
Ardiaz kini tengah berada di teras depan rumahnya, menikmati secangkir kopi sembari menyaksikan pemandangan sore hari yang indah.
"Emang nikmat banget sih kayak gini!" gumamnya.
Tak lama, sebuah mobil berhenti di halaman rumahnya. Ardiaz sontak menatap ke arah mobil itu dengan penasaran dan bingung.
"Loh, itu kayak mobilnya Laura. Mau apa ya dia kesini?" pikir Ardiaz.
Benar saja dugaan Ardiaz, mobil itu memang lah mobil milik Laura. Terbukti sekarang Laura keluar dari mobil tersebut dan berjalan ke arahnya.
Laura terus melangkah menghampiri pria itu dengan senyum terukir di bibirnya, ia berhenti ketika sampai tepat di hadapan Ardiaz.
"Hai Ardiaz!" Laura menyapanya dengan lembut.
Ardiaz bangkit dari duduknya, menatap Laura dan membalas senyum serta sapaan wanita itu sembari melambaikan tangan.
"Hai juga Laura! Ada apa kamu kesini sore-sore gini?" ucap Ardiaz gugup.
"Gak ada apa-apa sih, aku cuma mau main aja. Emang gak boleh ya?" jawab Laura.
"Eh eh, ya boleh dong Laura. Masa iya ada orang mau main ke rumah saya gak bolehin," ujar Ardiaz.
"Kirain gitu kan, siapa tahu aja kamu takut Aileen lihat aku datang ke rumah kamu," ucap Laura.
"Sebenarnya sih iya Laura, tapi sekarang kan Aileen gak ada disini," ucap Ardiaz.
"Ahaha, berarti aku boleh kan masuk ke dalam rumah kamu?" tanya Laura memastikan.
"Iya boleh kok Laura, kamu masuk aja gih! Mama saya ada di dalam tuh, mungkin kalian bisa ngobrol berdua," jawab Ardiaz.
"Oh gitu, tapi sebentar deh aku mau ngobrol dulu sama kamu disini," ucap Laura.
"Yah kalo ngobrol disini kamu gak ada minum nya dong, bentar deh aku ke dalam dulu minta bibik buatin minuman buat kamu. Kamu duduk aja dulu tunggu disini!" ucap Ardiaz.
"Gausah Ardiaz, aku minum nya nanti aja pas di dalam. Sekarang aku cuma mau ngobrol sebentar kok, bisa kan?" ucap Laura menahan Ardiaz.
"Eee..."
Ardiaz terbengong melirik tangan Laura yang kini mencengkram lengannya.
Seketika gadis itu reflek menyingkirkan tangannya, ia merasa bersalah juga pada Ardiaz.
"Ma-maaf, aku gak maksud!" ucap Laura gugup.
"Gapapa kok Laura. Kamu yakin nih gak mau dibuatin minum? Emangnya kamu gak haus gitu?" ucap Ardiaz.
__ADS_1
"I-iya Diaz, aku belum haus kok. Lagian aku cuma pengen bicara sebentar sama kamu," ucap Laura.
"Ya oke deh, ayo duduk sini!" ajak Ardiaz.
Laura mengangguk dan ikut duduk di samping Ardiaz sembari mengambil nafas.
"Apa yang mau kamu obrolin, Laura?" tanya Ardiaz.
"Singkat aja, aku cuma pengen tanya soal hubungan kamu sama Aileen. Kalian itu sebenarnya serius gak sih menjalin hubungan ini?" ucap Laura.
"Maksud kamu apa? Kenapa kamu tanya begitu ke saya?" heran Ardiaz sedikit geram.
"Tenang dulu Ardiaz! Aku gak ada maksud apa-apa kok, aku cuma pengen tau aja," ucap Laura.
"Saya serius sama Aileen, bahkan sangat-sangat serius! Kamu gak pantas menanyakan hal itu ke saya Laura, saya tidak suka!" ujar Ardiaz.
"Maafin kelancangan aku ya Ardiaz! Aku cuma penasaran aja, apa yang dikatakan Sean tadi benar atau enggak kalau kamu itu cuma manfaatin Aileen karena kamu suka sama tubuhnya," ucap Laura.
"Apa? Jadi Sean udah bilang begitu ke kamu? Lancang sekali anak itu! Sudah diberi maaf, tapi malah berbuat seperti ini!" geram Ardiaz.
"Eee sabar Ardiaz!" ucap Laura menenangkan.
"Saya gak bisa sabar Laura, ini namanya fitnah! Besok saya akan hukum dia supaya dia kapok!" ucap Ardiaz tegas.
•
•
Disisi lain, Alana masih terlihat ragu saat hendak bercerita pada Aileen tentang foto Gabino yang ia lihat di ponselnya sebelum ini.
Aileen sendiri tampak bingung melihatnya, ia tak mengerti mengapa Alana justru diam saat ditanya apa maksudnya datang ke kamarnya.
"Kak, sebenarnya ada apa? Gak biasanya loh kak Lana sedih banget kayak gini," tanya Aileen.
"Ada suatu hal yang mau aku bicarakan sama kamu Aileen, tapi gak tahu kenapa rasanya sulit sekali buat aku ucapin hal itu. Aku belum berani menceritakan ini semua," jawab Alana.
"Kak Lana kenapa? Cerita aja sama aku kak, gausah ragu!" ucap Aileen cemas.
"Eee tadi aku dapat pesan masuk dari nomor yang aku gak kenal, terus ternyata dia kirim foto yang bikin aku benar-benar syok," ucap Alana.
"Hah? Emang orang itu kirim foto apa kak? Coba kasih tahu aku!" ucap Aileen penasaran.
Alana kembali terdiam, ia mendadak ragu apakah ia harus menceritakan semuanya pada Aileen atau tidak.
"Kak, ayo kasih tau ke aku! Jangan bikin aku penasaran dong kak!" pinta Aileen.
__ADS_1
"Tapi, kamu janji dulu buat enggak emosi dan jangan marahi kakak kamu ya!" ucap Alana.
"Maksud kak Lana apa? Ini ada hubungannya sama kak Gabino?" tanya Aileen penasaran.
"Iya Aileen, justru foto yang dikirim itu foto mas Gabino," jawab Alana.
"Terus, kenapa kak Lana harus sedih? Kan cuma foto kak Gabino suami kak Lana," heran Aileen.
"Masalahnya bukan di foto mas Gabino, tapi orang yang ada di sebelahnya," ucap Alana.
"Hah? Emang siapa yang ada di sebelah kak Gabino?" tanya Aileen penasaran.
"Aku ngeliat mas Gabino tidur sama perempuan, mas Gabino sampai peluk perempuan itu. Makanya aku kaget banget lihatnya," jelas Alana.
"Apa kak? Kak Gabino selingkuh dan tidur bareng perempuan lain??" kaget Aileen.
"Aku belum tahu mas Gabino selingkuh atau enggak, tapi dari foto itu aku cukup yakin kalau mas Gabino ada main di belakang aku," ujar Alana.
"Hadeh gak bener banget sih tuh orang! Coba kak aku mau lihat fotonya!" ucap Aileen.
"Sebentar," Alana mengambil ponselnya dan menunjukkan foto yang dikirim nomor tidak dikenal tadi kepada Aileen.
Seketika Aileen menganga, ia sampai menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ini apa-apaan sih?! Bener-bener kak Gabino itu gak bisa dipercaya! Dia keterlaluan banget, masa dia tidur sama cewek lain sih!" geram Aileen.
"Ini gak bisa dibiarin kak, aku harus tegur kak Gabino! Sebentar ya aku mau coba telpon dia dulu," sambungnya.
"Eh eh, jangan Aileen jangan!!" cegah Alana.
"Kenapa kak? Aku harus kasih tau kak Gabino supaya dia gak berbuat kayak gini! Ini tuh salah, gak seharusnya dia begini!" ujar Aileen.
"Sabar dulu Aileen! Kamu tadi udah janji buat gak marah-marah ke mas Gabino, kamu tepati dong janji kamu!" ucap Alana.
"Iya iya, aku gak jadi telpon kak Gabino deh. Terus, rencana kak Lana gimana? Gak mungkin kan kak Lana biarin kak Gabino begini?" tanya Aileen.
"Belum tahu Aileen, aku masih mau selidiki kebenaran foto ini dulu. Kalau udah kebukti bahwa ini benar, baru aku bakal tegur mas Gabino," jawab Alana.
"Gimana caranya kak Lana mau selidiki ini?" tanya Aileen.
Namun, Alana menggeleng tanda bahwa ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk mengungkap semuanya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1