Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 37. Ganti baju


__ADS_3

Gabino serta Alana dibuat heran dengan Aileen yang muncul kembali ke dalam sana, padahal sebelumnya gadis itu sudah pamit untuk segera berangkat ke sekolah.


Alana pun bangkit dari duduknya, lalu menghampiri Aileen yang tengah menuju ke arahnya. Ia menatap keheranan wajah Aileen, seolah tak percaya jika gadis itu kembali ke dalam.


"Aileen, kamu kok balik lagi sih? Bukannya tadi kamu pamit katanya mau pergi sekolah ya?" tanya Alana keheranan.


"I-iya nih kak, tadi pas di depan aku malah ketemu sama pak Ardiaz. Terus dia larang aku buat berangkat sekolah, padahal nih ya tadi tuh aku udah mau pergi minta antar sama pak supir, eh malah gak boleh sama pak Ardiaz," jelas Aileen.


"Ohh, jadi kamu lebih nurut ya sama pak Ardiaz dibanding kakak kamu sendiri?" sela Gabino yang tiba-tiba beranjak dari kursi dan mendekatinya.


"Apa sih kak? Aku tuh gak bicara sama kakak, jadi kakak gausah ikut campur deh!" ketus Aileen.


"Kamu itu ada masalah apa sih sama kakak? Kenapa kamu begitu banget dan gak pernah mau nurut sama kakak? Perasaan selama ini kakak udah baik loh sama kamu," tanya Gabino.


"Baik? Perasaan enggak deh," ujar Aileen.


"Haish nih anak!" Gabino semakin geram dengan Aileen, ia pun maju mendekat dan mencengkram rahang gadis itu.


"Sekali lagi kamu bicara begitu sama kakak, kamu bakal kakak kirim ke luar negeri biar jauh dari pak Ardiaz!" ancam Gabino.


"Akh sakit kak! Ih kak Lana, tolongin aku dong!" rengek Aileen sembari berusaha melepaskan tangan Gabino dari ranjangnya.


"Mas, kamu—"


"Diam Alana! Kali ini aku mau bicara dulu sama nih anak, biar dia gak songong terus!" sela Gabino.


"Iya iya.."


Alana pun kembali ke meja makan meninggalkan Gabino dan Aileen berdua disana.


"Lah kok malah pergi sih? Tolong aku kak Lana! Ini kak Gabino kayaknya psycho deh, kalo aku kenapa-napa gimana??" ujar Aileen.


"Sembarangan kamu kalo ngomong! Salah siapa kamu nyebelin banget jadi adik, ha? Udah dikasih tempat tinggal gratis, bukannya makasih malah ngelawan terus!" kesal Gabino.


"Ah apa sih kak? Siapa yang ngelawan coba? Tadi aku cuma bercanda, kakak jangan baperan gini dong! Lepasin aku kak!" ujar Aileen.


"Gak mau! Kamu itu harus diginiin biar kapok, supaya kamu gak terus-terusan anggap remeh ke kakak!" ucap Gabino.


"Aku gak gitu kak, please lepasin!" pinta Aileen.


"Eee Gabino?" tiba-tiba Ardiaz muncul di dekat mereka dan tersenyum ke arah keduanya.


"Kamu kok main masuk aja? Gak sopan banget sih!" tegur Gabino.

__ADS_1


"Tadi saya udah diizinin kok sama bik Lesti, terus tadi kan saya juga udah ketemu sama Aileen. Tapi, dia malah tinggalin saya gitu aja," ucap Ardiaz.


"Iya kak, pak Ardiaz ini udah ketemu sama aku tadi di luar. Kakak jangan ketus gitu dong sama dia!" timpal Aileen.


"Biarin aja, abisnya kamu malah lebih nurut sama dia dibanding kakak!" ujar Gabino.


"Gak gitu kak, aku tetap nurut kok sama kakak. Udah ya sekarang lepasin aku, lama-lama pegel tau kak diginiin terus!" ucap Aileen.


"Diam kamu Aileen! Kamu tuh harus diginiin biar kapok!" ujar Gabino.


"Ya jangan dong kak! Aku lapor mama nih kalo kakak nyakitin aku," ucap Aileen.


"Silahkan aja! Kakak gak takut! Tinggal kakak bilang kalo kamu tuh bandel," ucap Gabino.


"Huh dasar nyebelin!" kesal Aileen.




Gabino mengantar Aileen ke kamarnya untuk berganti pakaian, ia ingin adiknya melakukan itu agar ia percaya Aileen tidak akan pergi ke sekolah.


Aileen pun terpaksa menuruti kemauan kakaknya, meskipun dia sebenarnya tetap masih ingin berangkat sekolah.


"Kenapa sih kakak maksa aku buat ganti baju sekarang? Padahal aku kan masih pengen makan dulu bareng pak Ardiaz di bawah, ganti baju juga bisa nanti kan," protes Aileen.


"Udah kamu jangan banyak protes! Cepat ganti baju atau kakak kunciin di kamar!" tegas Gabino.


"Ya makanya kakak keluar sana! Gimana aku mau ganti baju kalau kakak ada disini?" ucap Aileen.


"Salahnya dimana? Dulu kamu juga sering ganti baju di depan kakak kan?" goda Gabino.


"Itu kan dulu kakak sayang, sekarang ini kita udah pada gede. Nanti kalau aku ganti baju di depan kakak, bisa-bisa kakak naf-su lagi," ujar Aileen.


"Jangan kege'eran begitu! Siapa yang naf-su sih sama kamu, ha?" ledek Gabino.


"Yeh kakak bisa bilang begitu sekarang, tapi nanti lain lagi begitu aku ganti baju. Udah ah sana keluar, jangan macam-macam deh kak!" ucap Aileen.


"Oke kakak keluar, awas ya kalau kamu ngeyel dan gak mau ganti baju! Pokoknya kakak tungguin kamu di luar sampai selesai," ucap Gabino.


"Iya iya.." Aileen terpaksa patuh pada kakaknya.


Setelahnya, Gabino pun melangkah keluar dari kamar Aileen. Ia menunggu disana sampai Aileen selesai berganti pakaian.

__ADS_1


Sementara Aileen langsung membuka lemarinya sembari melepas kancing seragamnya satu persatu dan terus mendengus kesal.


"Huh gagal deh buat aku pergi sekolah dan main bareng Shanum!" kesal Aileen.


Di luar, Gabino masih setia menunggu meski sangat lama Aileen tak kunjung keluar. Mungkin sudah sekitar lima belas menit Aileen berkutat di dalam kamarnya.


"Haish, si Aileen ngapain sih di dalam? Dia ganti baju apa tidur sih? Masa lama banget gak keluar-keluar?" geram Gabino.


TOK TOK TOK..


"Aileen, kamu udah selesai belum? Cepetan dong jangan lama-lama!" ucap Gabino sambil mengetuk pintu kamar Aileen.


"Sebentar kak!"


Hanya itu balasan dari Aileen, yang membuat Gabino makin kesal mendengarnya.


"Kakak tunggu lima menit, kalo kamu gak keluar kakak masuk lagi ke dalam dan gantiin baju kamu!" ancam Gabino.


"Ish kakak jangan! Tunggu sebentar lagi selesai kok!" teriak Aileen dari dalam.


Gabino akhirnya terpaksa menunggu kembali di depan pintu kamar Aileen.


Tak lama, Alana datang menghampirinya dengan tatapan heran.


"Mas, kamu ngapain berdiri disini aja? Itu turun ke bawah temuin Ardiaz, katanya kamu mau ngomongin soal perusahaan papa!" ucap Alana.


"Nanti dulu, aku masih tungguin Aileen yang lagi ganti baju di dalam," ucap Gabino.


"Ngapain orang lagi ganti baju ditungguin? Biarin aja mas, nanti juga Aileen turun sendiri kalau dia udah selesai," ucap Alana.


"Gak bisa Lana, aku harus tetap stay disini. Kalo enggak, nanti Aileen bisa kabur dan bohongin aku lagi!" ucap Gabino.


"Yaudah, biar aku aja yang tungguin dia disini. Kamu ke bawah gih bicara sama Ardiaz! Gak enak tau kalo aku berduaan doang sama dia," ucap Alana.


"Oke deh, tapi kamu jagain Aileen yang bener ya! Jangan sampai Aileen kabur!" ujar Gabino.


"Iya mas, tenang aja!" ucap Alana.


Gabino pun pergi menemui Ardiaz di bawah sana, sedangkan Alana gantian menunggu disana.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2