
Sesampainya di hotel, Aileen langsung masuk begitu saja ke kamarnya dengan kesal. Sepertinya gadis itu masih belum melupakan apa yang terjadi di bandara tadi.
"Hey Aileen tunggu!" Ardiaz berteriak coba menahan Aileen, tetapi terlambat.
Gabino dan juga Alana pun dibuat bingung dengan sikap Aileen barusan, mereka kompak menatap ke arah Ardiaz seolah meminta jawaban terkait sikap Aileen yang mendadak berubah.
Ardiaz sendiri juga tak tahu harus bagaimana, dia sudah membujuk Aileen agar tidak kesal tapi gadis itu tetap saja marah padanya dan malah sekarang meninggalkannya disana.
"Ardiaz, itu Aileen kenapa kayak gitu? Kalian lagi ada masalah? Gak biasanya Aileen pergi duluan ninggalin kamu," tanya Gabino curiga.
"Eee mungkin Aileen masih cemburu dan kesal sama saya No, soalnya tadi dia lihat saya lagi ngobrol sama teman sekolah saya di bandara. Aileen salah paham mengira saya selingkuh, padahal nyatanya enggak," jawab Ardiaz.
"Ohh, jadi cuma karena itu? Harap maklum ya Ar, anak itu emang sifatnya belum berubah. Mungkin karena baru pertama kali dia ngerasain punya pasangan," ucap Gabino.
"Iya No, saya ngerti kok. Saya juga gak masalah dengan sikap Aileen itu," ucap Ardiaz.
"Ya baguslah, itu tandanya kamu memang benar mencintai adik saya. Sekarang kamu susul aja dia ke dalam, bujuk dia supaya gak terlalu lama terjadi salam paham! Takutnya nanti Aileen malah makin marah sama kamu," usul Gabino.
"Tapi, apa boleh saya masuk ke kamar Aileen?" tanya Ardiaz ragu.
"Ya boleh, cuma mau bujuk dia kan? Gak aneh-aneh?" jawab Gabino.
"Ah ya gak mungkin lah saya berbuat aneh-aneh sama Aileen, dia itu kan perempuan yang saya cintai, jadi saya mau jaga dan lindungi dia," ujar Ardiaz.
"Yasudah, kamu masuk aja!" ucap Gabino.
"Baik! Kalau begitu saya susulin Aileen dulu ya?" ucap Ardiaz sambil tersenyum.
Gabino mengangguk saja, membiarkan Ardiaz masuk ke kamar Aileen menyusul gadis itu untuk membujuknya agar tidak terlalu lama marah padanya.
Sementara Gabino dan Alana tetap disana, mereka berdiam sejenak sambil saling memandang dengan tangan menyatu.
"Mas, kamu gak coba ubah sikap Aileen? Kalau dia terus-terusan kayak begitu, bisa aja kan pak Ardiaz kesal dan tidak tahan lagi. Gimana kalau hubungan mereka kandas nantinya?" ucap Alana.
"Kita doakan yang terbaik aja buat mereka, kamu gausah khawatir ya!" ucap Gabino.
"Iya mas, aku selalu berharap begitu kok. Tapi, kita kan gak tahu takdir mereka ke depannya," ucap Alana.
"Yaudah, mending kita masuk kamar aja yuk! Istirahat sebentar sebelum pergi jalan-jalan, sekalian bersih-bersih badan!" ucap Gabino.
Alana mengangguk setuju, kemudian Gabino pun merangkulnya dan mengajaknya masuk ke kamar.
•
__ADS_1
•
"Aileen!" Ardiaz mendekati gadisnya yang tengah duduk di atas ranjang dengan wajah menunduk. Dia ikut terduduk di sebelah gadis itu, perlahan tangannya meraih bahu sang kekasih lalu mendekapnya erat.
"Kamu masih marah sama saya karena saya tadi dekat dengan perempuan lain?" tanya Ardiaz lirih, ia menarik dagu Aileen agar menatapnya.
"Apa sih mas?! Ngapain kamu kesini? Nanti kalau kak Gabi tau gimana?" protes Aileen.
"Justru dia yang suruh saya kesini buat bujuk kamu," ucap Ardiaz santai.
"Masa sih kak Gabi kayak gitu? Pasti kamu bohong, gak mungkin kak Gabi suruh kamu masuk kesini, dia kan orangnya protektif banget. Udah deh, kamu mending keluar sana!" ujar Aileen.
"Beneran sayang, kakak kamu yang suruh saya kesini buat bujuk kamu. Makanya kamu sekarang jangan ngambek lagi ya!" ucap Ardiaz.
"Tergantung," singkat Aileen.
"Hah? Tergantung apa sayang??" tanya Ardiaz.
"Ya tergantung, kamu mau janji sama aku buat gak dekat-dekat cewek lain atau enggak. Kamu kan tau aku cemburuan, kenapa masih deketin cewek lain coba?!" jelas Aileen.
"Saya gak deketin dia, tadi gak sengaja aja ketemu di bandara. Ternyata dia lagi mau ke rumah neneknya disini, kamu jangan salah paham dong sama saya! Lagian cuma kamu yang saya suka, gak ada yang lain," ucap Ardiaz.
Aileen memutar bola matanya malas, Ardiaz yang gemas pun mengeratkan pelukannya dan membuat Aileen meronta-ronta.
"Lepasin mas, kamu jangan peluk-peluk begini ah nanti aku baper!" sentak Aileen.
"Ish kamu mah, aku masih mau marah tau sama kamu!" cibir Aileen.
"Kenapa kamu pengen banget marah sama saya? Emangnya kamu gak sayang sama saya? Pacar macam apa kamu?" tanya Ardiaz.
"Ih gak gitu, aku mau bikin kamu nyesel aja gitu dan gak bakal berani dekat-dekat sama cewek lain lagi," jelas Aileen.
"Ohh, kalo gitu iya deh saya udah kapok dan nyesel. Kamu tolong jangan ngambek lagi ya!" ujar Ardiaz.
"Beneran?" tanya Aileen melirik mata Ardiaz.
"Iya sayang, kamu jangan tatap saya begitu dong nanti saya bisa khilaf loh! Kamu tahu kan saya ini laki-laki normal?" ujar Ardiaz.
"Mas, kamu nakal ya ternyata!" tegur Aileen sembari mencubit lengan kekasihnya itu.
"Akh duh kamu kok cubit saya sih?! Sakit tau Aileen! Harusnya kamu jangan cubit, tapi cium pipi saya nih!" ujar Ardiaz.
"Gak lucu! Udah udah sana keluar, aku gak mau kak Gabi ngira yang enggak-enggak kalau kamu kelamaan disini!" sentak Aileen.
__ADS_1
"Nanti dulu, saya baru akan keluar kalau kamu udah mau maafin saya dan enggak ngambek lagi," ucap Ardiaz.
"Iya, aku maafin kamu kok. Sekarang kamu keluar sana, sebelum kak Gabi curiga!" ucap Aileen.
"Kalau udah maafin, senyum dong sayang!" ucap Ardiaz seraya mencolek pipi Aileen.
"Umm senyum gak yaaa..??" Aileen sengaja mempermainkan Ardiaz agar pria itu merasa jengkel padanya.
"Jangan gitulah, ayo senyum buat saya atau saya bakal menetap disini sampai malam!" ujar Ardiaz.
Aileen tersentak kaget, akhirnya dia pun tersenyum lebar seraya mendongakkan wajahnya menatap Ardiaz dengan dalam.
Melihat itu, Ardiaz semakin gemas dan memeluk erat tubuh sang kekasih sembari mengusap punggung gadis itu.
"Saya sayang kamu Aileen!" ucap Ardiaz.
"Aku juga mas," balas Aileen.
Mereka terus berpelukan disana, sebelum tiba-tiba Aileen melepas pelukannya lebih dulu dan menangkup wajah Aileen sambil mengecup pipinya.
"Kamu ngapain lepas pelukan saya? Gak nyaman?" tanya Ardiaz agak kecewa.
"Maaf mas! Tapi, mending kamu mandi dulu sana!" jawab Aileen merengut.
"Mandi? Kamu bilang saya bau gitu? Sembarangan aja, saya masih wangi tau!" ujar Ardiaz.
"Hahaha, bukan aku loh yang bilang tapi kamu sendiri. Udah sana mandi ke kamar kamu!" ucap Aileen.
"Iya iya, kamu juga mandi gih! Nanti sore kan kita mau ke pantai lihat sunset," ucap Ardiaz.
"Pasti lah mas, aku udah gak sabar banget pengen ke pantai berdua sama kamu!" ucap Aileen.
"Ya, begitu juga saya. Maka dari itu, kamu mandi terus dandan yang cantik dan wangi supaya nanti di pantai gak malu-maluin!" ucap Ardiaz.
"Hah? Emangnya sejak kapan aku malu-maluin?" protes Aileen.
"Bercanda, udah udah sana mandi! Lama-lama saya mandiin nih kamu kalo masih disini aja," ujar Ardiaz.
"Dih kayak berani aja," ledek Aileen.
"Ya berani lah, saya bisa mandiin kamu kalau saya mau," ucap Ardiaz.
Aileen menatap ngeri saat Ardiaz hendak mendekatinya, ia pun segera bangkit dan bergerak cepat menuju kamar mandi untuk menghindari Ardiaz.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...