Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 14.


__ADS_3

Setelah selesai upacara, Aileen pun pergi ke wilayah SMP untuk menemui Ardiaz sesuai perintah pria tersebut sebelumnya.


Gadis itu melangkah seorang diri tanpa ditemani oleh Shanum yang kebetulan sedang berpacaran dengan Nizar di kantin SMA.


Kehadiran Aileen di wilayah SMP, membuat para siswa disana merasa kagum. Cukup banyak yang menyapanya bahkan menggodanya.


"Hai kak Aileen cantik!"


"Halo cakep banget sih!"


Seperti itulah ciutan-ciutan yang didengar Aileen disana, dia hanya tersenyum tanpa membalas ucapan mereka karena harus buru-buru sampai di ruangan Ardiaz.


Namun, tiba-tiba saja lengannya ditarik dari belakang oleh seseorang yang membuat Aileen tersentak dan reflek memukul orang tersebut.


Bughh


"Awhh akh aduh aduh sakit! Cukup Aileen ini saya!" rintih seorang pria yang tak lain adalah Ardiaz.


"Pak Ardiaz??" kaget Aileen.


"Iya, ini saya Ardiaz pacar kamu. Gimana sih kamu masa gak ngenalin tangan pacarnya sendiri? Main pukul aja lagi, sakit tau!" ujar Ardiaz.


"Ya maaf pak! Suruh siapa coba bapak ngagetin saya tadi? Bapak gapapa kan?" ucap Aileen sedikit cemas, dia mendekati Ardiaz dan memegangi wajah serta lengan pria itu.


"Saya baik-baik aja kok, ayo kamu ikut saya sekarang!" ucap Ardiaz yang langsung menggenggam tangan Aileen.


Ardiaz pun membawa gadis itu pergi ke ruang pribadinya di dekat sana.


"Aileen, ngapain sih kamu pake ke wilayah SMP segala? Sengaja ya mau tebar pesona sama anak-anak disini?" tanya Ardiaz.


"Apa sih pak? Aku kan mau nyamperin bapak, sesuai yang bapak minta tadi pagi. Emang bapak lupa?" jawab Aileen.


"Kenapa kamu nyamperin saya malah kesini? Saya itu sekarang udah jadi kepala sekolah di SMA perwira bangsa, gimana sih!" ujar Ardiaz.


"Hah? Bapak serius??" tanya Aileen tak percaya.


"Ya iyalah, makanya saya heran waktu kamu malah jalan ke wilayah SMP. Dan benar kan kamu tadi digodain sama murid-murid sini, mereka itu pada gak ada akhlak emang!" geram Ardiaz.


"Sabar pak! Lagian salah bapak sendiri sih, kenapa bapak gak pernah bilang kalau bapak udah pindah jabatan?" ucap Aileen.


"Iya, saya sebenarnya mau kasih kejutan ke kamu tadi. Eh tapi kamu malah jalan kesini, untung aja saya lihat. Kalau enggak, mungkin sekarang kamu lagi berduaan sama pak Barnas di ruangannya. Karena ruangan kepala sekolah itu sekarang udah jadi milik dia," ucap Ardiaz sambil tersenyum.


"Hah? Ih aku gak mau lah berduaan sama dia, enakan juga sama kamu!" ujar Aileen.

__ADS_1


"Hahaha, lucu banget sih kamu!" ucap Ardiaz seraya mencolek dagu kekasihnya.


"Eee aku boleh duduk gak pak? Pegel nih berdiri terus daritadi, kan abis upacara juga tau. Bapak mah tega gak nyuruh aku duduk!" ucap Aileen.


"Oh iya ya, maaf saya lupa! Yaudah, duduk dulu Aileen sayangku!" ucap Ardiaz.


Ardiaz pun menarik kursi dan mempersilahkan gadisnya untuk duduk, tentu Aileen dengan senang hati melakukannya. Gadis itu tersenyum lebar sembari sesekali menggoda Ardiaz dengan mengelus lembut lengan sang kekasih.


"Kamu jangan mulai deh Aileen! Sikap kamu yang kayak gitu bikin saya gak tahan buat cepat-cepat nikahin kamu tau gak!" tegur Ardiaz.


"Ya gapapa lah pak, aku kayak gini supaya bapak gak tergoda sama perempuan lain. Kan banyak tuh cewek-cewek seksi di luaran sana, aku takut aja bapak tergoda sama mereka," ucap Aileen.


"Tetap aja itu gak dibolehin Aileen, gimana kalau saya khilaf nantinya?" ujar Ardiaz.


"Gak masalah, khilaf sama pacar sendiri mah gapapa lah pak," ucap Aileen.


"Sudahlah, jangan bahas itu lagi!" sentak Ardiaz.


Aileen terkekeh geli melihat ekspresi Ardiaz yang berusaha mati-matian menahan dirinya.




Ya sesuai permintaan Aileen pada Ardiaz, ia memang tidak ingin berpisah dari Shanum karena mereka berdua sudah lama sekali bersahabat dan tak bisa berjauhan.


"Aileen, senang banget ya kita bisa sekelas lagi! Gue gak nyangka deh, kok bisa ya kita sekelas terus dari SMP sampe sekarang?" ujar Shanum.


"Eee entahlah, mungkin karena ikatan batin kita yang kuat kali. Jadi sewaktu pembagian kelas, tuh guru-guru pengennya kita bareng terus," ucap Aileen.


"Hahaha, ngada-ngada aja lu ah!" kekeh Shanum.


"Heh kalian!" tegur Virgo, kakak kelas Aileen dan Shanum yang tidak lulus itu. Dia menghampiri kedua gadis tersebut dan tersenyum ke arahnya.


"Kenapa ya kak?" tanya Aileen.


Pria itu duduk dengan santainya di depan Aileen, ia menaruh satu kaki di atas kaki lainnya tanpa melepas pandangan dari wajah kedua gadis itu.


"Gue gak nyangka, ternyata gak lulus ada hikmahnya juga. Gue jadi bisa sekelas sama cewek-cewek manis kayak kalian, indahnya hidup gue," ujar Virgo.


"Hahaha hahaha.." tiba-tiba tiga orang pria lainnya juga ikut datang menghampiri mereka, ya ketiganya adalah Pandu, Lian, serta Zack yang merupakan teman-teman Virgo.


"Aduh Virgo Virgo! Lo jangan nekat deh! Aileen itu ceweknya kepsek, emang lo mau dikeluarin dari sekolah gara-gara lu godain ceweknya kepsek?" kekeh Zack.

__ADS_1


"Kalian sebenarnya teman siapa sih? Gue atau kepsek?" tanya Virgo.


"Selow bro! Ya jelas lah kita bertiga mah sohib lu!" jawab Zack.


"Terus kenapa kalian malah ngerendahin gue kayak gitu? Harusnya kalian support gue!" protes Virgo.


"Santai Go! Kita selalu support lu kok, tapi kalau soal godain cewek kepsek, kita mah gak mau ikut-ikutan deh. Kita udah kelas dua belas bro, yakali kita dikeluarin dari sekolah. Bisa diamuk kita sama nyokap bokap," ucap Lian.


"Betul itu!" timpal Pandu.


"Ah, yaudah kalo gitu lu bertiga mending pergi sana! Jangan gangguin gue yang lagi fokus pdkt sama Aileen!" usir Virgo.


"Buset kita diusir, eh bro mending lu ikut dah sama kita duduk di belakang pojok sana, jangan disini! Lo udah kayak orang pinter aja duduk paling depan," ujar Zack.


"Ini bukan masalah pintar atau enggaknya, tapi gue mau duduknya di dekat Aileen," ucap Virgo.


"Ish, lu apaan sih kak?! Sana duduk aja sama teman-teman lu tuh, jangan disini!" ujar Aileen.


"Iya, anak-anak bandel itu pantasnya duduk di belakang jangan di depan!" sahut Shanum.


"Demi lu, gue bisa kok jadi cowok pintar Aileen. Lo kan sering dapat ranking nih, pernah juara tiga olimpiade Nasional juga. Lu mau gak kira-kira ajarin gue sampai gue jadi pintar?" ucap Virgo.


"Hah??" Aileen terkejut bukan main mendengarnya.


"Iya Aileen, gue serius. Gue pengen berubah, gue malu banget jadi satu-satunya murid yang gak lulus kemarin. Teman-teman seangkatan gue udah pada kuliah, eh gue malah harus ngulang lagi. Lu tolong bantu gue ya Aileen!" sambung Virgo.


"Kenapa harus gue? Lu kan bisa cari guru private yang pintar, jadi lu gak kayak gini lagi," ujar Aileen.


"Kalau sewa guru kan harus bayar, lagian gue lebih suka diajarin lu tau," ucap Virgo.


"Iya Len, kalo gitu kita bertiga juga mau ikut les privat sama lu deh," sahut Pandu.


"Ih ngapa jadi pada mau les sama gue semua? Gue gak buka les privat, kalian salah alamat!" ucap Aileen.


Tak lama kemudian, seorang guru wanita masuk ke dalam sana. Dialah Bu Diana, wali kelas Aileen serta yang lainnya.


"Selamat pagi semua!" sapanya.


"Pagi Bu!" balas murid-murid itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2