
Aileen pulang ke rumah setelah beberapa hari berada di Malang, ia diantar oleh Ardiaz tepat di depan rumahnya sambil berniat mampir.
Gadis itu terlihat cukup lelah dan mengantuk, ia bahkan sulit berjalan sendiri tanpa dibantu oleh Ardiaz yang merangkul pundaknya saat ini.
"Kamu masih lemas sayang? Padahal gak saya apa-apain loh di Malang kemarin," ujar Ardiaz.
"Ish, aku tuh lemes karena capek bapak! Abisnya bapak gak mau gendong aku sih waktu di Malang, jadinya aku kecapekan deh. Pokoknya bapak harus tanggung jawab!" ucap Aileen.
"Enak aja kamu, kok malah nyalahin saya? Emang saya salah apa?" geram Ardiaz.
"Jelas lah bapak salah, aku kecapekan itu karena bapak," ucap Aileen.
"Iya deh, kamu mah selalu benar dan saya selalu salah di mata kamu," ucap Ardiaz pasrah.
"Hehe.." Aileen tersenyum memperlihatkan gigi-giginya.
"Kamu jangan senyum begitu! Saya makin gak tahan tau kalau lihat senyum kamu itu, nanti saya cium tuh bibir jangan salahin saya!" ucap Ardiaz.
"Huft, bapak bisa gak sih sehari aja gak mesum?! Lama-lama aku kesel tau!" ujar Aileen.
"Saya bercanda sayang, kamu baperan amat sih jadi cewek!" ucap Ardiaz.
"Dah ah ayo cepetan bawa aku ke dalam! Aku capek tau pengen istirahat!" sentak Aileen.
"Ini kan kita lagi jalan, kamu gak kerasa apa gimana sih?" ucap Ardiaz.
"Jalannya cepetan pak! Aku udah gak sabar mau rebahan di kasur," ucap Aileen.
"Kamu tuh hobinya rebahan mulu, ingat besok kamu harus sekolah!" ucap Ardiaz.
"Ya kan sekolahnya besok, sekarang aku mau rebahan dulu buat ngilangin capek. Udah deh bapak gausah banyak omong!" ujar Aileen.
"Ohh, sekarang kamu berani bentak saya? Gak sopan banget sih kamu!" ucap Ardiaz.
"Maaf pak! Aku kalo lagi capek tuh emang suka gitu, bapak harus bisa terima dong kalau bapak sayang sama aku," ucap Aileen.
"Saya terima apapun tentang kamu sayang, udah kamu tenang aja!" ucap Ardiaz lembut.
Aileen tersenyum senang, ia benar-benar bahagia memiliki kekasih seperti Ardiaz. Meski terkadang pria itu suka membuatnya kesal dan cemburu, namun dia juga sangat sayang padanya.
"Oh ya, kak Gabino kan udah pulang. Kira-kira nanti aku bicara apa ya ke dia?" tanya Aileen.
"Gitu aja pake ditanya, kalo mau ngobrol ya tinggal ngobrol sayang. Apa susahnya coba?" jawab Ardiaz.
"Ih bapak gimana sih? Bapak lupa ya kalau kita abis mergokin kak Gabino selingkuh kemarin pas di Malang?" ucap Aileen.
__ADS_1
"Ya terus kenapa? Masalahnya dimana?" tanya Ardiaz keheranan.
"Ish, ya aku tengsin lah ketemu sama kak Gabino sekarang. Kita udah salah paham tau, gara-gara bapak sih gak kasih tau aku!" jawab Aileen.
"Hah? Kok jadi saya lagi sih?" tanya Ardiaz.
"Iyalah, kan bapak yang pertama lihat kak Gabino peluk cewek waktu di hotel. Padahal tuh waktu itu kak Gabino cuma bantuan cewek itu yang mau jatuh, kita malah salah paham," jelas Aileen.
"Saya aja terus yang disalahin, kapok lama-lama saya bantu kamu," ucap Ardiaz.
"Oh gitu ya? Yaudah, bapak gausah bantu-bantu aku lagi selamanya. Dah ah aku mau jalan sendiri aja!" kesal Aileen.
Aileen melepaskan diri dari rangkulan Ardiaz dan berniat pergi ke rumahnya tanpa bantuan pria itu.
"Eh eh, Aileen jangan marah dong! Sini biar saya bantu, kamu katanya kan capek! Tadi saya bercanda doang sayang," bujuk Ardiaz.
Namun, Aileen tak mendengarkan itu dan tetap melangkah meninggalkan kekasihnya.
•
•
TOK TOK TOK...
Tak lama, Ardiaz ikut muncul dan berdiri di sampingnya. Pria itu menyusul gadisnya karena tak mau terus-terusan mendapat masalah.
"Sayang, kamu jangan marah terus dong sama saya! Maafin saya ya Aileen cantik!" bujuk Ardiaz.
"Apa sih pak? Ngapain bapak ngikut kesini? Tadi katanya gak mau bantu aku lagi, harusnya bapak pulang aja sana! Aku tuh gak butuh bapak, udah deh jangan ganggu aku!" sentak Aileen.
"Hey! Masa gitu sih? Saya minta maaf Aileen, jangan ngambek dong!" ujar Ardiaz.
"Gak ada yang ngambek," elak Aileen membuang muka dan melipat kedua tangannya.
"Kamu lucu banget deh kalo lagi kayak gini, bikin gemes!" puji Ardiaz.
"Apaan sih? Gombalan bapak udah gak mempan buat aku, sana ah pergi!" ujar Aileen.
"Kalau saya gak mau gimana? Pokoknya saya mau tetap di samping kamu Aileen," ucap Ardiaz kekeuh ingin berada disana.
"Haish, terserah bapak lah. Tapi, jangan sentuh aku atau dekat-dekat aku!" pinta Aileen.
"Kenapa sih Aileen? Sampe segitunya kamu marah sama saya, padahal saya kan udah minta maaf dan janji gak akan bilang gitu lagi," ucap Ardiaz.
"Biarin aja, abisnya bapak bikin aku kesel!" ucap Aileen ketus.
__ADS_1
"Ini koper kamu tadi ketinggalan tau di depan, main pergi-pergi aja kopernya gak ikut dibawa. Oh atau kamu sengaja ya biar saya susulin?" ujar Ardiaz.
"Hah? Bisa gak gausah kege'eran?" elak Aileen.
Ceklek
Pintu akhirnya terbuka, Aileen serta Ardiaz pun kompak menoleh ke arah belakang melihat siapa yang muncul.
"Kak Lana?" Aileen tersenyum lalu menghampiri Alana dan memeluknya erat.
"Maafin aku ya kak! Aku udah bikin kak Lana salah paham sama kak Gabino, aku benar-benar nyesel kak harusnya aku gak ngelakuin itu! Sekali lagi aku minta maaf sama kak Lana!" ucap Aileen histeris.
"Hey, udah gapapa kok! Semuanya udah berlalu, kamu gak perlu sedih kayak gini Aileen! Aku juga udah maafin kamu," ucap Alana lembut.
"Kak Lana serius?" tanya Aileen mendongak.
"Ya Aileen, udah ya kamu gausah sedih terus! Aku sama mas Gabino juga udah baikan kok, diantara kita gak ada masalah lagi sekarang," jawab Alana.
"Syukurlah, aku ikut senang dengarnya!" ucap Aileen sambil tersenyum.
"Siapa yang datang sayang?" suara seorang pria terdengar di telinga mereka.
Aileen sontak melepas pelukannya dan mencari pemilik suara, ia menemukan Gabino disana yang baru keluar dari dalam rumah.
"Loh Aileen?" kaget Gabino.
"Kak, eee aku minta maaf ya!" ucap Aileen pelan.
"Masuk aja dulu! Yuk Ardiaz, kamu masuk juga kita ngobrol sambil minum!" ajak Gabino.
"Terimakasih bang!" ucap Ardiaz.
"Huh seneng tuh diajak masuk sama kak Gabino!" cibir Aileen.
"Maksudnya apa Aileen? Emang kenapa kalau Ardiaz ikut masuk?" tanya Alana.
"Ah enggak kok kak," elak Aileen.
Ardiaz tersenyum tipis memandangi wajah gadisnya, lalu mereka semua masuk ke dalam dan tak lupa membawa koper milik Aileen.
Aileen masih merasa tidak enak pada kakaknya, ia merasa bersalah karena sempat menuduh yang tidak-tidak pada lelaki itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1