
Ardiaz kembali datang ke rumah Aileen sesuai janjinya sebelum ini, ia akan menjemput gadis itu dan membawanya ke rumah untuk mengikuti acara makan malam bersama mamanya.
Ia turun dari mobil, melangkah ke dekat pintu sembari merapihkan kemejanya. Perlahan ia mengetuk pintu, memanggil Aileen agar gadis itu segera keluar menemuinya disana.
TOK TOK TOK...
"Aileen, ini saya cantik. Kamu ada di dalam kan?" ucap Ardiaz dengan lantang.
Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki seseorang dari dalam rumah itu.
Ceklek
Pintu terbuka, namun yang muncul bukanlah Aileen melainkan bik Lesti sang pekerja disana.
"Eh den Ardiaz, mau ketemu non Aileen ya?" ucap bik Lesti menyapanya.
"Iya bik, ada kan Aileen nya?" tanya Ardiaz.
"Ada kok den, den Ardiaz masuk aja dulu yuk ke dalam!" jawab bik Lesti.
"Siap bik!" singkat Ardiaz.
Ardiaz pun masuk ke dalam bersama bik Lesti, ia dibawa menuju ruang tamu dan dipersilahkan duduk untuk menunggu.
"Silahkan duduk dulu den!" ucap bik Lesti.
"Oke bik!" Ardiaz mengangguk setuju dan duduk di sofa sesuai perintah bik Lesti.
"Eee den Ardiaz mau dibikinin minum apa?" tanya bik Lesti.
"Kayak biasa aja bik," jawab Ardiaz.
"Oh gitu, siap den! Kalo gitu saya bikin minuman dulu ya? Den Ardiaz tunggu aja sebentar, nanti non Aileen turun kok!" ucap bik Lesti.
"Baik bik!" ucap Ardiaz singkat.
Setelahnya, bik Lesti pun pergi ke dapur membuatkan minuman untuk Ardiaz.
Sementara pria itu tetap disana menunggu kehadiran Aileen, gadisnya yang cantik.
"Mana ya Aileen?" gumam Ardiaz tak sabaran.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba, Aileen muncul dari atas menuruni tangga dan bergerak cepat menghampiri Ardiaz.
"Aileen?" Ardiaz langsung berdiri tersenyum ke arah Aileen dengan tidak sabaran.
"Pak, maaf ya aku lama! Aku—"
"Kamu cantik banget Aileen! Saya benar-benar terpesona sama kamu!" sela Ardiaz.
"Eee..."
Perlahan Ardiaz mendekat, menyentuh wajah serta membelai rambut Aileen dengan lembut. Membuat gadis itu terdiam gugup.
__ADS_1
"Kok kamu bisa secantik ini sih? Saya jadi gak sabar buat nikahin kamu!" puji Ardiaz lagi.
"Pak, udah dong jangan muji-muji aku terus! Aku mau bilang sesuatu nih sama bapak," ucap Aileen.
"Hah? Bilang apa sayang? Ada masalah atau apa?" tanya Ardiaz penasaran.
"Kak Lana sama kak Gabino lagi ada masalah, aku ikut sedih dengarnya tau," jawab Aileen.
"Oh ya? Masalah apa?" tanya Ardiaz.
"Aku gak bisa cerita sama kamu, aku takut jadi salah paham nantinya. Tapi, pak Ardiaz mau bantu aku kan?" ucap Aileen.
Ardiaz tersenyum dan mencubit pipi Aileen.
"Mau dong sayang, masa iya saya gak mau? Lagian apa sih yang enggak buat gadis manis dan cantik kayak kamu?" ucap Ardiaz sangat gemas pada gadisnya.
"Ih bapak, sakit tau dicubitin kayak gitu! Yaudah, berarti bapak siap bantu aku kan?" ucap Aileen.
"Iya cantik, kamu tinggal bilang aja apa yang bisa saya bantu! Kalau saya bisa, pasti saya bakal bantu kamu kok sayang!" ucap Ardiaz.
"Eee kita harus susulin kak Gabino ke Malang, pak! Bapak mau kan?" ujar Aileen.
"Hah? Ke Malang? Untuk apa sayang? Kamu mau ajak saya bulan madu?" tanya Ardiaz.
"Hus sembarangan! Bukan bulan madu, tapi aku pengen cari tau tentang kak Gabino. Dia ngapain aja disana dan sama siapa aja," jelas Aileen.
"Ohh, emang ada apa sih sebenarnya sayang? Kasih tahu dong ke saya!" pinta Ardiaz.
"Oh iya, saya sampai lupa kalau mama udah nungguin di rumah. Yaudah yuk kita ke rumah saya sekarang!" ucap Ardiaz.
"Iya pak," singkat Aileen.
Ardiaz langsung membawa Aileen pergi sambil menggandeng tangannya.
•
•
Begitu sampai di kediaman Ardiaz, sepasang kekasih itu saling pandang sejenak di dalam mobil masih dengan kedua tangan saling menyatu.
Ardiaz mendekati wajah Aileen, mengusap setiap inci wajah gadis itu dan tak lupa memberi kecupan lembut pada hidungnya.
Cup
Aileen memejamkan mata saat mendapati kecupan dari Ardiaz, membuat lelaki di depannya makin gemas padanya.
"Kamu gemesin banget sih! Pakai gaun begini jadi tambah cantik," ucap Ardiaz.
Pria itu makin menjadi-jadi, kecupan turun ke leher sampai bahu Aileen yang terbuka. Aileen diam saja membiarkan Ardiaz melakukan itu.
"Pak, bapak ngapain sih? Aku gak suka ah diginiin!" protes Aileen.
"Kamu gausah protes, saya kan cuma mau cium tubuh kamu yang mulus ini," ucap Ardiaz.
__ADS_1
"Biar apa sih pak?" tanya Aileen kesal.
"Supaya kamu tahu kalau kamu itu milik saya, jadi kamu gak boleh dekat-dekat sama pria lain termasuk Sean si ketua osis itu!" jawab Ardiaz.
"Bapak apaan sih? Cemburu sama Sean?" tanya Aileen dengan nada meledek.
"Saya gak cemburu, menurut saya Sean itu kalah jauh dibanding saya. Saya kan udah mapan terus ganteng lagi, mana mungkin saya cemburu sama Sean?" jawab Ardiaz mengelak.
"Halah bapak alasan aja! Ngaku aja sih pak kalau bapak cemburu mah, aku malah senang tau!" ucap Aileen.
"Kamu apaan sih Aileen? Kok jadi ngeledekin saya kayak gitu? Saya gak cemburu tau!" ujar Ardiaz.
"Iya iya, udah yuk pak kita turun! Aku tuh pengen ketemu mama kamu, bukan malah ngobrol disini aja sama kamu!" ucap Aileen.
"Ohh, jadi kamu gak suka ngobrol berdua sama saya?" tanya Ardiaz kecewa.
"Gak gitu pak, bapak ih baperan banget jadi orang!" jawab Aileen.
"Ya terus apa Aileen? Tadi kamu bilang gak mau ngobrol sama saya, itu kan tandanya kamu gak suka sama saya," ucap Ardiaz.
"Bapak jangan salah paham gitu dong! Aku suka kok ngobrol sama bapak, tapi kan emang niat kita kesini tuh buat ketemu mama kamu," ujar Aileen.
"Iya sih, yaudah ayo kita masuk ke dalam!" ajak Ardiaz.
Aileen tersenyum dan menganggukkan kepala, lalu mereka pun sama-sama turun dari mobil untuk memasuki rumah pria itu.
"Sini deketan, saya mau gandeng kamu!" pinta Ardiaz.
"Kenapa harus pake gandengan tangan segala? Aku bisa jalan sendiri tau," ucap Aileen.
"Udah kamu gausah protes! Saya tuh pengen pegang tangan kamu yang mulus itu!" ujar Ardiaz.
Ardiaz langsung menarik paksa lengan Aileen dan menggandengnya erat, membuat gadis itu terkejut tak percaya.
"Bapak apaan sih ih?!" protes Aileen.
"Kamu diam aja Aileen! Saya suka gandeng tangan kamu kayak gini!" ucap Ardiaz.
Pria itu mendekap tubuh Aileen dengan erat.
"Uhh kamu kalo dipeluk begini makin gemesin ya? Yuk kita masuk ke dalam! Saya yakin mama pasti udah gak sabar ketemu sama kamu!" ucap Ardiaz.
"Iya pak, makanya udah jangan lama-lama kita ngobrol disini! Aku juga pegel tau berdiri terus disini," ucap Aileen.
"Masa gini aja pegel sih? Kita kan cuma jalan kaki, lagian kamu juga saya dekap. Atau mau saya gendong biar gak pegal?" ucap Ardiaz.
"Jangan ah gak mau!" tolak Aileen.
Ardiaz tersenyum dan semakin merapatkan tubuh keduanya, tak lupa ia mengecup pipi gadis itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1