Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 44. Kekanak-kanakan


__ADS_3

Aileen masih tak percaya jika ia bertemu dengan Laura di cafe itu, sontak ia pun merasa kesal karena Laura selalu muncul di dekatnya.


Sementara Ardiaz sendiri tampak bingung, ia khawatir Aileen akan kembali marah karena ada Laura juga di cafe itu.


"Laura??" lirih Ardiaz dengan mata mengarah ke Laura dan Aileen secara bergantian.


"Diaz, tadi kamu kenapa? Kok marah-marah begitu?" tanya Laura penasaran.


"Eee gak ada apa-apa kok, tadi itu cuma salah paham aja. Ka-kamu sendiri ngapain disini? Emang suara saya tadi kedengaran sampai ke depan ya?" heran Ardiaz.


"Iya Diaz, lihat aja banyak orang-orang juga yang dengar. Lain kali kamu jangan begitu Ardiaz! Bisa dicap jelek loh kamu nantinya," ucap Laura.


"Iya, saya sadar saya salah. Harusnya saya bisa tahan emosi tadi, saya malah marah-marah dan bikin keributan disini. Maaf ya gara-gara saya kamu jadi keganggu!" ucap Ardiaz.


"Gapapa, wajarlah kamu emosi kan belain pacar kamu," ucap Laura sambil tersenyum.


Entah mengapa Aileen tidak senang dengan sikap Laura yang sok manis dan baik itu di depan Ardiaz, ingin sekali rasanya ia meraup wajah wanita itu.


"Eh Aileen, kamu gapapa kan?" tanya Laura.


"Enggak kok Bu, cuma rok saya yang basah. Udah yuk pak kita balik ke meja!" jawab Aileen dingin.


"I-iya iya..."


"Laura, kita duluan ya?" ucap Ardiaz pamit pada Laura.


"Ah iya, aku juga mau ke meja lagi kok," ucap Laura.


"Ayo pak cepetan!" paksa Aileen.


"Iya sayang iya.." Ardiaz terpaksa menuruti kemauan Aileen, tentu ia tidak mau jika gadisnya akan marah padanya.


Ardiaz dan Aileen pun pergi lebih dulu dengan langkah cepat, meninggalkan Laura yang masih berdiam diri sambil tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah Aileen.


Kini sepasang kekasih itu sudah kembali duduk di tempat mereka.


"Bapak udah tau kalau Bu Laura ada di cafe ini?" tanya Aileen dengan wajah cemberut, membuat Ardiaz ketar-ketir.


"Iya sayang, saya udah tau. Tadi pas kamu ke toilet, Laura datang terus duduk di sebelah sana. Emang kenapa sih Aileen?" jawab Ardiaz.


"Pake nanya lagi, udah jelas aku gak suka kalau Bu Laura deketin bapak. Kenapa bapak gak menghindar sih?" ujar Aileen.


"Gimana caranya saya menghindar? Laura datang juga tanpa sepengetahuan saya, masa iya saya larang dia kesini?" ucap Ardiaz.

__ADS_1


"Tau ah aku bete sama bapak!" kesal Aileen.


"Kok gitu sih cantik? Apa salah saya coba sampai kamu bete gitu?" tanya Ardiaz.


"Salah bapak itu karena bapak biarin Bu Laura duduk di dekat bapak, harusnya bapak suruh dia agak jauhan kek gitu!" jawab Aileen.


"Mana bisa sayang? Nanti yang ada Laura marah sama saya, kamu mah ngada-ngada aja," ucap Ardiaz.


"Hilih bilang aja bapak emang suka dekat-dekat sama Bu Laura," cibir Aileen.


"Bicara apa sih kamu? Please, stop cemburuan gak jelas begini sayang! Cemburu kamu itu gak beralasan, saya sama Laura gak ada hubungan apa-apa!" tegas Ardiaz.


"Yaudah, kalo emang gak ada apa-apa harusnya bapak setuju dong sama usul aku," ucap Aileen.


"Usul kamu itu gak jelas sayang, mana bisa saya ngikutin kemauan kamu?" ujar Ardiaz.


"Aku mau pulang aja ah, bapak disini aja sama Bu Laura sampai puas!" ucap Aileen sambil bangkit dari duduknya.


"Jangan dong Aileen! Saya maunya ditemenin kamu bukan Laura," mohon Ardiaz.


Aileen terdiam sesaat untuk berpikir, akhirnya ia menuruti kemauan Ardiaz dan kembali duduk disana.




Aileen yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum senang, meskipun sedari tadi ia masih saja cemberut perihal Laura.


"Gitu dong senyum, kamu jadi kelihatan lebih cantik kalo kayak gini sayang," puji Ardiaz.


"Aku senyum kan tergantung situasi, kalau bapak baik dan gak nyakitin perasaan aku pasti aku senyum. Tapi, bapak kan sering banget bikin aku sakit hati, contohnya tadi di cafe," ucap Aileen.


"Hah? Masa cuma gara-gara Laura datang ke cafe itu terus kamu anggap saya nyakitin perasaan kamu? Saya kan gak ngapa-ngapain sama dia, kamu aneh deh Aileen!" ucap Ardiaz.


"Tuh kan, bisa-bisanya bapak ngatain aku aneh dan ngebela si cewek itu," kesal Aileen.


"Gak gitu maksud saya sayang, saya cuma bingung aja dimana titik saya nyakitin hati kamu. Orang saya aja gak deketin Laura," ujar Ardiaz.


"Ya ya ya, udah ah aku mau turun," cibir Aileen.


"Ntar dulu sayangku cintaku, kamu disini dulu kita ngobrol sebentar sampai masalah diantara kita selesai!" ucap Ardiaz.


"Masalahnya udah selesai kok pak, aku udah gak mau ribut lagi sama kamu. Udah ya tolong lepasin tangan aku dan biarin aku pergi! Aku capek pak pengen istirahat!" ucap Aileen.

__ADS_1


"Okay, tapi nanti abis kita selesai bicara. Saya masih mau ngobrol sama kamu," ucap Ardiaz.


"Ngobrol apa lagi pak?" tanya Aileen ketus.


"Ya ngobrolin tentang sikap kamu yang kekanak-kanakan ini, gimana sih caranya supaya kamu gak kayak gini terus?" jawab Ardiaz.


"Ih kamu mah nyebelin! Mana ada aku kekanak-kanakan??" sentak Aileen.


"Kalau gak kekanak-kanakan, terus apa dong? Buktinya kamu sering banget marah-marah gak jelas tanpa alasan," ucap Ardiaz.


"Bapak mah emang nyebelin banget! Lihat aja aku bakalan ngambek sampai besok!" ancam Aileen.


"Eits jangan dong! Kalau kamu ngambek, nanti saya gimana dong sayang?" bujuk Ardiaz.


"Biarin aja, abisnya bapak nyebelin bikin aku kesel terus!" ujar Aileen.


"Yaudah, saya minta maaf ya! Saya janji gak akan bikin kamu kesel lagi, jangan ngambek dong cantik!" ucap Ardiaz.


"Iya enggak, aku terima permintaan maaf bapak. Sekarang aku mau turun dulu ya?" ucap Aileen.


"Saya ikut ya? Saya soalnya masih mau bicara sama kamu Aileen," ucap Ardiaz.


"Apa sih pak? Gak bosan-bosan apa bapak berduaan sama aku mulu? Kita daritadi udah ngobrol berdua loh pak, apa kurang?" ujar Aileen.


"Kamu kayak gak tahu saya aja, saya akan selalu merasa kurang kalau sama kamu," ucap Ardiaz.


"Huh gombal! Tapi pak, untuk kali ini aku harus pulang terus mandi dan istirahat. Aku capek banget pak, bapak ngertiin aku ya?" ucap Aileen.


"Eee iya deh gapapa, tapi lusa kamu ke rumah saya ya? Mama mau ketemu dan ngobrol sama kamu katanya," ucap Ardiaz.


"Ngobrolin apa pak?" tanya Aileen penasaran.


"Gak tahu juga, mungkin bahas soal kamu yang bakal jadi menantu dia. Katanya sih mama itu kangen sama kamu sayang," jawab Ardiaz.


"Ohh, yaudah aku mau. Kalo gitu aku turun dulu ya pak? Dadah!" ucap Aileen sembari melambaikan tangan ke arah Ardiaz.


"Bye sayang!" balas Ardiaz.


Ardiaz mengecup sekilas pipi serta bibir gadisnya, sebelum membiarkan Aileen turun dari mobilnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2