Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 53. Gak fokus


__ADS_3

Gabino kembali ke kantornya, matanya dibuat takjub saat melihat penampilan asistennya yang begitu cantik dan seksi dengan pakaiannya.


Tanpa berpikir panjang, Gabino segera mendekati Silvi untuk mengajak gadis itu masuk ke mobilnya agar mereka bisa langsung berangkat.


Tin tin...


"Silvi, ayo masuk kita berangkat sekarang!" ajak Gabino tanpa turun dari mobil.


"Eh bapak, baik pak!" ucap Silvi.


"Masukin aja kopernya ke bagasi!" perintah Gabino.


"Iya pak," singkat Silvi.


Gadis itu menurut dan memasukkan kopernya ke bagasi, sedangkan Gabino tetap menunggu di dalam mobil sambil terus memperhatikan Silvi yang tengah berkutat di belakang sana.


"Silvi kok bisa cantik banget gitu ya? Apa saya yang baru sadar sekarang?" lirih Gabino.


Tak lama, Silvi masuk ke mobil dan duduk di sebelahnya. Membuat lamunan Gabino seketika buyar dan menatap Silvi dengan senyuman.


"Ayo pak kita jalan sekarang! Saya udah masukin semuanya ke bagasi," ucap Silvi.


"Okay, kamu pakai dulu sabuk pengamannya biar selamat!" titah Gabino.


"Iya pak," Silvi mengangguk patuh dan memakai sabuk pengaman sesuai perintah bosnya.


Gabino pun mulai menancap gas, meninggalkan kantor dengan cepat untuk buru-buru sampai di bandara.


"Pesawat kita emang terbang jam berapa pak?" tanya Silvi.


"Tiga jam dari sekarang, tapi tetap kita butuh waktu lumayan lama buat sampai kesana karena kamu tau sendiri kan Jakarta kayak gimana. Macetnya gak bisa ditebak dan bikin susah," jawab Gabino.


"Iya sih pak, namanya juga Jakarta. Ya semoga kita bisa sampai tepat waktu deh!" ucap Silvi.


"Aamiin!" ucap Gabino.


"Untung aja tadi saya udah sempat main dulu sama Alana, kalau enggak pasti sekarang saya susah nahan diri karena di samping saya ada Silvi yang cantik dan seksi banget. Dia juga ngapain sih pake baju ketat begitu?" gumam Gabino dalam hati.


Silvi hanya tersenyum menyadari Gabino yang memperhatikannya secara diam-diam.


"Kayaknya rencana aku berhasil deh buat memikat pak Gabino, buktinya dia sekarang mulai sering lirik-lirik ke arah aku. Pasti bentar lagi dia gak tahan dan mau sentuh aku," batin Silvi.


Merasakan ada yang aneh pada dirinya, Gabino bergegas menggelengkan kepala untuk menghilangkan semua pikiran negatifnya.


"Pak, bapak kenapa?" tanya Silvi kebingungan.


"Hah? Eee sa-saya gapapa kok, emang saya kenapa?" jawab Gabino.

__ADS_1


"Itu tadi bapak geleng-geleng begitu, saya kira bapak ada masalah," ucap Silvi.


"Ohh, enggak ada kok Silvi. Saya emang sering kayak gitu," ucap Gabino.


"Wah saya baru tau," ucap Silvi.


"Ya itu dia yang harus sering kamu amati dari saya, kamu kan kerja sebagai asisten saya, jadi kamu harus tau apapun tentang saya!" ucap Gabino.


"Baik pak! Saya akan terus berusaha jadi asisten yang baik buat bapak," ucap Silvi.


"Oh ya Silvi, kamu sudah izin belum sama orang tua kamu kalau kita mau pergi ke Malang hari ini?" tanya Gabino.


"Sudah kok pak, tadi kan saya pamit sekalian ambil baju di rumah. Emang kenapa pak?" jawab Silvi.


"Ya gapapa, kali aja kamu lupa buat izin. Nanti orang tua kamu panik lagi nyariin kamu, terus perusahaan yang ketempuhan," ucap Gabino.


"Tenang aja pak, aku udah diizinin kok!" ucap Silvi.


"Sama pacar juga udah?" tanya Gabino spontan.


"Saya kan masih single pak, belum punya pacar. Bapak lupa ya?" ucap Silvi.


"Hahaha, iya ya kamu masih single. Maaf saya lupa Silvi!" ucap Gabino.


"Gapapa pak," ucap Silvi tersenyum tipis.




Disisi lain, Aileen pulang ke rumah dengan ojek online yang ia pesan. Lagi-lagi wajahnya terus cemberut setelah Ardiaz tak kunjung memberi kabar padanya.


Ia memasuki rumah dengan malas, tak ada senyum sedikitpun bahkan ketika Alana datang menghampirinya dan menyapanya. Tatapannya seperti kosong saat ini.


"Aileen, kamu udah pulang? Kita makan bareng yuk! Atau kamu mau mandi dulu?" ucap Alana sambil tersenyum memegang pundaknya.


Aileen hanya diam tak menjawab.


"Kamu kenapa Aileen? Ada yang lagi kamu pikirin atau apa? Kamu jawab dong Aileen, jangan diam aja kayak gini!" ucap Alana lagi.


"Eh kak, eee aku gapapa kok. Aku cuma lagi mikirin pak Ardiaz aja," ucap Aileen.


"Mikirin pak Ardiaz? Emang pak Ardiaz kenapa sampai kamu pikirin gitu?" tanya Alana.


"Kan pak Ardiaz pergi tanpa ngabarin aku kak, aku juga gak tahu dia kemana," jawab Aileen.


"Ohh, emang dia belum ada kasih kabar ke kamu gitu?" tanya Alana.

__ADS_1


"Belum kak, itu dia sebabnya aku bingung sampai sekarang. Aku khawatir pak Ardiaz kenapa-napa, tapi aku telponin gak diangkat-angkat!" jawab Aileen dengan lesu.


"Sabar ya sayang! Mungkin pak Ardiaz emang lagi ada urusan penting," ucap Alana.


"Sepenting apa sih kak? Masa iya sampai gak buka hp seharian? Emangnya dia gak kangen apa sama aku gitu?" ucap Aileen.


"Entahlah, kamu tunggu aja dulu Aileen sayang!" ucap Alana menenangkan.


"Tunggu sampai kapan kak? Aku udah gak sabar lagi kalo kayak gini tau," ucap Aileen.


"Tenang ya cantik! Yuk kita makan dulu biar pikiran kamu bisa teralihkan dari pak Ardiaz!" ajak Alana.


"Gak mau kak, aku gak naf-su makan. Kak Lana aja yang makan duluan sana!" ucap Aileen.


"Yah ayo dong temenin aku, Aileen! Masa aku makan sendirian?" rengek Alana.


"Hah kok sendirian? Emangnya kak Gabino kemana? Belum pulang?" tanya Aileen.


"Mas Gabino barusan aja berangkat ke Malang, dia ada urusan kerjaan disana. Aku juga kaget karena dia kasih taunya mendadak," jawab Alana.


"Apa? Ish, bisa-bisanya kak Gabino pergi tapi gak bilang-bilang aku! Nyebelin banget sih tuh orang!" ucap Aileen kesal.


"Kamu jangan marah-marah dulu sayang! Mas Gabino kan perginya buru-buru tadi, jadi dia mungkin gak sempat bilang ke kamu. Tenangin diri kamu ya Aileen!" ucap Alana.


Aileen coba mengatur nafas untuk menenangkan dirinya, sembari Alana juga menepuk-nepuk bahu adik iparnya itu.


"Kamu mau mandi dulu?" tanya Alana.


"Enggak deh kak, aku temenin kak Lana makan aja. Kasihan lah kalau kak Lana makan sendirian! Kak Gabino itu emang tega banget, masa dia tinggalin istrinya sendirian kayak gini!" ucap Aileen.


"Ya gapapa Aileen, namanya juga pekerjaan. Aku malah senang kalau mas Gabino dapat rezeki dari pekerjaannya, ya walaupun aku harus ditinggal selama beberapa hari," ucap Alana.


"Emang kak Gabino berapa lama perginya kak?" tanya Aileen penasaran.


"Umm, katanya sih lima hari paling lambat," jawab Alana.


"Dih lama banget! Kalo gitu sih aku harus minta dibawain oleh-oleh sama dia!" ujar Aileen.


"Ahaha, iya bener tuh sayang. Nanti kamu coba minta aja ke mas Gabino!" ucap Alana.


"Iya kak, yaudah yuk kita ke meja makan! Kebetulan aku juga udah lapar nih," ucap Aileen.


"Yuk!" Alana mengangguk setuju.


Kedua wanita itu pun berjalan menuju meja makan dengan saling merangkul.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2