
Ardiaz kini mendekati Aileen yang masih tergeletak pingsan di atas ranjang, ia meneteskan air mata melihat kondisi Aileen saat ini.
Sungguh Ardiaz benar-benar cemas, tentu saja ia tidak mau sesuatu terjadi pada Aileen dan kejadian Vivi dulu terulang lagi.
"Aileen, kamu sadar ya sayang! Saya yakin kamu kuat dan kamu bisa lewatin ini semua," ujar Ardiaz.
Pria itu mengusap lembut wajah Aileen, membuat Malika yang ada di sebelahnya merasa terharu melihat betapa cintanya Ardiaz pada Aileen.
"Ingat Aileen, dua hari lagi kita menikah loh. Masa kamu masih mau disini terus?" ucap Ardiaz terisak.
"Saya benar-benar minta maaf sama kamu, karena saya gagal jagain kamu!" sambungnya.
"Diaz, jangan salahin diri kamu sendiri kayak gitu! Ini semua udah takdir, apa yang dialami Aileen itu murni kecelakaan. Udah ya kamu tabah aja, kan kata dokter Aileen gak kenapa-napa," ujar Malika.
"Iya ma, tapi tetap aja aku khawatir sama Aileen kalau dia belum sadar," ucap Ardiaz.
"Yang sabar aja, mungkin sebentar lagi Aileen bakal sadar. Mama yakin kok Aileen pasti sadar, dia kan anak yang kuat," ucap Malika.
"Aku juga berharap begitu ma, semoga aja Aileen cepat sadar ya ma!" ucap Ardiaz.
"Aamiin, yaudah mama mau coba ke kamar sebelah ya buat cek Gabino?" ujar Malika.
"Silahkan ma," singkat Ardiaz.
Malika pun pergi menuju tempat Gabino dirawat, sedangkan Ardiaz tetap disana dan terus mengusap wajah Aileen.
"Ayo sadar Aileen! Saya gak tahan lihat kamu terus pingsan begini," ucap Ardiaz terisak.
Perlahan ia merunduk, mengecup kening Aileen dan tanpa sengaja air matanya menetes mengenai bagian wajah gadis itu.
"I love you, Aileen Belvina Putri..."
Tanpa diduga, Aileen langsung membuka matanya sesaat setelah tetesan air tersebut jatuh ke pipinya.
Sontak Ardiaz terkejut, namun tentunya ia sangat bahagia melihat gadisnya sudah sadar dan kini tengah menatap ke arahnya.
"Aileen, kamu udah sadar sayang?" ucap Ardiaz bertanya pelan seraya mengelus pipi gadisnya.
"Pak Ardiaz? Bapak kok bisa ada disini? Terus aku kenapa pak?" ucap Aileen terheran-heran.
"Kamu kecelakaan sayang, apa kamu lupa?" ucap Ardiaz tersenyum tipis.
"Kecelakaan?" Aileen terkejut dan coba mengingat-ingat apa yang terjadi padanya.
__ADS_1
"Iya sayang, kamu kecelakaan sehabis pulang dari bandara mengantar teman kamu, Shanum. Kamu pasti ingat kan Aileen?" ucap Ardiaz lirih.
Aileen pun berhasil mengingatnya, seketika ia teringat pada sang kakak yang juga mengalami kecelakaan seperti dirinya.
"Pak, kak Gabi dimana? Dia baik-baik aja kan?" tanya Aileen cemas.
"Kakak kamu ada di sebelah sayang, tenang aja dia gak kenapa-napa kok," jawab Ardiaz.
"Huh syukurlah, kalo gitu aku mau lihat dia dong pak. Aku pengen ngecek aja kalau kak Gabi beneran gapapa," ucap Aileen.
"Jangan Aileen!" cegah Ardiaz.
Aileen menoleh dengan wajah tak senang ke arah kekasihnya, ia tidak suka jika Ardiaz melarangnya seperti ini.
"Bapak apa-apaan sih? Masa aku mau ketemu kak Gabi dilarang?" protes Aileen.
"Gak gitu sayang, saya cuma gak mau kamu malah kenapa-napa nanti. Kondisi kamu belum pulih benar, jadi kamu istirahat aja dulu ya disini sekarang!" ucap Ardiaz.
"Aku cuma mau jenguk kak Gabi sebentar aja," ucap Aileen.
"Tetap belum boleh sayang, udah ya jangan bandel!" ucap Ardiaz.
Aileen memalingkan wajahnya, ia benar-benar jengkel karena Ardiaz tak mau mengizinkan ia untuk menjenguk Gabino.
•
•
Aileen sangat gugup saat Ardiaz hendak mengucap janji di hadapan para anggota keluarga serta pendeta yang telah hadir.
Gadis itu sempat menatap sekitar, seolah berusaha menenangkan hatinya yang sebentar lagi akan resmi menjadi istri dari Ardiaz Bramantyo.
Hanya butuh waktu sebentar bagi Ardiaz mengucap janjinya, dan kini ia telah sah menjadi suami dari Aileen Belvina yang cantik itu.
Sorak-sorai bergemuruh, semua undangan yang hadir bertepuk tangan memberikan selamat bagi kedua mempelai itu atas pernikahan mereka.
Aileen menangis, memeluk erat Ardiaz untuk mengekspresikan kesenangannya setelah berhasil menikah dengan pria yang ia cintai.
"Aku gak nyangka, perjuangan yang aku lakukan selama bertahun-tahun ini akhirnya berakhir bahagia. Pak Ardiaz Bramantyo, kepsek tampan yang sekarang udah sah jadi suami aku. Aku benar-benar bahagia banget, semoga rumah tangga aku dan pak Ardiaz langgeng terus sampai maut memisahkan!" batin Aileen.
Kini mereka saling bertatapan, perlahan Ardiaz mendekatkan wajahnya dan menarik dagu sang istri ke atas sambil tersenyum tipis.
"Kamu cantik sayang!" puji Ardiaz singkat.
__ADS_1
Aileen hanya bisa menyembunyikan wajahnya dari tatapan sang suami, tetapi tak bertahan lama karena Ardiaz kembali menarik dagunya.
Dan sedetik kemudian, Ardiaz menyatukan kedua bibir itu di hadapan orang-orang. Tanpa menunggu lama, pria itu juga memberikan ******* panas.
Aileen sontak terkejut, namun ia membiarkan apa yang Ardiaz lakukan karena itu memang termasuk dalam kegiatan pernikahan mereka.
"Sangat lembut, benar-benar bikin saya candu. Kamu manis sekali Aileen," batin Ardiaz.
Akhirnya mereka pun duduk di atas pelaminan dengan kedua tangan saling menyatu seolah tak bisa dilepaskan.
Lalu, kedua orang tua mereka pun datang mendekat untuk memberi ucapan selamat sekaligus saling berpelukan.
"Aileen, Ardiaz, selamat ya kalian udah sah jadi suami-istri sekarang!" ucap Axel.
"Iya, mama benar-benar senang sekali lihat kalian bisa duduk bersanding di pelaminan kayak gini. Doa terbaik buat kalian berdua ya, bahagia selalu!" sahut Malika.
"Makasih pa, ma. Aku juga senang bisa nikah sama pak Ardiaz dan sah jadi istrinya," ucap Aileen.
"Eh, udah jadi suami-istri kok masih manggil pak sih ke Ardiaz? Jangan dong Aileen!" ucap Malika.
"Abisnya udah kebiasaan sih ma, aku juga bingung mau panggil apa," ucap Aileen.
"Panggil aja saya mas, seperti dulu kamu pernah lakukan," ucap Ardiaz sambil tersenyum.
"Oh iya, yaudah deh jadinya mas Ardiaz aja. Aku gak bakal panggil pak lagi," ucap Aileen.
Ardiaz tersenyum lebar sembari membelai rambut istrinya yang terurai itu, ia amat menyukainya dan tak mengizinkan Aileen mengikat rambut.
"Selamat ya buat kalian berdua! Mama harap kalian bisa cepat kasih mama cucu," ucap Mita.
"Ahaha, tergantung Aileen nya sih ma. Dia udah siap punya anak apa belum, ya kalo aku mah jelas mau banget," ucap Ardiaz.
"Ish kamu, jangan begitu ah aku jadi malu tau!" tegur Aileen.
Ardiaz dan para orang tua itu tertawa lebar, benar-benar momen yang membahagiakan bagi mereka semua saat ini.
Sementara dari jarak jauh, Gabino memandangi kebahagiaan adiknya dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.
"Semoga kamu bahagia Aileen!" lirih Gabino.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1