahan bapak?" tanya Aileen.


"Eee seharian ini saya akan temenin kamu dan ajak kamu jalan bareng, kita nikmati waktu berdua ya sayang!" jawab Ardiaz.


"Aku gak mau ah! Udah ya pak aku pengen berangkat dulu takut telat," ucap Aileen.


"Eits, kamu gak boleh pergi tanpa saya! Ayo kamu ikut saya dan saya antar kamu!" tegas Ardiaz sembari mencekal lengan gadisnya.


"Apa sih pak? Aku gak suka ya dipaksa kayak gini!" ucap Aileen meronta-ronta.


"Kamu harus nurut sama saya! Saya udah tahan seharian kemarin buat gak ketemu kamu, dan hari ini saya mau nikmati waktu berdua dengan kamu sayangku!" ucap Ardiaz.


"Emang bapak kemarin kemana sih? Beneran kerja atau pergi sama cewek lain?" tanya Aileen.


"Ya ampun Aileen! Kamu gak percaya sama saya?" sentak Ardiaz.


"Aku kan cuma nanya, apa susahnya sih tinggal jawab? Kasih tau aja yang sejujurnya ke aku supaya aku percaya!" ujar Aileen.

__ADS_1


"Saya ada urusan kerjaan yang penting sayang, gak mungkin lah saya main sama cewek lain. Orang saya aja udah punya pacar secantik dan semanis kamu," ucap Ardiaz.


"Apaan sih? Kamu gausah gombal deh! Aku lagi gak mau digombalin sama kamu! Lepas ah aku mau pergi sekolah!" ucap Aileen.


"Kalau saya gak mau gimana?" tanya Ardiaz.


"Ish, lepasin aku pak aku pengen sekolah!" sentak Aileen.


"Saya yang antar ya sayang?" bujuk Ardiaz.


"Aku gak mau bareng bapak ih!" tolak Aileen.


"Tapi saya mau, ayolah sayang kamu nurut sama saya dan masuk ke mobil saya!" tegas Ardiaz.


"Iya iya, yaudah ayo!" ucap Aileen pasrah.


Ardiaz mengulum senyum, membuka pintu dan meminta gadisnya masuk ke dalam diikuti olehnya dari belakang.




Saat di mobil, Ardiaz kembali menatap Aileen dan coba bicara dengannya. Ia tidak ingin gadis itu terlalu lama ngambek padanya.


Namun, Aileen masih saja tidak mau berbalik menatap Ardiaz. Ia memilih terus membuang muka dan melipat kedua tangannya di depan.


"Bapak jangan maksa aku dong! Aku gak mau!" sentak Aileen.


"Kenapa gak mau sih sayang? Kamu emang gak kangen sama saya?" tanya Ardiaz.


"Enggak, buat apa aku kangen sama bapak? Toh bapak aja gak perhatian sama aku," ujar Aileen.


"Bohong aja kamu! Saya tahu kamu kangen, kamu marah karena saya gak kasih kabar ke kamu, itu artinya kamu kan kangen sama saya. Udah lah ngaku aja Aileen sayang!" ucap Ardiaz.


"Sok tahu banget sih! Aku tuh gak kangen sama bapak!" tegas Aileen.


"Ya ya ya, kali ini saya bawa kamu ke warung kopi dekat sini deh. Saya pengen ajak kamu ngobrol sambil kita minum kopi," ucap Ardiaz.


"Dih gak mau!" Aileen langsung menolak dengan cepat ajakan kekasihnya itu.


"Saya gak suka penolakan sayang, kamu harus mau dan gak boleh nolak!" ucap Ardiaz.


"Aku gak suka kopi pak, bapak aja sana kalau mau! Tapi, anterin aku dulu ke sekolah baru deh bapak boleh pergi sesuka bapak!" ucap Aileen.


"Disana kan ada menu yang lain juga sayang, pokoknya kamu ikut karena saya pengen berdua sama kamu!" ucap Ardiaz.

__ADS_1


"Kalo aku telat gimana? Emang bapak mau tanggung jawab?" tanya Aileen.


"Saya bersedia, saya akan tanggung jawab dan nikahi kamu Aileen," jawab Ardiaz.


"Hah? Bukan telat itu ih, maksudnya telat sekolah!" kesal Aileen.


"Ahaha, yang penting kan sama-sama telat. Intinya saya bakal tanggung jawab sayang, udah kamu tenang aja kalau sama saya!" ucap Ardiaz.


"Terserah bapak aja deh," ucap Aileen pasrah.


Ardiaz kembali tersenyum, beberapa kali ia menoleh menatap wajah Aileen dan mengusap rambut gadisnya dengan lembut.


"Saya cinta kamu Aileen!" ucap Ardiaz.


Aileen hanya diam tak menjawab, tampaknya ia masih agak kesal pada pria di sampingnya.


Begitu sampai, mereka langsung sama-sama turun dari mobil dan memasuki warung kopi tersebut.


"Yuk ke dalam sayang!" ajak Ardiaz.


Aileen mengangguk pelan, Ardiaz menggandeng tangannya membawa gadis itu masuk ke dalam warkop dan mencari tempat untuk duduk.


"Kita disini aja, kamu mau pesan apa sayang?" tanya Ardiaz tanpa melepas genggamannya.


"Aku mau coba kue pancong nya, enak gak sih pak?" jawab Aileen.


"Enak dong, saya pesenin ya? Terus kamu minumnya mau apa?" ucap Ardiaz.


"Eee susu hangat aja, kebetulan tadi aku di rumah belum minum susu," ucap Aileen.


"Kamu kan punya susu sendiri sayang, masa mau minum susu lagi?" sarkas Ardiaz.


"Gak lucu!" kesal Aileen mencebikkan bibirnya, membuat sang kekasih terkekeh pelan.


"Bercanda sayang, kamu jangan marah dong! Yaudah, saya pesenin kue pancong sama susu hangat ya?" ucap Ardiaz.


"Iya, jangan bercanda begitu lagi! Aku gak suka kamu bahas begituan!" ucap Aileen.


"Iya iya, saya minta maaf ya! Cup cup jangan ngambek terus dong sayangku cintaku!" bujuk Ardiaz sembari mengusap pipi gadisnya.


Aileen mengangguk sambil tersenyum, Ardiaz pun merasa senang dan mengecup wajahnya.


Cup!


Setelahnya, Ardiaz mulai mengatakan pesanannya kepada penjaga warung. Lalu, mereka kembali mengobrol ringan disana sembari menikmati pesanan keduanya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2