
Ardiaz pun merangkul Aileen dan melangkah masuk bersama-sama ke dalam rumah gadis itu untuk menemui Gabino serta Alana.
Setibanya di meja makan, Aileen langsung menghampiri kakaknya dan meminta izin kalau Ardiaz ingin sarapan bersama mereka.
"Umm kak, pak Ardiaz mau ikut sarapan sama kita disini. Boleh kan?" ucap Aileen pelan.
Gabino terdiam sejenak, matanya menatap Ardiaz lalu bangkit dan menyapanya. Aileen merasa lega karena kakaknya bersikap baik pada Ardiaz.
"Oh jelas boleh dong sayang, yuk kalian duduk aja terus kita sarapan sama-sama!" ujar Gabino.
"Makasih bang," singkat Ardiaz.
"Gausah malu-malu kali pak, kayak biasa aja! Bapak kan calon suami aku," ucap Aileen.
"Iya sayang," lirih Ardiaz.
Keduanya pun duduk berdampingan dengan tangan saling menyatu, dan tentu saja hal itu mengundang perhatian Gabino.
"Hadeh, tuh tangan lepas dulu kali. Kalian kan mau makan bukan nyebrang," sindir Gabino.
"Eh iya iya bang," Ardiaz sontak melepas tangannya dari milik Aileen dan tersenyum malu.
"Gapapa kali mas, wajar dong mereka kan emang lagi bucin banget karena mau nikah," ucap Alana.
"Ya iya, tapi gak gitu juga kali sayang. Masa makan sambil gandengan?" ucap Ardiaz.
"Kalau kamu mau juga, kan kamu bisa pegang tangan aku," ucap Alana.
"Tuh kak, kakak pegang lah tangan kak Lana biar gak iri sama aku dan pak Ardiaz!" ujar Aileen.
"Diam lu Aileen! Gausah ikut-ikut ngomong deh," bentak Gabino.
"Ih galak amat sih, kan aku cuma mau ngobrol biar santai. Lagian kakak tuh gak boleh sensian, nanti cepat tua loh," ucap Aileen.
"Bawel lu!" ujar Gabino.
Aileen merunduk, kemudian mulai memakan makanannya bersama Ardiaz.
"Heh, lu belum lanjutin cerita lu yang tadi. Jangan pura-pura lupa ya!" ucap Gabino tiba-tiba yang membuat seisi meja makan kaget.
"Maksud kakak apa sih? Cerita apa?" tanya Aileen.
__ADS_1
"Dih malah pura-pura lupa lagi, ya cerita soal yang tadi lu alamin di kamar. Gue kan lihat sendiri lu kayak orang tegang," ucap Gabino.
Aileen pun terdiam merunduk, sedangkan Ardiaz jadi ikut penasaran dibuatnya.
"Sayang, itu benar yang dibilang sama kakak kamu? Kalau iya, emang kamu ada apa sih? Kenapa kamu gak cerita ke saya?" tanya Ardiaz.
"Iya Diaz, gue lihat sendiri kok muka Aileen tuh kayak panik gitu tadi pas gue panggil dia buat sarapan," sela Gabino.
"Kakak bisa gak gausah bahas itu sekarang?! Aku kan mau fokus makan tau, mending kita makan dulu biar gak terganggu!" kesal Aileen.
"Aileen, kamu gak boleh gitu sama kakak kamu sendiri!" tegur Ardiaz.
"Biarin aja pak, lagian kak Gabi ini gangguin aku mau makan. Dia masih aja bahas soal itu, padahal aku udah bilang kalo gak ada apa-apa," ujar Aileen.
"Lu bohong Aileen, gue gak percaya sama ucapan lu!" ucap Gabino.
"Yaudah, terserah kakak aja. Yang penting aku udah kasih tau kalau aku emang gak kenapa-napa, sisanya terserah kakak mau percaya apa enggak," sentak Aileen.
Gabino menggeram kesal, ingin rasanya ia meluapkan emosinya saat ini karena Aileen benar-benar memancingnya.
"Mas, udah sih mas jangan dipaksa Aileen nya!" ucap Alana menenangkan sang suami.
"Iya iya, aku gak paksa dia lagi kok. Bodoamat deh dia mau kenapa kek," kesal Gabino.
•
•
Kini Aileen tengah bersama Ardiaz di pinggir kolam renang rumahnya, ia masih termenung memikirkan perkataan Gabino yang emosi tadi.
Ardiaz juga tahu apa yang dirasakan gadisnya saat ini, ia pun coba menenangkan Aileen dengan cara merangkul serta mendekapnya.
"Sayang, lagi mikirin kakak kamu ya?" tanya Ardiaz.
"Iya pak, aku ngerasa bersalah udah bersikap kayak gitu ke kak Gabi tadi," jawab Aileen.
"Nah kan, saya bilang juga apa," ucap Ardiaz.
"Makanya kamu tuh dengerin saya dong Aileen, jangan pernah bersikap kayak tadi ke kakak kamu sendiri! Sekarang jadi kamu juga kan yang nyesel?" sambungnya.
"Terus aku harus gimana dong pak biar kak Gabi gak marah lagi sama aku?" tanya Aileen.
__ADS_1
"Ya jalan satu-satunya cuma kamu temuin dia lalu minta maaf ke dia, syukur-syukur dia mau maafin kamu," jawab Ardiaz.
"Kalau gak mau dimaafin gimana pak? Apa yang harus aku lakuin lagi?" tanya Aileen.
"Coba aja dulu, saya yakin Gabino pasti bisa maafin kamu. Dia itu kan sayang banget sama kamu, pasti dia juga gak bisa lama-lama marah sama kamu," jawab Ardiaz.
"Bapak yakin? Apa ucapan bapak bisa dipercaya? Kalau enggak gimana?" tanya Aileen.
"Hadeh, terserah kamu deh. Sekarang apa yang mau kamu bicarain sama saya Aileen?" ujar Ardiaz.
"Oh iya, aku tuh pengen kasih tahu kamu soal yang aku alamin sewaktu mandi pagi tadi," ucap Aileen.
"Emang kamu ngalamin apa sih sayang? Cerita dong sama saya!" ucap Ardiaz.
"Tadi pas aku lagi mandi pake air shower, tiba-tiba airnya tuh berubah jadi merah gitu kayak darah. Aku langsung syok banget dong, yaudah aku pindah aja ke bak. Eh tapi malah ada yang pegang pundak aku dari belakang, terus pas aku noleh gak ada siapa-siapa. Dan di cermin kamar mandi aku ada tulisan merah yang isinya jauhi laki-laki itu atau kamu akan mati," ucap Aileen.
"Hah? Kok horor gitu sih sayang? Kamu udah cerita soal ini belum ke Gabino?" tanya Ardiaz kaget.
"Belum pak, aku gak mau bikin kakak khawatir. Makanya aku gak mau cerita ke dia," jawab Aileen.
"Hadeh, berarti yang dibilang Gabino tadi tuh benar ya. Kamu emang lagi ada masalah," ucap Ardiaz.
"Iya pak, aku juga bingung kenapa kak Gabino bisa tahu kalau aku lagi ada masalah," ucap Aileen.
"Itu karena dia udah tahu banyak tentang kamu sayang, jadi dia bisa bedain sewaktu kamu lagi ada masalah atau enggak," ucap Ardiaz.
"Iya kali ya pak? Kak Gabino emang perhatian banget sih sama aku, dia baik," ucap Aileen.
"Yaudah, kamu minta maaf gih sama dia! Soal kejadian yang kamu alami, ada baiknya kamu ceritain juga ke dia," ucap Ardiaz.
"Buat apa pak? Aku gak pengen bikin kak Gabi khawatir sama aku," ucap Aileen.
"Justru dia akan semakin khawatir kalau kamu gak cerita, sana kamu temuin dia! Nanti juga saya bakal cari tahu ada apa sebenarnya ini," ucap Ardiaz.
Aileen terdiam sejenak, ia menundukkan kepalanya dan tampak bersedih.
"Ada apa Aileen? Kamu kok tiba-tiba malah jadi sedih begitu? Perasaan tadi kamu baik-baik aja deh," tanya Ardiaz heran.
"Aku lagi mikir aja pak, apa ini semua terjadi karena Vivi gak suka ya sama hubungan kita? Dia gak mau kita nikah, makanya dia takut-takutin aku," jawab Aileen.
Ardiaz pun berpikir demikian, kejadian yang belakangan ini ia alami juga meyakinkan dirinya kalau Vivi lah dibalik semuanya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...