Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Bab 59. Suap-suapan


__ADS_3

"Uhuk uhuk.."


Aileen terbatuk-batuk saat sedang menikmati makanannya bersama sang kekasih, hal itu membuat Ardiaz terkejut dan sontak mendekatinya untuk menenangkan gadis itu.


"Hey, pelan-pelan makannya sayang! Gausah buru-buru, emang mau kemana sih?" ujar Ardiaz sembari menepuk punggung gadisnya.


"Iya pak, aku juga pelan-pelan kok. Tadi mah kayaknya ada yang ngomongin aku aja kali," ucap Aileen sambil terkekeh kecil.


"Percaya aja kamu sama begituan, itu mah cuma mitos sayang. Makan tuh yang bener jangan sambil main hp, jadi begini kan!" ucap Ardiaz.


"Aku bukan main hp, aku cuma ngecek sosmed sebentar. Emang tadi lagi apes aja aku, bapak gausah lebay deh!" ucap Aileen.


"Iya iya, sekarang udah enakan kan?" tanya Ardiaz.


"Udah kok pak, makasih ya!" jawab Aileen.


"Jangan senyum gitu! Kalau saya gak tahan terus cium kamu lagi, nanti kamu nangis. Padahal kamu duluan yang godain saya," ujar Ardiaz.


"Hah? Cuma senyum aja masa bapak kegoda sih? Dasar baperan!" cibir Aileen.


"Bukan baperan, emang kamu tuh menggoda banget sih sayang. Saya gak bisa tahan kalau dekat sama kamu, jadi jangan salahin saya kalau saya cium kamu terus!" ucap Ardiaz.


"Yaudah, bapak lanjut makan lagi gih! Aku udah gak kenapa-napa kok, tapi kalau bapak mau suapin aku sih gak masalah," ucap Aileen.


"Oh boleh, sini saya suapin!" Ardiaz langsung mengambil piring milik Aileen di atas meja.


"Eh eh pak, aku tadi cuma bercanda loh. Bapak gak perlu repot-repot suapin aku, aku bisa makan sendiri tau," ucap Aileen menolak.


"Gapapa, saya suka kok suapin kamu. Buka mulut kamu!" ucap Ardiaz.


Aileen tersenyum sekilas lalu membuka mulutnya sesuai permintaan Ardiaz, dan pria itu pun mulai menyuapi gadisnya sedikit demi sedikit.


"Gimana? Enak gak sayang?" tanya Ardiaz.


"Enak dong, kan ini makanan kesukaan aku," jawab Aileen.


"Bukan gara-gara disuapin aku?" tanya Ardiaz.


"Eee iya deh karena disuapin kamu juga, tapi makanan ini emang enak pak. Bapak mau coba?" ucap Aileen.


"Boleh, tapi kamu gantian yang suapin saya!" pinta Ardiaz.


"Okay!" Aileen tersenyum lebar dan mengambil piringnya dari tangan Ardiaz.

__ADS_1


"Buka mulutnya pak Ardiaz tampan!" ucap Aileen mengarahkan sendoknya ke mulut Ardiaz.


Ardiaz membuka mulut, Aileen pun mulai memasukkan suapan demi suapan ke dalam mulut Ardiaz secara perlahan.


"Enak kan pak?" tanya Aileen penuh harap.


"Iya enak, tapi ini sih gara-gara disuapin gadis manis dan cantik kayak kamu sayangku," jawab Ardiaz dengan senyum di bibirnya.


"Tau ah gombal terus kamu mah! Buruan tuh abisin makanan kamu!" ujar Aileen.


"Kayaknya kamu gak suka banget saya gombalin, kenapa sih sayang? Kamu pengen digombalin sama Sean ya?" ucap Ardiaz.


"Hah? Bapak kenapa jadi bawa-bawa Sean sih? Ini gak ada hubungannya ya sama dia," ucap Aileen.


"Abisnya kamu begitu terus kalau saya gombalin, seolah-olah kamu gak suka banget. Padahal saya kan pengen bikin kamu senang," ucap Ardiaz.


"Eee i-i-iya aku minta maaf ya pak! Bapak jangan marah dong!" ucap Aileen merasa bersalah.


"Gak marah, saya cuma kesal sama kamu. Lain kali kalo saya gombal, kamu tuh minimal senang atau apa kek gitu!" ujar Ardiaz.


"Iya, aku senang kok digombalin bapak. Tapi, aku minta jangan sering-sering! Soalnya lama-lama kan bosan juga loh pak," ucap Aileen.


"Iyain aja deh," singkat Ardiaz kesal.




Disisi lain, Shanum menghampiri Nizar di lapangan basket saat pria itu sedang duduk sambil mengusap keringatnya.


Shanum duduk di sebelah kekasihnya itu, menaruh satu tangan di atas paha sang kekasih sambil memanggil namanya.


"Sayang Nizar, temenin aku dong! Aku bosen nih sendirian terus daritadi, mau kan?" rayu Shanum.


"Eh Shanum sayang, kamu kesepian? Duh, kok bisa sih pacarku yang cantik ini bosen dan kesepian? Tenang tenang, aku ada disini kok. Aku bakal temenin kamu cantik," ucap Nizar langsung merangkul Shanum.


"Kamu bisa aja, bener ya kamu temenin aku? Awas loh kalo kamu tinggalin aku lagi demi teman-teman kamu itu! Sekali-sekali dong Nizar kamu tuh temenin aku gitu," ucap Shanum.


"Iya Shanum, aku kan udah bilang kalau aku bakal temenin kamu hari ini," ucap Nizar.


"Bagus deh, aku pegang kata-kata kamu!" ucap Shanum.


"Eee tapi emang Aileen kemana? Kok kamu bisa sendirian sih? Bukannya kamu selalu sama dia ya?" tanya Nizar penasaran.

__ADS_1


"Biasalah, Aileen kan lagi pacaran sama pak Ardiaz. Kemarin-kemarin dia nemenin aku karena pak Ardiaz gak ada, sekarang kan pak Ardiaz udah balik ngajar lagi," jawab Aileen.


"Oalah, pantes pacar aku yang cantik ini kesepian. Tapi kamu tenang aja, ada aku kok yang bakal temenin kamu!" ucap Nizar menenangkan.


"Harus dong, aku pengennya gitu!" ucap Shanum.


"Hahaha, kamu mau ikut aku disini main basket atau kita ke kantin nih?" tanya Nizar.


"Disini aja deh, kebetulan aku pengen lihat pacarku main basket. Pasti jago deh kamu!" jawab Shanum.


"Ah bisa aja kamu mah muji aku," ucap Nizar.


"Emang benar kan? Kamu itu selain ganteng, jago main basket juga. Makanya aku sayang banget sama kamu," ucap Shanum.


"Yaudah, aku main dulu ya? Kamu duduk disini aja tontonin aku sambil teriakin aku," ucap Nizar.


"Oke sayang! Kamu semangat ya mainnya, jangan lihatin aku terus biar bisa fokus!" ucap Shanum.


"Sip!" Nizar tersenyum lalu bangkit dari tempat duduknya. Ia mengecup sekilas pipi Shanum sebelum melangkah menuju lapangan.


Shanum yang tengah asyik duduk menonton pertandingan itu pun dibuat kaget saat Sean tiba-tiba datang dan duduk di sebelahnya.


"Ehem ehem.." pria itu berdehem pelan sembari memandang ke arahnya dengan senyum tipis.


"Hah Sean? Lo darimana datangnya? Kok bisa tau-tau ada disini sih? Jangan-jangan lu dukun ya punya kemampuan bergerak cepat dan menghilang?" tanya Shanum kebingungan.


"Ngaco aja lu! Gue tadi jalan lah kesini nya, lu aja yang gak ngeliat," jawab Sean.


"Masa sih? Tapi serius loh gue gak sadar, bohong kan lu! Pasti lu bisa ngilang, ngaku lu!" ujar Shanum.


"Apaan sih? Ngaco aja kalo ngomong, sejak kapan gue bisa ngilang coba?" elak Sean.


"Terus gimana caranya lu bisa ada disini tanpa sepengetahuan gue hayo?" tanya Shanum.


"Ya gue jalan lah, lu gak lihat karena lu asik sama cowok lu daritadi. Udah deh, gue pengen ngomong sesuatu sama lu Shanum!" jawab Sean.


"Soal apa?" Shanum terlihat penasaran sekali.


"Gue pengen tahu, apa benar pak Ardiaz cemburu sama gue? Terus hubungan dia sama Aileen jadi terganggu gara-gara gue?" tanya Sean.


"Hah? Lo tahu darimana?" kaget Shanum.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2